
...****************...
Setelah berjalan 15 menit.
Nenek berkata, "berhenti di halte depan ya..."
"Eng" jawab supir.
"Nak, nanti setelah turun kau cari taksi online untuk mengantar mu kembali pulang," sambil menyerahkan secarik kertas.
"Apa ini, nek?"
"Tunjukkan saja, mereka akan mengantarkan mu dengan aman,"
"Baiklah"
Mobil berhenti di halte bus, keke mencari taksi online. Setelah mendapatkannya Keke langsung menaiki taksi tersebut dengan barang-barangnya.
"Pak, tolong antar saya ke alamat ini"
"Baik"
"Mm... Nona maaf sebelumnya, tapi kenapa aku tidak pernah melihat mu?"
"Akuuu... Eng aku temannya Chu yang baru saja datang"
"Ooh,"
Keke bingung di kertas hanya tertulis angka 30 dan supir itu langsung mengantarkan nya tepat di depan rumah.
"Aneh, bukannya hanya angka 30, kenapa supir itu langsung tau ini rumah nya?" ujar Keke sambil melangkah masuk ke dalam rumah.
"Mommy kau kembali!" Wei-Wei memeluk kaki jenjang ibunya.
"Wei-Wei yang manis, emmuah," membalas pelukannya dengan kecupan.
Vivian mencari anak nya yang satu, "dimana Xi Yi?"
"Yi-Yi disana bu, Wei-Wei tidak boleh ikut," menarik tangan Vivian.
Dia berteriak saat melihat putranya masuk kedalam genangan air, "Xi Yi!"
"Eh, ibu lihat ini!" Yi mengangkat tangannya menunjukkan hasil buruannya.
"Ka.. Kau menangkapnya?" menatap heran kepada Yi-Yi.
"Iyaapp... Lihat besar besar bukan ikannya. Khii..." Memperlihatkan gigi putih nya.
"Ahahaa kakak lucu sekali... Semuanya hitam hanya gigi nya saja yang putih ahahahahaha..." Wei-Wei menertawakan nya.
Yi menguras kolam kecil dipinggir danau bersama dengan teman-temannya.
"Sayangg kenapa kau harus masuk kedalam lumpur itu, Nak"
"Tante ini tidak dalam!!"
"Iyaa ini hanya galian kecil, banyak ikannya disini!!"
ujar teman-temannya.
"Hmm baiklah, meski kecil kalian harus tetap berhati-hati, ingat!"
"Baik tante." Mereka menjawab bersamaan.
"Yi, jika sudah selesai bermain dengan lumpur itu pastikan kau membersihkan tubuhmu dengan benar,"
"Perintah diterima"
Xi Yi melanjutkan pencarian ikan nya dalam genangan lumpur.
Sore hari
Nenek kembali ke rumah melihat Vivian sedang menanam tanaman di halaman rumah. "Vivian, terimakasih karena sudah membersihkan rumah ini, kau bahkan menanam banyak bunga di sini,"
"Sama-sama nek, Vivian hanya bekerja sedikit saja kok,"
Krruuukk....
Suara perut nenek bergemuruh...
"Nenek masuk lah aku sudah memasak beberapa makanan, aku harap kau menyukainya"
"Mm baiklah, kau juga ayo masuk, sebentar lagi matahari akan tenggelam"
"Nenek duluan saja, Vivian hampir selesai"
......................
Yuan sudah kembali ke kota A sejak hilang nya Keke. Xi Yuan terus melakukan pencarian untuk Ming Ke maupun Ayah nya.
__ADS_1
"Tuan aku mendapat informasi dari kota W mengenai pria itu"
"Kita pergi ke sana sekarang juga"
Mereka kembali ke kota W.
Kota W
"Lepaskan! Siapa kalian tiba-tiba menangkap ku!"
Yuan masuk ke dalam gedung belantara itu.
"Hmm sudah sejauh ini, akhirnya aku menemukan mu," Yuan melingkari pisau di leher pria itu.
"Siapa kau! Kita tidak saling mengenal!"
Yuan duduk di hadapan pria itu. "Kau tidak perlu tahu siapa aku, katakan saja siapa dia dan dimana Mansion kalian" tanya Yu dengan nada santai.
"Mansion apa yang kau bicarakan! Aku tidak tahu apa-apa!!" teriaknya sambil terus meronta-ronta berusaha melepaskan diri.
"Aku hanya bertanya... dan kauuuu, kau berani berkata kasar padaku BEDEBAH!!"
Zlep.
"Aagh..."
Yu menusukan pisau itu di paha kanan nya.
"Agh... Shh... Aghh, sial@n kau!"
"Kau ingat wanita ini bukan," Yuan menunjukkan foto seorang wanita dihadapan pria itu.
"Aku tidak mengenalnya! Siapa dia bukan urusan ku! kenapa kau menanyakannya padaku dasar gil@!!"
Singg...
Pisau itu ditarik kembali.
