
...****************...
Panggilan berakhir Vivian pun segera pergi membersihkan diri,. Setelah selesai, Vivian hanya menggunakan handuk kecil untuk menutup tubuhnya.
"Em... Tunggu, Tuan Yu sudah pergi bukan... Dia juga sudah selesai berbenah tadi," dia mengira Xi Yuan akan segera pergi dari apartemen ternyata tidak.
"Kau sudah selesai," Tiba-tiba muncul di pintu kamar mandi.
Terkejut, "Omo! Xi Yuan! Kau mengejutkan ku! Kenapa kau masih disini!"
"Aku belum sarapan, apa kau berharap aku akan sarapan diluar?"
"Itu bukan urusan ku," melangkah pergi meninggalkan Yu.
Masuk kedalam kamar, menghidupkan hairdryer. "Huh.. Apa dia kira aku akan memasak untuk nya, dia kira dia itu siapa, aku juga tidak perduli dia kelaparan atau bahkan mati kelaparan, tidak-tidak dia juga tidak akan mati kelaparan dengan semua kekayaannya," Vivian terus berdecak.
"Apa kau sudah selesai," langsung masuk tanpa mengetuk pintu.
Langsung menurunkan tangannya dari rambut, "Hei Yakk! Keluar kau! Aku belum pakai baju! Untuk apa kau masuk!"
Berjalan mendekat, "Ch... Untuk apa malu, aku juga sudah melihat setiap inci tubuh mu, apalagi ukuran yang ini," menunjuk ke arah dada.
"Dasar mesüm! Minggir kau!"
"Sudahlah.... makanan sudah sampai jangan sampai mereka dingin, cepat keringkan rambut mu, lalu makan dengan ku," mengambil alih hairdryer dari tangan Vivian, lalu membantu nya mengeringkan rambut.
Vivian pun hanya dapat menurut dengan Yu. Karena rambut nya yang panjang, Xi Yuan sedikit lebih lama memakan waktu untuk mengeringkan nya.
"Selesai... Cepat kenakan baju... Aku akan menunggu mu di luar,"
"Apakah dia benar-benar bersikap lembut pada ku tadi? Apa aku tidak salah?" menatap heran di depan cermin.
Vivian selesai kemudian makan bersama dengan Xi Yuan, ditengah-tengah itu Vivian mendapat panggilan dari kota C.
"Ya, Brian, ada apa?"
"Urusan ku sudah selesai aku akan kembali menjemput mu malam ini, pastikan kau menunggu ku dengan aman,"
"Em, baiklah"
Xi Yuan dan Vivian sudah selesai dengan makan mereka.
"Aku akan kembali bekerja, kau tetap disini, aku pastikan keamanan mu disini,"
"Pergilah, tidak di antar,"
Namanya juga Xi Yuan, meski Vivian bilang begitu dia tetap memaksa agar Vivian mengantarnya meski hanya sampai depan pintu.
Yu membuka pintu.
Saat pintu terbuka, seorang wanita yang baru saja sampai didepan pintu itu pun terkejut dengan kehadiran Yu di dalam sana, "Ah! Xi Yuan ka-kau disini... Sejak kapan?"
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Yu balik.
"Ak-aku emm aku mampir melihat kakak ku, apa ada masalah?"
"Ai Ki, apa kau fikir aku akan percaya"
Xi Yuan menarik angan Ai Ki pergi dari apartemen Vivian.
Dalam Lift
"Katakan, apa tujuan mu?"
"Aku hanya merindukan Ming Ke, apa aku salah jika ingin menemui kakak ku?"
"Kau dibalik kejadian tadi malam bukan?..." menatap Ai Ki dengan tatapan seram.
"Ti-tidak, aku tidak tahu apa-apa...." menunduk.
"Ch.. Aku masih menyelidiki itu, dan jika benar itu semua ulah mu, lihat apa yang akan kau terima,"
Lift berhenti dilantai dasar dan....
Rey mendekat, "Tuan Yu, ada pesan yang ingin aku bicarakan dengan mu,"
"Bo, antar Ai Ki kembali ke perusahaan keluarga Ming Lan"
"Baik, Yu"
__ADS_1
Duduk di atas sofa lantai dasar apartemen, "ada apa?"
"Jam 01 ada seseorang yang mencurigakan masuk kedalam gudang apartemen, lalu tetap di jam 01:30 CCTV gedung mati dan tidak berfungsi. Setelah menyelidiki lebih jauh sepertinya orang itu yang membuat kekacauan ini"
"Bisa kita tahu siapa dia?"
"Aku akan mencari tahu lebih lagi"
Perusahaan keluarga Ming Lan.
Kantor Ai Ling
Seseorang menelpon.
"Iya ibu, aku tahu... besok jadwal pemotretan ku padat, aku akan menyerahkan urusan kantor pada Su Nian-Nian... Dah ibu..." memutuskan panggilan.
"Huhh... Aku lagi, aku lagi. Apa kau tidak tahu draft desain ku juga belum selesai, kau malah semakin mempersulit ku dengan urusan kantor!"
