Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Melarikan Diri


__ADS_3

...****************...


Dreettt....


"Bos barusan Rumah Sakit menelpon, Nona Keke mengalami kejang!" ujar bodyguard.


Tanpa berkata Liu Fei berlari menuju lift dan segera melaju kencang mobilnya menuju Rumah Sakit.


"Apa yang terjadi disini!" teriaknya pada bodyguard yang berjaga di kamar itu.


"Paman Fei-Fei," Ming Wei kecil memeluk kaki Fei dari belakangnya.


Fei membalas pelukan gadis itu sambil berkata, "Sayang tidak apa, ada paman disini."


"Paman, tadi tante jahat datang, lalu melakukan sesuatu pada infus ibu dan membuat ibu jadi seperti ini, hikss..." ucap Yi-Yi.


"Tuan, sepertinya wanita itu adalah nona Su Nian-Nian"


"Nian-Nian! dimana dia!" bentak Fei pada anak buahnya.


"Bodyguard yang mengejar nya kehilangan jejak, jadi..."


"KALIAN GAGAL LAGI!!" emosi Fei semakin menjadi.


"CARI CEPAT!! jika kalian semua tidak menemukannya sampai fajar esok, Hiu peliharaan ku juga masi butuh MAKAN!!" bentak Fei kepada bodyguard, anak buah ataupun asistennya.


Dokter keluar. "Bagaimana kondisinya, Dok?" tanya Fei.


"Untuk saat ini pasien sudah aman. Karena kami langsung menangani racun tersebut,"


"Racun apa itu?"


"Racun itu sepertinya sudah dicampur dengan beberapa racun lain, sehingga membuat pasien kejang,"


"Untuk itu pasien perlu istirahat terlebih dahulu setidaknya selama satu malam, agar benar-benar pulih" lanjutnya.


Fei hanya bisa menuruti perkataan dokter demi kesembuhan Ming Ke. Begitupun dengan kedua anak ini.


Pagi hari.


"Ming Ke? kau sudah sadar," ujarnya.


"Aku sudah lebih baik"


Wei bertanya, "Mommy kapan kita bisa keluar dari sini?"


"Sebentar lagi kita akan pergi dari sini, Sayang," Ming Ke mengecup kening putrinya.


Telepon Fei bergetar, "Baik tunggu aku,"


"Keke aku masih ada urusan, aku akan kembali menjelang makan malam, pastikan kau menjaga pola makan mu dengan baik," ucap nya.


"Pergilah Fei, SELAMAT TINGGAL." Keke menekankan kalimat itu dengan Fei.


"Yi selama paman tidak ada, gantikan paman untuk menjaga ibu mu dengan baik, kau mengerti?" kata Fei kepada Xi Yi.


"Baik, paman" jawabnya dengan senyuman.


Fei pergi meninggalkan kamar.


Belum lama Fei pergi, terdengar suara seorang wanita yang berusaha meminta izin masuk kedalam kamar Ming Ke.


"Tuan-tuan, aku temannya Keke, tolong izinkan aku masuk yaaaa," ucapnya memohon.


Mendengar suara itu Ming Ke berjalan ke arah pintu, "Dia teman ku, biarkan dia masuk," ujarnya.

__ADS_1


"Baik, tapi tidak boleh lebih dari 10 menit," ucap bodyguard itu membatasi waktu pertemuan mereka.


Ming Ke membawa masuk wanita tersebut.


Setelah berhasil masuk, wanita itu berkata, "Huhh mereka sangat menyeramkan."


"Kau membawa semua yang ku pinta kan?" tanya Ming Ke padanya.


"Tentu!" jawabnya meyakinkan.


"Yi, Wei, bisakah kalian keluar sebentar sayang? ibu mau diskusi dengan tante baik ini"


"Baik, Bu"


Setelah mereka keluar, barulah wanita ini mengeluarkan semua isi tas ransel nya. "Nih, semua ada disini, termasuk ponsel baru yang kau minta," ujarnya.


"Chu Xia, terimakasih. Aku sungguh berhutang jasa padamu kali ini,"


"Tidak perlu sungkan. ngomong-ngomong kenapa kau meminta ku mengambil ini semua?" Wanita itu menunjuk pada ponsel, ATM, dan beberapa barang penting lainnya.


"Kau juga sudah dengar, aku pernah bilang punya seorang ipar yang menginginkan anak ku menjadi pengganti anaknya yang telah tiada,"


"Saat ini, pria itu mengejar ku hingga ke Kota ini. Sedangkan Liu Fei..." Keke menghela nafas.


"Dia sudah sangat banyak membantu ku, termasuk membantu melindungi ku dari pria itu. Tapi disisi lain dia sudah mempunyai tunangan...."


Ucapannya dipotong Chu Xia, "Apa! maksud mu Presedir Fei sudah bertunangan!" jawabnya terheran-heran.


