Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Virus


__ADS_3

...****************...


Keke mengingat lagi apa yang ingin dilakukannya kemarin. "Fei aku baru ingat, kemarin sore perutku tiba-tiba saja keram dan mengeluarkan cairan aku khawatir makanya ingin menelpon mu. Tapi syukurlah ternyata kau datang malam ini,"


"Lain kali jika merasakan hal aneh, segera hubungi aku secepatnya. Kau mengerti?"


"Baik, baik, janji deh tidak terulang lagi," Keke tersenyum bahagia.


Anak kembar berjenis kelamin pria dan wanita. Melihat kedua bayi ini terlelap Keke sempat berfikir siapa ayah mereka, dan bagaimana Keke akan menjawab jika kelak mereka menanyakan hal tersebut.


'Jika mereka bertanya, maka aku akan jadi ibu dan juga ayah untuk melindungi juga memberikan kasih sayang yang lebih untuk mereka. Aku pasti bisa," batinnya.


Kantor Xi Yuan


"Tuan aku menemukan wanita yang kau cari!" ucap Dokter kandungan itu datang menemuinya.


"Kau tidak bermain-main dengan ku bukan?... Katakan Dimana dia?"


Yu memerintahkan Bo dan Rey agar mempersiapkan segala keperluan untuk mencari lokasi Ming Ke.


"Dia berada di villa tersembunyi tengah hutan, dan aku baru saja membantunya melahirkan 2 orang anak," ujarnya.


"Dua orang anak!.. Dengan siapa dia disana?"


"Dia bersama dengan seorang pria, sepertinya dia juga bukan warga sini"


"Aku mengerti."


Yuan melaju kendaraannya dengan sangat cepat diikuti dengan 7 mobil bawahannya menuju lokasi yang ditunjukkan Dokter tersebut.


Sementara itu 30 menit sebelum mencapai villa, Fei telah mengutus anak bawahan untuk berjaga di bawah sana.


"Tuan ada 8 mobil melaju dengan cepat kearah villa," mengirim rekaman.


Fei melihat dan memperhatikan siapa pria tersebut.


"Xi Yuan!... Tidak ku sangka ternyata beritanya tersebar cepat. Heng... Kau takkan bisa menemukan Ming Ke... Mulai saat ini dan yang akan datang Keke adalah milikku seorang"


Rey sengaja memilih dokter yang bekerjasama dengan Yu agar berita kelahiran anak yang tidak diketahui nya itu berhasil.


Yuan berkata, "Keke tunggu aku, aku masih membutuhkan penjelasan mu."


Villa


"Pesawat telah tiba, Tuan"


"Kerja bagus... Ayo dorong Ming Ke perlahan-lahan. Ingat jangan sampai kalian melukainya," perintah Fei.

__ADS_1


"Fei ada apa?..."


"Sepertinya Yu telah mengetahui kita, dia sedang menuju villa. Aku harus membawamu pergi dari sini"


"Baiklah, tapi kondisi kuu"


"Aku akan menjamin kau akan baik-baik saja. Percayalah padaku"


"Emm baiklah." Mereka bergegas meninggalkan villa menggunakan pesawat pribadi tersebut.


Fei berencana membawa Ming Ke kembali ke kota W tapi kali ini tidak di rumah Keke melainkan Apartemen pribadi Fei yang tak jauh dari perusahaan.


Yuan dan anak buahnya sampai di villa.


"Periksa semuanya. Jangan sampai ada yang tertinggal!" pinta Rey.


Cukup lama mereka mengelilingi villa mencari titik mencurigakan namun tetap saja tak menemukan apa-apa karena Fei lebih cepat dari yang mereka duga.


"Tuan Bo, sepertinya mereka menyadari kedatangan kita"


"Jadi maksudmu mereka sudah pergi sebelum kita sampai"


"Benar, Yu"


"Periksa ulang dan pastikan kalian menemukan petunjuk walau satu"


"Yu lihat apa yang telah aku temukan!"


Yuan memperhatikan ukiran nama yang berada didalam gelang.


"Ming Ke?"


"Ternyata kau benar-benar berada disini selama ini, tapi kenapa sulit sekali mencari mu, siapa orang dibalik ini semua?" lirihnya.


