
...****************...
Pagi hari
"Keke bangun lah, kee..."
Ming Ke terbangun dan melihat dirinya sudah berada didalam mobil bersama Liu Fei. "Shh pinggang ku ah, eh Fei kenapa bisa kau?"
"Syukurlah kau sudah bangun, dimana aku bisa mendapatkan JetSkiing, kita harus pergi dari sini secepat mungkin sebelum Yuan menyadari kepergian mu,"
"Itu di pantai jungmun pulau jeju"
Di pinggir pantai, "Fei apa yang akan kita lakukan dengan ini?"
"Xi Yuan akan langsung menyadari kepergian kita jika menggunakan jalur udara, begitupun juga dengan jalur laut dan darat. Hanya bisa pergi menaiki ini agar bisa melarikan diri darinya"
"Apa kau yakin ini aman!!" teriak Ming Ke.
"Aku sudah memeriksa nya, Yu mengadakan pertemuan dengan pihak Eropa pagi ini, sepertinya itu akan selesai sebentar lagi, waktu kita sudah tidak banyak, peluk aku jika kau takut!" jawab Fei.
Mereka melarikan diri disebuah pulau terkecil dengan bangunan ditengah hutan yang biasa digunakan para pengedar narkoba dari kejaran polisi setempat.
Sementara itu disisi lain, Xi Yuan dan Brian sedang membicarakan kerjasama mereka. Saat kericuhan terjadi, "Tuan, ada masalah di Menara." Rey mendapat sinyal merah dan langsung pergi menuju Menara. Tapi sia-sia, hanya terlambat selangkah saja dari anak buah Fei, bahkan dirinya kehilangan jejak mereka.
CEO Xi Yuan dan Brian baru saja keluar dari dalam kantor. "Bagaimana?"
"Tinggal menunggu notifikasi saja. Dimana Rey, aku tak sabar jika harus menunggu mereka mengkonfirmasi nya"
Rey datang dengan tergesa-gesa. Melihat itu Yu langsung berkata, "Rey bobol situs kerjasama ku dengan pihak Eropa sekarang juga, aku ingin lihat hasilnya"
"Sudah ku lakukan tadi,"
"CEO Yu ada kabar baik dan buruk untuk mu, mana yang akan kau dengarkan terlebih dahulu,"
"Kabar buruk." Firasat Yuan mengenai kabar buruk ini adalah hasil kontrak kerjasama tapi ternyata salah.
"Ming Ke hilang, 50 dari 55 Penjaga Menara mengalami luka parah, 4 diantara nya meninggal, hanya 1 yang berhasil selamat!" ucapnya.
"Dasar tak berguna!! menjaga 1 wanita saja tidak bisa!!... Sia-sia aku melatih khusus mereka!!" Yuan mengepalkan tangan dan melampiaskan pada meja kerjanya hingga berlubang.
"Bo, lakukan pencarian sekarang juga, aku yakin mereka belum jauh,"
"Rey lanjutkan"
"Kabar baik nya. Pihak Eropa sudah menandatangani perjanjian kontrak dengan kita untuk jangka waktu 10 tahun yang akan datang."
"Baguslah, dengan begitu hanya tinggal beberapa langkah saja untuk menemukannya,"
"Ayoo cari kemana mereka membawa Ming Ke," Yu berjalan cepat menuju mobil yang sudah disiapin kan Bo sebelumnya.
__ADS_1
Mereka mencari hingga ke pelosok desa, tapi tidak ada jejak mereka sama sekali. Bukan hanya didalam Kota, bahkan Yu melakukan pencarian langsung ke kota W tapi usahanya juga sia-sia.
"Sudah 3 bulan melakukan pencarian, tapi hasilnya selalu nihil. Ming Ke dimana kau? apa masih baik-baik saja?" batinnya.
Tidak ada setitik pun tanda kemana perginya Ming Ke. Bahkan karena kesibukannya mencari Keke, Ai Ki keluar dari RS hanya ditemani nenek dan ibunya saja.
"Tidak ada suami di samping istri yang baru saja keluar dari rumah sakit, entah dia masih mengingat mu atau tidak" ucap nenek pelan tapi menyakitkan batin Ai Ki.
"Nenek, pekerjaan tuan Yu belum selesai, aku memaafkan nya kok." Kiki beralasan Yuan sedang melakukan perjalanan bisnis sehingga tidak dapat menemaninya.
Rumah Utama Xi Yuan
Kiki menelepon, "Yuan sudah lama kau tak pulang, sampai kapan kau akan mengurung ku disini"
"Ai Ki tidak perlu berprilaku seperti anak kecil, katakan saja aku akan menuruti semuanya"
"Tapi aku merindukan mu sayang"
"Aku akan segera kembali, pastikan kau melayani ku dengan baik nantinya"
"Benarkah, baik aku akan memuaskan mu," Kiki menutup ponselnya.
