
...****************...
Ai Ki penasaran bagaimana bisa ibu nya mendapatkan kabar mengenai Ming Ke sementara kali terakhir juga berkata tidak mengetahui apa-apa lagi mengenai Ming Ke.
"Bu, darimana kau mendapatkan potret itu"
"Aku juga tidak tahu darimana foto itu berasal. Ada nomor luar yang mengirimkannya"
"Nomor? Maksudmu ada orang lain dibalik foto tersebut"
"Sepertinya begitu."
Kota W
Hari ini Ming Ke sengaja mengambil cuti, dia ingin bermain dengan anak-anak agar mereka tidak merasa kesepian.
Liu Fei juga sudah faham dengan Ming Ke, setiap Keke mengambil cuti untuk menemani anak-anak nya Fei tidak akan menggangu mereka.
Ming Ke membawa Xi Yi dan Ming Wei bermain ke taman bermain kota dengan mobil dan supir yang sengaja dipersiapkan Fei untuk melindungi mereka. Keke menghabiskan banyak waktu dengan anak-anak nya.
Dimulai dengan bermain wahana hingga makan siang bersama, tertawa bersama, menikmati hembusan angin pantai hingga menyantap makanan dari restoran seafood kesukaan Yi dan Wei.
"Mommy Wei sangat senang, apa kita bisa liburan disetiap akhir pekan?"
"Tidak bisa! Ibu juga harus istirahat bukan hanya bekerja lalu membawa mu berlibur" tegas Yi.
"Yii... Tidak apa sayang selama kalian tertawa gembira seperti ini, capek dan lelah yang ibu rasakan seketika hilang tersapu dengan senyuman manis dari anak-anak ibu ini," Ming Ke memeluk hangat anak-anaknya.
Wei menjawab dengan gembira, "Kalau begitu Wei akan telus senyum agal ibu tidak capek lagi hihihii..."
Tak terasa senja sudah menghampiri hari liburan mereka. Melihat anak anak tertawa dan bergembira membuat Keke merasa sangat senang.
"Ibuu maafkan Yi belum bisa menjaga mu. Tunggu Yi besar Yu janji akan menjaga dan menafkahi mu,"
"Yi juga tidak akan membuat mu lelah seperti ini lagi," Xi Yi berdiri diatas kursi dengan melipatkan tangannya dihadapan Wei Dan Ming Ke.
Ming Ke mengelus rambut anak nya, "Mmm... sudah, sudah, ayo turun,"
"Pak tolong bawa mereka masuk ke mobil terlebih dahulu aku ingin ke toilet."
"Kalian pergilah ibu akan segera kembali,"
"Okey... Jangan lama-lama ya mommy"
Supir membawa anak-anak Ming Ke masuk kedalam mobil. Sementara Keke pergi membasuh wajahnya.
Setelah selesai panggilan dari Fei mengharuskan Ming Ke mengangkatnya sebelum meninggalkan Toilet.
"Apa sudah selesai?"
__ADS_1
"Sudah, ini baru saja akan kembali"
"Baiklah hati-hati, jika sudah sampai segera hubungi, aku akan menunggu mu"
"Emm.." Keke mematikan ponselnya
Dari arah belakang. "Ming Ke!"
Keke memutar badan sesaat setelah mendengar namanya disebutkan oleh seorang wanita paruh baya yang sangat dikenali nya.
"Nenek?"
"Apa yang kau lakukan disini"
"Aku.."
"Hm seperti dugaan ku, kau pasti sedang melakukan tugas mu kan.."
"Tugas?"
"Bukannya waktu itu kau sedang melakukan tugas jual diri dengan seorang pria di restoran besar. Kali ini entah pria manalagi yang sedang kau kencani"
"Nenek apa yang baru saja kau katakan! Kau memfitnah ku?" tegas Keke.
"Kau tidak lagi bekerja di perusahaan berita, apalagi yang bisa kau kerjakan di kota besar seperti ini selain menjual diri!"
"Terserah kau saja, aku malas melayani mu"
"Dasar cucu kurang ajar..! Sebentar lagi kau juga akan tertangkap CEO Yu dan dibunuh langsung olehnya!"
Keke berhenti lalu memutar badannya mendengar yang dikatakan nenek. "Apa maksudmu?"
"Dengar-dengar Xi Yuan sudah tiba di kota A sejak siang ini, sepertinya dia ingin menyeret wanita yang sudah membunuh anaknya kembali ke kota W, lalu menyiksa nya lagi"
"Xi, Xi Yuan? Di kota W? Bagaimana bisa?" Ming Ke bergetar takut mendengar nya.
Nenek tertawa bahagia, "Ahahaa.... menurutmu jika melihat potret seorang tawanan yang berhasil melarikan diri, apa Yuan akan tetap tinggal diam?"
