Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Jasad


__ADS_3

...****************...


Mobil melaju membawa Xi Yuan kembali ke apartemen nya.


Dalam apartemen. "Keke, kenapa aku tidak dapat melacak keberadaan mu, padahal kau berada di samping ku kala itu. Bahkan saat ini entah siapa orang yang berada di belakang mu," Yuan menatap balkon kecil apartemen lama Liu Fei yang tadinya ditempati Ming Ke.


Bo masuk, "Tuan!! hosh hosh..." nafas terengah-engah.


"Ada apa, Kenapa kau berlari?"


"Hoshh... Tuan ada berita penting!" teriaknya


"Tidak perlu menjerit aku mendengarnya!!" Yuan membalas jeritan nya.


"Xi Yuan kami menemukan jasad nona Ming Ke selepas membuang jasad pria itu ke lautan," jelas Bo sambil terus terengah-engah.


"Apa! Ming Ke!!"


"Ben.." belum siap Bo menjawab, Yu langsung berlari menuju lokasi.


"Aghhh dasar Xi Yuan! Aku belum siap menjelaskan! Kenapa kau langsung berlari Dasar!!" Bo menelpon Xi Yuan dengan ponsel genggamnya.


"XI YUAN GIL@!! Kenapa kau berlari! aku bahkan belum memberitahu mu dimana dia sekarang!!" bentak Bo.


Chiitttt


Mobil Yu langsung berhenti. "Kau yang menjelaskan tidak tuntas!"


"Aku mauuuu, tapi kau seketika jadi pria bodoh saat mendengar namanya!!"


"ENYAHLAH KAUUUUU!!"


Menginjak gas nya dengan kuat.


"Ehhh tunggu-tunggu jangan dimatikan!!. Nona Keke saat ini sedang melakukan pemeriksaan indentitas di Rumah Sakit terdekat dengan pantai itu, tepatnya di Rumah Sakit XX"


"Aku sudah tahu"


Tutt. Xi Yuan mematikan ponselnya.


"Ehhh tau? Bukannya aku belum memberitahu?"


Dari arah belakang, "Kau seperti siput, Lambaaatttt"


Bo berbalik. "Reyyyy.... Kau mencuri bahan temuan ku!!"


"Tidak penting omong kosong dengan mu, aku hanya mampir mengambil laptop ku," sambil mengambil laptop dan berlalu meninggalkan apartemen.


"Reyyy.... Kau mau ke Rumah Sakit?"


"Aku nebeng!!"


"Reyyy tungguuuuu!" Bo berlari mengejar langkah Rey.


Rumah Sakit


"Bagaimana pemeriksaannya!" Yuan berlari menghampiri ruang laboratorium.


"Salam Tuan Yu, hasilnya belum keluar," jawab anak buah Yuan


Profesor keluar.


"Bagaimana!" tanya Yu dengan nada tinggi.


"Tuan jasad nona sudah membusuk, tapi dari yang kami temukan 99% ini adalah Nona Ming Ke,"


"Apa? apa yang baru saja kau katakan? KAU BERCANDA KAN!!"


"Ti-tidak Tuan Yu, ini lihatlah" profesor bergetar mendengar teriakan Yu.

__ADS_1


Mengambil kartu identitas Ming Ke. "Tidak, tidak, TIDAKKKK!!"


"Keke masih hidup, ini bukan diaa! KEKE KU MASIH HIDUP ARGHH!" teriak Yu sambil mengguncang tubuh profesor.


Yu bersimpuh lemas, menenggelamkan wajahnya ke dalam dada, "Ming Ke.... Wanita ku... Ini bukan diaaa, bukannn"


Yu berdiri dan menerobos pintu laboratorium menghampiri jasad yang sudah membusuk itu, lalu memeluknya tanpa memikirkan bau ataupun lainnya.


"Ming Kee, kenapa kau pergii... Aku belum menjelaskan semuanya... Aku tahu semua, aku tahu semua perbuatan mereka... Aku hanya berusaha melindungi mu dari pria itu, tapi kenapa kau pergii meninggalkan ku, Hiksss..." Yu bolak-balik mencium punggung tangan jasad yang dan juga wajah nya.


"Iihhh...." Bo menatap jijik ke arah Xi Yuan. "Reyy dia bukan teman ku, kau lah teman ku"


"Oh"


"Reyy sampai kapan aku harus menatap pemandangan menjijikkan ini... Huek" Bo mendelik mules.


Rey menjawab, "Sampai kau hamil"


Bo pergi meninggalkan mereka.


Kamar mandi. "Huekk... Huekkk...."


"Ahh sial, Yuan membuat ku jijik. Sedih ya sedih tapi gak mesti harus memeluk apalagi mencium jasad busuk itu juga kan, Huekkk"


Setelah selesai dengan labor, mereka langsung mengkremasi jasad nya lalu menaburkannya di lautan.


3 hari berlalu Yuan masih saja berdiam diri dikamar nya tanpa ada yang boleh mengganggu. Bahkan Yu belum ada makan sama sekali.


Yuan terus menerus meneguk anggur lalu memecahkannya ke lantai.


