
...****************...
Drettt
Getaran ponsel membuat Vivian berhenti mengejar mereka.
"Apa ini dengan nona Vivian"
"Ya ada apa?"
"Nona, nenek Chu harus segera di operasi, kami akan menunggu biaya penanganannya sampai jam 12 siang, jika tidak segera di urus kami tidak bertanggung jawab bila nenek kehilangan nyawa nya"
"Operasi? Berapa biaya nya?"
"Karena Nenek sudah dirawat selama 1 pekan ditambah biaya penanganan dan lainnya, total keseluruhan nya 3.5 M"
"Apaa!!" Vivian syok mendengar angka fantastis itu.
Tutt Tutt. Ponsel terputus.
"Duhh bagaimana ini," dia bingung harus berbuat apa. Disisi lain supir sudah menunggu nya, di lain sisi nenek butuh dana yang besar untuk operasi nya.
Brian yang sedang melakukan pengecekan di Mall melihat Vivian bertingkah aneh dan langsung menghampiri.
"Vivian ada apa?"
"Brian aku, aku" kebingungan sambil bergetar.
"Tenangkan dirimu, katakan ada apa?"
"Brian aku bisa minta bantuan mu!" Vivian tiba-tiba saja mencetuskan kalimat itu tampa ragu, karena dia benar-benar memerlukannya.
"Iya bisa, kenapa harus bergetar"
"Tap-tapii"
"Tapi apa?"
"Brian, nenek ku sedang di rawat di RS dan butuh dana untuk operasi tapi aku samasekali tidak punya uang sekarang."
"Berapa nominal nya?"
"Tig- 3.5M,"
"Aku akan transfer uang itu ke Rumah Sakit nya, kau libur kerja saja nanti aku yang bilang ke papa. Temui nenek mu sekarang, dia membutuhkan mu,"
"Biar asisten ku yang mengantar mu, aku akan menyusul setelah rapat siang nanti"
"Brian, terimakasih, terimakasih banyak"
Vivian pergi meninggalkan Mall menggunakan mobil Brian menemui nenek. Di tengah perjalanan Vivian mencoba menghubungi Chu Xia tapi tidak ada jawaban darinya.
Rumah Sakit
Setelah operasi selesai, nenek terbangun dari tidur nya.
"Shh ahh"
"Nenek! Jangan bergerak dulu, perut mu baru saja di operasi,"
"Operasi? Kapan? Bukannya aku sudah bilang pada dokter biarkan saja jika aku harus mati, aku juga sudah tua, aku tidak ingin membuat kalian kesusahan"
"Stt nenek kau tidak boleh berkata seperti itu, sekarang paru-paru mu sudah sedikit membaik, jangan banyak bergerak dulu"
"Vivian aku sudah lama menderita sakit ini, untuk biaya operasi nya dokter juga sudah memberitahu ku,"
"Tapi kau membuat ku di operasi, darimana kau mendapatkan biaya nya?"
"Nenek, Vivian sudah dapat pekerjaan baru, dan bos nya juga baik, aku akan melunasi nya setelah gaji pertama nanti,"
"Kerja?" Nenek heran.
"Iya nek, kau tenang saja, jangan pikirkan aku, pikirkan saja kesembuhan mu,"
"Dimana alamat pekerjaan mu,"
"Di kos-" ketukan pintu menghentikan Vivian.
__ADS_1
Tok tok
"Vivian aku datang berkun-jung," Brian melihat pasien yang sedang terbaring. "Nenek Chu!"
"Tuan muda!" bangkit ingin membungkuk.
"Sudah, sudah kau tidak perlu membungkuk"
Vivian, "kalian saling mengenal?" menatap ke Brian dan nenek.
"Sangat kenal, nenek Chu sudah seperti ibu bagiku,"
"Ibu?"
"Nenek selama ini bekerja dirumah nya Tuan Muda Brian, beralamat di 09" jelas nenek.
"Benar, aku bekerja disana, Nek"
"Kau... Kerja disana?"
"Mm"
Mereka terus berbincang sampai Brian pamit pulang.
"Vivian," panggil nenek.
"Iyaa"
"Kenapa kau bisa bekerja disana?"
"Aku hanya mencari pekerjaan saja nek, siapa yang tahu kalau Brian membutuhkan tenaga kerja"
"Vivian kau tidak tahu apa-apa, aku saja bersusah payah melepaskan diri dari rumah itu, tapi kau malah masuk kesana"
"Maksudnya nek?"
"Tuan Richard, ayahnya Tuan Muda Brian. Dia seorang mafia besar di kota ini, jika melakukan satu kesalahan saja kau harus memperpanjang kontrak kerja dengannya."
"Itu artinya... Jika kesalahan terus ku lakukan maka aku akan terus bekerja disana seumur hidupku!?" Vivian terkejut bukan main.
"Benar sekali"
Malam ini Vivian dan kedua anak nya menemani nenek di RS.
