
...****************...
Kota C
Rumah Alm. Nenek
Seperti yang di janjikan Vivian dan juga Brian sebelumnya, bahwa mereka akan kembali malam ini. Dengan rasa senang dan riang Ming Wei dan juga Xi Yi menunggu kedatangan mereka.
Mobil berhenti tepat di depan pintu rumah.
"Ahh, itu ibu!"
"Yeyy mommy!!"
Mereka berlari keluar dari kamar.
"Sayang ku!"
"Mommy!" // "ibu!"
Memeluk satu sama lain. Sementara Brian membuka bagasi mobil dan membawa semua makanan yang sudah mereka beli sebelumnya.
"Hallo... Ming Wei, Xi Yi,"
"Ayah!" berlari mendekati pria itu.
"Wei-Wei, ini semua adalah makanan yang kau minta"
Melihat kesemua bakso yang diolah dengan berbagai versi di atas meja.
"Bakso ikan, bakso goreng, bakso kuah, bakso achi, bakso ayam, bakso sapi, bakso bakar, bakso panggang, bakso larva, bakso mekar, bakso, bakso, bakso...." terus menyebutkan satu-persatu dengan wajah girang nya.
"Aaaa semua jenis bakso! Wei-Wei sayang ayah," memeluk Brian.
"Kau juga belum berani dengan cabai," lirih Xi Yi.
"Wei-Wei kan sudah besar, aku pasti bisa!" tangguh nya.
"1.... 2.... 3.... Iyyapp! Nyammm... Nyam... Nyam..."
Ming Wei mengambil dan memakan bakso-bakso itu secara bergilir.
"Yi, ayah tidak tahu apa kesukaan mu, tapi aku membawakan ini untuk mu," menyerahkan tas yang berisikan barang.
"Terimakasih PAMAN, tapi tolong, aku bukan Wei-Wei, jangan coba menyogok ku dengan ini untuk mendapatkan ibu ku,"
"Tidak-tidak, coba lihat dahulu apa isi nya,"
"Hmm baiklah, tampaknya kau begitu memaksa. Mari lihat apa yang kau bawakan untuk ku," membuka isi tas.
Mengeluarkan barang itu, "Mwahh.... Ini kan PlayStation terbaru,"
"Benar, bagaimana? Apa kau suka?"
Meletakkan kembali, "suka tapi tidak terlalu, aku masih tk dan harus banyak belajar bukan bermain game oke,"
"Heii, sepertinya Xi Yi sudah mengerti harus bagaimana," Chu Xia melirik nya.
Mengingat kembali, "gawat PR ku belum selesai!" batinnya.
"E' ehem, Xi Yi..." melambai-lambaikan buku tugas Yi-Yi.
"Mhehehe..." melirik kearah Vivian dan sebaliknya Vivian melirik pada Xi Yi.
"Baik akan segera ku selesaikan!" langsung berlari laju menghindari sorotan mata tajam Vivian.
Bercanda dan tertawa bersama-sama bagaikan keluarga yang sudah lama berpisah, mereka melewati malam ini dengan penuh suka cita.
Keesokan malam
__ADS_1
Rumah Utama Richard
"Bagaimana?"
"Tuan, maaf tapi panggilan ku selalu diabaikan anak curut itu," terus mencoba menelpon.
Titt
Terhubung.
"AI KI! Kenapa kau tidak pernah menjawab telpon ku lagi HA!"
Menjauhkan suara teriakan dari telepon tersebut, "Shh... Siapa sih malam-malam gini berteriak," dengan mata masih tertutup.
"Siapa kau! Dimana Ai Ki ku?!"
"Dia tidur, aku Ao Ting. Jika ada hal penting bicarakan besok saja, jangan mengganggu malam kami. Tutt," memutuskan panggilan.
"Ao Ting kurang ajar!!"
Menelepon kembali, "Yakk... Aku Ai Ling! Beraninya kau bersama putri ku!"
Ai Ki terbangun mendengar suara teriakan tersebut. "Ting, siapa yang menelpon?"
Membuka mata, mengambil alih ponsel, melihat nomor itu. "HAH! Ibu!"
Berbicara pelan, "kenapa kau angkat, bodøh" memukul kepala Ao Ting.
"Ha' halo ibu," seketika langsung berganti mimik wajah
"Kiki! dasar anak tidak berguna! Kenapa kau bersama Ao Ting! Aku meminta mu kembali untuk Xi Yuan! Bukan untuk dia!"
"Bu, Xi Yuan belakang ini sedang fokus pada acara pameran perhiasan yang akan digelar nya,"
"Lantas, kenapa pria itu bisa keluar!"
Ai Ki menutup ponselnya.
"Huhh, anak si@lan itu, lihat saja nanti," berjalan mendekati Richard.
"Tuan, kenapa belum melakukan sesuatu untuk kedua bocah itu?"
