Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Identitas Baru


__ADS_3

...****************...


Kota C


Ming Ke dan Chu Xia mendarat di kota ini, tempat dimana kampung halaman Chu Xia berada.


Kursi tunggu


Menguap ngantuk, "Ibuu, Yi lelah"


"Berbaringlah disini Yi, ibu akan membangunkan mu nanti," membaringkan tubuh Yi di atas pangkuannya.


Wei-Wei sangat lelap, hingga saat ini dia belum juga bangun. Keke meletakkan kepala anaknya di kaki kanan dan kiri.


Chu Xia berteriak dari depan pintu masuk Bandara, "Keke ini jemputan nya, ayo!" Mereka menghampiri pria berbadan kekar, tinggi dan berwibawa yang sudah menunggu.


Chu senang kali ini pacarnya datang menjemput. Karena biasanya jika Chu minta jemput dia selalu sibuk.


"Sayang!!" Chu melompat ke pundak pria itu.


"Kenapa cepat pulang? Biasanya lam... a"


Pria itu tidak melepaskan tatapannya pada wanita yang tengah berjalan diikuti kedua anaknya.


Chu berbalik, "Ahh.. Kenalkan ini teman ku,"


Lao X menyingkir dari hadapan Chu dan langsung beralih menghadap Keke tanpa berkedip.


"Haii lady's, nama ku Lao X,"


"Haii, nama ku Vivian," jawab Ming Ke.


Identitas yang dibuatkan paman nya Chu untuk keamanan Ming Ke, karena Kota C memang terlihat tenang tapi sebenarnya ini adalah kotanya para Mafia.


"Nama yang bagus, sama seperti orangnya"


"Terimakasih"


Mereka melanjutkan perjalanan menuju desa.


Desa


Memeluk nenek nya, "Nenek Chu pulang!! Bagaimana kabar mu akhir-akhir ini"


"Cucu ku akhirnya kembali... aku sangat merindukanmu.." membalas pelukan.


"Aku sehat seperti biasa nya, inii..." melirik melihat Keke yang baru saja masuk dengan barang-barang nya.


"Nenek ini teman ku, Mi.. Eh maksudnya Vivian," Chu hampir saja keceplosan.


"Ooh teman nya Chu, mari-mari letakkan mereka disini," serunya, melihat kedua bocah itu benar-benar terlelap.


"Salam Nek, kenalkan saya Vivian," membungkukkan badannya.


"Ahh.. anak yang manis," tersenyum bahagia.


Mereka membersihkan diri lalu mengobrol hingga malam hari.


Kamar Chu. "Nak, siapa sebenarnya Vivian itu, kenapa kau membawa wanita seperti dia ke sini," nenek bertanya.


"Nenek tidak perlu waspada, dia bukan orang jahat, Chu kenal baik dengannya," jawab Chu menenangkan neneknya.


Wajar saja jika waspada, nenek juga memilih tinggal di desa terpencil ini demi menghindari kejahatan yang ada di kota ini.


"Dia seorang ibu tunggal yang harus mengurus juga menghidupi kedua anaknya, Vivian di hamili oleh seorang bajing@n di kota nya,"

__ADS_1


"Nek, Vivian sudah banyak menderita Chu harap dia tidak akan merepotkan mu ya..."


"Nenek sangat senang jika dia benar-benar pindah ke sini, itu artinya malam-malam sunyi disaat kepergianmu akan berlalu setelah kehadiran mereka," Nenek memeluk cucu kesayangan nya itu.


Seminggu sudah berlalu Keke tinggal di gubuk kecil ini, hari ini adalah hari dimana Chu akan kembali bekerja ke Kota W.


"Chu Xia kabari aku jika sudah sampai nanti,"


"Bagaimana caranya, kau tahu sendiri ini desa terpencil, tidak ada jaringan disini,"


"Iya aku tahu bahkan ponsel yang baru saja ku beli juga tidak dapat digunakan karena sulitnya akses jaringan,"


"Tidak apa yang penting kabari saja, saat aku ke kota nanti, aku juga akan membaca pesan dari mu,"


"Baiklah, aku pergi, dahh nenek... daahh keponakan lucu akuuuhh..." Chu melambaikan tangannya.


Chu menaiki mobil sayur yang hendak pergi ke pasar kota. Setelah sampai barulah Chu memesan taksi online menuju Bandara.


"Mommy kenapa kita tidak ikut kembali bersama tante"


"Wei-wei, mulai sekarang kita akan menemani nenek disini"


"Yi senang tinggal disini, udaranya sangat sejuk!"


"Wei-Wei juga! Tapiiii akan lebih seru jika ada ayah F..."


Yi-Yi berteriak, "Tidak!"


"Tanpa paman kakak juga bisa buat Wei-Wei senang, ayo!" Yi menarik adiknya untuk main bersama.


"Xi Yi putra ku," lirih Keke melihat kedua anaknya bergembira.


