Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Siapakah Dia?


__ADS_3

...****************...


Aula Apartemen Acara Richard


Rey menurunkan mereka tepat di pintu masuk yang telah terbentang karpet merah. Meski mewah tapi acara ini terjaga dari para reporter, penguntit ataupun lainnya.


Rey memandangi Bo dan berkata, "tetap jaga keselamatan,"


"Rey kau sedang mengkhawatirkan ku," dengan mata berbinar.


"Kau sebagai pi-"


Menutup mulut Rey dengan jari telunjuknya, "Jangan katakan disini masih ada mereka," bertingkah sley tertunduk malu-malu pada Rey.


Memukul kepala Bo hingga mengenai setir mobil, "Aku tidak suka batang! Kau kira aku Gay!"


"Yakk... aww jidat tampan ku yang malang," meringis mengelus jidat nya.


Xi Yuan dan Ai Ki sudah terlebih dahulu keluar dari mobil karena malas mendengarkan pertengkaran mereka berdua.


"Cepat turun! Ingat kau sebagai pion disini, kalau kau terluka, maka aku tidak bisa memantau keselamatan semuanya," jelas Rey.


Mengabaikan Rey, keluar dari mobil, memutar balik badannya lagi lalu mengetuk kaca mobil, "Aku akan membalas mu!" tapi tidak di gubris oleh Rey.


Bo berjalan di belakang Yu dan juga Kiki.


Penjaga pintu, "bukti undangan,"


Yu mengeluarkan ponsel nya lalu menunjukkan bukti bahwa dirinya memang tamu undangan.


Penjaga pintu menghentikan Bo. "Undangan mu"


"A-aku," berusaha memberi kode pada Yu yang sudah berjalan terlebih dahulu.


"Dia asisten ku, ini istri ku, mereka orang ku,"


Setelah mendengarkan perkataan Yu mereka membuka jalan masuk untuk Bo.


"Reyyy disini menakutkan" ucap nya lirih pada mic yang terpasang di tubuhnya.


Rey menjawab, "Aku berdoa agar kau cepat mati"


Kiki dan Yu yang mendengar jawaban Rey terpekik kecil sambil melirik Bo.


"Hmp aku benci kalian semua," berjalan cepat menuju meja makanan.


Suasana sudah sangat ramai mengisi ruangan besar ini, tapi pemain utama nya belum juga terlihat hingga saat ini.


"Bo, berhenti!"


Saat Bo ingin memakan kue tart di tangannya Rey memberi perintah untuk berhenti.


"Ada apa, Rey?" tanya Yu.


"Yu aku mendeteksi ada banyak alat berbahaya disini," tukas nya.


"Bo saat ini kau sudah berada di tengah-tengah ruangan, coba berputar secara perlahan," lanjutnya.


Bo memutar tubuh nya secara perlahan sesuai engan yang diperintahkan Rey.

__ADS_1


"Dapat!"


Yu berkata, "Katakan,"


"Lantai dua, arah jarum jam 11, ada 5 orang bersenjata api. Di belakang panggung ada 10 titik merah berbahaya. Tepat di belakang kalian aku melihat 10 orang menyembunyikan granat, dan disekeliling area bawah mereka memegang pistol."


"Tu-tuan kenapa banyak yang bersenjata," lirih Kiki.


Bo takut mendengar penjelasan Rey langsung berjalan mendekati Kiki dan juga Yuan.


"Tidak perlu terlihat panik, kota ini memang kota nya para mafia, mungkin saja teman ayah nya tuan Brian banyak yang Mafia."


"Sedikit masuk akal, tapi sepertinya aku merasakan aura yang berbeda disini," jawab Yuan.


"Yu, aku mendengarkan ucapan mereka. Sebentar lagi akan ada orang yang mendatangimu,"


Yuan memutar badannya perlahan, dan benar ada seorang pria bertubuh kekar mendatangi nya.


Tiba-tiba datang lalu memegang dasi Yu, "Tuan, jika ingin melindungi istri mu kau tidak perlu membawa ini, itu sudah menjadi tugas kami dalam melindungi keselamatan tamu undangan termasuk kau," melepaskan capitan dasi Yuan lalu pergi meninggalkan nya.


"Kerja bagus Rey, tebakan mu benar," Yuan memuji Rey atas apa yang sudah dipersiapkan nya.


"Ternyata ruangan ini benar-benar dilindungi ID itu," ucap Rey.


Setelah sekian lama menunggu akhirnya acara pun dimulai.


Pembawa acara 1, "Para Hadirin yang terhormat............"


Pembawa acara 2, "mari sambut dengan meriah Tuan rumah kita, Richard,"


Richard keluar dari balik panggung, dengan Ai Ling sebagai pendamping nya.


"Ai Ling!" ucap Xi Yuan, Bo Gum, dan Ri Rey.


