
...****************...
Di luar Bandara
"Brian!"
"Ayo cepat masuk!"
Mereka masuk ke dalam mobil vans hitam.
"Dengar, aku dapat kabar, Richard sedang menunggu penerbangan kita di salah satu gunung Kota C"
"Apa dia berencana untuk..."
"Kau benar, Yu. Mereka sudah mengacaukan pesawat... tiba saatnya nanti pesawat akan jatuh, lalu mereka terlebih dahulu mencari mayat kami"
"Brian, apa yang harus aku lakukan. Aku sudah berjanji pada 09 akan kembali besok pagi,"
09 (alamat rumah nenek\=kedua anaknya)
"Siapa 09?"
Vivian mencoba mencari alasan, "Emh mereka...-"
"Itu kode para pegawai ku," Brian memotong percakapan itu dengan cepat.
"Kenapa? Bukannya kau bekerja sebagai pelayan"
Vivian melirik ke arah Brian.
"Cerita nya cukup panjang. Itu bukan pokok masalah kita saat ini... tolong fokus dan dengarkan aku"
"Lalu... apa rencana mu?"
"Pagi ini aku sudah membuat surat palsu untuk wilayah selatan mansion Richard, tapi sepertinya langkah awal ini di sadari nya. Mungkin itu juga yang memicu mereka merencanakan kecelakaan penerbangan kami ini lebih awal,"
"Berhubung urusan ini harus segera terselesaikan.... bagaimana jika kita menggunakan kapal nelayan untuk penyebrangan antar Kota," lanjutnya.
Vivian menjawab, "Ini sudah gelap, dimana kita mendapatkan itu?"
Yuan menjawab, "Aku tahu, karena Richard punya banyak koneksi untuk laut, udara dan darat dalam melakukan penyeludupan barang-barang nya... aku mengenal salah satu dari mereka."
"Bagus!"
"Perhimpunan ke laut evras sekarang," perintah Brian pada supir nya.
Setelah berbincang dengan orang itu, Brian dan Vivian masuk ke dalam kapal nelayan yang akan mengantar barang mereka ke Kota C untuk di perdagangkan.
Xi Yuan mendekat pada Vivian. "Jaga diri baik-baik, pastikan selalu aman... dan ingat satu hal ini... Aku mencintaimu Ming Ke," berbisik di telinga Vivian.
Yuan memeluk juga mengecup Vivian dengan lembut, perlakuan itu membuat Vivian membeku, mengingat akan perilaku Xi Yuan padanya sebelum nya.
"Kami sudah akan berlayar... Cepatlah turun!" teriak salah seorang kapten kapal.
Mendengar itu Yuan langsung turun dari kapal, menatap kepergian kapal hingga jauh, lalu bergegas pergi meninggalkan pelabuhan evras tersebut.
Apartemen Xi Yuan
Panggilan terhubung
"Tuan, tugas sudah terlaksanakan,"
"Em"
Memutuskan panggilan.
Rey mendatangi Xi Yuan di balkon kamar nya. "Yuan, aku sudah menyebarkan hal tersebut... dan mereka juga akan memutuskan kontrak dengan Ai Ki secepatnya"
"Kerja bagus, biar dia tahu apa akibat dari melawan orang-orang ku"
Keesokan harinya.
#KILAS BERITA
KAPAL NELAYAN DARI PELABUHAN EVRAS YANG BERLAYAR MALAM TADI MENGALAMI KECELAKAAN TUNGGAL DI PERBATASAN KOTA.
__ADS_1
Brakk
"Xi Yuan! Ada berita bur-"
Mereka berselisih, Rey dan Bo masuk ke dalam Apartemen, sementara Xi Yuan sudah berjalan keluar dari apartemen nya.
Memutar balik, "Yu... Kau sudah tahu!"
Dalam Lift.
"Bo, kita pergi ke Pelabuhan dahulu"
"Rey, ceritakan semua yang kau tahu"
Rey menjawab, "menurut pemeriksaan ku... kapal dikabarkan mengalami ledakan, ledakan tersebut berasal dari gudang setelah kapal masuk kedalam wilayah Kota C"
Rey terus menjelaskan sampai mobil berjalan menuju pelabuhan.
"Di titik ini tepatnya, kapal benar-benar hancur disini. Ada pantai tidak jauh dari wilayah ini, puing-puing kapal sebagian sudah ditemukan di sana."
Pelabuhan Evras
"Suruh orang-orang mu memeriksa pantai tersebut, jangan sampai ada yang terlewat kan.... Sekarang kita lihat beberapa orang yang sudah berhasil di selamat kan disini."
Mereka keluar dari mobil. Mendatangi salah satu korban yang selamat.
Membungkukkan badan melihat layar komputer, "Berapa orang yang sudah terselamatkan?"
"Total ada 5 orang termasuk kapten sebelum keberangkatan kapal... 2 selamat, 1 diantaranya ditemukan meninggal, 2 orang lagi yaitu pria dan wanita yang menumpang sampai saat ini belum juga ditemukan"
Xi Yuan kembali berdiri, "Dimana kapten nya!"
