Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Amnesia


__ADS_3

...****************...


Kota A


Rumah Sakit


Sebulan sudah berlalu, namun wanita itu masih terbaring lemah di dalam sana. Tidak pernah absen pria itu menemani nya, meski hanya dari balik dinding kaca.


Luka yang disebabkan tidak begitu parah, namun benturan kuat membuat pembekuan darah di kepala nya, meski sudah menjalani berbagai kendala, tapi dia tetap saja tidak sadarkan diri sampai saat ini.


Dokter keluar dari kamar pasien.


"Bagaimana perkembangannya?"


"Maaf, Tuan. Sama seperti biasanya"


"Sama bagaimana! Tadi dia sudah menunjukkan reaksi! Apa kau tidak lihat tangannya bergerak!"


"Dia memang menggerakkan tangannya, tapi kesadarannya masih minim"


"Dia yang lemah atau kau yang tidak berguna!" meneriaki Dokter dengan kuatnya.


Seorang pria bangkit memegang bahu nya, "Xi Yuan, sabar kan dirimu, Dia juga sudah berusaha membuat nya sadar"


"Tenanglah Yu," lanjut Rey.


"Kalian selalu berkata pada ku untuk menenangkan diri, tapi aku sudah bersabar selama sebulan ini!"


Pria berkulit putih dan rambut pirang datang ditengah keributan. "Xi Yuan! Bukan hanya kau yang menunggu, bahkan aku juga sudah menunggu nya lama!"


"Brian..."


"Aku menemukan ini, bisa kau periksa secepat mungkin," menyerahkan sebotol pil kepada Rey dan Bo.


"Bukannya itu obat Vivian?"1


"Iya, tapi itu membuatku curiga..."


Keduanya kembali melihat ke dalam ruangan.


Xi Yuan memecahkan kesunyian diantara mereka. "Kau masih menjaga kedua anak itu, kan?"


Brian tersentak kaget. "Emm... mereka..."


berkata dalam hati, "apa lebih baik memberitahu yang sebenarnya pada Xi Yuan bahwa aku juga sedang mencari keberadaan mereka saat ini. Tapi... Tidak, tidak... Yuan sudah merawat Vivian selama ini, aku tidak bisa menambah beban fikiran nya lagi."


"Mereka baik-baik saja kok, kau tenang saja. Tiba masanya nanti Vivian terbangun, aku akan membawa mereka menemui ibu nya"


Merendahkan suaranya, lalu menunduk ke bawah. "Aku berharap Vivian segera bangun"


Malam Hari


Brian kembali ke Kota C. Xi Yuan juga telah kembali ke rumah utama miliknya. Dengan tujuan agar Ai Ki, Nian-Nian, ataupun mata-mata Richard tidak dapat menemukan Ming Ke.


Dalam ruang kamar, Xi Yuan memijat plepis matanya, mengingat bagaimana kondisi Ming Ke yang sampai ini tidak ada kemajuan sama sekali.


Membuka pintu, "Yu, kau... Astaga! Xi Yuan... Lihat sudah berapa banyak botol yang kau habiskan," semakin mendekatkan diri dan menyentuh nya.


Menepis tangan wanita itu, "Pergilah, aku tidak membutuhkanmu!"


"Xi Yuan, kau tidak bisa seperti ini... Sebenarnya ada masalah apa? Kau bisa ceritakan semuanya pada ku... Aku juga istri mu, kan?" terus berusaha memeluk Xi Yuan yang sudah mabūk.


"Tsk.. Istri? Apa aku pernah menganggap mu istri!" mencengkram erat dagu Kiki, "Ai Ki... jangan membuat diri sendiri menjadi murahan... atau kau akan menyesal!" melemparkan keras dagu tersebut.

__ADS_1


"Jika memang aku murahan, maka kau juga pria brengsēk yang sangat murahan di kota ini! Meski kau memiliki kekuasaan, kau lemah dalam urusan ranj@ng! Tidak tahu kau sehat atau tidak!"


"Jadi kau bermaksud menguji kesehatan ku!"


Ai Ki tersenyum smrik jahat, "kena kau," batinnya.


"Lalu apalagi! Buktikan kalau kau memang se-sehat itu!"


Plak


Pyarr


Xi Yuan melempar botol anggur di tangannya. Lalu mengangkat Ai Ki dan menjatuhkan nya di atas ranjang.


"Ayo lakukan, ayoo... Lebih cepat lebih baik, dengan begitu aku bisa segera memiliki pewaris semua harta mu, Ahahaa..." batinnya Ai Ki melihat Xi Yuan yang sudah di luar kendalinya.


Mereka menghabiskan malam yang panjang dengan 1 kali ejakul, Xi Yuan sudah tidak melanjutkan lagi karena lelah yang dirasakan nya.


Keesokan harinya


Xi Yuan sadar dan bangun dari tidur nya. "Brengsēk! Apa yang sudah aku lakukan tadi malam!" memaki diri nya sendiri, melihat Ai Ki saat ini terbaring di samping nya tanpa busana.


"Dasar silum@n!" Yu turun dan langsung membersihkan diri.


Telepon masuk ke ponsel Xi Yuan.


