
...****************...
Ruang makan.
Sehabis makan siang
"Bibi, semua nya enak! Wei-Wei suka!"
"Benarkah? Bibi hanya membantu mengoleskan bumbu saja. Untuk resep, Bibi Xiao Mi yang membuatkannya"
"Wow, ibu kalian hebat!" mengacungkan kedua jempolnya kepada Ao Ji dan juga Ao Li.
"Nona muda kau terlalu menyanjung ku," tukasnya sedikit malu.
"Tidak, ini benar-benar lezat, Bibi"
"Nona Chu, aku akan kembali bersih-bersih di sana, jika ada sesuatu katakan saja," melangkah menuju ruang tamu.
"Kau sibuk saja, aku yang akan memantau mereka,"
Tak berapa lama Xiao Mi berada di ruangan tersebut, tiba-tiba saja lap tangan yang sebelumnya di genggam kini terjatuh di lantai.
Chu Xia menghampirinya sambil bertanya, "Bibi Xiao, kau kenapa?" melirik kearah televisi yang sedang menyiarkan berita terkini Kota A.
Bo Gum turun dari lantai atas.
"Bibi Xiao, dimana kau?"
Chu Xia memanggilnya, "Sini, disini," ujarnya perlahan.
"Dia menangis setelah melihat itu," lanjutnya, setelah Bo sampi di tempat mereka.
Menenangkan Xiao Mi yang tengah menangis tanpa suara, "Bibi, tenanglah. Aku akan membawa mu ke sana,"
Menahan air matanya, "tidak perlu Tuan. Biarkan saja, lagipula dia bukan lagi suami ku," ujarnya lirih.
"Ah, suami?" tanya Chu pada Bo.
Bo hanya mengangguk. Xiao Mi meninggalkan ruangan, dia berjalan menuju ruang makan untuk menemui anak-anaknya.
"Apa yang harus kita lakukan? Dia sudah janda di tambah lagi harus mengurus dua anaknya"
"Kau, bisakah kau menjaga Ming Ke dan Xiao Mi juga anak-anak mereka untuk tetap berada di dalam rumah. Aku dan Yuan ada urusan yang harus segera diselesaikan,"
"Tidak apa-apa, aku akan menangani mereka,"
Malam Hari
Xi Yuan, Bo Gum dan juga Ri Rey pergi ke sebuah tempat yang sudah di persiapkan untuk acara konferensi pers nya. Semua awak media terbesar di Kota A sengaja diundang oleh nya.
Dalam aula acara
"Kira-kira apa yang akan disampaikan CEO Yuan ya?"
"Mungkin dia akan mengumumkan bahwa berita itu benar"
"Di sana tertulis, Cepat menceraikan istrinya demi saudara kembar nya"
"Benar, CEO terlalu kejam dengan kondisi istri yang lagi hamil dia bisa memutuskannya"
Xi Yuan dan yang lainnya masuk kedalam acara.
__ADS_1
"Semuanya, sebelum acara dimulai aku minta maaf karena sudah merepotkan kalian untuk meliput berita ku secara mendadak"
"Ah, tidak apa-apa Tuan, kau terlalu sungkan" ungkap mereka.
"Baiklah, kita mulai," ucap Bo Gum.
Duduk dengan sigap tanpa rasa ragu, "Selamat malam, aku Xi Yuan. Saat ini berita pencemaran nama baik ku telah di buat-buat oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab. Aku akan menanggapi 3 hal"
"Yang pertama tentang perceraian ku dengan Ai Ki. Semuanya tahu 5 tahun lalu aku menikahinya, banyak masalah yang terjadi saat itu, intinya mereka menjebak ku dengan menukar kan Ai Ki sebagai pengantin ku, dan baru-baru ini aku mengetahui hal tersebut. Menurut kalian selain menceraikannya apa ada hal lain yang bisa mempertahankan pernikahan palsu itu?" ujar Xi Yuan.
"Masalah yang ke dua yaitu tentang kehamilan Ai Ki, sebelum menikah dengan ku, Dia sudah berhubungan dengan seseorang dan kehamilannya juga berasa dari pria itu, bukan dari ku."
"Yang ke tiga tentang pembunuhan yang terjadi di Apartemen mewah, jalan X, kamar 115. Untuk masalah ini aku harus menjelaskan pada kalian terlebih dahulu. Ai Ki seorang model terkenal itu punya kembaran bernama Ming Ke. Pria yang berhubungan dengan Ai Ki yang ku sebutkan sebelumnya adalah si korban,"
Para wartawan terkejut tidak percaya.
Bo menunjukkan beberapa gambar Ai Ki sedang bersamaan dengan Ao Ting.
"Wah, aku tidak percaya ternyata Nona Ai Ki yang sangat cantik itu mempunyai hal seperti ini," ujar mereka berbisik.
"Disini sudah jelas. Ai Ki dengan sengaja menjebak ku untuk menikahi nya, membuat ku harus bertanggung jawab atas anak yang mereka buat, juga menuduh kakak nya Ming Ke sebagai pembunuh pacarnya Ao Ting."
