
...****************...
Kamar Yuan
Xi Yuan sengaja mencari apartemen terdekat dengan kantor dimana tempat Ming Ke bekerja. Sebelumnya Keke pernah berbicara tentang perusahaan tersebut, dan tentu saja Yu menjadikan perusahaan itu sebagai alasan utama untuk mencari nya.
"Bagaimana?"
"Yu sepertinya orang-orang dibalik Ming Ke sangat kuat"
"Bo benar Yu, aku sudah berusaha masuk kedalam perangkat perusahaan dimana Keke bekerja, tapi tetap saja tidak dapat melacak nama nya"
"Teruskan usaha mu, Bo kau harus membantu Rey. Sementara aku akan mencari keberadaannya disini"
"Oh iya coba telusuri apartemen yang ku tinggali saat ini. Sepertinya aku merasakan aura Keke disini"
"Yuu kau ini sudah seperti peramal saja, bagaimana bisa Rey mencari Keke didalam sana"
"Bo, Yu tunggu sepertinya aku menemukan sesuatu!!..." tukas Rey.
"Apa, katakan!"
"Setelah menelusuri jejak hotel yang kau tempati saat ini, ada paket makanan pesan antar atas nama Ming Ke seminggu yang lalu masuk kedalam salah satu apartemen gedung ini"
"Benarkah?... Coba telusuri lagi dimana tepat nya!"
Yu menuju pintu kamar dan melihat sekeliling nya ada banyak pintu tapi dirinya tidak tahu dimana Ming Ke berada. Yuan mengetuk semua pintu untuk mencari tahu
"Yu sepertinya kamar itu berada disebelah kanan kamar mu!"
"Bersebelahan?... Apakah ini?" Yu sedikit ragu dari banyak nya pintu tinggal pintu ini lah yang belum diketahui penghuninya.
Dengan meyakinkan diri Yuan mengetuk pintu kamar tersebut. "Ming Ke apa kau di sana"
Seorang wanita berotot keluar dari sana, "Hoams... Ada apa?"
"Apa kamar ini milik wanita bernama Ming Ke?"
"Kau tidak lihat aku siapa? Apa menurut mu aku seorang wanita? Aaa sudahlah, maaf sepertinya kau salah orang tuan, aku adalah pemilik nya nama ku John!" tegas nya.
"Kau boleh memeriksa jika curiga"
"Baiklah," Yu masuk dan melihat-lihat ruangan demi ruangan disana.
'Aneh aku sudah memeriksa setiap pintu kamar di apartemen ini, tapi kenapa tidak ada tanda-tanda Ming Ke disini. Apalagi ini adalah kamar terakhir yang ku periksa.
"Tuan tolong jangan lancang membuka kamar ku, aku bisa saja melaporkan mu!" teriaknya kencang.
"Maaf maaf, sepertinya aku memang salah kamar"
Yuan meninggalkan kamar tersebut, tapi hatinya seolah berkata bahwa Ming Ke berada didalam nya.
"Apa kau menemukannya?"
"Tidak, aku bahkan sudah memeriksa seluruh kamar yang berada disekitar ku"
__ADS_1
"Tenang saja Yu, aku dan Bo akan terus membantu mu mencari nya"
Hari semakin gelap dan dingin tapi Yuan tidak bisa memejamkan mata nya. Hatinya gelisah karena belum menemukan wanita yang selama ini di cari nya.
Tingg...
"Nenek?"
"Halo cucu menantu ku, sepertinya kita sedang berada di kota yang sama"
"Kau?"
"Yah seperti biasa aku sedang mengurus beberapa kolage bisnis"
"Ooh"
"Belum menemukan nya? Aku tau dia berada dimana"
"Katakan dimana dia"
"Tentu saja harus ada imbalannya bukan"
"Apa mau mu"
"Mengingat pernikahan mu dengan cucu ku Ai Ki sudah lama berjalan dan hampir memakan waktu 4 tahun, jadi kapan aku akan menggendong buyut ku?"
"Jangan bertele-tele"
"Aku akan memberikan informasi yang sangat real dengan syarat jika sudah menemukannya kau harus segera menghukum Ming Ke, lalu memberikan buyut untuk ku secepat mungkin"
"Besok tepatnya jam 7 pagi, pastikan kau menunggu nya di pintu bawah gedung. Biasanya Keke akan pergi bekerja mengendarai mobil berwarna hitam dengan plat ****. Itu juga waktu yang tepat untuk membawa nya pergi dari kota ini."
"Apa kau bisa di percaya"
"Kenapa tidak? Sehari yang lalu, aku juga berada di gedung yang sama dengannya. Dia sudah membunuh buyut ku, bagaimana aku bisa melepaskannya"
Yuan mengakhiri ponsel memberikan sinyal kepada Rey dan Bo untuk mempersiapkan segala sesuatu yang nantinya akan dibutuhkan. Sementara itu didalam kamar Ming Ke.
