Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Seutas Benang


__ADS_3

...****************...


Flashback On


Rumah Utama Xi Yuan. 5 hari sebelum acara lelang.


"Ibu pulang..." ucapnya sembari terduduk lelah di atas sofa.


"Kau kenapa? Ada masalah?" tanya Chu Xia menghampirinya.


"Masalah besar, dan lebih parahnya aku berjanji akan berhasil, tapi hwaa... sepertinya ini benar-benar sulitt..." jawabnya menerima segelas air.


"Ceritakan saja, siapa tahu aku bisa bantu,"


"Kau tidak bisa. Aku tidak bisa. Jangankan kita bahkan Xi Yuan pun tidak bisa. Tapi aku malah memaksakan diri masuk kedalam lubang itu," lanjut Ming Ke meneguk gelas nya.


"Ibu, kau kenapa?" tanya Xi Yi.


"Yi-Yi belum tidur?"


"Anak-anak menunggu kepulangan mu, mereka juga belum makan malam"


"Kenapa belum, kan Ibu sudah bilang kalian harus makan meski Ibu terlambat pulang," tukasnya.


"Aku akan makan setelah kau menceritakan masalahmu terlebih dahulu," ucap Xi Yi.


"Huh, baiklah. Aku tahu kau sangat keras kepala," jawab Ming Ke kembali duduk. "Perusahaan kehabisan stok barang. Sementara pesanan awal tahun sudah melebihi taksiran, dan aku menjamin akan menemukan barang dari tambang berlian. Tapi siapa sangka, begitu sulit menemukan barang mentah di akhir tahun seperti ini," ucapnya.


"Barang mentah? Maksudmu berlian, emas atau batu Giok?"


"Itu semua. Lebih parahnya lagi, perusahaan mendapat pesanan Mahkota, lengkap dengan perhiasan. Dimana mahkota tersebut harus dihiasi mutiara putih. Awalnya Xi Yuan ingin menolak, tapi Ratu Eliza terus mendesaknya, sehingga Yuan pun tidak bisa berkata tidak"


"Sepertinya aku bisa membantu mu"


"Agh tidak mungkin, Xi Yi kau ini tahu apa," ucap Chu Xia.


"Serius, aku benar bisa,"


Ming Ke tersenyum, "Hmm, iya kau bisa. Setidaknya sebelum berkhayal kau harus mengisi perut mu dulu"


"Aku tidak bercanda, ibu. Kita lihat saja besok"


"Baiklah, baiklah..." ucap Ming Ke berpura-pura percaya.


Keesokan harinya.


"Tuan, barang sudah masuk pabrik pagi ini. Untuk pemesanan berikutnya perusahaan tidak akan kekurangan barang lagi," ucap manajer pabrik.


"Dari siapa barang itu?" tanya Xi Yuan.


"Dari Tuan XY"


Yuan memutuskan panggilan dengan hati terus bertanya siapa itu XY.


Hari berikutnya.


"Yuan! Kabar buruk dari Menara!" pekik Bo Gum menghampiri Xi Yuan dan Ming Ke yang tengah membicarakan acara Lelang.


"Ada apa?"


"Ai Ki, pingsan"


Ming Ke terkejut tidak percaya, "Apa! Kenapa bisa!"


Mereka bergegas menuju Menara.


Ming Ke langsung berlari menuju penjara tempat Ai Ki sebelumnya. "Kiki, kiki... Sadarlah dik, kau kenapa? Kenapa bisa sampai seperti ini,"


"Keke, jangan panik," ucap Xi Yuan memapahnya. "Bawa dia," Yuan meminta anak buahnya mengangkat Ai Ki.

__ADS_1


Rumah Sakit


"Kanker tiba-tiba saja muncul pada rahim pasien. Kami sudah melakukan banyak upaya untuk mengatasinya tapi maaf, kalian harus memilih salah satu dari keduanya," menyodorkan kertas persetujuan.


"Yu, bagaimana ini," tanya Ming Ke menengadahkan wajahnya kearah Xi Yuan.


"Keke, aku juga pernah memilih untuk menyelamatkan mu atau anak kita. Kau juga pasti tahu siapa yang ku pilih,"


"Kendati begitu aku masih dapat memiliki anak lagi, sedangkan Kiki..."


"Mungkin ini adalah balasan yang setimpal untuk nya. Pilihan ada padamu," jawab Xi Yuan.


Ming Ke menunduk, menarik napas dalam lalu menghembuskan nya, "Baiklah, Ai Ki maafkan aku. Ini benar-benar sulit, tapi aku tidak tahu harus bagaimana," gumamnya memilih dan menandatangani surat tersebut.


Xi Yuan mengelus lembut kepala Ming Ke.


Flashback Off.


Gedung Terbengkalai Kota C.


Mereka segera turun menghampiri Richard yang sudah tidak berdaya itu.


Xi Yuan berjalan dengan langkah kaki tertatih-tatih. "Richard!! Kau benar-benar membuatku murka!!" emosinya menonjok dagu Richard.


Agh


"Chk... Anak tidak tahu diri. Kau seharusnya membantuku melawan mereka"


"Setelah itu kau akan membunuhku seperti kau membunuh ibuku, begitu!!"