"Bukti sudah aku kumpulkan. Malam ini aku, Xi Yuan secara resmi mengumumkan Sayembara untuk semua warga Kota A. Siapapun yang dapat menangkap Ai Ki akan mendapatkan imbalan bekerja sebagai karyawan tetap di perusahaan Xi Group dengan gaji 2x lipat dari gaji karyawan pada umumnya."
"Tuan, bisakah kau jelaskan kenapa Ai Ki membunuh pacarnya sendiri? Apa motif nya?"
"Aku tidak mengenali masalah orang lain. Tapi mungkin saja itu juga untuk menjebak ku agar bertanggung jawab pada anak mereka, secara 'kan dia juga menggugat ku atas perceraian."
"Sampai disini saja. Untuk gugatan-gugatan itu aku akan menyelesaikannya dan kita akan tahu siapa Ai Ki sebenarnya," ungkap Xi Yuan sebelum menutup siaran langsung konferensi pers nya.
Di tempat lain
"Bagaimana ini? Bagaimana?.... Dia sudah mengumpulkan semua bukti-bukti. Dia pasti akan menuntut ku," ujarnya penuh kerisauan.
Buzz
Buzz
"Apa yang sudah kau lakukan! Aku hanya memerintahkan mu untuk membuat Vivian menjadi tersangka! Dengan begitu mudah bagiku untuk melakukan rencana selanjutnya! Kenapa kau harus menyebarkan berita tidak penting lainnya!!"
"Ma-maaf, Aku kira ini juga bisa membantu, tapi-"
"Tidak ada tapi-tapi lagi! Sekarang kau cari tahu dimana Wanita itu berada"
"Baik Tuan, tapi sebelum itu, bisakah kau menyembunyikan ku terlebih dahulu. Sekarang satu Kota sedang mencari ku,"
"Tidak. Itu urusan mu, dan ingat jangan pernah bawa-bawa aku dalam masalah mu! Jika kau tidak ingin ibumu mati, laksanakan semua perintah ku!" pekiknya.
"Baik, baik Tuan, Baik," memutuskan panggilan
Terduduk lemah, "Arghh ibu... Kenapa jadi seperti ini, kenapa aku harus mengandung anak nya... Kenapa kau tidak juga kembali dan membantu ku... Bwaaaa...." teriaknya menangis sesegukan.
Tangisnya berhenti sejenak memikirkan suara pria tersebut, "Tapi, tapi siapa pria itu? Kenapa dia bisa bersama mu? Apa itu Richard?" gumamnya.
"Aahh.... Tidak penting, aku hanya perlu mencari tahu dimana aku dapat menemukan Ming Ke si wanita si@lan ini," gumam Ai Ki.
Rumah Utama Xi Yuan.
Xi Yuan masuk ke dalam rumah, menemukan seorang wanita tengah melamun di atas meja makan. "Xiao Mi, ikut aku"
Terkejut, "Ah, baik Tuan."
__ADS_1
Mereka masuk ke dalam ruang kerja Yuan.
Duduk di tempat kerja nya, "Bo, serahkan"
Bo menyerahkan secarik kertas kepada Xiao Mi.
Membaca isi surat, "Tuan, ini..."
"Itu adalah harta milik Ao Ting, yang sebelumnya di ambil Ai Ki,"
"Kenapa kau menyerahkannya padaku?"
"Dia punya saham di Xi Group 5% tapi aku memindahkannya pada mu sebesar 3%. Ada sebidang tanah dan juga uang tabungannya, aku sudah mengatasi semuanya dan memindahkan nya menggunakan nama mu. Kau pakai itu untuk membesarkan juga membiayai anak-anakmu."
"Terimakasih Tuan, terimakasih banyak"
Xiao Mi langsung menandatangani surat tersebut tanpa bertanya lagi.
Tak lama pintu kembali terbuka, seorang anak kecil datang menemui Xi Yuan.
"Kau sudah selesai? Ibu ku sudah menunggu mu dengan khawatir"
"Baiklah aku akan menemuinya sebentar lagi,"
.
"Bo, terus cari tahu keberadaan Ai Ki. Aku akan menemui Ming Ke dulu,"
"Baiklah Yuan"
"Jalan V, perumahan pinggir kota, nomor 11" ucap Xi Yi sebelum meninggalkan ruangan.
"Apa itu?" tanya Bo Gum.
"Cari tahu saja," ujar nya.
Bo Gum langsung mencari tahu ada apa di alamat tersebut.
Xi Yuan masuk ke dalam kamar Ming Ke.
"Kau menunggu ku?"
"Bagaimana?"
"Semuanya sudah di atasi. Kau tidak perlu khawatir, urus saja kesehatan mu dahulu,"
"Em, baiklah..."
Bo Gum berlari masuk ke dalam kamar. "Tuan, aku menemukannya!"
"Siapa?"
"Ai Ki, aku menemukan lokasinya!"
"Cepat kerahkan beberapa orang untuk menangkap nya. Ingat jangan gegabah, kita belum tahu siapa dibalik dia yang sekarang."
Mereka bergegas menuju alamat yang di berikan Xi Yi sebelum nya.
...----------------...
...Qarry_Adz...
__ADS_1
...Jalan masih Panjang Jangan Berhenti hanya karena batu Sandungan...