Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Kebersamaan


__ADS_3

...****************...


Kamar


Xi Yuan melipat tangannya dan berkata, "Chk, begini saja sudah kalah," ujarnya meledek Xi Yi.


Xi Yi mengabaikan ucapan Xi Yuan.


"Keke, ayo duet," ujarnya menarik tangan Ming Ke duduk di hadapannya.


"Aku tidak bisa main ini, kau bermain saja dengan mereka"


"Tidak. Kita bertaruh, jika kau menang. Semua akan dilakukan sesuai arahan mu, dan jika aku menang, kalian harus mendengarkan ucapan ku,"


"Kau tidak bercanda bukan? Jika menang, bisakah aku bekerja sebagai karyawan magang di Xi Group?"


"Tentu, itu sudah kesepakatan"


"Baiklah, aku main!" tukasnya bersemangat.


"Kalian boleh membantu nya, tapi aku akan tetap memenangkan permainan ini," ucap Xi Yuan dengan sombong.


Menyetujui perkataannya, "Baik, jika kalah jangan menangis ya, Tuan Yu. Ayo Ming Ke, kami akan membantu mu," sambung Chu Xia.


Beberapa menit kemudian.


"Satu, satu, satu," gumam semua orang yang memutar bola mata mereka di putaran dadu Keke.


Dadu berhenti, "Yahh!!! Kenapa 5 lagi sih," ujar Chu Xia.


"Sekarang giliran ku," mengambil dadu dari atas meja.


"Jangan tiga, jangan tiga. Ku mohon jangannn..." gumam Ming Ke.


Dadu berhenti tepat di angka tiga, sontak semuanya berteriak.


"Arghhh...!!"


"Kau curang, kenapa bisa tiga"


"Benar, pasti kau sudah menipu kami 'kan,"


Ujar Chu Xia dan juga Ming Ke tidak terima dengan kekalahan mereka.


Teriakan keras itu membuat Bo Gum yang sedang mengerjakan tugas di luar kamar terkejut.


"Omo! Astaga mereka ini! Aku sudah cukup syok dengan berita terbaru dari Brian, mereka semakin menambah kan nya," gumamnya sembari melangkah kan kaki menuju kamar.


Kamar.


"Sudahlah, terima kekalahan kalian saja," tugas Yuan. "Karena aku menang, maka semua harus mendengarkan perintah ku. Termasuk kalian berdua," memandangi kedua bocah itu.


Bo masuk ke dalam kamar.


"Kalian sangat berisik, tau tidak!"


"Tapi kau malah semakin menambah kebisingan," jawab Chu Xia.


"Nona, aku baru saja masuk,"


"Kau, ada apa?" tanya Xi Yuan menghentikan pertikaian mereka.


"Yu, ada berita terbaru dari Brian,"

__ADS_1


"Jelaskan,"


"Brian menemukan Richard sudah tidak ada di Kota C lagi,"


"Sudah pergi? Kemana dia pergi?" gumamnya. "Rey, kembali ke kota A, dan pastikan di sana aman. Sementara aku akan tetap disini demi menjaga keamanan anak-anak," ujarnya.


Rey langsung memesan tiket penerbangan menuju kota A.


"Tuan, bagaimana jika dia ke kota ini?" tanya Ming Ke.


"Tidak mungkin, dia hanya tahu kau dan aku berasal dari kota A. mustahil baginya untuk mencari kita di sini"


"Mommy, apa kita akan dikurung lagi?"


Menatap kasihan pada putrinya, "tidak, sayang. Kita akan tetap aman disini,"


"Sudahlah. Sekarang kita lanjutkan kesepakatan pemenangnya,"


"Kau masih bisa bersantai ya, Tuan Yu." ungkap Chu Xia.


"Tidak kah kau lihat wajah kekhawatiran mereka Yuan," lanjut Bo Gum.


"Ini tidak ada hubungannya dengan kalian berdua, cepat keluar," pintanya.


"Dasar aneh," tukas Bo.


Mereka keluar dari dalam kamar. Kini hanya tersisa Ming Ke dan juga anak-anaknya di dalam kamar.


"Karena aku yang menang, kalian wajib mendengarkan perkataan ku,"


"Mm, cepat katakan. Apa mau mu?" tanya Ming Ke.


Xi Yuan memindahkan meja dadu yang sebelumnya menjadi penghalang diantara mereka. Kemudian menggenggam tangan Ming Wei dan berkata, "Wei-Wei, ayah mengaku salah. Karena sudah memandang rendah teman-teman mu. Kelak ayah berjanji tidak akan melarang mu bermain dengan siapapun, baik itu keluarga mampu atau tidak," ujarnya.


Ming Wei melihat kearah ibu nya.


"Em.. Em.." Ming Ke mengangguk.


Wei-Wei menunduk, "Baiklah," kembali mengangkat kepalanya, "tapi, kau juga harus berjanji tidak akan mengusik mereka lagi"


Tersenyum senang, "kau memaafkan ku? Oh sayanggg... Terimakasih," memeluk erat Ming Wei.


"Khihii... Ayah!" tukas Ming Wei senang.


