Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Sayembara


__ADS_3

...****************...


Rey mengambil alih laptop dari tangan Xi Yuan.


"Darimana kau yakin ini Kiki? Bukannya boss bilang dia ditahan oleh pacarnya," tukas Rey.


Xi Yuan melihat ke arah Bo Gum.


"Kau ingat saat kita kembali, kau sempat menabrak gerobak perawat ini di depan pintu lift karena dia terburu-buru,"


"Iya aku ingat,"


"Di saat itu juga aku merasa sangat tidak asing dari suara nya ketika meminta maaf,"


"Benar juga, kemarin dia meminta maaf pada ku sebelum masuk lift,"


"Yuan, kau tenang saja. Aku akan mengurus dan mengawasi CCTV rumah sakit sekitar jam itu,"


"Jika benar itu Ai Ki, meskipun dia adik ipar ku sekalipun aku tidak akan segan membunuh!" tegas Xi Yuan.


Sementara itu di dalam bangsal 05


"Jika kau ingin menangis, menangislah. Tapi jangan terlalu pilu, karena perut mu masih dalam pemulihan,"


"Chu Xia, aku sempat mempercayakan anak-anak padanya. Tapi, setelah hari ini, Hikss..."


"Keke, untuk saat ini aku juga belum ada bukti yang menunjukkan Tuan tidak bersalah. Tapi kau harus yakin Tuan Yu sangat mengkhawatirkan mu,"


Ming Ke hanya diam tidak menggubris nya. Namun air mata Keke terus bercucuran.


Ming Wei memberanikan diri menghampiri Ming Ke.


"Mommy..." rintih nya.


"Sayangg," membelai rambut Wei-Wei.


"Mommy, kau menangis karena Wei-Wei?" menatap dengan penuh penyesalan.


"Tidak sayang, mommy hanya sedih karena sesuatu,"


"Kakak bilang, Wei-Wei gagal punya adik, benarkah?"


"Wei-Wei..." Ming Ke menatap wajah Wei-Wei.


Tarik napas, "Mommy tenang saja, Wei-Wei akan menjadi anak yang baik. Sampai nanti Wei-Wei punya adik, aku Ming Wei-Wei yang cantik dan imut berjanji akan menjadi kakak terbaik untuk adik-adik," ujarnya berdiri di atas bangku.


Ming Ke yang tadinya masih menangis kini berubah menjadi senyum semangat mendengar ucapan putrinya. "Pufthh... Ming Wei-Wei, kau obat terbaik untuk ku," menggenggam wajah Ming Wei.


Xi Yi keluar dari kamar.


"Ibu, kau tidak perlu bersedih lagi, karena mulai sekarang. Sekalipun aku tidak punya ayah, kau tidak perlu mencarikan Baptis lagi. Xi Yi yang akan melindungi kedua Tuan putri ini," ungkap nya menundukkan badan. "Oh iya, maksudnya ketiga Tuan putri yang terhormat ini," Xi Yi kembali menundukkan badannya kepada Chu Xia.


Melihat Ming Ke terhibur Chu Xia juga ikut ambil bagian dari mereka.

__ADS_1


"Xi Yi, kecil. Apa yang bisa kau lakukan? Bagaimana jika Tuan putri ke tiga ini kelaparan?" tanya Chu Xia jahil.


"Bibi, tunggu aku 10 tahun lagi, aku akan membiayai kebutuhan kalian semua"


"10 tahun? Bagaimana jika tahun depan ada seseorang yang akan melamar ku? Maka kau tidak bisa membiayai ku lagi, dong..."


"Begitu juga lebih bagus, setidaknya aku hanya akan membiayai 2 orang saja di kehidupan ku selanjutnya," ujarnya.


"Xi Yi, kau benar-benar menyetujui Bibi mu menikah tahun depan?" tanya Chu Xia melipat tangan nya.


"Kalau iya, bagaimana? Aku juga ingin punya sepupu yang tampan seperti ku,"


"Cukup Xi Yi... Aku masih ingin menikmati masa muda ku," berdiri menenteng tangannya di pinggang


"Bibi kau kan sudah tua," Xi Yi mulai berjalan menjauh.


"Aku masih mudaa," Chu Xia mengejarnya.


"Bibi Chu sudah tua... Sudah tua..."


Ming Ke dan Ming Wei tertawa lepas melihat pertengkaran mereka.


Ming Ke bergumam, "Tuhan, terimakasih. Beberapa tahun terakhir begitu sulit, apalagi saat mereka harus minum susu setiap harinya, tapi aku masih pekerjaan serabutan yang hanya menggunakan uang tabungan untuk bertahan hidup. Berkat Liu Fei, dan juga berkat nenek Chu, aku dapat membesarkan mereka meski tanpa sosok ayah. Terimakasih atas kebahagiaan yang Kau berikan pada ku, terimakasih.."


Ming Ke tersenyum lebar menatap Xi Yi dan Chu Xia berlari kesana-kemari menyusuri bangsal.


Pintu kamar terbuka, seorang pria datang setelah beberapa saat tidak menampakkan diri. Mereka semua menoleh padanya.