'Akhirnya Xi Yuan luluh juga dengan ku hihihii..." batinnya senang.
Kantor
"Dasar murahan," menutup panggilan mereka.
"Bo, Rey apa aku pernah bilang. Aroma tubuh, bayangan, sentuhan, gerakan, bahkan suara teriakan yang merdu saat tertindih ku, dia punya semua itu," ucapnya.
"Dan kau yakin itu adalah wanita yang selama ini kau cari bukan?" jawab Rey.
"Kami sudah sering mendengar nya. Tapii jika benar begitu, mengapa yang tertinggal Giok Ai Ki, bukan nya Ming Ke, XI YUAN," Rey melirik ke Bo dengan tatapan menertawai temannya itu.
"Kalian takkan faham, sudahlah... Aku mau berpesta kalau mau ikut hentikan omong kosong kalian"
"Kami ikuttttt," ucap mereka bersama-sama.
"Rey, kau ingat kali terakhir kita berpesta?... aku bahkan belum menyentuh anggur itu tapi pria ini sudah membuat keributan disana"
"Kau benar, Anggur tahun 90 ku pun lenyap karena ulah nya" jawab Rey mengeluh.
"Tuh. Pesan semua yang kalian mau,"
"Tapi jangan terlalu banyak, besok kalian masih harus melanjutkan pencarian"
"Tenang saja kami tidak akan seperti mu terakhir kali kok"
"Pufft..." Rey tertawa mengingat yang dilakukan Bo pada Yu.
__ADS_1
Mereka berpesta menghibur diri karena sudah melakukan banyak pekerjaan belakang ini.
Bulan ini usia kandungan Ming Ke sudah full dan hanya tinggal menghitung hari saja.
Keke Menjalani hari-hari dengan bahagia meski tak tahu siapa yang telah menghamili nya.
Tempat persembunyian yang diatur Fei sangat terjaga dari udara kotor, villa di tengah hutan setiap hari nya hanya ada hembusan angin dan beberapa suara binatang saja. Senyap dan tenang, Ming Ke sangat menyukai tempat itu.
Walau begitu untuk menghilangkan bosannya Ming Ke Tetap kerja saat perut nya sudah membesar.
3 hari sekali Fei datang ke villa ini, memastikan keadaan Keke.
Fei melakukan penerbangan menggunakan pasword Inggris milik nya, sehingga tidak diketahui oleh Xi Yuan maupun bawahannya.
Sesampainya di kota A, Fei menyewa mobil untuk 2 hari. "Keke aku datang," Liu Fei mengunjungi Ming Ke selepas kerja seperti biasa.
"Ming Ke maaf terlambat, tadi sutradara ingin menandatangani kontrak drama ke 2 dengan karya mu yang baru saja kau rilis pagi ini,"
"Keke mengapa kau diam saja?"
"Ming Ke... Bisakah kau keluar sebentar dan meminum obat mu terlebih dahulu"
Fei tak heran dengan Ming Ke sering kali lupa meminum obat sebelum tidur. Apalagi dengan susu kehamilan.
Fei membawakan sarapan pagi beserta stok susu untuk Ming Ke disini, jika ada waktu panjang Fei juga akan membawa wanita itu untuk makan siang di luar. Tapi jika tak sempat biasanya Fei yang memasak masakan bergizi untuk Ming Ke.
"Ming Ke... Berapa lama lagi kau akan keluar dari kamar itu?..."
"Keke?.." Sudah cukup lama namun Keke tak juga kunjung keluar dari kamar nya.
Fei mendobrak paksa pintu kamar Ming Ke, "Hah!!!.... Ming Ke apa yang terjadi disini?... Kau berdarah!!... Keke bangun lah..."
Kini tampaklah tubuh Ming Ke tergeletak dibawah ranjang dengan ponsel yang hendak menelepon Liu Fei disana.
Liu Fei memanggil dokter profesional untuk memberikan pemeriksaan secara keseluruhan kepada Ming Ke. Setelah dirawat selama 6 jam Keke akhirnya sadarkan diri.
"Fei..."
"Kau sudah sadar"
"Perutku!... Dimana anak ku?... Fei apa yang terjadi?..." Keke panik melihat perutnya yang besar kini telah berubah menjadi langsing lagi.
"Tuan kami sudah selesai memandikan mereka," Perawat masuk dengan 2 gerobak bayi.
"Keke mereka adalah nyawa yang selama ini berada didalam perut mu, lihat..."
"Ternyata aku benar-benar melahirkan mereka..." Keke menangis terharu menatap kedua buah hatinya.
"Dokter menyarankan operasi karena tenaga mu sudah hampir tidak ada tadi, tapi kau pernah berpesan untuk melahirkan mereka secara normal, meski itu akan mengancam nyawamu sekalipun."
__ADS_1
"Terimakasih Fei..." Keke menangis haru.
Ming Ke merasa sangat senang akhirnya bayi yang selama ini dinantikan lahir dengan selamat.