"Reyy tolong selamatkan dia, dia bisa gila jika begini terus"


"Abaikan saja"


"Reyyy kau tak tahu para pemegang saham bolak-balik menelpon ku, menanyakan kemana batang hidung nya"


"Bukan urusan ku," jawab Rey dingin.


Bo kembali menguping kamar Yuan. Cklekk... Kamar terbuka.


Bo tersentak. "Yakk"


"Kembali ke kota W," ucap Yu.


"Wahhh dia memang sudah gila, baru saja keluar dari kamar langsung memerintah," cibir Bo tanpa di gubris oleh Yu ataupun Rey.


Kota A


Disebuah apartemen tak jauh dari rumah utama keluarga Ming Lan.


"Ahh ternyata sudah pagi," membuka tirai kamar.


"Selama hampir 2 bulan lebih berada di kamar ini, rasanya berat badan ku bertambah"


Tok tok


"Kau cepat bersihkan diri, sebentar lagi Nyonya datang," kembali menutup pintu kamarnya.


"Hengg... Siapa pun kau, haruskah aku berterimakasih atau tidak karena membebaskan ku dari anak buah tunangan ku? emm tidak, tidak, lebih tepatnya tuan Liu Fei."


Gadis itu bergegas mempersiapkan diri.


"Nyonya, dia ada didalam sini"


Seorang wanita paruh baya masuk kedalam kamar itu.


"Hei kau kenapa berdiri saja, sambut Nyonya dengan sopan!" memukul pundak gadis itu.


"Sudah, kalian keluar"

__ADS_1


Semua keluar dari sana, kini hanya tersisa mereka berdua didalam kamar itu.


"Kau Su Nian-Nian, benar?"


"Eng," mengangguk


"Kau tidak perlu tahu siapa aku, tapi sepertinya tujuan kita sama, sama-sama ingin Ming Ke hancur, benar?"


"Kau..."


"Sudah ku bilang tidak perlu tahu aku siapa. Kau sudah mendapatkan pelayanan dari ku selama hampir lebih dari 2 bulan lama nya,"


"Aku juga sudah menyelamatkan mu dari tangan mereka, dan memberikan mu fasilitas mewah disini. Jadii... bagaimana kau akan membalas itu semua?"


"Aku bisa membayar mu, tapi saat ini aku tidak punya ponsel ataupun kartu rekening"


"Aku tidak butuh uang kecil mu. Bagaimana kalau kau membalasnya dengan tindakan. Bukankah tujuan kita sama, mengapa kau tidak bekerja untuk ku saja, aku jamin jika bekerja sama kita pasti bisa menghancurkannya"


"Nyonya, aku memang ingin membalaskan dendam, tapi aku tidak ingin melukai anak-anak nya"


"Nona Su, aku tidak bilang akan melukai anak nya, aku hanya bilang menghancurkannya bersama-sama."


"Mm apa keuntungan yang bisa aku dan kau dapatkan?"


"Bukankah kau ingin menikah dengan Liu Fei anak dari Liu Shen? Aku bisa membuatnya menikahi mu. Sedangkan aku, aku hanya ingin rumah tangga cucu ku berjalan lancar tanpa harus terhambat dengan wanita sial@n itu"


"Rumah tangga?"


"Aku sedikit sibuk belakangan ini, kau nikmati saja kehidupan baru mu disini. Ingat untuk selalu siaga kapan pun aku menyuruh mu bekerja"


"Tapi Nyonya aku belum menyetujuinya!"


Wanita itu pergi tanpa menggubris ucapan Su Nian-Nian. Dia tidak lain adalah nenek nya Ming Ke.


"Siapa dia? Kenapa dia sesuka hati menjadikanku anak buahnya? Apa dia tidak tahu aku siapa! Hengg.." Nian-Nian melipat tangannya di dada kesal.


Pelayan masuk, "ambil ini"


"Ponsel baru! Wahh makanan nya juga enak tidak seperti biasanya"


"Heng dasar gadis aneh" ucap pelayan lainnya.


"Hyakk kau kira aku tidak tahu kau baru saja membicarakan ku!"


Pelayan pergi meninggalkan kamar.


"Emm kenapa tidak ada apa-apa disini," menatap ponsel nya.


"Itu bukan ponsel biasa, ponsel sudah di buat privasi, tidak bisa di lacak kecuali Nyonya pengiriman dan penerima juga hanya Nyonya dan kau," jelas pelayan itu.


"Hengg percuma saja dia kaya, memberikan ku segala keperluan, tapi ponsel ini seperti memberikan ponsel untuk anak-anak," melemparkan ponsel itu ke atas kasur.


Mendekat, "Jangan bermain-main dengan nya, setiap detail ucapanmu juga terdengar oleh nya," bisik pelayan.


"Whattt?? Dia benar-benar ingin mengikat ku!" Teriak Nian-Nian.


Pelayan mengingatkan nya lagi, "Ssttt..." lalu melangkah pergi.


'Bahkan setiap ucapan ku pun di dengarkan nya! Hengg... dasar nenek-nenek tua,' cibir Nian-Nian sambil menyuap sarapan nya.


...----------------...


Jangan terlalu serius!...


Gambar hanya pemanis tambahan💙


...MING KE


__ADS_1


...


Lanjut yuk👇


__ADS_2