
...****************...
Di tengah gelap nya kamar, Xi Yuan mencoba mengingat kembali dimana terakhir kali dirinya meletakkan ponsel genggam miliknya.
"Dapat!" ujarnya senang. Langsung menghidupkan cahaya lampu.
"Sebenarnya aku masih sedikit takut, tapi tidak mungkin kan harus memeluknya sampai lampu menyala," batinnya.
Melepaskan pelukan, "huft.. Syukurlah,"
Meraih kembali tubuh Vivian, "kenapa menjauh? Bukannya tadi kau yang tidak mau melepaskan pelukan ini, Hum?" mendekati Vivian.
Melangkah mundur, terjatuh duduk di ranjang. "Hentikan Xi Yuan! Lebih baik cari cara agar lampu kembali menyala,"
Memutar badan, "Baiklah, kau tunggu sebentar. Aku akan mencari nya,"
"Tunggu!"
"Ada apa?"
Berjalan mendekati Xi Yuan, "Bawa aku bersama mu juga,"
"Hum.. Dasar wanita, detik lalu masih minta pelukan, lalu melepaskan nya, detik berikutnya minta di temani kembali,"
"Stt... Cepat cari!" memegang ujung baju Xu Yuan. "Huhh.. Jika bukan karena aku yang takut, apa aku masih bergantung pada pria gil@ ini," batinnya sambil menyolot Yu dari belakang.
"Aku ingat pernah meminta para resepsionis untuk menyimpan lilin aromaterapi di setiap apartemen, entah mereka melakukan nya atau tidak"
"Kenapa aromaterapi? Kenapa bukan lilin biasa?"
"Apartemen ini bernama First Night Apartment, atau biasa di sebut sebagai FN Xi," mendapatkan beberapa lilin didalam laci.
Terus mengikuti Xi Yuan memasang lilin diberbagai sudut kamar, "First Night Apartment? Malam pertama? Itu artinya...."
"Yaah... Biasanya mereka membeli apartemen untuk bercinta saat setelah sah,"
"Lalu?"
Fuhh...
Meniup api yang digunakan untuk menyalakan lilin, "lalu mereka akan meninggalkan apartemen setelah nya"
Menuntun Vivian kembali ke ranjang, lalu duduk di atasnya.
"Jika begitu, kenapa apartemen? Lebih baik di jadikan hotel saja"
"Awalnya ini memang hotel, kakek tidak punya kenang-kenangan setelah nenek tiada, lalu dia membeli hotel ini dan mengubahnya menjadi FN apartemen, sebagai tempat kenangan dimana mereka memadu kasih saat itu"
"Wahh... Ternyata gedung pencakar langit ini punya sejarah yang unik,"
Xi Yuan berdiri.
"Tuan Yu, kau mau kemana, jangan pergi!"
"Ada apa? Aku hanya ingin menelpon para pelayan saja. Apa kau.. Kau ingin melanjutkan bercinta?" mendekat nakal.
"Yang benar saja! Kau kira aku semudah itu menyerahkan diri!" berjalan kembali duduk di atas ranjang.
"Haiss, kau ini,"
Xi Yuan menuju kaca balkon, membuka tirai dengan cara manual, lalu melihat gedung-gedung lain di sekitarnya, "lampu gedung lain menyala, lagi pula mustahil apartemen kehabisan daya listrik, sebelumnya hal seperti ini belum pernah terjadi."
Mencoba menghubungi, "kenapa tidak ada jaringan?"
Pyarr
__ADS_1
Sebuah vas bunga jatuh.
"Arghhhh.... Xi Yuan!!" berlari laju memeluk pria itu.
Bugh, menghantam keras dada Yu.
"Ah.. Pelan-pelan Vivian, kenapa kau berlari?"
Menunjuk ke arah sumber suara. "Itu... di sana ada sesuatu,"
"Mari lihat"
Mereka berjalan mendekati suara tersebut.
"Astaga, ini hanya sebuah vas saja, kenapa harus berteriak dan juga berlari, bagaimana kalau kau terjatuh tadi"
"Ma-maaf Tuan, Yu"
"Sudahlah abaikan saja, ayo"
Yu kembali menuntun Vivian ke ranjang.
Vivian masih dalam penyesalannya karena sudah berteriak dua kali di telinga Xi Yuan. "Tu-"
"Sudahlah lupakan saja," tangan nya terus mencoba menghubungi seseorang.
Xi Yuan masih terduduk, sementara Vivian sudah dalam posisi tidur.
Hening.......
Menatap punggung Yu, "Ini canggung sekali, apa Yuan menganggap ku sebagai wanita aneh atau sebagainya?" batinnya, "tidak, aku harus menjelaskannya agar Yu tidak salah faham atas tindakan gegabah ku tadi,"
Mulai berbicara, "em.. itu.... Tuan Xi Yuan, sebenarnya aku memiliki fobia, yaitu kegelapan. Maaf jika tadi membuat mu terkejut,"
Bergerak dengan posisi duduk, "Kau tahu? Darimana? Bukannya aku baru saja bercerita?"