Keke membantu Nenek membersihkan rumah nya, karena nenek bekerja sebagai pelayan, rumahnya sering kali tidak terurus. Nenek pergi subuh pulang sore begitulah setiap harinya.


"Yiii, Weiii, lihat nenek belikan sedikit buah untuk kalian!"


"Tidak merepotkan Vivian, nenek hanya senang akhirnya hari-hari sunyi di rumah ini datang lagi, malah nenek yang merepotkan mu harus membersihkan rumah ini,"


"Bukan apa-apa kok Nek, Vivian hanya membantu sedikit saja"


"Nek, boleh kah Vivian bertanya?"


"Iya kenapa, Nak"


"Nenek tadi bilang, *hari-hari sunyi di rumah ini datang lagi. maksudnya apa ya?"


Karena sudah mempercayai kalau Ming Ke benar-benar wanita baik, nenek akhirnya berani menceritakan tentang mereka.


"Dulu, di rumah ini ramai sekali. Nenek punya anak sepasang sama seperti mu, mereka sudah berumah tangga dan tinggal disini,"


"Tapi dalam waktu 3 hari saja mereka pergi dan tidak akan kembali lagi..." Nenek mulai menitikkan air matanya.


"Malam itu suami ku dituduh mencuri berkas penting dari kelompok Mafia. Karena putra ku bekerja di bandara, dan putri ku ingin melahirkan, aku hanya bisa mengandalkan menantu ku untuk menemui mereka. Tapi keduanya terlibat kecelakaan lalu-lintas dan meninggal saat itu juga," Nenek terus menghapus air matanya.


"Suami ku terbunuh Mafia itu, sedangkan put...putri ku ter-tersayang... Hiks... tiga hari setelah melahirkan Chu Xia, dia mengalami pendarahan hebat dan tiada... Huhuhu Hikss.... Hiksss... Hiks..." Tangis nenek pecah setelah mengenang kembali malam-malam pahit itu.


Ming Ke juga meneteskan air matanya, mendengarkan kisah pilu nenek Chu, "Nenek maafkan Vivian karena lancang..."


Nenek masih mengisak tangisnya. "Ti-tidak Nak, tidak, kau tidak bersalah.. ini semua mungkin memang sudah jalan terbaik untuk ku," membalas pelukan Vivian.


2 bulan kemudian.


Subuh menjelang kepergian nenek.


"Nenek apa Vivian boleh ikut dengan mu? kau sudah lelah bekerja, masih harus berbelanja keperluan sehari-hari untuk kami,"

__ADS_1


"Nak, disini sangat berbahaya, aku tidak mau kau terluka,"


"Aku bisa jaga diri kok,"


"Mm baiklah, pastikan kau menutup rapat pintu rumah guna menjaga keamanan mereka"


Vivian memberitahu Xi Yi bahwa dia akan pergi dengan nenek menuju pasar kota.


Mereka berhenti di halte bus. "Nenek ini sudah kesekian kalinya bus berhenti, kenapa kita tidak menaikinya?"


...----------------...


Banyak tanya dong ya... Wajah lah namanya Ming Ke mantan Wartawan😁


Lanjut?


Lanjut....👇


...----------------...


"Tidak Nak kita akan di jemput, mungkin sebentar lagi tiba"


Chittt


Mobil sedan berhenti dihadapan mereka. "Masuklah," pinta nenek.


"Ni.." Supir menyerahkan kartu ATM kepada nenek.


"Hari ini Tuan mau makan seafood," lanjutnya.


"Baiklah"


Setelah itu tidak ada lagi pembicaraan sampai mobil berhenti di sebuah Mall besar.


"Cepatlah, Tuan kembali sebelum makan siang"


Nenek membawa Vivian masuk kedalam Mall dan berbelanja semua kebutuhan mereka. Mereka berpisah, Vivian membuka ponsel nya dan melihat pesan masuk dari Chu Xia yang mengabarkan dirinya telah sampai di kota W 2 bulan lalu.


"Ckk anak ini," membalas pesan Chu.


30 menit berlalu dan nenek sudah selesai dengan barang belanjaannya.


"Oh astaga Vivian, apa yang akan kau lakukan..." ucap nenek.


"Nenek, daripada berbelanja setiap hari lebih baik belanja sekalian untuk seminggu yang akan datang," jawabnya sumringah.


"Nak, kau tahu sendiri kita tidak punya kulkas, bagaimana bisa mereka bertahan hingga seminggu"


"Nenek tenang saja, nanti Vivian yang akan mengaturnya"


"Hmm terserah kau saja," tersenyum melihat tingkah Vivian yang sudah dianggap sebagai putri nya sendiri.


Setelah melakukan pembayaran nenek dan Vivian keluar dari Mall dan kembali melanjutkan perjalanan mereka.


......................


Author Pov:


JANGAN LUPA!


*Like👍


*Komen📩


*Subscribe💙

__ADS_1


HAPPY READING GUYS.....


......................


__ADS_2