"Benar, dan wanita itu malah mengatakan anak-anak adalah anak ku dengan Fei. Dia juga sudah membahayakan nyawa ku kemarin,"


"Kau tahu, aku hanya takut dia akan melampiaskan amarahnya pada anak-anak. Jika bukan demi melindungi mereka dan mengenang kebaikan Fei, aku bisa saja melawannya," ungkap Keke dengan nada sendu.


"Keke maaf meski kau menceritakan semuanya aku tidak dapat membantu mu,"


"Tidak, jika bukan kau yang membantu ku saat ini entah pada siapa lagi aku harus meminta pertolongan"


Chu Xia pergi meninggalkan kamar. Kini tinggal Keke seorang didalam sana, memikirkan cara agar dapat keluar dari pengawasan mereka.


"Kalian! tolong bantu aku,"


"Apa yang bisa kami bantu Nona?"


"Aku ingin pergi ke taman rumah sakit ini, bantu dorong kursi roda ini, bisa kan?"


"Tentu"


Dua penjaga yang diperintahkan Fei membantu Keke menuju Taman.


Mereka terus saja mengikuti kemana Keke dan anaknya pergi, "jika terus seperti ini, kapan aku dan anak-anak punya kesempatan," Keke berfikir sejenak.


"Mm itu, kalian bisa meninggalkan ku sebentar tidak? 15 menittt saja. Aku ingin bersama dengan anak ku tanpa merasa diawasi,"


"Baik, hanya 15 menit"


Mereka pergi meninggalkan Keke dengan anak-anaknya.


"Wei, Yi,"


"Ya ibu, mommy" jawab mereka serentak.


"Cepat ambil ini!" melemparkan barang-barang yang dibawakan Chu Xia sebelumnya kepada Yi-Yi.


Keke berdiri melepas infus ditangannya, "Ayo! Kita tidak punya banyak waktu," ucapnya.


Mereka bergerak menuju kamar mandi, Keke mengganti pakaian secepat mungkin, sedangkan anaknya mengawasi dari luar.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama, taksi online yang sebelumnya sudah dipesan Keke sampai. Mereka langsung saja masuk kedalam nya.


"Mommy... apa kita akan kembali kesini lagi?"


"Hmm tidak sayang, disini terlalu berbahaya, mungkin sekarang mommy yang terluka, tidak tahu kedepannya akan melukai siapa,"


"Jika itu kalian, tentu saja mommy tidak menginginkannya"


"Bu, apa baik meninggalkan paman Fei tanpa kabar?"


"Yi, ibu tahu kau mulai menggunakan komputer ku untuk bermain, meski ibu tidak tahu apa yang kau lakukan, ibu harap kepergian kita ini jangan sampai diketahui oleh siapa pun, kau mengerti,"


"Baiklah, bu"


Wei tertunduk, "Mom apa Wei-Wei akan mendapatkan ayah baru lagi? Wei baru saja mendapatkannya setelah sekian lama,"


"Wei-Wei, maafkan mommy ya, ini semua demi kebaikan kalian anak-anak ibu"


Keke mencoba menenangkan putri kecilnya, memeluk mereka disepanjang perjalanan.


"Chu Xia!"


"Ming Ke," melambaikan tangannya.


"Keke ini tiket penerbangan mu," menyerah kan selembar kertas.


...----------------...


Flashback On


Sebelum meninggalkan kamar pasien.


"Aku ingin meninggalkan kota ini tanpa diketahui siapapun, tapi aku juga masih bingung bagaimana dan kemana,"


Xia menjawab, "Keke, sepertinya aku bisa membantu mu!"


"Aku mengambil cuti tahunan untuk menjenguk nenek ku di desa. Bagaimana kalau kau ikut dengan ku saja!" lanjutnya.


"Ikut dengan mu?"


"Begini, aku punya dua password, karena paman ku bekerja disana, pertama aku akan memesan tiket untuk mu, meminta bantuan nya memalsukan data mu agar bisa menggunakannya, dan pergi dengan aman,"


"Bagaimana, bagus tidak rencana ku?"


"Apa bisa seperti itu?"


"Kau tenang saja, kau hanya perlu memikirkan cara agar dapat pergi ke bandara tanpa ketahuan mereka, dan aku akan mengurus sisanya."


Flashback Off.


...----------------...


"Ayo cepat pesawat sudah akan lepas landas!!" Chu Xia membantu Keke membawa anaknya.


Mereka pergi meninggalkan kota W tanpa jejak sedikit pun.


Sementara itu di Rumah Sakit


"Loh bukannya tadi mereka disini!"


"Lihat, itu kursi rodanya!!" Bodyguard menunjuk ke arah samping kanan.


Mereka berlari mendekat, "Kacau! Kemana mereka perginya?"


"Ayo cari! Bisa marah besar Tuan Fei jika tahu mereka hilang!"

__ADS_1


Mereka mencari di sekeliling taman.


__ADS_2