Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Jebakan


__ADS_3

...****************...


Aula Acara


Ming Ke mengangguk menelaah ucapan terimakasih dari adiknya.


"Ngomong-ngomong, pria banjing@n yang kau bilang, dia juga ada disini loh"


"Benarkah?"


"Lihat," Ming Ke menunjuk ke arah Xi Yuan dan Liu Fei


"Itu pasti istrinya,"


"Kau tahu?"


"Ya, aku di undang untuk hadir di acara pernikahan mereka. Tapi kala itu aku masih sibuk dengan acara fashion ku di luar Kota. Jadi tidak sempat menghadirinya,"


"Sudahlah, sekarang semua sudah damai. Kau lakukan saja pekerjaan mu dengan baik. Toh, suatu saat pasti akan ada pria tulus yang mencintaimu"


"Kau benar, tapi untuk saat ini aku akan fokus terhadap karir dulu"


"Em, itu lebih baik"


Disisi lain pembawa acara memulai acaranya.


"Para hadirin, acara akan segera kita mulai. Mohon untuk segera menempati kursi yang sudah kami sediakan dan mengikuti tahap demi tahapan acara dengan tenang,"


Teguran itu membuat semua orang menurut, mereka segera mencari tempat duduk nya masing-masing.


"Acara sudah mau di mulai. Ayoo," ajak Liu Fei pada istrinya.


Mereka menuju ke kursi mereka masing-masing. Setelah beberapa sambutan dari para atasan akhirnya acara inti pun di mulai.


"Barang yang pertama. Yaitu sebuah kalung dengan simbol hati yang melambaikan kasih sayang tiada tara. Barang dari nona Cloudy. Kita buka harga 100 Land, setiap penawaran bertambah 50"


Mereka memulai perebutan barangnya.


"150"


"200"


"300"


.


"350"


Brian berkata, "450"


"Siapa lagi? 450, ada lagi?"


Semuanya hening.


Tuk


Tuk


"Barang terjual kepada Tuan Brian. Terimakasih Tuan,"


"Motif nya biasa saja," ujar Ming Ke.


"Kau tidak tahu apa-apa tentang perhiasan," jawab Xi Yuan.


"Barang ke 2"


"Barang ke 3"


"Barang ke 4"


Suasana ramai menyelimuti Aula acara, semua orang berebut untuk mendapatkan berlian, perhiasan, ataupun Giok langka yang di bawa beberapa orang untuk di lelang kan di acara tersebut.

__ADS_1


"Ming Ke, ini sudah barang ke 20. Apa kau tidak menyukai satupun dari mereka?"


"Tidak. Aku merasa tidak perlu memiliki begitu banyak pernak-pernik diri"


"Kau hanya punya 1 gelang Giok, dan satu cincin. Apa kau benar-benar tidak ingin? Atau kau takut uang ku habis untuk membeli semua barang kesukaan mu disini?"


"Tidak, aku tahu kau punya banyak uang. Tapi aku benar-benar merasa itu tidak perlu"


"Baiklah. Tampaknya aku harus membeli mereka semua agar kau tahu uang ku tidak akan habis walau kau membeli semuanya," paksa Xi Yuan.


"Barang ke 21. Disini kita mendapatkan batu permata terlangka sepanjang sejarah, batu giok berwarna emas kecoklatan dengan corak indah di dalam nya. Giok ini di usulkan dari Tuan Young. Kita buka harga 400 Land, kenaikan setiap 100 kelipatan," ucap pembawa acara.


Xi Yuan mengangkat papan nya, "600"


"Xi Yuan, apa yang kau lakukan!" pekik Ming Ke menahan tangan pria itu.


"Kau tidak mau membeli mereka bukan? Aku yang akan menggantikan mu"


"Tidak, aku tidak mau"


"Baiklah," Yu kembali mengangkat papan nya. "1 juta"


Orang lain menawar, "1 juta 200"


"Baiklah, baiklah. Aku akan membeli tapi hanya 1 barang kau paham"


"Baik, aku akan menawar kan barang yang kau suka sampai dapat," ujar Xi Yuan.


"1 juta 200, satu," kata pembawa acara.


"1 juta 200, dua. Ada lagi?"


"1 juta 200, tiga"


Tuk


Tuk


"Terjual 1 juta 200 Land. Selamat untuk kau Nyonya," ucapnya.


"Selanjutnya barang ke 23,"


Cukup lama acara lelang berlangsung, namun Keke tidak menaruh keistimewaan nya pada setiap barang yang di keluarkan.


"Berikut, barang terakhir dan tercantik dari acara lelang malam ini. Perhiasan berbentuk kalung, anting dan cincin. Yang dibuat dari permata terlangka dan terbaik di kelasnya juga permata yang menempati urutan pertama salam dunia sejarah perhiasan," ujarnya membuka kain pembungkus kotak kaca berisikan satu paket perhiasan didalamnya.


"Wahh... Cantik sekali"


"Kau suka?"


"Em, tapi entah berapa harga yang di tawarkan"


"Sekali beli dapat 3 barang. Ini, sepertinya cukup mahal," ucap Xi Yuan seolah dirinya tidak mampu membeli barang tersebut.


