Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Terasingkan


__ADS_3

...****************...


Jalan V, perumahan pinggir Kota, nomor 11


Orang-orang Xi Yuan masuk kedalam perumahan kecil dan sempit itu. Setelah mengawasi sekitar perumahan, mereka langsung menyergap Ai Ki di dalam nya.


"Agh! Siapa kalian! Kenapa mengikat tangan ku! Lepaskan aku! Lepaskan!"


Mereka membawa Ai Ki kesebuah penjara yang terbuat dari besi.


"Tuan, dia di dalam"


Yuan menghampiri penjara tersebut, "wahh... Sepertinya tempat ini sangat nyaman"


Terkejut langsung bangun dari tidurnya. "Xi, Xi Yuan! Jadi ini kau? Kau yang menyelamatkan kan ku. Ah, itu. kau yang menculik ku?!"


"Benar? Apa ada masalah?"


"Kenapa? Bukannya kau sudah mencampakkan ku?"


"Iya, tapi setelah itu aku baru tahu. Ternyata kau terus saja bertingkah semau mu, tanpa memikirkan perasaan istri ku,"


Mengangkat alis tidak percaya, "istri? Siapa yang istri mu? Ming Ke, iya? Apa kau masih tidak ingat tentang anak ini?!"


Duduk di atas sebuah kursi. "Anak? Kau jangan gila. Anak itu bukan milik ku, aku memang menyentuh mu malam itu. Tapi, sebagai pria yang dikejar banyak wanita, tentu saja aku harus menjaga diri sendiri agar tidak meninggalkan benih mahal ku pada wanita malam, apalagi wanita seperti mu," tukasnya.


Dengan tangan dan kaki yang terikat, "Aku? Kenapa rupanya jika itu aku? Ming Ke juga menyerupai ku, kami kembar, kenapa kau tidak bisa?"


"Tidak, karena Ming Keke tidak sebūsūk dirimu,"


Berusaha mendekat dengan Xi Yuan, "Kurang ajar kau Xi Yuan! Kau membuatku seolah benar-benar seburuk itu,"


"Jika tidak, apa aku masih harus repot-repot untuk memanfaatkan mu?"


"Xi Yuan, cukup!!"


Menundukkan kepala nya menatap mata Ai Ki. "Katakan siapa dia?"


"Dia siapa? Siapa yang kau maksud?" mendongak tidak paham.


"Yang menyokong mu,"


"Aku tidak tahu,"


"Lalu kenapa kau berhubungan dengan-Nya?"


"Yuan, aku benar-benar tidak tahu. Dia hanya memberiku tempat tinggal, juga mengatur kekacauan yang telah terjadi,"


"Tidak berguna! Siapa itu, Pria atau wanita?" pekiknya.


"Di-dia seorang pria. Aku di ancam jika tidak membuat Ming Ke menjauh sedikit dari pengawasan mu, dia akan membunuh ibu ku,"


"Masih berhubungan dengan Ai Ling? Mungkinkah..." batin Xi Yuan.


"Aku sangat ingin merobek mulut mu, mencincang badan mu, lalu melemparkan potongan tidak berguna itu pada Hiu peliharaan ku!"


"Jika benar begitu, maka bunuh saja aku! bunuh saja!"


"Chk.. Melihat mu yang tidak punya harapan hidup lagi, aku malah ingin menyiksamu perlahan-lahan. Agar mati mu tidak semudah itu," ucap Xi Yuan meninggalkan nya.


Rumah Utama Xi Yuan.


"Bo, tutup sayembara. Sepertinya Richard dibalik keberanian Ai Ki,"


"Baik. Selanjutnya apa yang harus kita lakukan, jika benar itu Richard,"


Xi Yuan menghubungi Brian.


"Xi Yuan, ada apa?"

__ADS_1


"Sepertinya Richard sudah mulai beraksi lagi,"


"Dia muncul?"


"Tidak, tapi aku sudah menangkap kaki-kaki nya,"


"Aku sudah mengerahkan semua kekuatan ku untuk mencari nya. Tapi kau juga tahu, selama Mafia terbesar miliknya yaitu Dragon Wolf tidak di tangan, kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencarinya lebih dalam,"


"Kau benar, bahkan hacker yang mengambil alih mereka sampai saat ini belum ditemukan"


"Yuan, siapa kaki-kaki yang kau tangkap itu? Kenapa tidak menanyakan padanya saja dimana Richard?"


"Itu tidak penting. Brian kau tahu, Ai Ling telah mengikuti Richard selama mendengar Vivian berada di Kota A. Kau bantu aku cari tahu dimana dia sekarang"


"Iya aku tahu, dia juga yang membuat Vivian melalui banyak masalah. Baiklah, aku akan mencari tahu keberadaannya"


"Segera beri tahu aku jika menemukan sesuatu"


Yuan mengakhiri panggilan mereka.


Mereka turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah.


"Pukul 03, bagaimana? Dapat?" tanya seorang anak kecil yang menunggu kepulangan Xi Yuan.


"Kau, kenapa tidak tidur? Menunggu ku?"


