Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Hamil?


__ADS_3

...****************...


Terdengar langkah kaki dari arah luar kamar. "Ooh itu Tuan Yu, jangan khawatir selama ini berjalan baik aku takkan merusak urusan kalian hhh..." Yuan dan Ai Ling tiba-tiba saja masuk kedalam kamar ditengah-tengah pembicaraan mereka.


Mata Ai Ling terbelalak bukan main melihat kehadiran Ming Ke disana.


"Ibu bagaimana kabarmu? Jika bukan karena membaca berita, aku juga takkan tahu kalau Ai Ki akan melangsungkan pernikahannya digedung ini"


"K... Kau siapa? Apa kita pernah bertemu? Kenapa wajah mu sangat mirip dengan putriku?" Ai Ling berusaha menghindari Ming Ke dihadapan Yuan.


"Bu aku Ming Ke... Baru sebulan aku meninggalkan rumah dan juga kami jelas sama kami kan putri kembar mu Ibuu..."


Melihat Ming Ke ingin memberi salam kepada ibunya, Ming Lan langsung meraih tangan Ming Ke menuntun nya untuk pergi dari kamar itu.


"Ayah mengapa kau menyeret ku keluar... Ayah!... Ming Lan!!" Keke berusaha melepaskan genggaman Lan.


"Katakan yang sejujurnya pada ku, sekarang juga apa yang terjadi disini? mengapa kalian seolah tak mengenalku dihadapan pria itu..."


Ming Lan terus menarik Ming Ke untuk naik lift menuju loteng atas. Sesampainya di atas Ming Lan terduduk menangis hingga tersedak. Hal tersebut membuat Ming Ke merasa sangat bersalah atas ucapannya tadi.


"Ay.. Ayah... Jangan menangis, maafkan aku ayahh... Berhentilah Ayah...." ungkap Kiki sedih.


"Nak, kau tau, alasan ku melarang mu untuk kembali, itu semua karena ini, aku tak ingin kau menangis lagi disini, kau sudah cukup bahagia disana, aku tak ingin kau kembali tersakiti oleh mereka." Ming Lan berbicara sembari menangis menatap Ming Ke yang juga ikut duduk dihadapan nya.


"Apa yang sebenarnya terjadi sampai kau melarang ku?"


"Maafkan kelalaian ku, karena terlalu sibuk dengan perusahaan sampai-sampai aku tak tahu bahwa mereka memperbaharui kartu keluarga dimana hanya ada Ai Ki didalam nya, sementara nama mu hilang dari keanggotaan keluarga ini. Maafkan Ayah mu, Nak"


"Ayah mengapa mereka melakukan itu?"


"Ai Ki seorang Model terkenal, demi bisa menikah dengan Tuan Yu, ibu mu mengeluarkan mu karena tak ingin orang tahu bahwa Ai Ki memiliki seorang adik wartawan yaitu kau.." Ayah kembali menangis.


Yang sebenarnya terjadi iyalah Demi bisa meyakinkan Xi Yuan bahwa Ming Ke bukanlah kembarannya Ai Ki membuat Ming Ke keluar dari urutan keluarga.


"Ayah biarkan mereka melakukan apa yang mereka mau aku hanya ingin kau tak menyalahkan dirimu sementara ini semua salah mereka." Ming Ke berpura-pura tenang dihadapan Ming Lan.


Cukup lama mereka disana. Menyadari Ai Ling terus saja menelpon nya, Ming Lan pergi meninggalkan Ming Ke seorang diri.


Setelah Lan Pergi Ming Ke menangis berteriak melepaskan semua kesedihan yang sedaritadi ditahan oleh nya.


"Kenapa bu kenapa!!.... Kau tak pernah menyayangi ku lagi bahkan sekarang kau membuang ku dari keluarga... Apa aku begitu buruk dimatamu.. Hiks hiks... Kakek mengapa jadi seperti inii... Apa karena mata ku adalah milikmu jika benar begitu bisakah aku menolak pertukaran mata ini sekarang saat ini juga." Keke terus menangis tanpa sadar Liu Fei mendengarkan semua ungkapan hati nya dari belakang.

__ADS_1


Kamar


"Apa yang dia katakan, Ibu? Ayah? dan kau Kakak?"


"Begini tuan Yu, wanita itu sangat bersikeras ingin menjadi bagian dari keluarga tapi kami hanya menganggap nya sebagai fans berat saja."


"Ck.. Begitukah? terserah kalian saja,"


"Bo ikut aku sisanya biar Rey yang mengurus."


Bo mengikuti perintah Yuan dan pergi meninggalkan Ai Ki disana.


"Ai Ki cucu kesayangan ku." Nenek baru saja tiba dan langsung memeluk Kiki.


