
...****************...
Disisi lain, tanpa kembali ke rumah terlebih dahulu, Nenek langsung menuju Rumah Sakit setelah mendengar kabar buruk tengah menimpa Ai Ki kesayangan nya.
"Oh astaga Ai Ki cucu ku yang malang," ucapnya langsung memeluk Ai Ki.
"Bagaimana kalian akan menjelaskan ini, kemana kandungan cucu buyut ku!"
"Bu, Ai Ki mengalami pendarahan hebat, dan buyut mu... buyut mu juga tidak bisa diselamatkan, hikss," drama air mata palsu Ling pun dimulai.
"Siapa pelaku nya, katakan, KATAKAN!!"
"Kau... Atauuu kau," tunjuk Nenek ke arah Ling dan berhenti pada Ming Ke.
"Nek itu ulah Ai Ki sendiri, jika aku tidak menghindar tentu saja yang terbaring di sana saat ini adalah aku," jelas Keke.
"Lebih baik jika itu benar kau! Kau hanya mengandung anak haram pria lain, sedangkan Ai Ki kini tengah mengandung anak dari CEO terkaya di kota ini, apa menurut mu itu pantas! ditambah lagi mereka harus kehilangan nya!!" bentak Nenek kepada Ming Ke
Plakkk....
"Dahulu ayah ku, kemarin suami ku, dan hari ini... hari ini cucu ku!!... Kau sungguh pembawa sial. Kau tega membunuh semua keluarga mu. Katakan katakan!! selanjutnya siapa?... Aku Iya?... Ayo katakan!" bentak Ling menengahi amarah Ibu nya.
Melihat air mata Ming Ke terus mengalir Yu berkata, "Sudah cukup, hentikan. Rey bawa dia ke Menara,"
"Bo batalkan penerbangan yang sudah dipesannya, aku akan menemani istri ku disini sampai dia sadar," ujarnya.
Bo dan Rey melakukan tugas mereka sesegera mungkin. Melihat perlakuan Yuan, Ai Ling senang karena akhirnya Yuan benar-benar mencintai Kiki seperti yang dia harapkan.
"Ai Ki, maafkan aku, selama ini telah memperlakukan mu secara buruk dan kasar. Aku memang bodoh, setelah kehilangan anak kita, aku baru sadar ternyata selama ini sudah banyak melakukan kesalahan pada mu, Kiki maafkan aku, maafkanlahh," Yuan menggenggam erat tangan istrinya.
Bo berhenti ketika melihat tindakan Yuan. 'Demi apa baru ini aku melihat seorang Xi Yuan meminta maaf, dannn Menangis?... Apa dia sungguh-sungguh bersedih atas kepergian janin itu Bukankah selama ini dia berkata itu bukan anak nya?' batin Bo.
"Mm... Ming Ke sebenarnya apa yang terjadi tadi?" Bo merasa kasihan karena Keke masih saja menangis setelah tahu dirinya akan dibawa ke Menara seram Xi Yuan.
Dia menjawab, "Aku sudah jelaskan berkali-kali, toh pada akhirnya semua orang tidak ada yang percaya kan."
"Aku percaya bahkan Yu juga percaya. Tapi... Ku mohon maafkan kami, satu hari nanti kau akan tahu kebenarannya,"
"Benarkah, baguslah," Keke menjawab cuek.
'kalau memang percaya kenapa memperlakukan ku seperti ini, itu kan salah istrinya.' batin Ming Ke menelaah perkataan Bo Gum.
Malam Hari di Menara Xi Yuan
"Tuan Yu," ucap mereka serentak menunduk kan diri tanda memberi hormat kepada Xi Yuan.
"Tuan apa yang kau butuh kan? kenapa mengunjungi menara ditengah malam begini," tanya seorang penjaga menara itu.
"Dimana dia"
"Didalam kamar pribadi mu, Tuan.."
"Tuan Bo Gum meminta ku menyiapkan kamar Tuan untuk nya beristirahat malam ini, awalnya aku menolak tapi dia berkata itu perintah darimu"
"Mm pergilah"
__ADS_1
"Baik"
Ckliik...
'Dia tertidur?... Aku masih penasaran apa benar aroma itu dari tubuh nya... Jika benar aku akan terus mengurung nya agar dapat memiliki dia seutuhnya,' batinnya sembari mendekati Ming Ke.
Helai demi helai rambut di belai pelan, Yuan mulai mendekat kan diri berusaha mencari aroma tubuh Keke. Tapi disaat yang bersamaan Ming Ke terbangun dan spontan menampar wajah Yuan.
Plakkk...
"Siapa kau, kenapa kau masuk kedalam kamar ku!" teriak Keke.
Tek..
Keke menyalakan lampu kamar, tampak lah pria yang baru saja ditampar oleh nya tak lain adalah pria yang sengaja mengurung nya disini.
"Yu... Yuan. Tuan, Yu,"
"Wanita kau terlalu kasar pada ku, sepertinya kau perlu di hukum atas tindakan mu," tangannya menarik Ming Ke lalu menindih kan tubuhnya di atas tiga bundaran milik wanita itu.