Suara dering membuat Ai Ki terganggu. "Emm... Siapa sih pagi-pagi.." melihat ponsel.


"Dr. dif?... Bukannya ini dokter yang sudah lama bekerja di Rumah Sakit keluarga Xi?... Ada apa?..."


Ai Ki mengangkat panggilan itu. Dan dengan sengaja diam tanpa suara, membiarkan dokter tersebut berbicara terlebih dahulu.


"Tuan, nona sudah sadarkan diri! Tapi di-"


"Tuan, Dia sudah sadar, tapi... Sepertinya ada sesuatu yang mengganjal di ingatannya"


"Aku mengerti," mematikan ponsel.


Berbalik badan melihat Ai Ki, "Apa hak mu!"


"Nona siapa?"


"Ai Ki, jangan melewati batasan, atau kau akan menyesal.." memperingati Kiki.


"Xi Yuan! aku bertanya nona siapa yang dia maksud! Xi Yuan!..."


Tidak menggubris nya, Xi Yuan langsung meninggalkan Ai Ki sendiri.


"Bo, dia sudah mulai lancang... Putuskan kontrak dan batalkan semua acara nya... Dia bukan istri ku tapi dia berani mengganggu ku"


"Baik, Yu"


Rumah Sakit


Xi Yuan berjalan cepat dengan wajah dingin nya.


Membuka pintu kamar Vivian. Melihat wanita itu tengah terduduk menatap lama wajah nya.


Vivian berkata, "Kau... Kau... Shh... Kepala ku," memegang kepala nya.


Berjalan mendekat, "Ada apa, Vivian?"


"Siapa Vivian? Kenapa aku berada disini? Shh... ah.. Sakit sekali"

__ADS_1


Perawat berkata, "Nona, tolong jangan paksakan diri..."


Dokter, "Tuan, ada yang ingin aku sampaikan..." menggiring Xi Yuan sedikit menjauh dari Vivian.


"Dia... Kenapa?"


"Tuan, sepertinya Nona Vivian kehilangan sebagian ingatannya," menyerahkan struktur hasil scan pemeriksaan kepada Xi Yuan.


"Disini, Nona mengalami benturan tepat di belakang kepala nya. Menurut pemeriksaan dan pengobatan yang sudah dilakukan selama ini, tidak sepenuhnya benturan menyebabkan dia amnesia,"


Xi Yuan melihat dengan cermat hasil pemeriksaan menyeluruh dari tubuh Vivian.


"Tapi setelah kami mengamati beberapa sistem pencernaan juga lainnya, sepertinya dia mengonsumsi sesuatu," menunjukkan lagi.


Xi Yuan ingat sebotol pil yang sedang di periksa Rey sebelum nya. Yu lalu menelpon Rey.


Panggilan terhubung.


"Obat apa yang selama ini di konsumsi Vivian?"


"Kami belum menemukan jawabannya, Yu." Rey menyerah kan ponsel kepada seorang temannya yang sedang melakukan pemeriksaan itu.


"Tuan, Xi Yuan. Kandungan dalam obat ini sangat kuat, tapi aku belum bisa memastikan dia mengatasi penyakit apa... Tapi yang pasti pil ini hampir sama dengan pil lambung dari Kota ku berasal yaitu Kota C"


Xi Yuan heran. memutuskan panggilan. "Lambung?"


"Apa dia punya penyakit lambung?"


"Iya, dia memiliki penyakit lambung yaitu maag"


Xi Yuan berbalik melirik Vivian, lalu berkata, "kalian pergilah, aku ingin berdua dengannya"


"Baik, tuan. Untuk saat ini jangan memaksanya untuk mengingat sesuatu, itu bisa mempengaruhi kesehatan mental nya"


Dokter dan perawat pergi meninggalkan bangsal Vivian.


Yu duduk di kursi dekat tempat tidur. "Kau ingat aku?"


Vivian tertunduk, "Tu.. Tuan. Aku ingat kau... Kau... Tuan Xi Yuan, pemimpin terkaya di Kota ini,"


"Apa kau tahu k-" perkataannya terpotong.


"Maaf Tuan, jika aku punya salah... Meski tidak dapat mengingat nya... bisakah kau memaafkan ku... Aku hanya seorang warga biasa."


Yuan terpekik lucu melihat tingkah Vivian barusan. "Ck.. Gadis bodoh"


"Shh.."


Berdiri memegang bahu Vivian. "Jangan dipaksa, kau bisa sakit karena itu"


"Tuan, aku ingat. Maaf jika tadi malam aku masuk ke dalam kamar mu... Tapi itu benar-benar bukan ingin ku... Aku dikejar oleh sekelompok orang jahat."


Xi Yuan semakin bingung dengan perkataan Vivian tersebut.


Yuan berkata dalam hati, "Kamar?... Sekelompok orang jahat?.. Apa jangan-jangan.... hah!"


...----------------...


...Xi Yuan...


...Strict Parent? ...


...Itu masa lalu yang tidak bisa dihindari kepahitannya. ...

__ADS_1


...Intinya percaya aja kebahagiaan akan datang suatu hari nanti. ...


__ADS_2