Rey menganggukkan kepala nya, "Eng, aku menemukan nya di atap villa ini., menurut jejak yang ditinggalkan, sepertinya mereka pergi menggunakan pesawat pribadi"


"Rey benar, aku baru saja memeriksa semua kamar dan menemukan ini"


"Sebuah telpon seluler"


"Benar tapi sepengetahuan ku kota A maupun Kota W tidak mengenal alat ini"


"Dengan kata lain, orang yang membawa Keke bukan berasal dari ke dua kota ini,"


"Baiklah kita pergi. Rey, Bo, terus cari tahu siapa pemilik telpon seluler ini"


"Minimal harus bisa memecahkan sandi nya baru bisa tahu siapa yang berani terlibat dengan ku!" ungkap nya kesal.

__ADS_1


Mereka pergi meninggalkan villa. Didalam mobil Yu terus saja menatap gelang milik Ming Ke yang mereka temukan saat berada di villa tadi.


Yu membatin, 'Aku sempat mencurigai bahwa yang dikatakan Ming Lan saat itu juga sebuah kebohongan, ternyata dia sungguh-sungguh dengan apa yang dikatakan nya. Ming Ke benar-benar putri keluarga Lan yang merupakan Kembaran Ai Ki, tapi mereka terus menerus berkata bahwa Keke bukan sedarah dengan Kiki, sebenarnya apa yang mereka inginkan?... Sungguh Ming Ke yang malang juga terluka oleh prilaku keluarga nya,'


"Yu dimana kau! Jika kau tak datang kerumah utama malam ini juga jangan salah kan aku jika wanita yang selama ini kau cari ku lenyapkan malam ini juga!!" Ai Ling mengelabuhi Yuan dengan mengirimkan foto seorang sandra wanita bertopeng yang sangat mirip dengan Ming Ke.


"Bu, jika Yu mengetahui kebenarannya, dia akan semakin membenciku bahkan bisa saja membunuhku"


"Ai Ki, kau adalah korban disini nak... Ming Ke telah membunuh anak mu, meskipun aku bersyukur anak dari pria sialan itu tiada, tapi tak seharusnya Xi Yuan mengabaikan mu"


"Benar yang dikatakan ibumu sayang, kau harus belajar menundukkan pria ini, agar bisa dihargai" timpa nenek.


"Buu..."


"Sudahlah ikuti saja apa yang ibu katakan."


Sementara dirinya sibuk dengan urusan perusahaan yang ditinggalkan Ming Lan, Yu malah menggunakan kesempatan tersebut untuk menemukan Ming Ke dan membiarkan Ai Ki mengurus dirinya sendiri.


Seharusnya disaat-saat seperti inilah Xi Yuan dan Ai Ki belajar mencintai dan menguatkan satu sama lain. Bukan malah seperti ini.


"Dasar Bedebah!!... Dia kira dia siapa bisa mengancam ku semudah itu!!" emosi Yu setelah panggilan berakhir.


"Rey priksa lokasi ini, cari tahu dimana mereka menyandera Keke. Bo, kau ikut pulang dengan ku kerumah utama malam ini."


Rumah Utama Xi Yuan


"Kiki pastikan Yu tunduk dengan mu mulai malam ini"


"Baik bu, aku akan berusaha"


"Tuan Muda pulang," para pelayan menyambut kedatangan Yu begitupun dengan Ai Ki dan Ibu juga Nenek nya.


Yu sengaja menahan amarah nya dengan wajah datar namun tampan nya itu. Yuan dan Bo melangkah menuju meja makan tanpa memperdulikan keberadaan mereka.


"Sayang aku sudah membuat kan sup ikan kesukaan mu" Ai Ki menyuguhkan Semangkuk sup untuk Suaminya.


"Bo..."


Bo menoleh kepada Yu paham dengan apa yang dimaksudkan Yuan saat ini.


"Ini Tuan, Yu..."


Mereka menoleh heran ke arah Bo dan Xi Yuan.


"Begini, Tuan kami belakangan alergi terhadap virus luar"


Virus?.... Bukan begitu yang sebenarnya terjadi Yu sama sekali tidak pernah menyentuh makanan yang dibuat Ai Ki karena takut teracuni olehnya. Ai Ki juga sudah sangat faham, tapi tidak dengan Ling dan nenek nya.

__ADS_1


__ADS_2