"Wanita itu? Ahh... Sayang sekali dia harus mengandung mu, jika tidak pasti sampai sekarang kami sudah bahagia," ucapnya berkata dengan seenaknya.


"Bahagia! Bahagia menggunakan harta ayah ku!" ujar Brian.


"Sejak kapan kau tahu?" tanyanya mendongakkan kepala kepada Brian.


"Aku sudah tahu lama! Tapi saat itu aku tidak punya pasukan untuk menghadapi mu!"


"Tidak ada yang perlu kau sesali! Karena kau akan menyusulnya dan kau wajib untuk bersimpuh di kaki ibuku!!" geram Xi Yuan memberikan pukulan bertubi-tubi ke perut Richard.


Bugh


Bugh


"Kau ingin membunuhnya? Itu terlalu mudah untuknya,"


"Uhuk... Uhughkk..." Richard muntah darah.


"Kau tidak boleh mati semudah ini!" ujar Brian.


Xi Yi menggelengkan kepalanya, "kalian seperti bocah," ucapnya.


Xi Yuan mengambil pistol yang di pegang salah satu anggota Xi Yi.


"Ikut aku!" pekiknya menyeret Richard sendirian.


Brian dan Yuan masuk kedalam gedung.


"Kau harus menderita sebelum bersujud di hadapan ibuku," ucap Xi Yuan melemparkan tubuh Richard ke atas meja panjang.


Bang!


Peluru pertama mendarat di kaki.


Bang!


Bang!


Peluru berikutnya mendarat di tangan.

__ADS_1


"Ini adalah tangan yang pernah membunuh ibuku. Hemm... Tangan yang malang," ujarnya seolah berbalas kasih.


Bang!


"Arghh!!!" teriak Richard.


"Giliran ku," ucap Brian.


Yuan menyerahkan senjata tersebut. Brian berbeda dengan Yuan, tampak nya dia benar-benar sakit hati karena selain membunuh ayahnya, lalu merebut hasil kerja keras ayahnya, Richard juga memanfaatkan dirinya.


"Rasakan ini!" pekik nya.


Bang!


Bang!


Bang!


"Ugh, sakitnya," ucap Xi Yi yang mendengar suara tembakan dari lantai atas gedung.


Setelah Richard benar-benar tidak bergerak lagi, Yuan datang dengan seutas benang di tangannya, "kau harus bersujud maaf pada ibuku di sana," ucapnya melingkarkan benang tersebut ke leher Richard.


"Ugkhh... Ugkhh..." Richard menggeliat kesakitan.


Splash


Darah segar muncrat dari kaitan itu meninggalkan noda merah di wajah Xi Yuan.


Benang terus ditarik hingga napas terakhirnya.


Brian merasa ngilu dengan tindakan Yuan, "Shh... Kau saja yang urus. Aku tak sudi," tukasnya.


"Biarkan saja dia membusuk di sini," balas Xi Yuan.


Mereka kembali turun setelah menghabisi nyawa Richard.


Bawahan Brian dan Xi Yuan tiba di lokasi kejadian.


"Tuan, kami terlambat karena mengalami masalah," ucap ketua pasukan.


"Mafia apa, lambat sekali. Semuanya sudah berakhir," tukas Xi Yi meledek mereka.


"Maaf, Tuan" mereka mengangkat kepalanya.


"Ah, Mafia utama Dragon Wolf!" ujar ketua itu terkejut melihat bawahan yang berdiri disekitar Xi Yi.


"Tentara bayaran Kota W, pasukan tersembunyi Kota A. Ternyata kau sudah memanggil mereka, Tuan," lanjut ketua yang dahulunya bekerja sebagai tangan kanan ayah Brian.


"Kau kenal mereka?" tanya Brian.


"Tuan, seperti yang ku sebutkan barusan. Tuan Richard pernah mengumpulkan kami semua di satu pulau untuk merayakan kemenangannya melawan Mafia nomor 2. Aku mengingat wajah mereka walau tidak semuanya," tukasnya.


Brian dan Xi Yuan saling menatap sebelum kembali menatap Xi Yi.


"Mafia inti Richard, dan Mafia yang baru dibentuknya juga sudah diambil oleh seseorang," ujar Brian.


"Benar, kala itu Rey juga mencari tahu siapa pengirim Giok, dan kau berkata itu dari orang yang sama," lanjut Bo Gum.


"Pemasok barang ke pabrik juga dari seseorang berinisial XY," sahut Xi Yuan.


"Waktu itu saat gencatan terjadi di markas tentara bayaran Richard seseorang juga membantu dengan misterius," lanjut Brian.


Mereka semua saling menatap, dan kemudian mendaratkan tatapan tajam kepada Xi Yi.


Sementara Xi Yi tengah memainkan jarinya. "Satu, dua, tiga, empat... Eh, tunggu. Kenapa cuma 4!" pekiknya.


"Maksudmu?" tanya Yuan dan lainnya pada Xi Yi.


...----------------...

__ADS_1


...Qarry_Adz...


...Pribadi yang baik adalah dia yang tidak pernah membanggakan dirinya sendiri pada orang lain...


__ADS_2