"Terimakasih atas bantuan mu"
"Tidak perlu berterimakasih. Ini adalah tugas yang diberikan Tuan Fei kepadaku untuk memastikan keamanan mu juga anak-anak,"
"Nona Ming Ke keadaan semakin genting sebaiknya kau mempercepat perpindahan ini sebelum Xi Yuan menyadari nya," lanjutnya.
"Kau benar, besok sebelum matahari terbit aku harus sudah pergi dari sini demi melindungi anak-anak ku"
Ming Ke melangkah masuk ke dalam kamar Xi Yi dan Ming Wei. Menyentuh lembut rambut mereka, meneteskan air mata haru, melihat dua anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah disisi mereka.
"Yi, Wei, ibu akan selalu melindungi dan menjaga kalian. Tetaplah berada disisi ibu dan tertawa gembira seperti hari ini. Ibu sangat menyayangi kalian"
"Ibu akan melakukan apapun demi kebahagiaan kalian, kesayangan ibu kalian harus bahagia..."
Keke mengecup kening kedua anaknya lalu bergegas mempersiapkan semua barang miliknya juga milik Yi dan Wei. Keke telah berusaha menghindari Yu beberapa tahun terakhir, tapi sepertinya ini adalah hari dimana Keke harus lebih lagi dalam melindungi dirinya.
Bila mana tertangkap oleh Yuan, yang sangat Keke khawatirkan ialah bagaimana dengan Xi Yi dan Ming Wei nantinya bila harus berpisah dengan ibu tunggal seperti dirinya. Ming Ke sudah sangat menyesali dirinya yang belum bisa menjadi orang tua sempurna untuk anak nya.
__ADS_1
Kota W jam 05 pagi
"Fei aku sudah siap"
"Ayo! biarkan bawahan ku yang membopong mereka." Fei menuntun Keke dan memerintah kan anggota nya untuk membawa Yi dan Wei. Mereka bergerak cepat meninggalkan apartemen.
Sementara Xi Yuan berdiri menghadap kota menantikan matahari terbit, saat bayangan matahari mulai naik, Yu langsung menuruni gedung dan bersiap menunggu mobil jemputan itu.
Tapi sayang, seperti biasa usaha Yuan lagi-lagi gagal karena Keke sudah pergi sebelum dirinya keluar kamar.
Fei sangat menjaga penyamaran Keke sebelum keluar dari dalam gedung, hal ini membuat Rey sedikit sulit mencari wajahnya disana.
"Yu kami tidak dapat mencari nya"
"Aku juga gagal menemuinya"
"Selanjutnya apa yang harus kita lakukan"
"Bo pergi pesan penerbangan ke kota W sekarang juga"
"Baik."
"Rey kau bantu Bo untuk masuk kedalam perusahaan itu sebagai notulen berita"
"Mm aku paham"
"Jika gagal lagi, aku harus melakukan tindakan lebih"
"Yu meski kau ingin menemukan nya, ingatlah nyawa mu juga masih terancam oleh orang itu"
"Aku akan bergerak hati-hati."
Yu menutup telepon tersebut dan berjalan masuk kedalam gedung. Sesaat pintu lift terbuka Yuan melihat Liu Fei berjalan ke arah kamar nya. Yu mengikuti Fei dengan perlahan.
"Fei, bukannya apartemen itu milik John?... Apa yang sedang kau lakukan disana!
Yuan melihat Fei membuka kamar dengan santai seolah itu adalah milik nya, hal ini membuat Yu curiga sebab saat dirinya mengetuk pintu itu kemarin malam, disana hanya terlihat seorang pria bertubuh besar.
"Ooh ini aku sedang mengantarkan makan siang untuk klien ku, John"
"Klien?... Kenapa disini nama nya tertulis Ming Ke?...." Xi Yuan semakin penasaran mendekati kotak makanan dan melihat tanda pengenal di atas nya.
"Tadinya ini apartemen ku yang di sewa Keke sebelum dia kembali ke kota A. Tapi hingga saat ini dia belum juga kembali, aku hanya bisa meminjamkannya untuk klien ku semetara waktu"
Fei membuat cerita baru untuk mengelabuhi Xi Yuan agar berhenti mencurigai kamar di sebelah nya ini. Untuk sesaat Yu tidak percaya, tapi jika di gabungkan dengan penelusuran nya hal ini bisa juga di anggap real.
Xi Yuan kembali ke kamar nya.
"Arghhh Sial!!.... jika terus begini aku bisa gila!... Ming Ke dimana kau bisakah kita bertemu walau cuma 10 menit saja. Aku ingin berbicara dengan mu, Keke...."
...----------------...
Jangan Lupa Subscribe😉
.
__ADS_1