
...****************...
Ruang kerja Xi Yuan
"Tuan, aku menemukan beberapa berita penting setelah mencari tahu seluk beluk Ao Ting."
"Katakan,"
"Kasus itu bermula ketika Ai Ling menuduhnya melakukan kecurangan dan mendapatkan hukuman penjara selama 10 tahun, tapi 5 tahun kemudian kau membebaskannya dengan jaminan"
"Sebelum itu dia juga sudah berhubungan dengan Ai Ki, kali ini motif nya untuk mendapatkan harta keluarga Ming Lan. Tapi setelah Ai Ling meminta nya untuk mengubah hak milik semua harta menjadi atas nama nya. Ao Ting akhirnya mengetahui bahwa Keke lah yang memiliki aset 70% dari kekayaan keluarga Ming. Semua itu meliputi perusahaan, tanah, rumah dan lainnya"
"Mereka sangat agresif," jawab Xi Yuan sambil meneguk segelas anggur di tangannya.
"Sepertinya, akhir-akhir ini dia sedang mencari surat kepemilikan Ming Ke sampai ke Kota W. Tapi karena tidak menemukannya, Dia membuat beberapa surat palsu untuk mengambil alih semua bagian Ming Ke maupun Ai Ling," lanjutnya.
"Apa surat itu sudah diterima para dewan direksi ataupun pemegang saham perusahaan Ming?"
"Sepertinya belum, Tuan"
"Bagus. Besok, perintahkan beberapa orang untuk mencarinya"
"Xi Yuan, mengenai sayembara?"
"Terus sebarkan berita sampai musuh ketakutan dan harus bersudut di ruangan gelap penuh tikus," ungkap Xi Yuan tersenyum smrik.
Bo menatap sekilas dari dinding kaca, melihat Chu Xia dengan ketiga anak perempuan itu tengah bermain gembira di bawah sana.
Melihat Bo Gum tersenyum, Xi Yuan ikut melihat ke bawah sana. "Kau menyukai nya?" Tanya Xi Yuan spontan membuat Bo mengalihkan pandangannya.
"Tidak,"
"Kau terus menatapnya, bahkan tersenyum"
"Kau salah lihat," meninggalkan ruangan.
"Chk..." smrik melihat teman nya yang tiba-tiba pergi.
Kamar Ming Ke
Xi Yuan menghampiri Keke yang tengah duduk sambil memegang buku di tangannya.
"Membaca apa?"
"Novel"
"Kau ingin menulis lagi?"
"Belum yakin sepenuhnya"
"Kenapa?" menarik kursi.
"Anak-anak masih butuh perhatian"
"Kalau menurut ku, jika kau ingin melakukan sesuatu, maka lakukan saja. Untuk masalah anak-anak, umur mereka juga sudah menginjak 5 tahun 7 bulan 'kan," menyodorkan buah yang sudah di potong Yuan sebelumnya.
Menerima suapan buah dari tangan Yu, "Tuan, setelah ini, bisakah kau memberikan pekerjaan untuk ku?"
"Untuk apa? Apa aku kurang kaya untuk mencukupi kebutuhan kalian bertiga?"
"Bukan begitu, aku hanya ingin bekerja"
"Perusahaan tidak menerima pegawai baru,"
__ADS_1
"Seingat ku saat itu kau sengaja memindahkan ku dari perusahaan Aon News hanya untuk menjadi pegawai masak mu, kau bahkan memberikan saham, vila, bahkan uang yang banyak untuk mereka,"
Xi Yuan tertegun, "kau tahu?"
"Aku diam bukan berarti bodoh,"
"Itu, Keke maaf, bukan maksudku untuk memperjualbelikan mu. Aku hanya tidak ingin kau yang sakit-"
Memotong omongan Xi Yuan. "Iya aku tahu, jadi kita sepakat. Setelah aku sehat, aku akan menjadi bagian dari perusahaan Xi Group," tersenyum manis.
Ming Wei dan dua gadis lainnya masuk kedalam kamar Ming Ke. "Mommy, lihat. Kami membuat nya bersama-sama," menunjukkan lukisan bunga kepada Ming Ke.
"Woahh... Cantik sekali bunga ini. Tapi, kenapa hanya ada satu bunga yang memiliki kupu-kupu?"
"Itu.. Sebenarnya bunga buatan ku, khihiii..." tertawa memperlihatkan gigi nya.
"Wei-Wei coba ayah lihat"
"Hemph." Ming Wei menolak melihat wajah Xi Yuan.
"Eih, apa yang terjadi di sini?"
"Mommy, Wei-Wei lapar. Bibi sedang membuatkan iga bakar untuk kami. Mommy, apa kau mau?"
"Tidak sayang,"
"Baiklah, dah mommy... Ayo teman-teman," mereka berlari kecil menuju pintu.
"Hei... Ibu bertanya pada mu, Nak" memanggil nya.
Kembali masuk kedalam kamar. "Mommy, paman itu bilang Wei-Wei tidak boleh bermain dengan anak pelayan. Katanya kami berbeda. Mommy, kau pernah bilang, orang jahat tidak boleh di temani 'kan?" Wei-Wei pergi dengan senyuman manisnya.
