Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Single Parent


__ADS_3

...****************...


Su Nian-Nian seperti mengenali wajah ini, dan berusaha mengingatnya.


"Kiki!! Kenapa kau bisa ada disini juga!" ucapnya bahagia.


Mendengar Nian-Nian mengenali kakaknya, Ming Ke langsung menjawab, "Maaf sepertinya kau salah orang," Keke membawa kedua anaknya masuk kedalam kamar.


"Ehh Ai Ki kenapa kau mengabaikan kuuu." Nian-Nian berusaha meraih Ming Ke, namun dihentikan Fei.


"Ikut aku," ujarnya.


Fei menceritakan siapa Ming Ke, "Namanya Ming Ke, teman ku dari kota A, dia bekerja di perusahaan, karena tidak memiliki rumah dan harus mengurus kedua anak itu, aku mengizinkannya untuk tinggal disini,"


"Lalu kenapa dia mirip sekali dengan sahabat ku dari kota A juga, namanya Ai Ki."


"Dia adalah kembarannya, tapi keluarganya tidak tahu bahwa Ming Ke kini menjadi Single Parent dari seorang pria yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu, Keke terus berusaha menyembunyikan anak-anak nya dari keluarga,"


"Ming Ke yang malang. Tapi Ai Ki seorang Model terkenal, kenapa Keke malah bekerja di perusahaan paman?"


"Aku tidak tahu. Su Nian-Nian aku boleh minta sesuatu,"


Nian-Nian menganggukkan kepalanya, "Mm apa?"


"Tolong bantu Ming Ke merahasiakan ini dari keluarganya, termasuk Ai Ki. Keke sudah cukup menderita selama ini. Kau paham maksud ku bukan?"


"Meski banyak pertanyaan tapiii, yasudahlah aku berjanji akan menutup mulut."


Ming Ke keluar dari kamar setelah kedua anaknya tertidur. "Dimana dia?"


"Sudah kembali daritadi,"


"Ooh.. Aku lelah mau istirahat, anak-anak juga sudah terlelap. Fei jika kau tidak pergi pastikan menutup lampu terlebih dahulu," ujar Keke.


"Ming Ke! kau cemburu?"


Keke menggelengkan kepalanya.


"Tapi raut wajahmu mengatakan nya."


Ming Ke tetap diam tanpa bergeming.


Fei menarik tangan Ming Ke untuk duduk di atas sofa, "Keke, kemarilah,"


"Dia bernama Su Nian-Nian, bekerja sebagai tata busana model, wajar saja jika dia mengenali Ai Ki. Aku dan dia sebenarnya..." Fei sempat berhenti berkata.


"Dia adalah tunangan ku, sebagai ganti kesepakatan kerja perusahaan ayah ku dengan mendiang ayah nya waktu itu."


"Kenapa kau menjelaskan semuanya,"


"Keke maafkan aku sebelumnya menyembunyikan ini dari mu,"

__ADS_1


"Feii aku tidak apa-apa, aku hanya lelah, sungguhhhh."


Tanpa mendengarkan ucapan Fei lagi Ming Ke segera masuk kedalam kamar dan berpura-pura beristirahat.


'Ming Ke apa yang kau lakukan dengan ekspresi iniii...... Kau bukan siapa-siapa Fei lagiii... Kau juga tidak berhak cemburu. CINTA? yang kau rasakan saat ini bukan cinta melainkan sayang, karena perbuatan Fei padamu,' ucapnya didepan sebuah cermin rias,


"Sayang, sayang bisa untuk semua orang. Sedangkan Cinta, cinta hanya untuk seseorang yang sangat berarti didalam kehidupan mu dan juga anak mu,' lanjutnya.


Kota A


Rumah Utama Xi Yuan


Yu masuk dan langsung mencari wanita itu, "Kiki dimana kau!"


"Yuan! Kau pulang... Yuuu aku merindukan mu," Kiki berlari memeluk Yuan. Tapi tidak dibalas oleh Yu.


"Bo turunkan,"


Bo menurunkan sebuah kotak besar yang di pegang nya.


"Kenakan ini, temani aku malam ini,"


"Lagi? Yuu bukannya sudah ku lakukan minggu lalu, apalagi sekarang?"


"Jangan banyak tanya, kenakan saja!" bentak Yu.


Ai Ki keluar dari kamar nya, "Tuan Yu, gaun ini terlalu terbuka, bagaimana aku bisa menemui mereka jika begini.." Ai Ki berusaha mengeluh.


"Kau berani menolak?.." Xi Yuan berjalan mendekati Ai Ki dengan tatapan amarah nya.


"Bagus, segera bersiap, perjalanan sedikit memakan waktu aku tidak mau terlambat," Yuan berlalu pergi meninggalkan Ai Ki.


