
...****************...
Semetara itu di kursi sebrang.
"Rey, bagaimana perkembangan masalah giok..." tanya Xi Yuan.
"Sampai sekarang aku belum juga menemukan jejak mereka,"
"Tentang Ai Ling?"
"Brian juga belum menemukannya," jawab Rey.
Xi Yuan berfikir sejenak.
Bo menengahi mereka, "Yuan, kenapa kau membawa kami ke Kota W?"
"Aku ingin mencari kotak yang disebutkan Ming Lan sebelumnya,"
"Bukankah orang mu sudah mencarinya selama 1 tahun terakhir," ungkap Bo Gum.
"Sampai saat ini mereka belum juga menemukannya. Aku yang akan turun tangan mencari kotak itu sendiri"
Kota W.
Diluar Bandara.
Ming Ke menatap sekeliling Bandara yang ditinggalkannya 3 tahun lalu. "Kota W, aku kembali lagi," gumamnya.
"Mobil sudah datang," ujar Bo.
Mereka masuk kedalam mobil menuju Apartemen yang sempat di beli Xi Yuan tahun itu.
"Bibi, kenapa dia mengajak kita kesini? Wei-Wei ingat, ibu mengalami kesulitan di Kota ini,"
"Tanyakan saja jika kau sudah tidak marah," tersenyum lebar.
Wei-Wei mengurung niatnya untuk berbicara dengan Xi Yuan.
Dalam Apartemen.
"Kenapa ke sini?" tanya Ming Ke setelah beberapa saat.
"Aku ingin membawa kalian berlibur, apa salah?"
Chu Xia menyambar percakapan mereka. "Tuan Xi Yuan yang terhormat, kau membawa kami berlibur? Bahkan satu pasang baju pun kami tidak bawa, apa kau berkata ini liburan?"
"Benar, kau membawa kami jauh-jauh kesini. Tapi kami bahkan tidak membawa bekal apapun" lanjut Ming Ke.
"Uang ku sudah meluap. Jika tidak digunakan takutnya para pelayan tidak bisa mencari ikan mereka,"
"Baiklah, baiklah, kau menang soal uang. Lalu kenapa kesini? Kenapa tidak ke tempat lain?"
"Aku punya rencana ku sendiri"
"Chk.. Begitu sibuk masih membawa kami pergi," sahut Xi Yi.
"Ini juga karena kalian"
Semua nya menoleh dan menjawab bersamaan. "Kenapa kami?!"
"Benar, lebih baik di rumah. Di sini tidak bisa bermain," tukas Wei-Wei.
"Wei-Wei benar," jawab Ming Ke
"Tapi, bukannya kalian mengabaikan ku pagi ini, jadi aku kira karena kalian bosan di rumah saja,"
"Astaga, jadi kau mengambil kesimpulan dari apa yang kau lihat?"
"Lalu, kenapa klian tidak melihat ku pagi ini. Jika itu Xi Yi maka aku tidak akan heran. Tapi ini kalian..."
"Itu juga karena mu"
"Aku??"
"Coba ingat lagi beberapa hari yang lalu apa kesalahan mu pada kami,"
__ADS_1
"Kesalahan? Apa?" gumamnya mengingat kembali.
Masih mencoba mengingat dengan jelas.
10 menit berlalu, tapi Xi Yuan masih tidak mengingat apa-apa.
"Itu, Ming Ke. Bisakah kau memberitahu ku, apa kesalahan yang sudah ku perbuat... Khihiii," mencoba menginterogasi.
"Kau benar-benar tidak ingat? Apa kau begitu bodoh, CEO XI YUAN," ujar Ming Ke menekan katanya.
"Aku, aku hanya mengerti soal pekerjaan. Tapi, kau juga tahu ini adalah hari pertama aku memiliki keluarga lengkap," ungkapnya mencoba menjelaskan.
Menggenggam tangan Keke.
"Bisakah kau memberiku bocoran. Aku berjanji, kelak tidak akan mengulangi kesalahan lagi," mengangkat dua jari di hujung kepalanya.
"Huh... Kau ini," Ming Ke berdiri.
"Pertama, kau berkata akan meminta maaf pada anak perempuan ku atas kesalahan mu membedakan kasta dalam memilah teman. Apa kau lupa?"
"Kedua, kau berjanji akan mempekerjakan ku sebagai karyawan magang di perusahaan. Tapi, setelah satu pekan berlalu kau tidak juga menepati janji mu. Kau juga lupa hal ini?"
"Ketiga-"
"Masih ada ketiga?" tanya Xi Yuan memotong pembicaraan Ming Ke.
"Em." menganggukkan kepalanya, Ming Ke kembali bercerita layaknya menceritakan hal besar.
"Ketiga, kau membawa kami berlibur tanpa menanyakan kemana dan tempat apa yang kami sukai," ujarnya.
Menoleh ke arah Xi Yuan. "Kau!" menunjuk nya.
"Aku??"
"Kau... Kau tidak pantas disebut Tuan besar. Karena sudah mengingkari janji dengan Tuan Putri (Ming Wei)"
"Sebelumnya terimakasih atas pemberitahuan ini. Tapi! Seingat ku waktu itu aku sudah melakukan yang seharusnya ku lakukan dan ku tanyakan pada kalian," mengingat kembali.
