Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Seorang Simpanan


__ADS_3

...****************...


Ai Ki memulai peran nya sebagai pengganti Ming Ke. Menunduk kan badan nya, menghapus air mata di wajah Ming Wei. "Sayang, sekarang sudah bertemu, bukan? Berhentilah menangis, kita pulang ya... Mommy akan membuatkan bebek goreng pasta renyah untuk mu,"


"Mommy... Apa kau masih sakit?" mengganti topik pembicaraan.


"Tidak sayang," tersenyum indah di hadapan Ming Wei.


Seseorang yang hendak berjalan keluar dari rumah sakit, berhenti melihat pemandangan itu.


"Mommy gendong!" teriak Ming Wei.


Terkejut dan berusaha menolak, "Sayang, mommy..."


"Biar Ayah yang menggendong mu. Ayo kita pulang, kalian juga belum makan,"


Mereka berjalan keluar dari Rumah Sakit itu. Dari balik dinding wanita itu berkata dengan dirinya sendiri.


"Ayah? Mommy? Apa anak itu anaknya Tuan Xi Yuan dengan Ai Ki?..." gumamnya ditengah kepergian mereka.


Seorang pria mengejutkan nya. "Ming Ke,"


"Ahh, iya... Tuan Charles,"


"Ada apa?"


"Tidak ada,"


"Bagaimana dengan perut mu? Apa kata dokter?"


"Hanya penyakit maag, akibat telat makan.."


"Baiklah, kau perlu disiplin dengan urusan makan mu setelah ini,"


"Em..." Ming Ke menganggukkan kepalanya.


"Aku akan menunggu mu di depan," Charles meninggalkan Ming Ke.


Di meja administrasi penebusan obat.


"Boleh aku bertanya," ungkap Ming Ke.


"Silahkan," jawab suster.


"Emm pria tadi, mereka sedang apa disini?"


"Ooh itu Nona Ai-, loh! bukannya tadi Nona sudah keluar? Kenapa adalagi?!" terkejut melihat wajah nya.


"Dia adik ku,"


"Ooh... Ternyata kau saudara kembarnya Nona Ai Ki. Mereka melakukan penebusan obat untuk kehamilan Nona Ai Ki, sepertinya kedua anak tadi juga anak nya dengan Tuan Xi Yuan."


Mengambil bungkus obat miliknya, "Ohh, terimakasih,"

__ADS_1


Ming Ke pergi meninggalkan Rumah sakit dengan Charles sebagai supir nya. Charles terus memperhatikan Ming Ke yang terdiam menatap gedung di sepanjang perjalanan.


"Ming Ke, kita bisa tunda les nya. Tampaknya kau perlu istirahat hari ini,"


Menoleh kearah Charles, "maaf Tuan, sepertinya memang benar,"


"Tidak apa, lambung mu sedang tidak baik, lebih baik kau beristirahat hari ini. Beritahu kemana kau akan pergi, aku akan mengantarkan mu,"


"Baik," jawab Ming Ke tanpa menatap Charles.


Charles mengantarkan Ming Ke kembali ke apartemen nya untuk beristirahat. Tapi dari awal masuk gedung sampai masuk ke apartemen, Keke masih saja mengingat kejadian hari ini di Rumah Sakit.


"Tuan, benarkah dia istrimu? benarkah mereka anak mu? Apa yang telah aku lupakan? Kau juga sudah berjanji akan segera mengabari ku setelah kembali. Tapi apa yang ku lihat hari ini? apa aku hanya benar-benar simpanan mu saja?" gumam Ming Ke sembari meneteskan air mata.


"Aku tidak tahu kenapa aku ingin menangis. Tapi, melihat kalian tertawa hari ini, rasanya begitu sakit. Seolah aku tidak menerima hal itu terjadi, namun saat ini memory ku terhambat. Tuan Yuan, kapan aku akan mengingat nya lagi?" Ming Ke membuka tas dan membaca selembar kertas hasil pemeriksaan nya hari ini.


"Tuan, kau lihat... ini bukan lambung, sakit ini karena aku tengah mengandung anak mu, Hikss.... meski usianya masih sangat muda, tapi... kenapa di saat seperti ini aku baru tahu siapa aku diantara kalian," tangis berat tanpa suara, Ming Ke mencoba menahan air mata dan juga suaranya. Hatinya benar-benar terluka.


Sementara itu ditempat lain,


Rumah Keluarga Ming Lan


Xi Yuan sengaja membawa mereka kembali ke sini, karena saat ini rumah inilah yang aman untuk di tinggali kedua anak nya itu. Juga, melihat Ming Wei yang terus mengira bahwa Ai Ki itu adalah ibunya, membuat Xi Yuan tidak bisa memisahkan keduanya.


"Kalian masuk lah, aku ingin berbicara dengan nya," menahan tangan Ai Ki.


Mereka masuk kedalam rumah, sedangkan Ai Ki dan Xi Yuan masih di luar rumah.


"Ada apa, Yu?"


