
...****************...
Kemesraan yang sengaja mereka lakukan, membuat Yuan merasa cemburu dan berdalih mengucapkan, "Bo, sebarkan berita kematian Ming Lan keseluruhan perusahaan nya, adakan acara doa bersama untuknya dua hari yang akan datang di rumah utama,"
"Rey, atur mereka kembali ke rumah utama dan terus awasi 24 jam selama aku tidak ada, dan juga urus kamar untuk Ming Ke, aku masih ada urusan."
Mereka berdua menganggukkan kepala.
"Urusan??..." Bo dan Rey melihat satu sama lain, urusan apa yang dibicarakan Xi Yuan.
"Ming Ke aku tak bisa berlama-lama disini, pastikan kau kembali ke kota W setelah menabur abu Ayah mu."
"Mm pergilah aku akan baik-baik saja."
Fei mendekap, "Keke maafkan tindakan lancang ku barusan, aku melakukannya agar mereka tak lagi menyakitimu selagi aku tidak di sampingmu,." bisiknya ditengah pelukan dan kecupan nya yang sempat mengejutkan Ming Ke.
"Iya SAYANG," Ming Ke tersenyum tipis membalas Liu Fei.
"Sayang pastikan kau menjaga bayi kita dengan baik, aku akan sangat merindukan mu setiap saat."
Hal itu membuat Ai Ki beserta yang lainnya meyakini bahwa mereka benar-benar sepasang kekasih.
Rumah Utama
"Ming Ke ini kamar mu, semua yang ada disini sudah dipersiapkan khusus untuk mu."
"Terimakasih," Keke menundukkan kepalanya.
Rey menatap sekeliling kamar yang akan di tempati Ming Ke, "Puft.. Masih berkata ada urusan bukankah ini yang dimaksud urusan itu."
Kamar yang tadinya kosong, kini telah berubah bak nya kamar seorang putri dengan berbagai macam benda-benda branded yang tersusun rapi.
Bo menjawab, "Ch... Bukan kah menurutmu perlakuannya sedikit aneh kepada Ming Ke"
Bo dan Rey tertawa. "Aku rasa Ming Ke sudah seperti istri nya"
"Apa yang kalian bicarakan!" Teriakan Ai Ki mengejutkan mereka, yang tiba-tiba saja menghadang jalan mereka.
Mereka spontan mencari alasan terbaik, "Aahh itu, Tuan Yu memanggil kami. Untuk sementara kalian akan dijaga bodyguard khusus nya. Daahh...." Mereka melarikan diri dari hadapan Kiki.
"Huft.. Huft... Hampir saja"
"Aish... Dia sudah seperti setan yang tiba-tiba saja muncul," kesal Rey.
Ting...
'Mau berpesta'
Pesan video masuk dari Xi Yuan menunjukkan dirinya tengah berada di sebuah bar 21+ ditengah kota.
"Woaahhh sepertinya dia ingin kita menghabiskan uang nya!" Mereka kembali bersemangat lagi mendapati pesan tersebut.
"Ayoo tunggu apalagi!"
"Anggur tahun 90 kami datangggg!" seru mereka merasa gembira.
Ai Ki penasaran dengan isi ruang kamar Ming Ke namun dirinya tak bisa masuk karena bodyguard yang diatur Xi Yuan tak bisa digoyahkan.
"Kenapa mendadak ingin berpesta?"
__ADS_1
"Nikmati saja," jawab Yuan.
Rey meneguk satu gelas sekaligus. "Aghh... Tuan kau begitu bersemangat hari ini"
Yu tidak menjawab sama sekali. Wanita-wanita baru datang menghampiri mereka.
"Hentikan sentuhan menjijikkan itu, dan menjauhlah kau dari tubuh ku!" bentak nya. Yu menghempas kuat wanita yang sedang membelai nya.
"Yuan ada apa dengan mu," Rey berdiri menenangkan temannya itu, sedangkan Bo membantu wanita tersebut berdiri.
"Maafkan teman ku. Xi Yuan!... Kau sudah minum banyak hari ini, ayo pulang" bentak Rey yang lagi-lagi melihat perlakuan kasar nya.
"Aku mau minum lagi," jawabnya dengan sempoyongan
"Yuan hentikan!!.... Kau sudah gila!" bentak Bo
Bugg!!...
Satu pukulan Bo membuat Yu terjatuh.
"Ayo angkat"
"Busett apa kau masih waras Bo?" jawabnya sambik tertawa melihat aksi Bo barusan.
Mereka memesan taksi, duduk dengan Yuan berada diantara mereka.
"Kekasih?... Rey, kau tahu Ming Ke itu kembaran Ai Ki"
"Bukannya waktu itu fans berat kenapa mendadak jadi Kembaran?"
"Mereka menipu ku, jika bukan karena kerjasama dengan pihak Eropa aku pasti sudah menghukum mereka." Xi Yuan mengungkapkan semua yang selama ini terbelenggu dibenak nya.
