
...****************...
Xi Yi merasa tidak puas.
"Aku sudah membantu kalian mengambil pasukan inti, membantu peperangan, melindungi Giok ibu, menemukan bibi, memberikan barang mentah ke pabrik, mencari tahu keberadaan Richard, menyelamatkan Ibu, bahkan aku juga sudah mengambil ini," berjalan ke salah satu mobil, lalu mengeluarkan barang dari sana.
"Ternyata kalian orang dewasa tidak mengingat jasa-jasa yang dilakukan orang baik, ya..." ujarnya.
Seketika semua orang kembali terkejut melihat barang tersebut.
"Kotak hitam ini!" ujar Xi Yuan, Ri Rey, dan Bo Gum.
Flashback On
Kotak Hitam
"Xi Yi, sudah dapat. Huh.. untung saja lebih cepat, jika tidak pasti bawahan Yuan akan menangkap ku," ucap Su Nian-Nian.
"Bagus, aku juga berada di Kota W. Besok aku akan menyuruh orang untuk mengambilnya,"
"Baik,"
Penyelamatan Ming Ke.
"Ibu kau sudah pulang? Aku sudah punya biaya untuk menghidupi mu. Ayo kita pergi," ujarnya menunjukkan Black card.
"Xi Yi, darimana mau dapatkan uang sebanyak itu?" tanya Ming Ke sambil mengacak-acak lemarinya.
"Aku berhasil menjual aksesoris buatan ku senilai 700 juta dan aku juga mendapatkan untung dari usaha kecil yang tengah ku jalankan," ujarnya riang.
"Baiklah, ibu tahu itu pasti pemberian ayah mu. Kau simpan saja baik-baik, ibu harus pergi. Jaga adik mu ya!" ucap Keke meninggalkan kamar.
"Kenapa dia terburu-buru," gumam Xi Yi segera membuka laptop nya.
Dengan suara samaran. "Cari tahu keberadaan Richard. Ikuti wanita ini, tapi jangan sampai ada yang curiga," ucapnya.
Xi Yi keluar dari kamarnya melihat Xi Yuan juga berlari tergesa-gesa. "Apa yang sebenarnya terjadi," gumamnya.
Panggilan masuk
"Tuan, Richard menjebak nona untuk menemuinya di gedung terbengkalai"
Setelah mendengar hal tersebut Xi Yi semakin marah. Yi langsung memerintahkan seluruh pasukannya untuk bergerak, menggunakan helikopter mereka sendiri.
Kota C
"Tuan, penerbangan segera landas. Tapi kita menerima berita baru dari orang-orang ku,"
"Katakan," ucap Xi Yi.
"Nona dibius di rumah sakit tua itu. Lalu mereka membawanya ke gedung terbengkalai. Lebih baik kita langsung turun di gedung itu, karena kemungkinan rumah sakit digunakan Richard sebagai jebakan untuk Tuan Xi Yuan"
"Kita ke gedung itu"
"Baik"
Gedung Terbengkalai 090
"Si@l! Berani sekali pra kapar@t itu mengikat ibuku!" ucapnya penuh amarah menatap rekaman pada laptop nya.
"Kita sampai," ujar bawahannya.
"Helikopter 1 turun di atas gedung. Helikopter 2 dan seterusnya kalian cari tempat sendiri. Dalam hitungan ke 3 semua sudah harus mengepung mereka"
"Baik, Tuan"
Xi Yi melacak jejak mereka yang tengah berjaga di gedung tersebut. "Mereka berkisar 50 orang dengan 45 orang Tentara terkuat di seluruh Kota. Gunakan akal kalian sebelum mati tidak berguna"
"Siap!" jawab mereka serentak.
Helikopter turun di atas gedung. Hal itu langsung membuat mereka bergerak menuju atap gedung.
__ADS_1
"Bagus! Kalian langsung masuk perangkap ku, dasar bodøh," ujarnya. "Kalian turun," memerintahkan 3 orang yang berada di dalam helikopter.
Bang
Bang
"Si@l, aku terlalu meremehkan tentara ini!" ucap Xi Yi melihat anak buahnya langsung di serang.
Bang
Bang
Menghitung langkah penyerangan. "1....2....3..! Sekarang!"
Shut
Shutt
Shutt
Senapan tanpa suara menancapkan satu peluru mematikan di setiap tubuh Tentara itu.
"Tuan, ada penyusup!" ujar salah satu Tentara.
Richard melihat keadaan dari balik dinding. "Bukannya Xi Yuan masih di rumah sakit itu, lantas siapa ini?" gumamnya.
Xi Yi melihat titik keberadaan Richard. "Arah jam 2, serang dia. Tapi jangan sampai mati," ucap Xi Yi dari dalam helikopter.
Bang
Bang
"Tuan Yi, tentara datang lagi. Mereka menggunakan senjata mematikan!"
"Perkuat serangan!" tanpa sadar Xi Yi memperkuat suaranya.
"Serang helikopter itu," tukas pemimpin musuh yang mendengar jeritan Xi Yi.
Wushh
"Agh... Kalian menyerang ku! Sepertinya aku memang harus bergerak," ucap nya.