"Hei, kenapa gelar ku jadi orang jahat?" ujar Xi Yuan memanggilnya.
"Mereka juga anak ku. Aku hanya mengatakan yang baik untuk mereka,"
Mengangkat alis nya, "Hal baik? Huh... Tuan, apa kau tidak ingat, sebelumnya mereka juga anak dari seorang pelayan"
Xi Yuan terdiam.
"Kau tahu, mereka juga pernah dikucilkan karena sebutan itu,"
"Aku-"
"Minta maaf padanya, jangan menganggap karena kau ayah, kau tidak punya salah setelah mengatakan itu,"
"Ming Ke, apa perlu seserius ini?"
"Tuan, kau sudah besar. Mereka masih perlu ajaran etika yang baik untuk bekal kehidupannya"
"Baiklah, aku akan meminta maaf padanya nanti. Sekarang kau habiskan dulu buah ini"
"Aku sudah kenyang"
Bo mengetuk pintu kamar.
"Masuk," jawab Ming Ke
"Tuan, Nona. Maaf mengganggu kalian,"
"Ada apa?"
"Tuan ada berita terbaru dari Ai Ki. Awalnya aku hanya fokus untuk sayembara, tapi ternyata 10 menit sebelum berita sayembara di sebar. Dia sudah menyewa sebagian saluran TV terkenal,"
__ADS_1
"Apa yang dia ributkan?" tanya Ming Ke melihat keduanya saling menatap iPad.
"Tuan," Bo melirik sekilas kepada Xi Yuan.
"Ai Ki membuat berita terpanas tentang perceraian kami, juga tentang kehamilan nya"
"Nona, disini," menunjukkan berita tersebut
**Xi Yuan CEO terkaya di Kota A dengan tega menceraikan istrinya yang tengah mengandung demi bisa bersama dengan Ming Ke yaitu kakak kandung Ai Ki sendiri.
"Tahan sayembara nya, terus selidiki dimana dia. Cari tahu siapa yang menyokong nya. Minta Rey untuk mengadakan konferensi pers untuk ku malam ini,"
"Baik, Yu"
Bo Gum keluar dari kamar dan segera melakukan tugas nya.
"Aku tidak menyangka, dia akan melangkah sejauh ini,"
"Tuan, bagaimana kau akan menghadapi nya?"
"Kau tenang saja, kalian aman disini. Aku akan mengurus beberapa hal lain, pastikan tidur mu nyenyak"
Xi Yuan keluar dari dalam kamar. Ming Ke menyetel televisi untuk mencari berita tentang Ai Ki yang tengah memanas di seluruh kota itu.
"Aku ingin melihatnya," batin Ming Ke.
*Berita Terkini penemuan mayat seorang pria di Apartemen mewah, jalan X, kamar 115. Di duga pelaku dengan inisial M sengaja membunuh korban dengan memasukkan racun ke dalam minuman nya.
"Inii, bukannya ini Apartemen ku sebelumnya," batin Ming Ke.
Xi Yuan yang juga Bari mendengar berita tersebut langsung menghampiri Ming Ke.
**Saat ini polisi tengah berusaha menangani kasus tersebut.
Brakk
Terkejut, "Omo! Xi Yuan, apa kau tidak bisa pelan sedikit"
"Ming Ke, gawat!"
"Kenapa, ada apa?"
"Sepertinya kali ini Ai Ki di lindungi seseorang yang sangat kuat. Selain membeberkan masalah kehamilan dan perceraian, dalam kasus pembunuhan di apartemen itu, dia menyamar sebagai dirimu dan menyebabkan kau terlibat dalam kasus pembunuhan ini" ungkap Xi Yuan.
"M? Ming Ke?" gumamnya langsung menatap Xi Yuan setelah mengetahui bahwa tersangka itu adalah dirinya sendiri.
"Keke, kau dan anak-anak harus tetap berada di dalam rumah sampai konferensi pers ku selesai. Saat ini para wartawan dan juga polisi sedang mengejar mu. Aku takut, mereka akan menggeledah rumah ini juga karena berita itu,"
Ming Ke melihat kepanikan di wajah Xi Yuan, dia berusaha untuk menenangkan pria tersebut.
"Aku tahu, kau bisa mengatasi ini," tersenyum lepas.
"Kau percaya pada ku? Apa kau benar-benar sedang mengandalkan ku?"
Ming Ke mengangguk.
"Akhirnya kau memberikan kepercayaan penuh untuk ku. Baiklah, jika begitu, aku tidak akan memberi ampun lagi bagi mereka karena sudah berani melibatkan mu." Xi Yuan kembali keluar dari dalam kamar.
"Xi Yuan, aku akan memberikan kesempatan untuk mu mengetahui bagaimana caranya melindungi keluarga dan juga orang yang kau sayangi dari kasus ini," gumam Ming Ke menatap kepergian bahu Xi Yuan.
...----------------...
...Qarry_Adz...
__ADS_1
...Syukuri apa yang Ada dan berhenti dari kata Gengsi...