
...****************...
Bulan-bulan pertama kehamilan, Keke sedikit sulit mengendalikan diri karena mual-mual yang sempat membuat rekan penasaran. Setelah melewati masa mual, Keke kini memasuki masa ngidam makanan. Keke beruntung karena Liu Fei selalu membantu nya secara diam-diam.
Liu Fei mengirimkan surel, "Ming Ke kau harus lihat ini," dimana sutradara yang sebelumnya dikonfirmasi Fei sangat puas dengan novel yang dibuat Ming Ke dan akan segera menayangkannya dalam waktu dekat ini.
Ming Ke takjub bukan main, "Fei apa ini sungguh-sungguh?"
"Selamat Keke, sekarang meski kau tak lagi bekerja dengan Aon News kau tetap bisa membiayai hidupmu sendiri."
Ming Ke menatap sendu kepada pria yang dahulu sangat menghargai dirinya bahkan saat ini disaat-saat Ming Ke rapuh Fei tak meninggalkan nya. Serasa tak percaya dengan apa yang dilihatnya Ming Ke terlalu senang hingga memeluk Liu Fei, tentu saja hal tersebut membuat suasana mereka menjadi canggung.
Novel Ming Ke yang telah dikembangkan menjadi sebuah drama oleh Liu Fei, kini menjadi salah satu drama yang sangat digemari anak muda. Pasalnya drama tersebut mengangkat tema masa-masa indah dunia percintaan anak Sekolah Menengah Atas.
Sementara Xi Yuan dan Ai Ki selain pertemuan yang bagaikan peperangan, tak ada hal lain yang membuat rumah tangga mereka harmonis.
"Aku ingat kau punya satu Novel yang sempurna saat SMA. Menurut respon para pembaca, karya tersebut sangat bagus, aku berinisiatif merubahnya menjadi sebuah buku. Sepertinya aku juga bisa memperkenalkan mu pada seorang sutradara agar karya mu bisa dirilis menjadi sebuah drama yang bagus."
Fei membuka tas berisi buku novel milik Ming Ke. Fei dengan sengaja meminta seseorang mengirimkan buku tersebut saat Ming Ke sedang melakukan perawatan beberapa hari yang lalu.
"Ini sungguh karya ku?.. Liu Fei kau sangat baik," sambil meneteskan air mata, mengingat masalalu indah mereka, tapii saat ini mereka takkan bisa kembali seperti dahulu.
Liu Fei dan Ming Ke kembali ke kota W bersama. Ming Lan tak bisa menghubungi putrinya karena Ming Ke tak ingin di ganggu oleh siapapun termasuk keluarganya.
Dari malam pertama pernikahan Xi Yuan pergi meninggalkan nya selama 3 minggu, setelah kembali Ai Ki berusaha untuk mengenyangkan nya lewat tubuh ataupun prilaku.
"Tuan aku akan melayani mu"
"Tuan apa kau tak puas, aku bisa meningkatkan kemampuan ku lagi, tuan ku mohon jangan pergii..."
"Yu sudah sebulan kau tak kembali, aku ingin melihat mu"
"Disini seperti burung yang terkurung, bahkan aku tak tahu apa itu matahari terbit dan tenggelam, aku hanya bisa melihat cahaya lampu menerangi ruangan ini."
__ADS_1
"Tuan... Tuan... Tuan..."
"Yuan pulang lah, perut ku sakit sekali"
Namun tanggapan Yu tetap saja menganggap nya sebagai wanita asing. Meski sekeras apapun usaha yang dilakukan, tidak pernah sekalipun berhasil merayu nya.
Ruangan besar tapi senyap hanya ada 3 orang pelayan yang sehari-hari menemani kehidupannya. Dia punya suami tapi diperlakukan bak nya istri simpanan.
Kota A
Ming Ke kembali ke kota ini karena mendapat kabar bahwa ayah nya Ming Lan, tengah mengidap sakit parah. Mendengar kabar buruk tersebut Keke langsung memesan penerbangan tercepat dan tidak mengkhawatirkan kandungannya akan terlihat oleh mereka yang kini sudah bulat dan membesar.
"Ayah aku pulang!" Ming Ke memeluk ayahnya dengan pelukan kerinduan.
"Sayang kau," melihat kearah perut anaknya.
"Aku hamil ayah. Saat ini sudah memasuki bulan ke 7, ayah maaf sudah merahasiakan nya selama ini dari mu,"
"Ayah tidak menyalahkan mu Nak, asal orang itu bertanggung jawab dengan perbuatannya kepada mu dan juga sayang dengan mu, ayah turut bahagia," Ming Lan tersenyum tipis.
"Sayang lihat Ai Ki dan Menantu kita datang menjenguk mu,"
"Ming Ke!" Ai Ling terkejut melihat Ming Lan kini tengah mencium anak tersayang nya, sembari melepaskan kerinduan mereka.