"Maafkan nenek karena datang terlambat... Ini semua karena tuan itu jika bukan karena dia mengulur waktu, penerbangan ku sudah lepas landas dari kemarin," lanjutnya.


"Tak apa nek, cukup kau hadir disini itu sudah membuat ku senang"


"Dimana dia, mengapa hanya kalian saja yang ada disini?" Nenek melihat sekeliling disana hanya ada Ming lan, Ai Ling dan juga cucu kesayangan nya.


"Mm dia ada urusan nek, baru saja pergi." Kiki tersenyum pahit demi menghindari pertanyaan nenek.


"Sudahlah Bu, kau pasti lelah.. Ayo kita kembali ke rumah utama." Mereka kembali menggunakan mobil yang telah dipersiapkan Rey sebelumnya.


Brakk...


Seorang wanita terjatuh setelah menangis dan berteriak dengan keras dari puncak gedung.


"Ming Ke!!...." Fei berlari menghampiri Keke yang kini tergeletak tak sadarkan diri di sana.


"Keke sadarlah... Keke bangunn... Jangan begini, kau membuat ku khawatir, Ming Kee..." Fei menggotong tubuh Ming Ke menuruni gedung dan membawanya ke rumah sakit terdekat.


"Bagaimana, apa dia baik-baik saja Dok?..."


"Tuan selamat mulai sekarang anda akan menjadi ayah"


"Ap... Apa...? Ming... Ming Ke sedang mengandung?"


"Benar sekali, saat ini usia kandungannya tengah memasuki minggu ke 6 dan juga seperti nya ini bayi kembar."


'Hamil..?' Liu Fei menatap kosong ke arah wanita yang sampai saat ini masih sangat dicintainya. Banyak sekali pernyataan dan pertanyaan yang ingin di ungkapkan nya, tapi... lebih dari itu Fei malah berencana ingin menutup nya.

__ADS_1


Ming Ke tersadar, "Fei kenapa aku bisa ada disini... dan kau juga...?"


"Ming Ke kau sudah bangun, makanlah aku sudah menyiapkan bubur untuk mu"


Ming Ke faham dengan Fei, jika ia menginginkan nya untuk sarapan bubur buatannya pasti Keke tengah sakit yang sangat membuat Fei khawatir... Maka dari itu sebelum mendapat jawaban Keke harus mengikuti perintah nya.


"Anak pintar... Tunggu disini aku akan mengambilkan obat mu," Liu Fei menyeringai lebar, juga mengelus mesra kepala Keke.


Perilaku lembut nya selalu bisa membuat Keke merasakan kasih sayang yang lebih, meski sudah terpisah cukup lama, namun Fei masih sama seperti Fei yang ditemuinya tahun itu.


"Vitamin?... ibu hamil?... apa maksudnya Fei?..."


"Ming Ke, kau tengah mengandung 2 janin saat ini, minumlah agar kalian tetap sehat..."


"Hamil... Dengan siapa?...."


Ming Ke mengingat dengan jelas terakhir kali dirinya melakukan itu adalah 2 hari sebelum keberangkatannya ke kota W, jika kandungannya berusia 6 minggu maka ini benar-benar anak pria yang mengambil kehormatan nya tanpa izin waktu itu.


Hal ini membuat Ming Ke termenung meratapi semua kesedihan nya, belum masalah keluarga sekarang tambah lagi masalah kehamilan. 'Mengapa sangat sulit, kuat kah aku menjalani ini Tuhan' fikirnya.


Setelah memastikan kandungan Ming Ke benar-benar membaik, Liu Fei membawa Ming Ke keluar dari Rumah Sakit.


"Fei bisakah aku meminta bantuan mu?"


"Tentu, katakan lah"


"Aku tak ingin berada disini, bawa aku kembali ke kota W, dan juga tolong rahasiakan kehamilan ku. Sampai saat aku benar-benar tak bisa menutupi nya lagi aku akan mengambil cuti panjang untuk itu."


"Tenang saja aku sudah mengatur nya, aku sudah membuatkan surat cuti di 5 bulan yang akan datang, saat itu usia kandungan mu sudah masuk 7 bulan bukan?"


"Em... Benar 7 bulan, mungkin saat itu aku sudah tak sanggup lagi untuk bekerja lebih,"


"Aku menuliskan cuti selama 2 tahun untuk mu" ucapnya, Fei menunjukkan surat yang telah dipersiapkan nya untuk Ming Ke.


Keke terkejut mendengar ucapan Fei.


"Fei kenapa lama sekali, jika aku tidak bekerja apa yang akan kuberikan untuk anak ku nanti..."


"Kau akan tetap bekerja tapi itu dilakukan dari rumah, aku pastikan ayah ku tidak akan tahu masalah ini"


Fei tersenyum lebar, meyakinkan Keke semuanya sudah diatur aman olehnya.

__ADS_1


__ADS_2