Flashback On
1.
"Tidak, ibu berkata kau pria yang sangat sibuk. Urus saja pekerjaan mu itu, dan ABAIKAN AKU," tukasnya.
2.
"Ming Ke, aku sudah mengangkat mu sebagai sekretaris kedua ku. Kau bisa mulai bekerja besok,"
"Kau gila! Semua orang akan menganggap ku naik ke atas helikopter demi mencapai puncak gunung,"
Hendak mematikan panggilan, tapi tidak jadi. "Oh, kau tahu aku tidak suka bekerja untuk mu," mematikan panggilan.
3.
"Hari ini aku senggang. Kemana dan tempat apa yang paling ingin kalian kunjungi?"
Xi Yi, "Main Game"
Ming Wei, "Tempat tidur"
Ming Ke, "Menonton drakor"
Chu Xia, "Nonton bersama Ming Ke"
Flashback Off
"Hal itu?!!" terkejut mendengar jawaban Xi Yuan.
"Oh astaga, kau benar-benar tidak bisa menjadi ayah untuk anak-anak ku,"
"Aku masih salah? Baiklah, baiklah aku minta maaf. Bisa kau jelaskan bagaimana cara mengatasi kalian,"
Ming Ke kembali berdiri. "Yang pertama, Wei-Wei berkata abaikan aku. Itu berarti dia ingin kau meninggalkan pekerjaan mu dan menemani nya bermain sepanjang waktu sampai dia berkata *aku memaafkan mu," tersenyum mencontohkan Ming Wei.
"Tapi dia bilang-"
__ADS_1
Memotong ucapan Yu, "Kau tidak paham juga?! Meskipun dia masih kecil tapi dia juga wanita,"
"Iya aku tahu tapi-"
"Stt.... Dengarkan ini," melarang Xi Yuan berbicara.
"Yang kedua, aku berkata tidak suka bekerja dengan mu. Itu artinya aku tidak akan bekerja sebagai asisten mu, dan bukan berarti aku tidak ingin bekerja di bidang lain,"
"Kau berkata begitu jadi aku kira kau tidak mau bekerja di perusahaan dan juga menyetujui keputusan ku, agar kau bisa menghabiskan uang ku saja selama sisa hidup mu,"
"Ihhh!! Kau ingin dengar jawaban dari ku, tapi kau berkali-kali memprotes semuanya!" Ming Ke kesal dan kembali duduk.
Xi Yuan merasa bersalah, "Baik, kali ini aku akan diam kau lanjutkan yang ke tiga"
"Mood ku sudah hancur," meninggalkan Xi Yuan di sana.
"Aku salah lagi?" gumamnya.
Dari belakang Bo Gum menghampirinya, "Yang ke tiga. Kau bertanya kepada mereka ingin berlibur kemana, tapi saat itu, kau juga yang menentukan tempat nya,"
Flashback On
"Bagaimana kalau kita mengunjungi restoran Oma Yoo?"
Flashback Off
"Tidak benar, kenapa aku lupa pernah mengatakan itu?" gumamnya.
"Kau juga tahu, Ming Ke masih dalam masa pemulihan, lebih baik baginya memakan makanan hijau. Tapi kau malah mengajak mereka ke sana,"
"Apa salah nya?"
"Menu utama yang mereka sajikan adalah kimbab, Kimchi, Sannakji, Jjajangmyeon, Bibimbap, Japchae, Bulgogi, Miyeok Guk-"
"Ya, ya, ya. Tidak usah dilanjutkan, aku sudah tahu,"
"Jika kau sudah tahu kenapa masih disini?"
"Lalu, kemana lagi aku harus pergi?"
Memijat pelepis kening nya, "Astaga, berand@l satu ini. Kau benar-benar membuatku kehabisan kata-kata,"
"Sekarang pergi temui mereka dan sampaikan permohonan maaf mu secara tulus, jika tidak. Aku tidak bisa menjamin kau akan diterima sebagai Ayah"
Langsung berdiri, "Tidak bisa! Aku harus mendapatkan gelar itu," pergi menemui mereka.
Kamar Lain.
Bermain Putaran Dadu
"Wahhh.... Paman Rey benar-benar hebat," ujar Ming Wei.
"Wei-Wei mau coba," menyerahkan dadu kepada Wei-Wei.
"Mau! Kak Yi-Yi, kali ini aku akan mengalahkan mu. Hiyaaaa!!..." teriaknya sembari mengocok dadu.
Plak
Plak
Semua mata tertuju pada dadu lemparan Ming Wei.
"Lima, lima, lima." gumam nya.
"Yeayyy!!!.... Kami menang!!...." teriak Wei-Wei dan juga Rey yang satu kelompok.
"Yahhh, Xi Yi. Kita kalah," ujar Chu Xia menatap Xi Yi.
"Tidak bisa! Paman mendapat poin 6, maka yang harus bermain paman lagi bukan Wei-Wei..." ujar Xi Yi.
"Sudah... Terima saja kekalahan nya," ungkap Ming Wei membawa potongan buah.
Mereka bersenda gurau sambil menikmati buah.
...----------------...
__ADS_1
...Qarry_Adz...
...Tidak perlu berkata-kata. Karena semua akan diminta pertanggung jawabannya....