Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Pos Surat Masa Depan


__ADS_3

...****************...


Balkon Apartemen


Xi Yuan keluar dari kamar nya. Melihat seorang wanita sudah bersiap dan menunggu anak-anak nya di balkon apartemen, Xi Yuan mendekatinya.


"Kau sudah siap"


"Em, mereka masih bersiap (anak-anak)"


Menghirup udara segar.


"Kau suka?" tanya Xi Yuan.


"Yahh, rasanya baru kemarin aku menghirup udara Kota ini di balkon itu," mengarah ke balkon samping.


"Chk... Jika diingat, tahun itu sungguh konyol,"


Menoleh, "konyol?"


"Benar, kau berada tepat di samping ku. Tapi aku tidak bisa menemukan mu"


Tersenyum, "Hmmm.... Itu sudah berlalu"


"Aku minta maaf, karena sudah menyusahkan mu 5 tahun terakhir. Aku akan berjanji untuk selalu melindungi, menjaga juga bersama mu dan anak-anak sampai ajal menjemput"


Tertawa kecil, "Ahahaa... Kau berjanji seperti orang yang masih berpacaran saja"


"Tidak, aku serius. Kau boleh memenggal kepala ku jika aku mengingkarinya"


Masih dengan senyuman tipis, "Baik, baik, aku percaya.."


Dari belakang.


"Kami siap!!" ucap Xi Yi, Ming Wei dan Chu Xia.


"Kau...?" Xi Yuan mengarahkan pandangannya kepada Chu Xia.


"Kenapa? Aku juga bagian dari anak-anak," ujarnya bangga.


"Benar, Bibi Chu harus ikut kemana pun kami pergi," tugas Wei-Wei menggenggam tangannya.


"Huh... Baiklah, baiklah..." memijat pelepis alis nya.


"Puft..." Ming Ke tertawa melihat respon Xi Yuan.


Xi Yuan membuka pintu mobil untuk anak-anak. "Hmm... Padahal aku merencanakan liburan keluarga, tapi ada saja benalu diantara kami," lirih nya saat Chu Xia hendak masuk.


"Maaf Tuan, aku tidak mendengar perkataan mu. Sepertinya pendengaran ku hari ini sedikit bermasalah," menggosok telinga nya.


"Shhtt..." geram Xi Yuan.


Yuan kembali membukakan pintu untuk Ming Ke.


Menundukkan badan, tersenyum tipis, "terimakasih, Tuan"


"Kau cantik sekali," ujar Xi Yuan memujinya.


Saat itu juga seorang pria berlari dari dalam apartemen menuju mereka.


"Tungguuu!!!" teriaknya.


Xi Yuan dan Keke menoleh ke arah nya.


Pria itu berlari dan langsung membuka pintu mobil sendiri, "aku bisa membukanya sendiri, terimakasih Tuan," menundukkan kepalanya dan langsung menutup pintu mobil.


"He Yakkk!! Siapa yang mengajak mu!!" pekik Yuan membuka pintu mobilnya.


"Yu, kau tega sekali. Meninggalkan ku sendirian di sana,"


"Aku hanya ingin mengajak keluarga ku berkeliling Kota!"


"Karena Chu Xia ikut, maka aku juga ikut. Yuan, kita juga keluarga 'kan," tersenyum kembali menutup pintu mobil.


Yuan menarik napasnya lalu menghembuskan nya.

__ADS_1


"Sudahlah, apa salahnya mereka juga ikut," tugas Ming Ke.


"Dasar dua benalu tidak tahu malu iniii...." ujarnya geram.


"Pufhh.." Ming Ke masuk ke dalam mobil.


Mereka bergerak menyusuri Kota W. Berkeliling hingga jauh.


Melintasi perusahaan Liu Fei, tempat mereka dahulu bekerja.


"Aon News!" pekik Chu Xia memandangi keluar kaca.


"Dekorasi luar nya sudah diperbaharui," tukas Ming Ke.


Chu Xia melihat ke atas gedung, "Woahh... Tampilan layar besar itu semakin membuat pemandangan yang berkesan," lanjutnya.


Setelah melaju lama, mobil berhenti tepat di salah satu taman kota terbesar di Kota W.


"Taman ini," batin Xi Yi.


"Sebelumnya aku sudah meminta mereka untuk mengecek keseluruhan dari taman, semoga hari ini mereka dapat menemukannya," batin Xi Yuan.


Mereka turun dari mobil.


"Tuan..." hormat para bodyguard Xi Yuan yang sudah berada di sana sejak lama.


Seorang ketua mendekat. "Tuan, seperti perintah mu. Taman sudah di sewa untuk satu hari penuh"


"Bagus, bagaimana kabar pencarian?"


"Masih berlanjut,"


"Em, jangan hiraukan kami. Ingat! Jangan sampai anak-anak merasa terganggu"


"Baik,"


"Ayo Main!!!" teriak mereka berlari.


"Yi, Wei, kalian hati-hati!!..." teriak Ming Ke


"Kami? Kami siapa?" tanya Bo Gum.


"Kau dan aku lah, apa kau kira aku dan Tuan Yuan?" ujar Chu Xia.