"Ughh... Kau kira aku tidak tahu Ming Ke telah disembunyikan rapat-rapat oleh mu," batin Ai Ki


"Kau tenang saja, aku akan menganggap mereka sebagai anak ku juga,"


"Jika kulit mereka tergores 1 inci, aku akan membalasnya 1 meter, kau paham?"


"Paham Tuan Yuan," meninggalkan Xi Yuan.


"Ckh.. kau kira aku babysitter mereka apa? Lihat saja aku akan menggunakan kesempatan ini untuk membuat Ming Ke mu itu tersayat-sayat dan berfikir lebih baik mati daripada hidup," gumam Ai Ki memasuki rumah.


Xi Yuan mendekati kedua anak yang duduk di atas sofa ruang tamu, bersujud dihadapan mereka. "Ming Wei, Xi Yi, ayah harus bekerja, aku berjanji akan kembali malam ini,"


"Baiklah! Aku juga ingin bermain dengan Mommy, ayah hati-hati ya. Emmuachh..." kecup Ming Wei di wajah Xi Yuan.


"Xi Yi, jaga adik mu. Chu Xia, maaf harus merepotkan mu,"


"Tidak, Tuan. Aku senang membantu Ming Ke."


Xi Yuan keluar dari rumah, mengirim pesan singkat disertai foto untuk seseorang. "Sudah saatnya kau balas budi, bantu aku jaga mereka, jangan sampai Ai Ki bertindak macam-macam,"


Setelah itu, Xi Yuan menelpon seorang wanita yang sangat di cintai nya.


Panggilan tersebut membuyarkan semua lamunan Keke. "Xi Yuan!" Sebelum menjawab nya Ming Ke mencoba menetralkan suaranya.

__ADS_1


"Ha-halo Tuan,"


"Kau tidak les? Charles memberitahu ku, lambung mu sakit hari ini,"


"Em..."


"Sekarang bagaimana, sudah baikan? Atau aku akan membawakan dokter untuk mu,"


"Tidak perlu. Aku sudah lebih baik,"


"Ming Ke, aku baru saja sampai. Aku akan segera ke sana, tunggu aku,"


Ming Ke mematikan panggilan tersebut.


"Kha... Baru sampai? Tuan, kau menyakitiku lagi..." isak Ming Ke.


Demi menghindari kecurigaan, Keke sengaja membersihkan tubuhnya dengan berendam air panas. Sampai Xi Yuan datang pun dirinya masih mengurung diri didalam kamar mandi.


"Ming Ke, kau dimana?" teriak Yuan mencari seisi ruangan.


Splash...


Splash...


Terdengar suara dari dalam kamar mandi, tanpa kata lagi Xi Yuan langsung masuk kedalam kamar Ming Ke dan membuka paksa pintu kamar mandi yang terbuat dari kaca tersebut.


"Tu-Tuan!" Ming Ke terkejut tidak menyangka Xi Yuan akan tiba secepat itu.


"Jangan berendam terlalu lama, aku akan membuatkan ramuan kunyit untuk mu."


Ming Ke hanya mengangguk mengiyakan perkataan Xi Yuan. Selesai mandi, Ming Ke keluar menggunakan piyama dengan rambut basah nya.


Melihat indahnya tubuh Ming Ke yang tampak jelas dengan piyama tersebut membangkitkan gairah tersendiri untuk Xi Yuan.


Menyentuh kerah leher kemeja piyama Ming Ke, juga helai rambutnya, "Kau menggunakan piyama krim di siang hari? Rambut mu juga belum di keringkan? Apa kau sengaja menggoda ku mau, sayang?"


"Tuan, hentikan. Aku seorang pasien sekarang," menghentikan hendusan Xi Yuan di antara leher jenjang nya.


"Iya, aku tahu. Jika tidak aku sudah mau menggendong mu ke atas sana," menunjuk ke arah ranjang.


"Ini, minumlah..." menyodorkan segelas ramuan kunyit untuk Ming Ke.


Xi Yuan melihat Keke menghabiskan minuman nya, setelah itu Yuan menggendong nya masuk kedalam kamar, mendudukkan Keke di depan meja rias.


"Kelak, jika kau membasahi rambut mu, aku am yang akan mengurus sisanya," terus mengeringkan rambut Ming Ke.


"Tidak perlu, aku bisa sendiri," jawab Ming Ke.


"Aku tidak menerima penolakan," keras Xi Yuan.


Ming Ke menatap wajah Xi Yuan dari balik kaca, sambil bergumam di dalam hati nya. "Tuan, alangkah baiknya jika kau pasangan resmi ku. Tapi nyatanya tidak bisa, bagaimanapun aku tetaplah seorang simpanan mu, 'kan?" tanpa sadar air mata Ming Ke kembali menitik mengingat perilaku Xi Yuan yang sangat perhatian juga mengingat anak yang sedang di kandung nya.


...----------------...

__ADS_1


...Qarry_Adz...


...Manusia diciptakan untuk berguna bukan untuk Sempurna...


__ADS_2