"Bu, pinjam laptop mu"
"Ambillah"
"Mom Wei-Wei ngantuk"
"Sini berbaring di samping nenek,"
Yi main Game online, Wei dan nenek tertidur, sedangkan Vivian masih terus berusaha memberitahu Chu tentang keadaan nenek nya.
"Chu! Aku sudah daritadi menelpon dan mengirimkan surel untuk mu!"
"Maaf Keke eh Vivian, aku harus lembur, tadi juga ada acara di perusahaan jadi tidak sempat memegang ponsel,"
"Kau ada apa?"
"Nenek, nenek masuk RS"
"Nenek memang di RS" jawab Chu.
"Kau sudah tahu?"
"Iya aku tahu Lao X yang memberitahu ku"
"Pacar mu? Lalu apa kau tahu nenek baru saja di operasi?"
"Operasi lagi?"
"Lagi? Nenek baru saja melakukan operasi tadi siang, kenapa lagi?"
"Aku sudah mengirimkan semua gaji ku untuk operasi nenek seminggu yang lalu padanya,"
"Nenek memang sudah seminggu disini, tapi dia baru saja melakukan operasi tadi" jelas Vivian. "Bahkan semua biaya nya baru lunas hari ini," menunjukkan foto transaksi transfer.
__ADS_1
"Apa! Yang benar saja, aku sudah mengirimkan uang itu ke Lao X"
"Mm.. Chu kapan kau bisa kembali?"
"Saat ini aku benar-benar tidak punya uang sepeser pun, tapi seminggu lagi aku gajian, mungkin saat itu baru bisa pulang,"
"Kami akan menunggu mu"
Tutt Tutt
Vivian mematikan ponselnya. "Chu sudah mengirimkan uang untuk biaya nenek, tapi kemana semua uang itu dilarikan Lao X"
Mansion Richard
"Tuan, Tuan muda menahan seorang wanita di markas kedua"
Melihat wanita yang sudah diikat tali oleh Brian. "Kau...."
"Emm emmm emm" meminta pertolongan Richard untuk membuka perban di mulut nya.
Kreekkk
Richard menarik kuat perban tersebut.
"Tuan, Tuannn kau ingat aku,"
"Kau.. Ai Ling!?"
"Benar Tuan ini aku"
"Kenapa putra ku menahan mu"
Dari belakang, "Pa, dia sudah berani bersekongkol dengan ibunya untuk melukai wanita ku, tentu saja aku harus menghukum nya"
"Wanita? Sejak kapan Brian kecil punya wanita?" tanya Richard menyepelekan anak nya.
"Kau ini!"
Melepaskan ikatan di tangan Ai Ling, "jika kau menghukum nya karena menyakiti wanita mu, aku akan menyelamatkan nya karena dia wanita ku" jawab Brian.
Ai Ling, "wanita mu kepala mu! Aku sengaja menghindari panggilan mu selama ini karena kau bermain terlalu kasar. Aku membenci mu! Uhh sudahlah yang penting selamat dulu." batinnya.
Richard membawa pergi Ai Ling, Brian tidak bisa menghentikan mereka karena memang Richard lah yang berkuasa disini.
Dalam mobil
"Tuan terimakasih sudah menyelamatkan ku," menyenderkan kepala nya ke bahu Richard.
"Apa yang kau lakukan disini? Kau merindukan ku?"
"Aku kesini melihat jenazah ibu ku yang meninggal di penerbangan kemarin malam"
Tidak menggubris, "layani aku malam ini, aku akan memberikan mu imbalan yang besar"
Richard membawa Ai Ling Ke rumah 09 nya.
Pagi Hari
Masih di Rumah Richard
"Brian bilang kau melukai wanita nya, siapa dia?"
"Entahlah, aku dan ibu ku hanya mencari putri ku yang hilang di kota ini"
"Putri mu?"
"Ya, dia pindah ke sini beberapa tahun lalu"
"Siapa namanya?"
"Namanya Ming Ke"
"Mm Tuan bisakah kau bantu aku mencari nya, kau kan sangat berkuasa di kota ini"
"Itu mudah tapi kau harus berjanji selalu siap saat ku butuhkan"
"Baik!" jawabnya. "Chh Ai Ling kau sangat pintar, sekali dayung tiga pulau terlampaui. Selain dapat cuan, aku bisa menemukan Keke dan juga ibu tanpa harus mengotori tangan ku. Walau Richard brengsēk ini sangat kasar tapi tidak apa, setelah itu aku bisa membunûh Keke dengan mudah, ahahaha.." batinnya sambil terus memeluk Richard.
__ADS_1
"Cari 2 wanita ini segera" perintah Richard pada aggota nya.
Richard tidak pernah peduli dengan para pekerja, sampai-sampai dia tidak tahu kalau Ming Ke adalah Vivian yang bekerja di rumahnya.