"Vivian wanitanya Xi Yuan, jangan tertipu pada aliran air yang tenang"
"Emm, kau benar, jika saat ini Xi Yuan sibuk dengan pameran itu, bukan berarti dia bisa melepaskan Vivian dengan mudah,"
Berdiri memerintahkan anak buah nya, "Batalkan rencana A, mari lakukan rencana cadangan"
"Ahh, rencana cadangan? Rencana apa itu?" mengejar Richard.
Berlari kencang di belakang Richard dan anak buah nya, "Tuan, tunggu, apa aku bisa ikut?" menarik nafas nya naik turun.
Tin-tin
Klakson mobil hitam yang baru saja memasuki halaman rumah.
Richard mengenali mobil itu, menoleh ke arah Ai Ki dan berkata, "tidak, awasi mereka 24 jam untuk ku, jika sampai terlewat, kau yang akan ku lewatkan,"
Menunduk gemetar takut, "Ba-baik, Tuan Richard,"
Mobil Richard pergi dari halaman rumah diawasi dengan 6 buah mobil anggota nya.
Mengaduk kopi di tangannya, sambil terus melihat kedua nya di meja makan, "Ch, karena anak sial@n ini aku jadi tidak bisa tahu apa rencana Tuan Richard"
Merasa tidak nyaman, "ibu, apa kau mau makan juga?"
Tersadarkan, lalu meninggalkan mereka tanpa menggubris pertanyaan Vivian.
"Brian, selanjutnya apa?"
__ADS_1
"Aku dengar Xi Yuan mengadakan acara pameran, banyak kolektor dan juga para pembisnis yang akan hadir diacara tersebut, salah satunya aku. Sepertinya Richard belum melakukan gerakan, bagaimana jika kau pergi bersamaku menghadiri acara tersebut"
"Brian, kau tahu bukan seberapa tidak sukanya aku pada Xi Yuan, pria jelalatan itu"
"Bagaimana pun ini undangan resmi loh, kalau aku datang sendirian, bisa-bisa mereka akan curiga, termasuk juga Richard dan Ai Ki"
"Emm, kau benar," memikirkan apa yang baru saja dikatakan Brian cukup masuk akal.
Richard tidak bisa langsung gegabah terhadap Vivian karena dia wanitanya Xi Yuan, sementara untuk Xi Yuan, Richard juga belum bisa memulainya karena dia tahu anak itu sama seperti dirinya dan bisa saja yang mati nanti bukanlah Yu melainkan dirinya.
Kalau Brian sendiri, Richard juga mau langsung melanjutkan rencananya, tapi saat ini harta warisan mafia itu masih atas nama Brian, jadi Richard belum bisa bertindak gegabah.
Panggilan masuk dari Richard.
"Ya Tuan, ada apa?"
"Kau pernah bilang Vivian itu Ming Ke, apa kau juga tahu dia pernah mengandung?"
"Emm, aku juga tidak tahu pasti apakah anak nya selamat atau tidak,"
"Aghh, dasar! Kau juga sama tidak berguna nya dengan putri mu!"
Mematikan panggilan.
"Huh dasar, pria tua, aku berkata jujur pun salah!"
Acara pameran Xi Yuan
Kota A
Tiga pria menghampiri nya, "Hai Xi Yuan,"
"Wahh aku tidak menyangka kau akan sukses di usia mu yang masih muda ini,"
Xi Yuan menjawab, "Ahaha... Senior kau bisa saja,"
"Kenapa kau berkata masih muda, lihat, bukankah dia sudah lebih tinggi dari kita, ahahaha..."
"Kau benar, saat itu... Ketua sudah sakit-sakitan, Xi Yuan muda lah yang harus menggantikan nya,"
"Ditambah lagi Yu remaja saat itu, masih harus melanjutkan pendidikannya disela-sela mengurus perusahaan besar ini,"
"Ah... Senior, kalian tidak perlu berduka untuk ku, nikmati saja pameran ini, siapa tahu kalian bisa memiliki nya dengan harga yang fantastis untuk ku,"
"Mwahahaa... Xi Yuan, kau ini bisa saja menggoda kami para Senior mu,"
"Tidak-tidak, aku hanya menawarkan saja," melirik ke arah pintu masuk
Semua orang terpukau dengan penampilan seorang wanita yang menjadi pendamping Brian yang baru saja masuk ke dalam keramaian acara.
"Hmm akhirnya datang juga," batin Yu.
"Senior, kalian nikmati saja acara ku, aku akan menyapa tamu yang lain,"
"Ahh, baik-baik.... Pergilah Yu,"
Xi Yuan pergi mendekatkan diri pada Brian dan juga Vivian.
Brian melihat ke arah Xi Yuan, tapi Xi Yuan memfokuskan pandangannya pada Vivian.
Brian maju, "Ah, halo Tuan Xi... Yuan,"
Yu melewati Brian dan langsung menghampiri Vivian, berbisik di telinga Vivian, "sayang akhirnya kau datang," senyum menyeringai lebar, dan menatap mata bulat biru laut milik Vivian dengan pesonanya.
......................
...Ming Lan...
...Setiap hari adalah awal yang baru untuk memulai sesuatu...
__ADS_1