"Kita sama-sama simpan tenaga saja, dan kau tinggal jawab pertanyaannya ku, mudah bukan?"
"Aku tidak tahu!! Aku tidak mengenalnya!!..."
Zlep...
Tusukan lagi di paha kiri nya.
"Arghhhh..... Bangs@t, sial@n..!!"
"Sudah aku katakan aku tidak tah..."
Singg
Pisau kembali ditarik.
"Masih tidak mengaku ya, baiklah,"
Yu berdiri membelakangi pria itu, pria yang merupakan bawahan genk mafia ayah nya yang sudah membunuh ibu nya Xi Yuan.
"Sepertinya mainan tadi sudah berkarat, mari kita gunakan yang baru," mengangkat gunting tajam.
Pria itu tertunduk menahan sakit nya tusukan yang menembus kedua kakinya. "Tuan, aku sudah berkata tidak mengetahui apapun"
"Baik, baik, aku akan berhenti dengan itu, mari kita bermain dengan pertanyaan lain"
Yuan berdiri memegang pundak pria itu. "dimana Mansion kalian saat itu, maupun sekarang"
"Mansion apa? tuan aku hanya petani yang tidak tahu apa-apa.."
"Petani yaa... Eumm"
Ting....
"Aaaaaaggrrhhhhh"
Yuan memotong jari tangan nya.
"Bukan kah petani memerlukan tangan untuk bekerja, lalu kenapa tangan ini mulus sekali"
Ting...
Bo, Rey, maupun anak buah yang menyaksikan tindakan Yu semua nya terdiam kaku melihat kesadisan itu. Darah segar terus mengalir mengotori lantai.
Xi Yuan sudah memotong habis jari tangan pria itu.
"Jika di hitung bukankah sudah ada 12 pertanyaan untuk mu hmmm? katakan saja, aku akan melepaskan mu"
"AKU TIDAK TAHU APA-APA!!"
Bughh
__ADS_1
Satu pukulan mampu membuat gigi pria itu rontok.
"Sepertinya kau memang suka menderita"
Yuan kembali berdiri mengambil pisau tajam di atas meja.
"Aku tidak akan berhenti sampai kau mengatakan nya"
Yu mengiris daun telinga nya secara perlahan, membuat pria itu terus menjerit kesakitan, lanjut mengiris telinga lainnya. Kini Yuan lanjut memotong jari kaki pria itu sampai habis.
"Kenapa kau tidak membunuh ku saja HAH!!"
"Bisa saja, tapi tidak seru... aku ingin bermain dengan mu"
"Tuan, kau sudah menghabiskan jari tangan ku, telinga ku, bahkan kaki ku, apalagi selanjutnya," ucapnya sambil menahan sakit di seluruh badannya.
"Jawab sekarang juga atau aku akan menyayat semua isi perut mu!!" bentak Yuan kehabisan kesabarannya.
"Bo, lepaskan tali itu"
Bo melepaskan tali ikatan nya, lalu meletakkan tangan itu di atas meja.
"Katakan!!"
"Tuan aku tidak tahu apa-apa..."
Tak
Yuan memotong tangan nya.
"Aghh... sial@n kau!"
Bughh
Kepalan tangannya mendarat keras di rahang pria itu.
"KATAKAN!!"
"Baik, baik, aku kan mengatakan nya...shhh"
"Tolong hentikannnn"
"Kau mengenalnya!"
"Be-benar, aku juga sempat menyetubuh¡ nya"
"APA!!"
Bughh
Lagi-lagi Yuan meninju pria itu.
"Katakan semuanya!!"
"Kau tidak akan membunuh ku kan, jika aku memberitahukan semuanya kau akan melindungi ku dari dia kan..."
"Tenang saja aku akan, MELINDUNGI MU" jawab Yu seolah meyakinkan pria itu.
"Sudah 10 tahun aku berhenti mengikuti mereka, wanita itu pernah datang ke mansion lama meminta pertanggung jawaban dia atas perbuatannya, tapi dia malah meminta kami memainkannya hingga wanita itu tiada"
"Kabarnya Mansion sudah hancur beberapa tahun lalu karena serangan. Sekarang aku tidak tahu dimana mansion baru. Shhh Ahh," Berusaha menurunkan kaki nya dari atas meja.
"Siapa nama nya, dan apa nama Genk itu"
"Dia selalu menggunakan inisial R entah itu palsu atau tidak aku tidak tahu. Sedangkan genk mafia itu bernama, Black Wolf."
"Catat semua yang dikatakannya," memerintahkan Rey.
Yuan memberikan pistøl kepada Bo, "urus sisanya"
"Baik Yu"
"Tuannn kau berkata akan melindungi ku, Tuannn tunggu aku!!"
Bo mengangkat pistøl nya.
"Dasar bajing@n! Aku akan membalas kalian semua!!"
Duarrrr
Tembakan Bo mendarat tepat di jantung nya, membuat pria itu langsung meninggal.
......................
Kenalan sama tokohnya yuk💙
...XI YUAN
__ADS_1
...
...