
...****************...
Perusahaan Xi Group
Seperti biasa, saat memasuki perusahaan para karyawan akan menyapa Xi Yuan saat berpapasan dengan nya.
"Selamat pagi, CEO." Ucap mereka.
Mereka menyapa sambil terus melihat tangan Xi Yuan yang menggandeng seseorang, yaitu Ming Ke. Mereka pada bertanya-tanya sebenarnya ini Ming Ke atau Ai Ki.
"Mereka benar-benar mirip,"
"Aku tidak bisa melihat, itu Nona Kiki atau Nona Keke,"
"Sepertinya itu Nona Ming, lihat dari caranya berjalan."
"Kau benar, seorang model top seperti Nona Ai tidak akan berjalan seperti itu,"
"Lagipula jika itu Nona Ai, dia pasti akan menegakkan kepalanya saat berjalan,"
"Tapi, kenapa CEO menggandeng kakak ipar nya?"
"Mungkin CEO Gandeng Dua (memiliki keduanya)"
"Huss, hentikan. Kalian sudah menggibah saja di pagi hari,"
Ming Ke yang tidak merasa nyaman dengan tatapan mereka mencoba menghentikan Xi Yuan. "Tuan, aku sudah bilang tidak ikut, dan juga jangan membawa ku seperti ini..." mencoba melepaskan genggaman Xi Yuan
Pintu lift terbuka.
Menyodorkan Ming Ke ke dinding Lift, "aku sudah bilang, panggil. SAAAYANG," ucap Xi Yuan menekan kata sayang.
"Iya, iya, sayang..."
Tersenyum mencubit pipi Ming Ke, "Nah, begitu baru benar,"
Pintu lift kembali terbuka. Dari luar terlihat seorang wanita yang di jumpai Ming Ke pagi ini di rumah sakit. Kini berdiri di hadapan mereka.
"Ai Ki?" lirih Ming Ke.
Ai Ki melihat tindakan Xi Yuan yang mengapit Ming Ke ke dinding tersebut, sontak membuatnya marah.
"Tuan! Sedang apa kalian!" ujar Ai Ki masuk kedalam Lift.
"Seperti yang kau lihat," ujar Xi Yuan dengan santai nya.
Yuan bukan melepaskan tapi dia alah semakin mendekap Ming Ke di hadapan Ai Ki.
"Xi Yuan! Minggir kau wanita busuk!!" menarik tangan Ming Ke.
"Huhh... sepertinya akan ada bencana nih," batin Ming Ke menatap wajah Ai Ki.
__ADS_1
"Ah... Tuan, kaki ku sepertinya terkilir," berpura-pura memegang pergelangan kaki nya.
"Ai Ki! Kau menyakiti Keke ku,"
"Keke mu? Jadi aku ini siapa mu! Kau mendekap nya mesra, Tuan! 5 tahun, 5 tahun kita menikah tapi kau tidak pernah sebaik itu pada ku! Bahkan demi mendapatkan dia, aku harus menjebak mu!" amarah Ai Ki meluap, Kiki menunjuk perut nya, juga meneteskan air matanya.
Ming Ke terbawa dengan ucapan Ai Ki. "Ternyata selama ini, Tuan tidak menganggap Ai Ki sebagai istrinya? Pantas saja dia begitu emosional, ternyata Tuan bukanlah orang yang baik," batin Ming Ke menatap sayu Ai Ki.
Xi Yuan melihat mata keperdulian Ming Ke mulai melemah mendengar ucapan Ai Ki. "Dia berhasil mendapatkan simpati dari Keke. Tapi, jika aku mengatakannya sekarang, Ming Ke juga yang akan terluka nanti nya," batin Xi Yuan.
Pintu lift terbuka.
"Ikut aku ke kantor," ucap Xi Yuan datar kepada Ai Ki.
Yuan mentatih Ming Ke, sedangkan Ai Ki berjalan menutupi wajah nya yang penuh dengan air mata.
Kantor Xi Yuan
Yuan menurunkan Ming Ke ke sofa, sedangkan Ai Ki berdiri di antara mereka. "Katakan apa mau mu,"
"Apa mau ku? Aku hanya ingin kau memperlakukan ku layak nya seorang istri, apa itu susah? Kau bisa begitu baik padanya, kenapa tidak dengan ku, Hikss..."
Xi Yuan bersujud satu lutut di hadapan Ming Ke. "Sayang, aku tidak tahan lagi. Hari ini kau akan melakukan pengobatan, penyakit mu hanya fatal ketika mengingat satu hal. Aku akan menceritakan beberapa diantaranya, ku harap kau dapat menahan rasa sakit nya."
Meski tidak tahu apa Ming Ke mengangguk mengiyakan saja.
"Ai Ki, aku sudah, Muak bersandiwara!" ujar Xi Yuan berdiri tegap.
"Lalu, anak buah mu mengejarnya. Saat itu juga terjadilah malam pertama yang sangat indah bagiku juga bagi Ming Ke di kamar 202 kala itu."
"Keke meninggalkan gelang mu, dan aku sempat bodoh. Karena menganggap itu memang milik mu, bahkan kebodohan ku sampai menikahi perempuan seperti mu!"