Berdiri dengan angkuh, "Itu urusan mu, lagi pula baju yang di rancang untuk persiapan awal tahun dan itu masih lama, sedangkan aku tidak, aku ini seorang model terkenal, bagaimana bisa urusan ku di tinggalkan," memakai kacamata dan ingin berlalu.
"Tunggu! Bukannya kau bilang besok! Kenapa kau pergi sekarang! "
"Aku harus mencoba gaun terlebih dahulu, bye bye adik Nian-Nian ku...."
Brakk... Menutup pintu dengan keras nya.
"Sial@n kau Ai Ki!...."
"Dia baru saja sampai disini siang tadi, dan sekarang sudah pergi lagi! Selama Ai Ling pel@cür itu pergi, mereka menyerahkan semua urusan pada ku! Jika bukan karena ingin mengambil kembali harta peninggalan ayah ku, aku juga tidak akan mau menjadi babu disini! Arghh!"
Disisi lain
Kota C
Mansion Richard.
"Tuan, Tuan Muda sudah kembali pagi ini"
"Kenapa?"
"Aku dengar dia mengurus sesuatu dan akan kembali ke Kota A untuk menjemput Vivian kembali malam ini,"
"Baik, Tuan"
Dari luar ruangan.
"Serangan? Apa ini yang di maksud rencana cadangan Tuan Richard?"
Pintu terbuka.
Terkejut. "Eih.. Aku sedang mencari Tuan R,"
Anggota menjawab, "Masuklah,"
Ai Ling mendekati Richard.
"Tuan, aku membawakan buah untuk mu,"
"Pergi, aku tidak membutuhkan mu sekarang,"
Lebih merapatkan diri, "Tuanku, aku hanya memberikan sedikit hadiah untuk mu karena sudah menjaga ku selama ini"
"Letakkan saja, kau antar dia kembali ke rumah utama," menunjuk salah satu anggota yang berada di sana.
"Hmph, lihat saja, setelah kau berhasil membunuh Ming Ke malam ini... aku juga akan mengabaikan mu seperti yang kau lakukan pada ku saat ini," batin Ai Ling.
Jam 05 sore di kota A
📩"Vivian aku sudah sampai, aku akan menjemput mu"
Restoran terkenal
"Ada apa?"
"Brian sudah disini,"
"Kita baru saja memesan makan..." mengambil ponsel Vivian tanpa izin.
"Apa yang akan kau lakukan!" berusaha mengambil kembali.
__ADS_1
Menghindari tangan Vivian, "Kau tenang saja,"
📨"Jam berapa penerbangan?"
📩"jam 07 malam ini, aku sudah hampir sampai apartemen"
📨"aku sedang bersama SUAMI ku. Kau tunggu saja di bandara."
Brian tidak membalas Chat, tapi langsung melakukan panggilan Video.
Panggilan terhubung.
"Xi Yuan! Ak-"
Panggilan langsung diputuskan oleh Yu.
Mematikan ponsel Vivian.
"Tuan Yu! Kenapa kau matikan ponsel ku," menghidupkan kembali.
Merebut ponsel.
Syutt
Pyarr
"Xi Yuan! Apa yang kau lakukan! Kenapa kau membuang ponsel ku!"
"Salah mu sendiri minta kursi yang memperlihatkan pemandangan,"
"Bukan itu permasalahannya Yu!"
"Ponsel yang sudah mati, tidak bisa digunakan lagi," dengan santai memotong daging.
"Tapi itu kau yang mematikannya!!"
Memasukkan potongan steak daging ke mulut Vivian. "Aku bisa membelikan mu 10x lipat ponsel seperti itu, abaikan saja, eumm"
"Dasar! Hemph," mengigit paksa potongan daging dari sendok Xi Yuan.
Vivian kesal namun tidak bisa berkata-kata lagi dibuat pria ini.
Bandara
"Huhh... Kita sudah menunggu lama, tapi dimana Brian"
"Coba hubungi"
"Kalau ponsel ku ada apa aku harus begitu panik!!"
"Pakai punya ku," menyerah kan ponsel miliknya.
"Dasar pelit! Berkata akan mengganti nya, tapi malah menggunakan milik mu, Humpt.." mengambil ponsel Yuan.
*Panggilan tidak dapat terhubung
*Panggilan tidak dapat terhubung
📩"Antar Vivian keluar dari bandara sekarang juga!"
📩"Mereka merencanakan sesuatu! Cepatlah ini berbahaya!"
Berdiri mendekat, berbisik sambil menunjukkan pesan dari Brian. "Xi Yuan,"
Seolah faham dengan pesan Brian, Yu langsung menutupi Vivian dengan kacamata hitam miliknya. "Kenakan ini, ayo keluar dari pintu lain"
Mereka berjalan keluar. "Bahaya apa yang dimaksud Brian Tuan, Yu?"
"Selamat kan diri dulu, nanti kau akan tahu apa itu"
Setelah berhasil keluar dengan aman, mereka mendatangi lokasi yang dikirimkan Brian lewat pesan chat.
......................
...Su Nian-Nian...
...Jika lisan mu saja sudah menyakiti seseorang...
...Maka jangan lagi kamu tambahkan dengan tulisan...
__ADS_1