Bersamaan.


"Hallo semua, aku Richard mengucapkan terinjak bagi yang sudah hadir di acara memperingati hari kelahiran ku, ohh maksudnya hari ku bertambah tua ini, ahahahha"


Diikuti para hadirin.


"Aku tahu kalian semua pasti bertanya-tanya siapa wanita di samping ku ini bukan?"


Hadirin,


"Benar siapa dia?"


"Apa dia akan jadi ibu tiri Brian?"


"Wahh ini sih hadiah yang sangat spesial untuk Brian, setelah sekian lama baru ini kau mencari wanita lagi,"


"Ya, aku juga ingat waktu itu kali terakhir kau mengadakan acara, wanita yang mendampingimu bukan ini, bahkan lebih cantik dari ini,"


Ai Ling yang tadinya tersipu malu, seketika menatap tajam pria yang berkata seperti itu padanya.


Memang sih, dibandingkan dengan ibu nya Yuan Ai Ling tidak ada apa-apa nya, xixixi...


"Bukan, bukan, aku hanya meminjam nya untuk mendampingi ku di acara ini," melepaskan tangan Ai Ling.


"Dia bukan siapa-siapa," noh mulai tu sifat konyol nya.

__ADS_1


Richard memang terkenal sebagai pemimpin bijak dan berwibawa sama seperti Xi Yuan anak nya. Tapi di balik itu semua dia hanya seorang pria berandalan yang licik, jahat, dan juga psikopat di dunia Mafia nya.


Mendengar perkataan Richard mengenai dirinya, Ai Ling hanya terdiam dengan terus mengikuti Richard dari belakang.


Degh


Mendengar ucapan Richard, Xi Yuan seperti mengenali sifat seperti itu, "Rey, apa latarbelakang Richard belum bisa di pastikan?"


Rey menjawab dari dalam mobil,sambil terus mengamati Aula, "Sampai sekarang belum juga, Yu"


"Sepertinya mereka menyembunyikan sesuatu," ucap Kiki.


"Aku jadi semakin penasaran sebenarnya siapa Richard ini," Xi Yuan terus menatap Richard yang tengah berbicara di atas panggung.


Bo memperjelas, "Mengenai Ai Ling, mungkin karena memang pekerjaannya jadi bisa mengenal Richard,"


"Tapi Brian sepertinya tidak punya sifat seperti itu pada wanita," ujar Yuan.


Bo berkata, "Kenapa dia malah seperti sifat mu, tuan Yu," nada semakin rendah ketika menyebutkan nama Yuan.


Sontak perkataan itu langsung mendapat tatapan tajam dari Yu, dan Yuan juga semakin mengingat kembali tentang dirinya sendiri.


"Bo benar, tadinya aku juga berfikir seperti itu, tapi ternyata mereka juga tahu aku juga sama seperti Richard memandang wanita murah sebagai hal kotor."


Richard terus berbicara kebahagiaan nya dengan para hadirin lalu, "..... sudah, sudah, aku sudah banyak berbicara, hari ini aku akan memberi hadiah besar untuk putra ku Brian karena keberhasilannya dalam menjalankan tugas di kota A, 3 hari yang lalu,"


"Tugas yang dia bicarakan, apa tuan Richard juga seorang mafia?" batin Yuan.


Memanggil Brian untuk naik ke atas panggung.


Menepuk pelan bahu Brian, "Karena kau sudah membantu ku sejauh ini, terimalah hadiah dari ku untuk mu,"


Seorang wanita berjalan lambat, menunduk menghampiri mereka bertiga diatas panggung. Terus menunduk sampai Brian juga tidak dapat melihat siapa wanita itu.


Ketika langkahnya sudah semakin dekat, Ai Ling berdiri di hadapan nya, "jangan bermain-main," bisik nya, namun membuat wanita itu bergetar takut.


Dia mengangkat kepala nya, melihat fokus hanya ke Brian saja, terus berjalan ke depan.


"Itu kan..." lirih Brian.


"Ahh" Teriak para hadirin.


Brian berjalan cepat menopang tubuh lemah wanita yang hampir terjatuh itu, "Hati-hati,"


Dia kembali berdiri melihat sekilas ke arah Richard.


Richard terbelalak memperingati wanita itu.


Dia menundukkan kembali wajahnya, lalu berdiri tegak menghadap para hadirin.


Setelah berbalik arah, seketika mata Xi Yuan dan Kiki, juga kedua sahabat nya tidak berkedip menatap siapa wanita yang konon tengah berdiri di samping Brian.


"Hak!! Wanita itu, wanita itu bukannya......"


......................


...Bo Gum...


...Membuat sebuah karya bukanlah hal mudah...

__ADS_1


..._Terimakasih atas dukungan nya all💙_...


__ADS_2