"Jadi ini ulahmu!" Teriak Keke geram.
"Chh selamat menikmati hukuman cucu ku TERSAYANG..." Nenek melangkah pergi meninggalkan Ming Ke tanpa rasa bersalah.
.......
Hari itu nenek mengadakan pertemuan dengan patner kerja disebuah restoran besar tengah kota, secara tidak sengaja restoran itu juga menjadi salah satu tempat perjanjian Ming Ke dengan sutradara yang menayangkan novel miliknya.
Saat membesarkan foto hasil jepretan mereka, nenek terkejut melihat seorang wanita yang tidak lain adalah cucunya sedang duduk berdua. Setelah memastikan wanita itu benar-benar Keke Nenek langsung mengirimkan gambar tersebut ke anak nya Ai Ling. Begitupun Ai Ling langsung mengirimkan potret tersebut kepada Kiki.
......
__ADS_1
Xi Yuan sudah sampai di kota W sejak siang dini hari, Yu langsung mendatangi Restoran yang sempat dikunjungi Ming Ke sebelum nya. Memeriksa CCTV dan memastikan itu benar-benar Keke.
Yu juga menemui sutradara yang ditemui Keke sewaktu direstoran itu. "Beritahu aku dimana wanita ini tinggal saat ini!" bentak Yu menakuti nya.
Tapi sutradara tersebut juga tidak mengetahui dimana Ming Ke tinggal, meski sudah diancam olehnya.
Yu juga menanyakan, "siapa orang dibalik wanita ini," tapi pria itu lagi-lagi berkata sama sekali tidak mengetahui apa-apa selain menayangkan film dari novel milik Ming Ke.
Hal ini tidak memutuskan niat Yuan untuk terus mencari keberadaan nya.
Apartment Liu Fei
"Xi Yi, Ming Wei kalian pasti lelah, segera mandi setelah itu tidur ya"
"Baik mom..."
Wei berlari kecil menuju kamar mandi, tapi tidak dengan kakak nya. Xi Yi sudah lama memperhatikan ekspresi ibu nya yang seperti terkena masalah.
Yi ingin bertanya tapi Yi takut jika bertanya malah semakin menambah kesedihannya.
"Ibu, berapa banyak beban yang sedang menusuk mu. Yi berjanji akan melepaskan nya ketika besar nanti"
"Hmm anak baik, Yi harus jadi seorang lelaki yang kuat kedepannya..."
"Baik! Selamat malam bu, kecupan sebelum tidur emmuachh..."
'Anak itu dari dulu sangat berbeda dengan adik nya meski mereka kembar Yi selalu tahu kapan aku merasa resah akan sesuatu hal. Wei, Yi maaf kan ibu belum bisa menjadi ibu yang sempurna untuk kalian.
Rumah Utama Liu Fei
"Tuan ada hal mendesak!" Seorang bawahan Liu menghampiri meja makan saat dirinya tengah mengadakan acara makan bersama dengan keluarga.
Liu mendengar kabar bahwa Yu telah sampai di kota W, bahkan mengetahui kalau Yu tinggal bersebelahan dengan apartemen yang di tempati Ming Ke. "Sial!... Tampaknya aku telah lengah terhadap nya! "
"Fei kau mau kemana?"
"Ayah aku ada urusan mendesak, maaf menggagalkan acara ini"
Liu Fei langsung beranjak meninggalkan rumah menuju apartemen milik nya.
"Ming Ke, apa yang sedang kau lakukan" Fei berjalan mendekati Ming Ke yang sedang berdiri di balkon apartemen.
Keke mulai berbicara, "Fei, pria itu..."
"Aku tahu, itu sebab nya malam ini aku yang akan mengawasi Yu dari jangkauan mu dan anak-anak. Sepertinya dia akan terus berada di gedung ini sebelum menemukan mu"
"Dia disini! Kalau begitu apa yang harus aku dan anak-anak lakukan untuk menghindarinya?" Keke merasa ketakutan.
"Kau tenang saja, aku yang akan melindungi kalian. Dan lagi untuk sementara waktu kalian akan tinggal di apartemen ku yang lain. Memang sih agak jauh dari kantor tapi untuk menjaga keamanan anak-anak mu, tidak masalah bukan?"
__ADS_1
"Apapun demi mereka, aku bisa melakukan apa saja. Terimakasih Liu Fei"
Fei memperketat pengawasannya baik dari pintu kamar Yu ataupun Keke. Liu Fei tidak bisa tidur semalaman mengingat kamar yang ditempati Yuan hanya berjarak satu pintu saja. Bahkan dirinya juga sudah merencanakan cuti panjang untuk Keke demi menghindari Xi Yuan.