"Aish.. kau sudah diluar kendali Yu sadarlah."
"Hhh... Kau bercanda Yu, jejak yang kita temukan sudah real, iya tidak Bo?"
"Benar sekali, apa mungkin Giok langka itu dimiliki orang lain, sementara tertulis nama diatasnya."
"Bo, Rey, dengar ini, bahkan hampir semua wanita yang disuguhkan hotel itu aku rasakan, tapi tidak pernah ku temukan aroma wanita tersebut"
"Dihh.... Dia semakin menggila saja"
Rey menjawab, "Biarkan saja, ketika sampai nanti biar dia rasakan aroma istri yang sudah lama tak digauli nya itu.."
"Hahahaa" Mereka tertawa bersama.
"Kalian sudah kembali..."
"Kemana semua orang?"
"Mereka sudah terlelap"
Ming Ke berkata, "Dia kenapa?"
"Tuan kami sedang menghibur dirinya malam ini"
"Apa perlu air hangat?"
"Tidak-tidak... Kau lanjut saja membuat susu itu." Bo dan Rey menggotong Xi Yuan naik dan memasukkan nya kedalam kamar Ai Ki.
__ADS_1
Mereka melemparkan tubuh Yuan di atas ranjang, "Kau uruslah sisa nya, kami akan pergi"
Kiki mengangguk.
"Sayang, kau terlalu banyak minum hari ini..." Ai Ki mencoba menyentuh nya.
Huekk!!....
"Aahhhh.... Ibuuu dia menuangkan kotorannya dibadan ku," Ai Ki menjerit memanggil Ling.
Ai Ling mendekat, "Ihh sungguh menjijikkan, kau urus saja sendiri, dia kan suami mu" sambil melangkah pergi.
"Ibu aaa..!" teriaknya.
Dengan terpaksa Kiki mengurus Yu. Saat hendak membuka dasi suami nya, Kiki sempat memperhatikan dengan jelas.
'Kalau diingat lagi bukankah ini adalah kali pertama aku bisa melihat dengan jelas bagaimana pria ini, bukankah kesempatan yang bagus? tapi, mengapa aku tidak sesenang itu..." batinnya.
"Kau mau apa!!"
Bentakan Yu mengejutkan Kiki. "Ahh Tuan... Aku hanya ingin membantu mu"
Yuan menggenggam keras pergelangan tangan Kiki, "Aku tak butuh bantuan mu!"
"Tuan sakit, ahh iya, iya, aku tidak akan melanjutkannya... tolong lepaskan tangan ku Tuann Yu.... Hikss..."
"Kau begitu ingin melihat tubuh ku, kalau begitu, layani aku CEPAT!!...
Bentakan Yu sangat keras hingga terdengar ditelinga Ming Ke. Dan tentunya membuat Ai Ki bergetar ketakutan seperti biasa.
Plaakk!!...
Lagi-lagi Xi Yuan menampar wajah istrinya. "Dasar lemah!... pergi kau!"
Yuan meninggalkan Ai Ki ditengah isakan tangisannya. Yu menuruni tangga meski sempoyongan dan berkali-kali jatuh namun ia berdiri lagi hingga sampailah di meja makan.
Melihat itu, Ming Ke bertanya, "Tuan Yu, apa kau butuh bantuan?"
"Minggir! aku mau anggur ku bukan kau!" Yu kembali mengambil sebotol anggur yang terletak di atas meja.
Ming Ke mengambil boto tersebut, "Tuan Yu kau sudah begini, ini takkan baik untuk kesehatan mu"
"Mari aku akan membuatkan anggur yang sangat spesial untuk membantu mu" Keke menarik tangan Xi Yuan menuju dapur.
Ming Ke meracik air perasan lemon dengan sedikit madu dan gula. Untuk meringankan Yuan.
"Ini... minumlah... Aku tak tahu apa racikan ini juga berlaku untuk mu atau tidak, yang pasti aku juga meminumnya saat sudah begini."
Yuan meminum habis racikan tersebut tanpa ragu. Ming Ke juga sudah selesai meminum susu hamil nya, kini Keke sudah tak tahan ingin segera beristirahat.
"Eh.. kenapa kau mengganjal pintu ku Tuan Yu?... apa kau memerlukan sesuatu?"
"Wanita tubuhku sangat gerah, bantu aku menetralisir dan memuaskan kan nya ya." Tanpa menunggu jawaban Keke, Yuan memaksakan diri masuk kedalam kamar.
"Tuan apa yang kau lakukan di kamar ku!.. sepertinya kau salah kamar.. aku Ming Ke bukan istrimu Ai Ki.. Yuan, ku mohon bangkitlah..." Keke berusaha membangkitkan Yu.
Namun Yuan malah menarik lengan Keke. "Stts.... kita lakukan perlahan-lahan saja oke," bisiknya.
.
__ADS_1
...----------------...
Aaa panas dingin aku tu nulis adegan nya😁🤣