Xi Yuan meletakkan Wei-Wei di paha kanan nya. Lalu kembali memegang tangan Ming Ke, "Keke, aku bersalah pada mu sebelumnya. Setelah semuanya aman, aku pastikan kau akan bekerja di perusahaan dan mendapatkan gaji untuk semua hasil kerja keras mu,"


"Benarkah? Kau tidak berdusta lagi?"


"Tidak. Sama hal nya dengan Wei-Wei, aku tidak akan mengingkari ucapan ku,"


"Baik, kalau begitu aku akan memberimu kesempatan satu kali lagi,"


Tersenyum lebar lagi, "terimakasih banyak Ming Ke," mengelus ubun-ubun Keke.


Xi Yuan mengarahkan pandangannya kepada Xi Yi. "Yi-Yi, meski aku tidak tahu apa kesalahan ku pada mu, hingga kau terus melawan ku. Aku akan tetap minta maaf," ujarnya engan datar tanpa perasaan bersalah.


"Sepertinya perilaku ku kurang bisa membuat mu sadar apa mau ku,"


"Xi Yi, jaga ucapan mu. Dia a-" ucapan Keke terpotong.


"Dia bukan ayah ku, sampai dia benar-benar bisa mengamankan keluarganya,"


"Maksudmu, dari Richard?" tanya Xi Yuan.

__ADS_1


"Masih bertanya," jawab Xi Yi malas.


"Kau tenang saja, aku akan segera menguburnya,"


"Chk... Omong besar, jika benar. Kenapa saat penyergapan di kota C kau gagal?" ungkapnya meledek.


Xi Yuan terdiam curiga. "Darimana kau tahu? Aku tidak ada bercerita akan kemana dan melakukan apa, apalagi memberitahu mu hasil nya," interogasi Xi Yuan pda Xi Yi.


Xi Yi langsung terdiam, tanpa sadar dirinya sudah menggali lubang untuk diri sendiri. "Itu, kau berkata pada paman Bo melalui panggilan telepon, aku tidak sengaja mendengarkan percakapan kalian," tukasnya menghindari kecurigaan.


Xi Yuan ingat, saat itu memang ada menelpon Bo untuk memberitahukan kabar di sana. "Mm.. Jadi kecil begini kau sudah bisa mendengarkan pembicaraan orang lain,"


"Aku tidak sengaja, lagipula siapa yang tidak penasaran. Ada seseorang yang berjanji akan merawat wanita malang itu, tapi setelah nya dia pergi menghilang,"


"Kau benar, maaf. Aku memang gagal, tapi kali ini. Jika aku menemukannya lagi, aku tidak akan memberikan kesempatan lari untuk nya," ujar Xi Yuan dengan yakin.


"Bagaimana dengan Bibi Kiki? Apa kau juga gagal?" Pura-pura bertanya padahal Xi Yi juga sudah tahu hasilnya.


"Dia sudah berada ditangan ku, tapi belum sempat membawa ibumu menemuinya," Xi Yuan teringat akan sesuatu. "Oh ya, waktu itu kau juga memberitahu alamat Kiki, darimana kau tahu dia berada di sana?"


"Gawat, Lagi-lagi aku menggali lubang untuk ku sendiri," gumamnya dalam hati. "Aku tahu, ketika berbelanja ke supermarket terdekat di rumah sakit. Aku sempat melihat nya, dan mengikuti langkah kaki nya," ujar Xi Yi mencoba menghindari.


"Semudah itu?"


"Benar,"


Menepuk tangannya, "Wahh, kau sangat hebat. Tapi, kenapa aku yang sudah mengerahkan puluhan orang untuk mencarinya tetap tidak dapat menemukannya, ya?" tanya Xi Yuan curiga.


"Itu karena orang-orang mu buta, atau pemimpin mereka yang kurang pintar," jawab Xi Yi santai.


Yuan menarik napasnya dalam-dalam memendam amarahnya. "Huhh... Kau menang. Baiklah, karena kita sudah berdamai, bagaimana kalau aku mengajak kalian ke suatu tempat?"


Semuanya diam tidak menggubris.


Sambil bangkit dari duduk nya, "Aku anggap diam kalian setuju. Oke, segera bersiap, aku akan menunggu di luar," ucap Xi Yuan keluar dari kamar


"Mommy, kita pergi?"


"Wei-Wei mau tidak?"


"Em.. Em..." angguk nya.


"Jika mau, bersiaplah..."


"Ibu, apa kau memaafkan Nya?"


Mengelus rambut anaknya, "Sayang, ibu sudah pernah berkata. Kita harus memaafkan semua kesalahan orang. Biarpun mereka merendahkan kita, tapi kita harus tetap memaafkannya,"


"Tapi, apa kau tak ingat ketika kau harus mengasuh kami sendirian tanpa bantuannya," menundukkan kepala nya.


"Jika kita tidak memberi maaf, maka kita sama jahatnya seperti orang itu. Apa kalian mau menjadi jahat?"


"Tidak ibu," // "Tidak Mom,"


"Baiklah segera bersiap, kita maafkan semua kesalahan nya. Oke!"


Mereka segera bergegas.


...----------------...


...Qarry_Adz...


...Jangan memaksa dirimu untuk berubah, karena kamu sempurna dengan kekurangan mu...

__ADS_1


__ADS_2