Sambil menahan gerakan Ming Ke, "Kamar mu? Sepertinya ini kamar ku, dan juga ranjang ini sepertinya juga milikku," bisik Yu ditelinga Keke.
"Salah siapa kau berani menaiki ranjang ku, jangan salahkan aku jika menaiki mu juga," tambahnya.
"Bukan aku tuan Yuan, mereka yang mengatur ku untuk beristirahat disini," jelas nya.
"Aku tidak ingin mendengar alasan apapun,"
"Ming Ke sayang, ayo lakukan lagi seperti yang sudah kita lakukan kemarin malam." Lagi-lagi Yuan menyiksa Keke dengan kenikmatan surga dunia itu.
"Tuan Yu, lepaskan Shh ahh aku sungguh-sungguh memohon pada mu... Yuan!"
Yu Merobek paksa gaun tidur yang dikenakan Keke, mendalami segala hal dengan bringas, ******* habis-habisan. Pemanasan yang dilakukan Yu mampu membuat wanita hamil itu merasakan kenikmatan lagi walau kali ini disertai air mata. Memaksa nya untuk tetap mengikuti gerakan naik turun.
"Uuhhh ahhh emm sayang kau hebat, shh ahh"
Yuan terus meng*eluti Keke entah sampai berapa kali kli*aks hingga membuat Wanita itu lemas dan pingsan.
----------------
Flashback On
"Ming Ke aku sudah memesan kan tiket untuk mu, tidurlah jangan sampai terlambat besok"
"Terimakasih banyak Fei, kau selalu bisa membantu ku"
"Kau terlalu sungkan, aku senang bisa membantu mu"
Ai Ki. "Tolong... Tolonggggg"
"Fei sepertinya ada yang meminta tolong. Aku akan mengeceknya"
"Baiklah aku akan menutup telponnya. Dahh..."
Ming Ke meletakkan ponsel genggam itu diatas kamar dan mendatangi sumber suara.
__ADS_1
Pagi hari
"Apa!.. di cancel?... Kau, sku akan mengirim mu ke kota A dan segera cari tahu apa yang terjadi disana."
Fei terus berusaha menghubungi Ming Ke untuk menanyakan hal tersebut tapi tetap saja tidak ada jawaban. Hal itu membuat kekhawatiran Fei meningkat.
"Tuan, Nona Ming Ke dikurung disebuah Menara besar milik Xi Yuan, dari yang ku dengar sepertinya Nona telah membunuh anak, Yu,"
"Pastikan dia aman, aku akan mencari cara untuk mengeluarkan nya dari sana."
Fei berfikir keras apa uang dapat dilakukannya, lalu terlintas lah cara yang paling efektif.
"Halo Brian.. Kau ingat aku siapa"
"Siapa kau?"
"Aku Liu Fei, teman Universitas mu saat berada di Inggris"
"Ahh... ternyata kau. Halo Fei bagaimana kabar mu?"
"Aku baik... Begini Brian aku butuh bantuan mu,"
"Ku dengar 2 tahun belakangan ini, perusahaan sudah berada dibawah kendali mu"
"Lantas apa yang bisa ku bantu?"
"Ada satu perusahaan besar di kota A yang ingin bekerjasama dengan mu, tolong tanda tanganilah untuk ku"
"Apa yang kau maksud?"
"Wanita ku ditahan CEO itu, jika kerjasama dengan mu berjalan lancar, itu akan membuatnya lengah dan aku dapat dengan mudah mengeluarkan wanita ku dari tangannya secara aman.
"Cehh... Ternyata demi seorang wanita, baiklah aku akan menolong mu, anggap ini sebagai balas budi ku padamu kala itu."
Malam pukul 04. Puncak Menara Xi Yuan.
"Katakan
"Tuan Yu, maaf jika mengganggu kegiatan mu dengan Ming Ke barusan,"
"Pufthh..." Bo dan Rey tertawa ringan namun dibalas dengan tatapan tajam Yuan.
"Baiklah, baiklah. Begini menurut informasi yang kita dapat pihak Eropa Tuan Brian besok pagi akan mendarat di kota W dan mengadakan pertemuan dengan mu.
"Tampaknya dia sudah berubah fikiran. Bo, Rey bersiaplah kita akan tempur besok pagi."
Pukul 07
Kecupan selamat tinggal mengawali perpisahan Xi Yuan dengan Wanita yang sudah di gaul*nya itu.
"Jaga dia baik-baik, jika dia melarikan diri, maka nyawa kalian yang akan aku larikan."
"Siap, Tuan"
Mobil Xi Yuan melaju menuju perusahaan, dengan gerak cepat Fei disertai anak buah nya langsung mengepung Menara Xi Yuan., melawan bodyguard, hingga mengalami pertumpahan darah. Setelah selesai membereskan pria-pria berbadan kekar tersebut. Fei membawa Keke pergi dari sana.
__ADS_1
Flashback Off
----------------