"Siapa bilang aku ingin menjadi pengasuh anak-anak sepertimu,"


"Aku tidak bilang, tapi kau harus. Ayo!" Chu Xia menarik tangan Bo Gum.


"Aku hanya ingin ikut bersantai! Bukan membantumu merawat anak-anak!!" teriak Bo di tengah pelarian mereka.


"Aku tidak dengar!!" sahut Chu Xia.


"Ah... Mereka ini"


"Biarkan saja mereka bermain. Kau mau berkeliling?"


"Emm... Boleh"


Yuan dan Keke berkeliling Taman. Ditengah keheningan Ming Ke mulai berbicara.


"Kau tahu, aku juga pernah ke taman ini. Kalau tidak salah saat itu usia ku masih 4 tahun. Itu sebelum kakek tiada"


"Benarkah?"


"Yahh... Waktu itu ayah dan kakek mendadak ada urusan di sini, karena ibu, nenek, dan adik pergi berlibur. Mereka tidak bisa meninggalkan ku sendirian di rumah. Kemudian mereka membawa ku ikut serta dalam perjalanan bisnis nya,"


"Lalu, apa yang kau lakukan disini?"


"Aku masih ingat, saat itu mereka bertemu dengan klien di restoran Jepang seberang Taman. Merek melihat aku selalu menatap anak-anak bermain dengan riang di sini. Lalu, setelah mereka selesai, mereka membawa ku ke sini juga untuk bermain,"


Tersenyum tipis, "Kenangan yang indah, aku sungguh iri padamu. Karena tidak bisa menikmati masa kanak-kanak ku seperti mu,"


Keke meluaskan pandangannya ke arah depan. "Kantor pos masa depan!" pekik Ming Ke gembira.


"Ada apa?"

__ADS_1


"Apa kita bisa ke sana"


"Em..." Xi Yuan mengangguk.


Ming Ke langsung berlari mendatangi kantor kecil tersebut dengan hati gembira.


Mendekati tempat untuk menulis surat, "Wahh... Kantor ini masih sama seperti dulu... Bahkan kursi ini juga masih sama, hanya pemandangan luarnya saja yang sudah berubah," menatap keluar kaca.


"Kau juga pernah ke sini?"


Mengangguk, "Em... Kala itu ayah dan kakek meninggalkan ku bermain sendiri dan mereka masuk ke dalam sini. Aku hanya ingat setelah menulis surat, mereka memasukkannya ke dalam kotak merah di ujung sana. Dua bangku ini, adalah tempat dimana mereka menuliskan surat itu,"


"Lalu, apa tujuan nya?"


"Katanya, surat akan dikirim kembali setelah 10 tahun kepada penulisnya"


"Surat?"


Mereka berjalan mendekati kotak merah besar di ujung kantor.


"Surat-surat yang sudah diterima tidak dapat dikembalikan lagi. Tapi, jika surat tidak sampai ke tangan penulis atau keluarga, maka mereka akan mengumpulkan surat tersebut di dalam kotak hitam seperti ini," menunjuk ke arah kotak hitam yang berada disisi lain kotak merah.


"Apa kau sudah menerima surat yang ayah dan kakek mu tulis?"


"Aku tidak tahu, entah surat itu untuk ku atau bukan. Atau mungkin saja mereka sudah diterima oleh yang lainnya,"


"Dapat, ternyata tempat ini yang dimaksud mendiang Ming Lan kala itu," gumam Xi Yuan.


"Bagaimana jika itu memang untuk mu? Dan surat itu belum di terima oleh siapa pun?" tanya Xi Yuan.


"Emm... Biarlah, itu sudah tidak penting lagi," jawab Ming Ke melangkah keluar dari kantor.


Saat setelah mereka keluar Yuan memanggil anak buahnya.


"Kau pergi lah, aku akan menyusul," ungkap nya pada Ming Ke.


Keke pun berjalan mendahului Xi Yuan.


"Segera periksa kantor pos masa depan di sudut taman bermain"


Panggilan terputus, Yuan berjalan cepat mendekati Ming Ke kembali.


"Mommy, Huohhh....." Teriak Ming Wei menaiki rollercoaster.


"Ming Ke!!! Wooo!!...." teriak Chu Xia.


Ming Ke tertawa melihat keasyikan mereka.


"Kau mau main?"


"Tidak, aku tidak berani menaikinya," ujar Ming Ke.


"Bagaimana kalau main itu?"


"Trampolin?"


"Yahh... Setidaknya hanya melompat saja 'kan"


"Chk... Kau bercanda?" tugas Ming Ke dengan wajah sedikit memadam.


"Oh, maaf. Aku lupa dengan bekas luka mu," seketika mengingat kembali.


"Kau sungguh ingin bermain dengan ku?" tanya Ming Ke.


"Benar! Tapi, aku tidak tahu kau ingin bermain apa,"


"Ayo! Aku akan membawa mu bermain permainan yang sangat aku sukai waktu itu," Ming Ke menarik tangan Xi Yuan.


"Ah, tunggu jangan berlari. Keke kita jalan saja...." pekik Xi Yuan.


...----------------...


...Qarry_Adz...


...Jangan terlalu banyak berkorban untuk orang lain, Hargai dan Cintai dirimu sendiri...

__ADS_1


__ADS_2