Ming Ke mulai mendapatkan gambaran-gambaran ingatannya.
"Setelah menikah, kau berkata itu anak ku. Tapi bukan, itu adalah anak dari pria Mu. Kau juga sudah berani mau membunuh anak ku dengan Ming Ke, saat itu, kau ingat?"
Ai Ki terdiam, siakan tangisnya mulai mereda. Dia terus berfikir agar menghindari masalah ini, "kacau! Kalau sampai Xi Yuan terus berbicara, bisa-bisa Ming Ke akan mengingat semuanya." gumam Ai Ki.
"Kau tahu, tapi kau diam! Kau bahkan meminta ku untuk melayani mu meski kau sudah tahu kebenarannya!" teriak Ai Ki menyudutkan Ming Ke.
"Benar, jika memang Tuan sudah mengetahuinya, kenapa dia masih bercinta dengan Ai Ki. Bukankah itu juga disebut memainkan perasaan seorang wanita." batin Keke.
"Aku sengaja! Kau berani mengusik wanita ku. Berani membohongi ku, dengan menyembunyikan identitas Ming Ke. Kau kira aku tidak akan perhitungan dengan mu!"
Ai Ki tersenyum smrik. "Chk... Kau juga tidak membalasku hingga sekarang, kenapa Tuan? Apa karena kau juga sudah mulai mencintai ku?"
Xi Yuan menoleh kepada Ming Ke, begitupun dengan Ming Ke yang juga menoleh ke arah Xi Yuan.
"Itu karena ibu kalian mengenal Nya. Aku di ancam, jika meninggalkan mu, maka dia akan melenyapkan wanita ku. Kala itu aku masih lemah untuk melawan Richard." ucap Xi Yuan sambil terus menatap Ming Ke.
Mengubah pandangan nya. "Tapi kali ini, kekuatan yang ku punya sudah cukup untuk melawan mafia terbesar itu! Aku sudah kuat untuk menghancurkan nya! sama seperti dia menghancurkan kehidupan ibu ku!" teriak Xi Yuan.
__ADS_1
Dalam fikiran Ming Ke. "Jadi selama ini, Tuan. Demi aku?" batinnya.
"Tidak, tidak mungkin! Tuan, kau memanfaatkan aku dan ibu ku!" teriak Ai Ki.
"Benar, kau baru sadar bukan? Sama seperti aku yang terlambat sadar dan malah mengizinkan ibu mu menjadikan ku sebagai boneka nya selama bertahun-tahun!"
"Tidak, tidak bisa, jika terus melawan nya. Aku akan kehilangan segalanya." batin Ai Ki.
"Tuan, itu sudah berlalu. Tidak bisakah kita memulai nya lagi, demi anak kita. Aku mewakili ibu ku meminta maaf pada mu. Apa membungkuk kan badan masih kurang? Baik, aku akan bersujud jika kau memintanya..." membungkukkan badannya.
"Tidak perlu. Aku sudah lama ingin mencampakkan mu, bahkan aku ingin membunuhmu! Tapi mengingat kau adik dari kekasih ku, aku akan mengampuni kalian,"
"Tuan, demi anak kita. Pertimbangkan lah lagi, Tuan. Aku akan menuruti semua kemauan mu,"
"Tadi kau bilang demi apa?"
"Bagus, berhasil." batin Ai Ki.
"Demi anak kita, anak kita..." ulangi nya lagi.
"Bo, keluar lah..."
Bo Gum keluar dari dalam kamar pribadi Xi Yuan dengan seorang pria yang tengah di tahan oleh dua ajudan Xi Yuan.
"Ah! Ao Ting!" ucap Ai Ki terpelongo melihat nya.
Bo Gum membuka plaster yang merekat pada bibir Ao Ting.
"Argh!" teriak Ao Ting menahan sakit nya.
"Ao Ting, kau dengar, bukan?" pancing Xi Yuan.
Ai Ki memberi isyarat agar Ao Ting membantah nya.
"Tuan, itu memang anak mu dan Ai Ki, tidak ada yang salah,"
"Huh... Benarkah? Tapi sepertinya malam itu aku sudah memakai pengaman... Apa benar-benar bisa menitipkan benih?" nada Xi Yuan berpura-pura bodoh.
"Ka-kau pakai pengaman?" tanya Ao Ting.
"Benar... Apa kau kira aku akan rela menitipkan benih pada wanita jal@ng murah ini?"
"Bo, bekukan semua aset nya,"
"Tidak! Tidak! Jangan, Tuan Yu! Baiklah-baiklah itu memang anak ku dengan Ai Ki. Tuan tolong jangan bekukan semua aset ku, ku mohon..." rintih Ao Ting mencoba bersujud.
"Ao Ting! Kau bodoh!! Ini anak ku dengan Tuan Xi Yuan!" sahut Ai Ki setelah mendengar pengakuan Ao Ting.
...----------------...
...Qarry_Adz...
__ADS_1
...Mengejar Kehidupan sama hal nya dengan kamu mengelilingi Bumi yang bulat ini. Tidak akan pernah Berakhir. ...