"Aku hanya ingin memastikan kau menangkap tikus itu atau tidak,"


"Tikus? Dia Bibi mu"


"Bibi? Aku tidak punya Bibi jahat yang selalu ingin mencelakai wanita ku"


Duduk di samping Xi Yi, "sejak kapan istri ku jadi wanita mu?"


Xi Yi berdiri sambil membawa laptop ditangannya, "Sejak kapan orang luar seperti mu menikah dengan wanita ku," ujarnya sebelum meninggalkan Xi Yuan.


Bo mengepalkan kedua tangannya ke atas. "Yu, kau harus lebih berusaha"


3 Hari Kemudian


Xi Yuan turun dari kamar menuju ruang makan. "Indahnya" gumamnya melihat wanita yang sudah bisa berdiri setelah beberapa hari terbaring itu.


"Kenapa hening. Kalian tidak menyapa ku?" mengarahkan pandangannya pada Ming Wei dan juga Xi Yi.


"Kakak, aku mau itu," ujarnya mengabaikan Xi Yuan.


"Ibu, apa kau juga mau?"


"Bolehhh," jawab Ming Ke.


Yuan mencoba lagi, "Sayang, kau mau kimchi?" meletakkan kimchi ke mangkuk Ming Ke.


Xi Yi kembali mengambilnya, meletakkan potongan itu ke piring lain.


"Ibu, kau harus makan sup brokoli ini lebih banyak," meletakkan potongan brokoli ke mangkuk Ming Ke.


"Terimakasih sayang, kau yang paling perhatian"


"Tentu saja," jawab nya.


Mereka bertindak seolah Xi Yuan tidak ada di sana.


Muka masam, "kalian sudah cukup bermainnya?" Xi Yuan tersenyum pahit.


Mereka tetap tidak menggubris Xi Yuan dan asyik pada dunia mereka sendiri.


"Baiklah sepertinya ini hari sial untuk ku," berdiri dari kursi nya. "Bo, batalkan semua pertemuan hari ini. Kosongkan jadwal ku, buat cuti selama 3 hari ke depan," ucapnya melepaskan kancing jas, berjalan menuju kamar.


"Tuan, tidak bisa. Hari ini ada pertemuan penting, dan ini membahas tentang permata pesanan mu. Permata yang akan di import dari luar negeri sebelum pergantian tahun. Xi Yuan, Xi Yuan... Kau dengarkan aku dulu," mengejar Xi Yuan yang berjalan cepat.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian.


Keluar dari kamar.


"Yuan, kita akan kemana? Kenapa kau mengganti pakaian mu?"


"Bo, siapkan mobil. Rey, kau bawa anak-anak. Aku akan membawa Nya," ujar Xi Yuan.


Di lantai bawah, tampak anak-anak sedang bermain bersama, Ming Ke dan Chu Xia juga asyik dengan drakor mereka.


Xi Yuan tiba-tiba datang dan langsung mengangkat Ming Ke di badannya.


"Hei, lepaskan aku! Xi Yuan apa yang kau lakukan!" memukuli dada busung Xi Yuan.


Sementara Rey mengangkat kedua anak itu di tangannya.


"Paman, aku bisa jalan sendiri" ucap Xi Yi.


"Kakak, kita di culik lagi! Tolonggg!" ujar Ming Wei.


"Kalian mau membawa mereka kemana?! Hei tunggu aku!" pekik Chu Xia mengikuti mereka berdua.


Di luar rumah, mobil sudah menunggu. Xi Yuan dan Rindu Rey memasukkan mereka ke dalam mobil.


Rey duduk di samping Bo yang sedang mengendarai mobil. Xi Yuan mendampingi Ming Ke, sedangkan anak-anak bersama Chu Xia.


"Kemana kau akan membawa kami?" pekik Ming Ke.


Xi Yuan kembali tidak menggubris pertanyaan Ming Ke. "Bo, lebih cepat"


Bandara Internasional


*Penerbangan Kota W akan segera lepas landas, mohon seluruh penumpang agar segera bersiap.


"Cepat, sudah tidak ada waktu lagi," ujar Rey membawa Ming Wei di pelukannya.


Ming Ke berteriak, "Tunggu!!"


Mereka semua menghentikan langkahnya.


"Jangan harap aku akan masuk ke dalam pesawat, jika kalian tidak memberitahu kemana kalian akan membawa kami semua!" pekiknya


Xi Yuan mengabaikannya, "cepat"


Rey kembali membawa Xi Yi dan Ming Wei di tangannya. Xi Yuan membawa Ming Ke, sedangkan Bo Gum dengan Chu Xia.


"Tidak perlu! Aku bisa berjalan sendiri!" ungkap nya melepaskan gendongan Bo Gum.


Mereka berlari menuju pintu masuk Bandara.


Dalam pesawat.


Bangku berhadapan untuk 4 orang.


"Mommy, kita mau kemana?"


"Ibu, aku tidak setuju kau akan menaksir pria ini,"


"Keke, aku belum mau mati"


"Kalian tenanglah, aku juga tidak tahu kemana mereka akan membawa kita"


Menatap ketiga pria yang telah bersusah payah mengangkat mereka masuk kedalam pesawat.


...----------------...


...Qarry_Adz...


...Banyak jalan menuju sukses. Tapi setiap jalan pasti memiliki rintangan masing-masing...

__ADS_1


__ADS_2