Meletakkan ponsel nya, menyusun tubuh Vivian untuk kembali dalam posisi tidur, menarik selimut untuk menutupi Vivian, "kenakan ini, kalau tidak mau sakit"
"Tuan Yu, kau belum menjawab ku"
Xi Yuan menatap dirinya, membuat Vivian tidur di antara dada busung nya.
"Hentikan pertanyaan bodoh itu, dan juga mulai sekarang berhenti memanggilku Tuan, panggil nama saja,"
"Hump... Jika tidak jawab, aku tidak mau mengikuti arahan mu," mengalihkan pandangannya, tidur membelakangi Xi Yuan.
Setengah duduk, memutar kembali Vivian menghadap dirinya, "jangan membantah!"
"Aku tidak mau! Lampu pasti akan segera menyala sebentar lagi, " masih dalam posisi membelakangi Yu.
"Emhh... Itu tidak akan terjadi"
Bangkit dan duduk menghadap Yu, "Kenapa! Bukannya kau pemilik gedung ini? Apa kau melakukannya dengan sengaja?"
Mengabaikan pertanyaan Vivian. Kembali dalam posisi tidur nya.
Tuk....
"Arghhh... Xi Yuan, apa itu!" memeluk Yu tanpa sadar.
Bangkit dan mendengarkan lagi dengan jelas. "Bukan apa-apa, sepertinya ada seseorang dibalik pintu,"
"Tunggu disini, aku akan memeriksa nya,"
Sebuah surat masuk dari lubang bawah pintu apartemen. Xi Yuan mengambil nya lalu kembali menuju kamar.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Vivian heran.
"Mereka berkata, sepertinya seseorang sengaja memutus semua aliran listrik di gedung,"
"Lalu bagaimana selanjutnya?"
"Tidurlah, aku akan menjaga mu,"
Xi Yuan memeluk Vivian, namun Vivian tetap pada pendirian nya tidak mau mengikuti perintah Yu.
"Jika membantah lagi aku akan mengurung mu di kamar mandi"
Dengan terpaksa dia harus mengikuti perintah Yu untuk tidur diantara dada busung itu.
Keesokan harinya.
Resepsionis mengetuk pintu.
"Katakan, jangan sampai membangunkan wanita ku"
"Tuan, seseorang sengaja memutuskan kabel juga mengacak jaringan di sini tadi malam. Maaf Tuan, kami juga tidak bisa mengeluarkan mu dari dalam karena pintu tertutup otomatis"
"Pergilah"
Xi Yuan berjalan masuk ke dalam kamar, melihat Vivian masih terlelap, dia berfikir untuk segera membersihkan diri.
Vivian terjaga, menatap silau lampu kamar, "shh... ternyata sudah menyala. Perasaan aku sudah tidur sangat lama, kenapa disini masih gel-" menatap layar ponsel nya.
"Aghh tidak! Ternyata sudah jam 11! Bagaimana aku bisa terlambat!"
Drrttt
Ponsel bergetar.
"Iya Brian, maaf aku terlambat bangun"
"Ya sudah, aku juga baru sampai di Kota C, aku terburu-buru karena suatu urusan. Panggilan ku juga selalu terabaikan, jadi aku meninggalkan mu, jika sudah selesai aku akan kembali menjemput mu,"
"Aku hanya khawatir, aku dapat kabar bahwa apartemen mengalami kendala kemarin malam, apa kau baik-baik saja?"
Seseorang yang sudah mendengarkan percakapan mereka sedari tadi langsung menyambar ponsel Vivian.
"Dia baik-baik saja, ada aku disisi nya, dia pasti aman"
"Xi Yuan! Kembalikan ponsel ku!" berusaha meraih ponsel nya dari tangan Yu.
Namun Xi Yuan terlalu tinggi untuk Vivian, dia naik ke atas ranjang sambil terus berusaha.
"Xi Yuan! Kenapa kau bisa ada di sana!"
Bruk
Mereka terjatuh karena Yu menahan tangan Vivian, kali ini posisi Vivian sudah seperti kemarin malam. Kedua tangan ditahan oleh Yu, sementara tubuhnya ditindih oleh Yuan yang masih mengenakan handuk mandi.
Menjawab pertanyaan Brian dengan tangan lainnya, "Apa kau lupa aku pemilik apartemen ini? Sudahlah jangan mengganggu waktu ku, selamat tinggal adik angkat..." ujarnya dengan smrik nakal kepada Vivian, dan nada yang membuat Brian cemburu.
"Si@l kau Xi Yuan! Lihat saja aku akan segera menjemput wanita ku!" kesalnya.
......................
...Liu Fei...
...Takut untuk memulai? ...
...Maka kamu tidak akan menemukan jati diri mu yang sesungguhnya...
__ADS_1