Yu mulai curiga, "Wanita ini.... Bukannya kau bilang dia hanya Fans berat Ai Ki?"
"Mm Tuan Yu bisa kita bicara berdua sebentar?" pinta Ming Lan kepda menantu nya itu.
Diluar kamar. "Bu bagaimana ini... Bagaimana jika ayah memberitahu kan bahwa anak ini adalah adik ku?"
"Kau diamlah ibu sedang berfikir bagaimana caranya menjelaskan ini semua dengan Yu!" bentak nya.
"Tuan Yu, aku tahu istriku yang merencanakan pernikahan kalian dengan ancaman kerjasama mu bersama pihak Eropa. Ling mengenal jelas pihak itu karena sudah melakukan kerjasama dengan mereka sebelumnya. Mudah bagi dia untuk mengelabuhi pihak tersebut, aku tahu ini kerjasama yang sangat penting untuk meningkatkan kuasa mu. Sampai kesepakatan kalian berjalan lancar aku minta ikuti saja kemauan Ai Ling,"
__ADS_1
"Dan Aku juga tahu selama ini kau memperlakukan Ai Ki tak lain bagaikan orang lain. Kiki anak ku begitupun dengan Keke, mereka saudara kembar yang artinya sekandung dan sedarah,"
"Baru-baru ini aku tahu Alasan mengapa Keke tak ada didalam urutan keluarga. Bermula saat Ai Ki meraih penghargaan Model untuk pertama kali, mereka melihat Keke sebagai adiknya yang lebih cantik dan ingin merekrut nya juga. Tapi Ai Ki tidak menyetujui permintaan itu, alhasil mulai saat itu juga isti ku Ai Ling mengeluarkan nama Keke dari keluarga,"
"Tuan Yu, aku rasa penyakit ku takkan bisa terobati. Tuan Yu.. Ahh tidak maksudnya Menantu ku... Anggap ini permintaan terakhir ku, tolong perlakukan lah Ai Ki layak nya seorang istri. Sampai saatnya tiba, kebenaran terungkap aku hanya berharap ampuni mereka yang sudah membuat kesalahan dengan mu dan juga membuatmu terluka."
Setelah mengatakan semua itu Keadaan Ming Lan semakin memburuk, tekanan jantung tiba-tiba saja berdetak kencang tidak karuan.
"Ayah!... Ayah!.. Dokter Ada apa ini kenapa keadaannya semakin memburuk? Tuan apa yang kalian bicarakan?... Ayahh!!" teriakan Keke panik melihat Ming Lan kejang-kejang didalam sana, hal itu membuat air matanya menetes deras. Sedangkan Ai Ki dan Ai Ling hanya melihat dengan tenang.
Yuan menatap lama ke arah Keke, melihat Keke sesedih itu mengingatkan nya pada saat detik-detik dirinya kehilangan sang kakek yang mengidap gagal ginjal dan meninggalkannya di usia yang ke 15 tahun.
Ibu nya meninggal begitupun dengan kakek, hal ini membuat Yu kecil harus mempertahankan saham perusahaan yang semakin menurun setiap tahunnya.
"Ck dasar murahan kemanapun kau pergi tetap saja berprilaku murahan," Ai Ki melirik kepada perut Keke.
"Astaga kenapa aku tidak menyadari nya, dasar ******, entah pekerjaan apa yang kau lakukan di luar sana, pulang-pulang perutmu sudah membesar seperti ini"
Keke sama sekali tak menghiraukan perkataan mereka. Bisa-bisanya mereka mem-bully Keke ditengah pengobatan Ming Lan fikir Yu.
Dokter keluar dan berkata, "syukurlah pasien masih bisa terselamatkan, namun jika dia merasakan kesedihan seperti tadi itu akan membuat jantungnya kembali sakit."
"Ayah kau harus sembuh..." lirih Ming Ke.
Sudah 2 hari Ming Lan tak sadarkan diri, Ming Ke selalu bersama nya menggenggam erat tangan ayah nya. Berharap saat Lan sadar yang dilihatnya adalah putri kecil kesayangannya.
"Makanlah"
"Mm... Terimakasih Tuan, tapi aku tak lapar"
"Aku tak meminta mu, aku hanya menyuguhkan sarapan untuk janin mu"
"Aku akan memakannya nanti"
__ADS_1
"Buka mulut,"Yu menyuapi Ming Ke, meski ditolak namun Yuan memaksa Keke untuk memakannya.
Entah kenapa Yuan merasa kasihan dengan Keke, mungkin karena dirinya juga pernah merasakan tak ingin kehilangan orang yang disayang sehingga mengabaikan kesehatan diri sendiri.