Gaun transparan yang akan dikenakan itu menampakkan belahan indah miliknya, bahkan meski panjang namun tetap saja memperlihatkan lekuk pinggang dan juga kaki jenjang nya.


"Bo, kali ini siapa yang di tuju Yu"


"Sepertinya kau sudah paham jika Yu sedang memanfaatkan mu"


"Shhh... Chh," Kiki melirik lalu mengalihkan pandangannya.


"Kali ini pihak Eropa, Brian, datang dalam perjamuan ini. Kau juga tahu kualifikasi bekerja dengannya seperti apa"


"Harus harmonis jika sudah menikah," Kiki menebalkan ucapannya.


"Kasihan sekali mereka tertipu oleh CEO tampan satu ini," omong nya tipis.


Mereka pergi menghadiri acara perjamuan tersebut, berpura-pura sebagai pasangan yang romantis juga harmonis dihadapan Brian dan yang lainnya.


Panggilan masuk dari Su Nian-Nian.


"Kikiii.... Apa yang sedang kau lakukan"

__ADS_1


"Seperti biasa, menemani seorang CEO kaya menemui orang-orang tua itu,"


"Huhh pasti membosankan"


"Sangat membosankan, ngomong-ngomong kapan kau akan kembali"


"Mungkin besok atau lusa"


"Jangan nyaman ya... kau masih berhutang pesta pada ku, atas kesuksesan mu menjadi desainer nomor satu tingkat Negara,"


"Tidak akan..."


"Lagi dimana?... Kenapa aku seperti melihat rumah Raja"


"Xixixii... Ini adalah apartment tunangan ku yang selalu aku ceritakan. Bagus tidak..."


Nian-Nian kembali berkunjung ke apartemen Fei bermaksud menemui nya, siapa sangka ternyata Fei dan Keke lembur. Padahal biasanya hari ini adalah hari libur nya.


"Woahh benarkah?... Ternyata pasangan Nona Su juga orang Kaya yahhh"


"Emm begitulah, tapi tunangan ini merupakan kesepakatan entah dia juga mencintaiku atau tidak aku pun tidak tahu pasti"


"Chh... Kau mulai lagi. Jika tidak mencintai untuk apa bertahan hingga saat ini. Eh berhenti, kenapa aku seperti melihat 2 orang anak kecil lewat tadi"


"Iya kau benar... mereka sengaja dititipkan disini, sementara menunggu kepulangan ibu nya yang bekerja di kantor tunangan ku"


"Ooh seperti itu,"


"Mm abaikan saja kebisingan mereka. Kita sampai dimana tadi."


Mereka terus mengobrol hingga waktu menunjukkan pukul satu malam. Setelah mengakhiri panggilan, Ai Ki kembali bersama Xi Yuan ke Rumah Utama.


Su Nian-Nian terlelap di sofa ruang tamu karena sudah tak lagi sanggup untuk bergerak masuk kedalam kamar.


Ming Ke baru saja kembali, dia berjalan menuju dapur hendak mengambil segelas air, terlihat olehnya Nian-Nian menggigil kedinginan di sana. Ming Ke berinisiatif membawakan selimut dan menyelimuti nya.


Pagi menjelang Ming Ke dan Liu Fei sudah berangkat bekerja, sedangkan Ming Wei dan Nian-Nian masih terlelap hingga siang.


Xi Yi sudah melakukan tugas yang setiap pagi dilakukannya yaitu membersihkan diri sendiri, belajar, dan tak lupa membersihkan tempat tidurnya.


"Ibu berpesan boleh menonton televisi tapi dengan suara yang pelan agar tidak membangunkan bibi galak ini, Baiklah akan ku lakukan," ucap Xi Yi pelan.


Tidak lama Ming Wei terbangun, Yi langsung melakukan tugasnya sebagai kakak, membantu Wei mempersiapkan diri lalu mengambilkan sarapan untuk nya.


"Pelan-pelan jangan sampai membangunkan bibi itu..."


"Otee"


Mereka menonton televisi hingga Su Nian-Nian terbangun.


"Hoamm... Badan ku rasanya sakit semua... Jam berapa ini.. APA!!... Kenapa tidak ada yang membangunkan ku, bisa gawat, bisa kacau AAHHHH!!....." Su Nian-Nian terkejut melihat begitu banyak panggilan masuk dari atasannya yang berada di kota A.

__ADS_1


Kali ini perusahaan mendapatkan pesanan mendadak dari agensi penting, yang mengharuskan Su Nian-Nian kembali ke kota A secepatnya.


Nian-Nian terburu-buru membersihkan diri sampai lupa kalau dia tidak membawa baju lain, Wei tak tega melihat bibi galak itu mondar mandir kesana kemari akhirnya menyeru untuk mengenakan salah satu baju ibu nya.


__ADS_2