"Yuan benar, sepertinya itu cukup mahal. Sudahlah," batin Ming Ke.


Yuan tersenyum smrik melihat kekecewaan terpancar dari raut wajah Ming Ke.


"Warna biru laut yang elegan bercampur dengan biru tua sebagai motif nya. Membuatnya semakin indah di pandang mata juga mempesona bila memakainya. Barang dari Tuan yang tidak ingin disebutkan namanya, dia membuka harga sebesar 50 juta Land. Setiap penaikan 10 juta," ujarnya.


Di sisi lain.


"Sayang, tawarkan itu untuk ku," ucap Jennie Lin pada Liu Fei.


"Baik, 70 jut-"


"100 juta," ucap Xi Yuan menyambar.


Seketika semua orang merubah pandangannya ke arah Xi Yuan begitupun dengan Liu Fei dan juga istrinya.


"150 juta," tawar Liu Fei.

__ADS_1


"250 juta," kata Xi Yuan.


"Kau...! Istriku sedang mengidam, aku yang terlebih dahulu mengangkat papan," tukas Fei yang duduk tepat di samping Xi Yuan.


"Wahh, mereka menawar barang sampai gila"


"Benar, padahal jika tidak di sini. Perhiasan itu terjual berkisar 50 juta saja. Tapi mereka memberikan harga 5x lipat dari harga aslinya"


"Uang para CEO tidak bisa dihitung banyaknya,x


"Mereka akan terus berebut, kita lihat saja siapa yang akan mendapatkannya,"


ucap mereka melihat pertarungan perebutan barang yang dilakukan Liu Fei dan juga Xi Yuan.


Melihat mereka terus menaikkan harga, pembawa acara sampai bingung siapa yang akan mengalah. "Tampaknya Tuan-tuan ini sangat menginginkan barang langka ini ya. Ayo, siapa lagi. 300 juta, ada lagi yang ingin menambahkan?" tanyanya.


Dari sudut seorang anak kecil memakai masker hitam, yang di kawal dua bodyguard nya angkat bicara, "500 juta"


"Wahh... Tampaknya Tuan ini juga menginginkannya," ucap pembawa acara"


Fei ingin mengangkat tangannya. "Sudah, itu sudah terlalu tinggi. Jangan tawar lagi," tukas sang istri.


Ming Ke pun begitu juga, "Yuan, lepaskan saja. Jangan berebut lagi,"


"Tidak bisa. Wanita ku sangat menginginkan nya, aku tidak bisa melepaskan ini," batin Xi Yuan. "700 juta," ucap nya.


"Xi Yuan!" Ming Ke terkejut marah karena Yu tidak mengindahkan perkataannya.


"Ada lagi?"


Semuanya hening. "Selamat! Barang terjual sebesar 700 juta Land. Terimakasih untuk partisipasinya Tuan Xi Yuan. Semoga kekasih mu menyukainya."


Acara selesai, semua orang kembali setelah perebutan sengit itu.


Bo dan Rey menghampiri Xi Yuan yang tengah duduk menunggu Ming Ke kembali dari toilet.


"Yu, kau benar-benar gila menawar hingga setinggi itu," kata Bo.


"Apa salahnya? Wanitaku menginginkannya," ucapnya santai.


"Salah kan pria cilik itu, dia seperti sengaja membuat Yuan menaikkan harga barang," ujar Rey.


"Benar, siapa pria kecil yang menutupi wajahnya tadi? Dia membuat Yuan harus menaikkan harga hingga setinggi itu?" tukas Bo Gum.


Mereka terus berbincang. Sementara itu di toilet wanita, Ming Ke tengah memaki Xi Yuan karena kebodohannya.


"Pria itu! Dia sama sekali tidak merasa telah membuang uang dengan sia-sia. 700 juta! Aku bisa membeli 50 mobil 20 rumah bahkan aku bisa berinvestasi di Gym, dengan uang sebanyak itu. Dia benar-benar tidak masuk akal!" ungkapnya menatap kaca.


Buzz


Buzz


Getaran ponsel Ming Ke. Panggilan dari nomor tidak dikenal.


"Siapa ini?" gumamnya mengangkat panggilan tersebut.


"Ya, halo"


Suara seorang pria. "Ibumu mengalami kecelakaan dan harus segera di operasi. Segera tanda tangani surat nya. Datanglah ke rumah sakit 005 Kota C,"


Keke terkejut, "Ibu! Kota C? Bagaimana keadaannya sekarang? Kau siapa?" tanya Ming Ke khawatir. "Halo, ha-"


Panggilan terputus, Ming Ke mencoba menghubungi nomor itu kembali. Tapi tetap tidak bisa. "Si@l!... Ibu, jangan sampai terjadi apa-apa padamu," batinnya.


Ming Ke keluar dari Hotel tanpa menemui Yuan terlebih dahulu, dirinya sudah terlanjur khawatir dengan keadaan ibunya, Ai Ling.


...----------------...


...Qarry_Adz...


...Jalani Hidupmu, Nikmati setiap prosesnya, Bahagia dengan caramu sendiri. Jangan perduli kan ocehan Makhluk berdosa itu...

__ADS_1


__ADS_2