Setelah mereka keluar.


Xi Yuan mendekatkan diri kepada Ming Ke. Sementara Keke menyandarkan dirinya menatap kearah lain.


"Ming Ke,"


"Keluar,"


"Keke, aku tidak bermaksud menyetujui pengangkatan janin. Tapi-"


"Keluar, aku tidak ingin membahasnya,"


"Tapi kau menganggap akulah pelakunya,"


"Tuan, jika semua penjahat mengaku bersalah, untuk apa polisi ada. Keluarlah ku mohon,"


"Aku benar-benar tidak melakukannya,"


"Sekali gagal, kedua kali berhasil. Apa rencana mu untuk yang ketiga kalinya? Apa kau akan mengangkat rahim ku? Atau kau akan mengambil hak asuh anak-anak," tukas nya.


"Tuan, sebelum kau melakukan itu aku akan memberitahukan ini. Pemikiran mu sangat dangkal," menatap tajam ke arah Xi Yuan.


"Satu kali? Dua kali? Kapan, kenapa aku tidak ingat?"


"03 Maret, 5 tahun yang lalu. Villa rahasia di kaki bukit."

__ADS_1


"Hari itu! Hari itu aku mendapat kabar bahwa kau sudah melahirkan anak-anak, dan aku pergi ke sana untuk menjemput mu, namun kau sudah tidak ada,"


"Kau tahu, saat di sana. Aku hanya berharap anak-anak lahir dengan selamat tanpa harus mengalami sulitnya kehidupan ku," tukasnya.


"Mereka sudah sangat kuat. Menemaniku melarikan diri dari seorang pria yang tahu siapa wanita malam itu tapi masih melingkarkan cincin untuk orang lain. Mereka menguatkan ku untuk tetap bertahan hingga saat ini,"


"Ming Ke sudah, hentikan. Jangan terlalu memaksakan diri, luka mu belum sembuh," mencoba menenangkan Keke dari sesegukan tangisnya.


Namun Keke tidak mendengarkan Xi Yuan dan masih terus bercerita hingga akhirnya Xi Yuan menyerah.


"Baiklah, baiklah. Jika kau akan diam saat aku keluar, Baik! Aku akan keluar, tapi tolong jangan menangis lagi, kau mengerti"


"Kau pergi setelah membuat ku hancur berkeping-keping, ini juga yang kau lakukan padaku tahun itu. Kau benar-benar bi@dap, makhluk terkutuk!" Ming Ke tidak dapat menahannya lagi.


Xi Yuan keluar dari bangsal dan berdiri menyandarkan badannya ke pintu bangsal Ming Ke. Yuan merosot ke bawah sembari terus memegang kepalanya.


"Aku bilang berhenti, berhenti..." gumam Xi Yuan. "Ming Ke, aku tidak punya bukti, tapi aku sungguh ingin melindungi mu apalagi anak-anak tahun itu maupun nanti," air mata menitik di wajah Xi Yuan.


"Aghh...!" Keke berteriak merasakan perih pada perutnya.


Xi Yuan kembali berdiri saat mendengar suara teriakan Ming Ke, melihat nya dari balik kaca pintu bangsal. "Kekee, sudah aku bilang jangan menangis lagi, kau ini..." Xi Yuan menyeka air matanya, kemudian berlari mencari dokter.


Setelah dokter melakukan pemeriksaan dan keluar dari bangsal.


"Dia..."


"Tuan, untuk saat ini nona tidak apa-apa, tapi tolong jaga perasaan nona, agar dia tidak menangis berlebihan atau pun tertawa lebih,"


"Enyah kau, aku sudah tahu,"


Dokter pun pergi meninggalkan ruangan.


Rey datang menghampiri Xi Yuan.


"Tuan, aku sudah mengumpulkan semuanya disini, dan itu benar-benar Ai Ki," menunjukkan beberapa hasil tangkapan layar.


"Segera cari dimana dia, jika tidak dapat menemukannya. Langsung buka sayembara. Bagi siapapun yang dapat menemukan wanita itu, aku Xi Yuan menawarkan posisi karyawan tetap seumur hidup dengan gaji 2x lipat di Xi Group,"


"Baik, aku akan segera menyebarkan berita ini,"


Xi Yuan membawa masuk iPad nya untuk membuktikan pada Ming Ke bahwa dia benar-benar tidak bersalah.


"Keke, aku masuk," melangkah dengan masuk.


"Ming Ke, aku tahu kau marah dan melarang ku untuk masuk. Tapi, sebelumnya bisakah kau melihat ini,"


Keke melihat gambar dan juga rekaman dari awal Ai Ki masuk kedalam rumah sakit dengan mengenakan baju biasa, sampai dirinya berganti pakaian perawat lalu masuk kedalam bangsal.


...----------------...


...Qarry_Adz...


...Pada abad ini, menjaga Lidah lebih sulit daripada menjaga Keimanan. Lidah tidak bertulang namun bisa menjerumuskan. Iman tidak terlihat tapi godaan selalu ada. ...

__ADS_1


__ADS_2