"Hadang 2 orang yang menyerang helikopter ku," perintah nya.
Seseorang yang bertugas untuk meng-handle dari jarak jauh. "Tuan Yi, pasukan sudah berkurang 15 orang"
"Kerahkan semua Mafia inti! Dalam 5 menit kalau tidak gugur juga, aku tidak akan menjamin keselamatan kalian!!" pekiknya.
"Si tua ini! Aku sudah memberikan alamat nya. Kenapa mereka lama sekali!" gumamnya marah pada Xi Yuan.
Mafia inti langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Penyerangan berlangsung cukup lama sampai semua orang-orang Richard gugur.
"Tuan, misi selesai" ucap pemimpin.
Xi Yi turun dari helikopter tersebut menuju kamar dimana Keke berada. Para bawahan sudah membuka semua ikatan yang mengarah pada kedua tangan juga kedua kaki Ming Ke.
"Ibu.... Ibu...." jeritnya.
Dari arah lain, "Khaa, ternyata Xi Yi kecil dibalik ini semua," tukas Richard.
Menoleh kearah pria yang sudah babak belur, "Kau! Aku tidak akan membiarkan mu lari dari sini!"
Richard ingin maju tapi kembali ditarik bawahan Xi Yi. "Aku terlalu bodoh, untuk tidak menghabisimu kala itu"
"Syukur nya kau bodoh, jika tidak aku tidak akan bisa meminta pertolongan," tukasnya mencibir.
"Wahh... tampaknya saat itu kau juga sudah mengerti hal-hal semacam itu. Omong-omong, tubuh ibumu bagus juga," tukasnya memainkan lidah.
"Kau manusia terkutūk! Matilah!" Xi Yi berdiri di atas kasur lalu menampar wajah Richard sekuat tenaga nya.
Plakk!
__ADS_1
"Shh... Pukulan yang nikmat. Kau begitu menyayangi ibumu? Aku juga begitu menyayangi kalian sebagai cucu, dan menantu ku. Bagaimana jika kita bersenang-senang bersama," ujarnya di tengah mereka semua.
Tiba-tiba saja Xi Yi mendapatkan panggilan dari handle nya. "Tuan, bahaya! Ada gas asap mematikan di sana! Cepat keluar!!"
Jendela dan pintu kamar mulai tertutup otomatis.
"Tahan pintu itu!!" teriak Xi Yi.
"Kau mau menjebak ku, Tidak akan bisa! Pukul dia!" lanjutnya.
Bugh
Satu pukulan dari anak buah Xi Yi pada rahang Richard mampu membuatnya pingsan tidak sadarkan diri.
"Berapa lama yang kita punya"
"Gas otomatis akan berhembus pada 30 menit lagi, Tuan"
"Huh, syukurlah masih ada sedikit waktu. Cepat pergi dari sini!" ujarnya memerintahkan semua anak buahnya.
"Tuan, sepertinya nona bukan hanya menghirup bius di saputangan ini," tukas seorang pengawalnya.
"Dasar pria tua!" marah Xi Yi pada Richard.
Mereka keluar dari kamar tersebut menuju atap gedung.
"Bawa ibuku ke rumah sakit kota A. Pastikan dia mendapatkan perawatan nomor 1. Aku akan menangani masalah lain disini,"
"Baik, Tuan"
Helikopter membawa Ming Ke menuju kota A dengan kecepatan tinggi. Sementara Xi Yi mengendarai mobil Mafia inti yang diikuti 1 helikopter lainnya.
Flashback Off
Mereka terdiam tidak berkata melihat kotak hitam yang di tunjukkan Xi Yi.
"Tuan muda, ternyata kau lebih pintar dari Tuan ku. Apakah aku boleh menjadi bawahan mu saja," tukas Bo Gum.
"Pengkhianat," jawab Rey.
"Aku hanya mengikuti orang jenius," jawabnya sambil melipat tangan.
"Anak kecil, dimana istriku saat ini?"
"Dia sudah berada di rumah sakit Kota A"
"Kenapa kau membawanya ke sana? Apa dia terluka?" tanya Xi Yuan khawatir.
"Tidak, tapi sepertinya Richard sudah membubuhkan cairan lain di atas sapu tangan yang digunakan untuk mendekap ibu,"
"Tuan Brian. Aku sengaja bertahan disini untuk bertemu dengan mu 5 menit saja. Setelah itu aku akan kembali untuk melihat ibuku. Apa kau bisa?"
Brian merasa heran. "Aku? Tentu,"
Mereka berbicara empat mata di dalam mobil. Sementara diluar.
Xi Yuan terus memijat kepalanya, tidak lama setelah itu,
Brukk....
"Yuan! Xi Yuan!" jerit Bo Gum histeris.
"Xi Yuan, kau kenapa!" ucap Rey mencoba membangunkan Xi Yuan dari tanah.
Yu jatuh ke tanah, dan membuat semua orang khawatir.
"Yuan, sadarlah. Xi Yuan, bangunn..." upaya mereka membangunkan nya.
...----------------...
...Qarry_Adz...
__ADS_1
...Kuatkan benteng pertahanan mu...
...Sebelum orang lain menghancurkan segalanya...