"Dia di sana, Tuan"
Mendatangi kapten yang berhasil di selamatkan. "Ceritakan apa penyebab nya!"
"Tuan, Yu. Aku juga tidak tahu, setelah masuk ke wilayah itu... kapal hanya berselisih dengan kapal lain sebelum ledakan terjadi"
Dengan tatapan sinis, "Bo, periksa kapal itu! Aku akan berlayar ke sana sendirian!"
Rey berteriak, "Yuu! Hentikan Yu!"
30 menit kemudian.
"Rey, aku tidak menemukan apa-apa di kapal itu"
"Aku dapat sinyal dari ponsel Tuan Brian. Sepertinya mereka bukan terdampar di pantai Kota C! Bo ikut dengan ku!"
Rey membawa orang-orang Xi Yuan dan juga Bo menuju pinggir pantai.
"Xi Yuan.. Dengarkan aku, mereka terdampar di pantai Ramos... Bukan di pantai Kota C!"
Mendengar hal itu Xi Yuan yang hampir sampai di pantai perbatasan langsung memutar arah menuju pantai ramos.
Pantai Ramos
"Lihat! Ada tulisan SOS disini!"
"Mereka pasti masih disini! Cepat cari!"
Di tempat Lain
Dengan baju yang basah kuyup, dan nafas terengah-engah Brian terus membawa Vivian masuk kedalam hutan pinggir pantai. "Si@l! apa mereka orang nya Richard juga... Kita harus bersembunyi dulu, Vivian bertahanlah"
Vivian tidak sadarkan diri, dan Brian harus menggendong nya masuk ke tengah hutan pantai.
"Brian!"
"Vivian!"
Mereka terus berteriak mencari kedua nya.
"Aghh... Mereka semakin dekat, tapi kaki ku..."
Brukk
__ADS_1
Brian terjatuh lemah dan tidak sadarkan diri lagi, luka di kaki nya semakin parah.
Xi Yuan sampai di pantai
"Bagaimana?"
"Nihil, kami belum menemukan apa-apa"
"Rey, apa kau yakin mereka disini"
"Ini, ponsel ini milik Tuan Brian, bukan?"
"Benar, tapi kenapa kalian belum juga menemukan mereka!" bentak Yuan.
"Ponsel bisa saja terseret ombak! Bagaimana kalian bisa sebodoh itu!"
Bo berteriak, "Yuan! Rey! Lihat ini!"
Memperhatikan dengan jelas, "Ini darah!!" ujar Xi Yuan
"Semuanya cepat cari dan ikuti tetesan darah ini!"
Xi Yuan langsung berlari mengikuti jejak darah di atas dedaunan itu.
Yuan berhasil menemukan mereka. "Vivian!!"
"Tuan, Brian!" ucap Bo dan Rey.
"Itu mereka!"
Mendekati keduanya, "oh tidak, lihat ternyata kaki Tuan Brian yang terluka,"
"Cepat naikkan mereka! Kita tidak bisa berlama-lama disini!"
"Ada apa, Rey?" tanya Bo Gum.
"Aku mendeteksi ada kapal dari Kota C yang menuju ke sini"
"Itu pasti mereka," ujar Yuan
"Bergegas pergi!!" perintahnya.
Xi Yuan membawa Vivian sendiri, sedangkan Brian dibawa oleh Bo dan Rey. Mereka berlayar dengan kecepatan penuh meninggalkan pantai.
"Vivian, kau harus bertahan..." lirih Yuan sembari memangku badan Vivian di tangannya.
Bo melakukan pertolongan pertama pada Brian, "sepertinya Tuan Brian terluka oleh puing-puing besi kapal"
"Dia akan terinfeksi jika tidak segera di tangani"
"Kita harus segera membawanya ke rumah sakit"
"Tenang saja, aku sudah memberikan disinfektan di luka nya agar tidak memburuk, tapi ini juga tidak akan bertahan lama"
"Tuan, Bo. Aku akan mempercepat lagi kapal ini,"
"Lebih cepat lebih baik, tapi kau harus berhati-hati!" jerit Rey di tengah kelajuan kapal.
Di tempat lain.
"Tuan R. Kami tidak menemukan mereka,"
"Harus cari!! Pastikan kalian menemukan jasad nya!! Jika tidak kalian lah yang akan menjadi pengganti mereka!!"
Panggilan terputus
Pyarr
Kepalan tangan yang melayang membuat kaca dinding itu berlumur darah di atas nya.
"Aghh... Kemana kedua bocah itu! Mereka sudah menghindari kecelakaan pesawat! dan sekarang... Apa mereka juga selamat dari kecelakaan kapal... Ahh Si@l... Aku sudah menunggu hari ini bertahun-tahun!!"
Ai Ling juga mendengar teriakan keras yang tidak lain berasal dari kamar Richard.
...----------------...
__ADS_1
...Ao Ting...
...Gunakan waktu mu dengan sebaik mungkin agar tidak menyesal di kemudian hari...