Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Seperti Kepala Udang


__ADS_3

...****************...


Ai Ki mengetuk pintu kamar, membuat Xi Yuan terkejut.


"Tuan, Yu..."


"Ada apa,"


"Sarapan sudah selesai, semua sudah menunggu mu,"


Tanpa berkata Yuan melewati Ai Ki. Melihat kedua anak nya juga sudah menunggu di sana.


"Selamat pagi ayah!!" teriak Ming Wei, berlari kecil memeluk Xi Yuan.


"Yoo... Coba kita lihat, kali ini ada permintaan apa dari Tuan putri," bersimpuh lutut di hadapan Ming Wei.


"Em... Kau mau bekerja?" bertanya secara imut.


"Katakanlah..." tersenyum mencubit kecil pipi anak nya.


"Wei-Wei sudah lupa apa rasa bakso," gumamnya.


Di sahut Xi Yi dari arah meja makan, "Wei-Wei mau semua olahan bakso..." mengusik dengan menirukan ucapan Ming Wei.


Berbalik badan meneriaki Xi Yi, "Kakak!! Hemph..." memutar kepalanya menghadap Xi Yuan dengan wajah kesal.


Chu Xia dan Su Nian-Nian tertawa kecil melihat tingkah Wei-Wei.


"Ooh... ternyata bakso. Wei-Wei tenang saja, ayah akan membawakan mu semua jenis perbaksoan. Jika tidak cukup juga, ayah bisa membawa mereka satu persatu untuk mu," menggendong anak nya.


"Benarkah! Janji!"


"Iyaa, Sayang..."


"Bagus! Yeyyy kau sudah berjanji. Yang lari dia orang bodoh... Cap, hihiii...." menggabungkan jempol nya dengan jempol Xi Yuan.


Selanjutnya mereka mulai sarapan sebelum pergi bekerja.


Xi Yuan memutuskan keheningan di meja makan. "Chu Xia, Su Nian-Nian, hari ini ajak anak-anak berkeliling. Gunakan ini, habiskan jika kalian mampu," ucap Xi Yuan menyerahkan Black card nya kepada Chu Xia.


"Yuan, hari ini Su Nian-Nian harus menemui klien, di-"


Memotong perkataan Ai Ki, "Hari ini, kau tidak perlu bekerja. Temani Chu Xia menjaga anak-anak," ucap Yuan menunjuk kepada Su Nian-Nian.


"Ayah," sebut Ming Wei ditengah perkataan Xi Yuan.


"Ada apa, sayang?"


"Kenapa mommy tidak ikut?"


"Mom-" lagi-lagi di potong Xi Yuan


"Ibu harus menemui klien, sayang. Hari ini ibu mu cukup sibuk, benarkan, Ibu?" mencoba senyum pahit kepada Ai Ki.


"I-iya, hari ini mommy sibuk. Kalian bermainlah dengan bibi," sahut Ai Ki melirik seram wajah kaku Xi Yuan.


Xi Yi memberikan kedipan mata kepada Su Nian-Nian. Dia pun langsung teringat dengan kesepakatan mereka kemarin malam.


"Tuan Yu... Akhir pekan, apakah aku boleh kembali ke Kota W? Ada sedikit pekerjaan yang ha-"


"Tidak," jawab Xi Yuan memotong ucapan Su Nian-Nian.


"Tapi Tuan ak-"

__ADS_1


"Tidak!" nada sedikit naik menatap Su Nian-Nian.


Su Nian-Nian menundukkan kepalanya, "baiklah, Tuan. Maaf"


Xi Yuan sadar ucapannya tadi terdengar sedikit kasar untuk dilihat anak-anak nya. Alhasil harus memikirkan cara untuk menghilangkan ketakutan mereka. "Apa kau ragu dengan orang pilihan ku? Apa kau kira kau bisa mengatasi perusahaan sebesar itu tanpa bantuan ku?" menatap Su Nian-Nian.


"Ti-tidak, Tuan, maaf telah lancang," lirihnya.


"Hoshh... Sudahlah, aku harus pergi. Xi Yi, Ming Wei, selamat bersenang-senang, ayah akan kembali sebelum gelap,"


"Baik ayah..." jawab Ming Wei.


Xi Yuan pergi meninggalkan kediaman Ming Lan. Sementara itu Ai Ki harus menggantikan tugas Su Nian-Nian menemui klien perusahaan. Chu Xia segera membawa anak-anak untuk bersiap sebelum pergi.


Dalam mobil.


"Bibi, kenapa mommy pergi lebih awal?"


"Wei-Wei, tempat kerja mommy berlainan arah dengan tujuan kita," jelas Su Nian-Nian.


"Kita mau kemana?" tanya Xi Yi.


"Seru nya kemana ya?" sahut Chu Xia.


"Taman bermain!" jawab Ming Wei.


"Bosan," jawab Xi Yi.


"Bagaimana kalau ke waterboom?" sahut Su Nian-Nian.


"Bibi... Ming Wei tidak bisa berenang," ucapnya melas.


"Kalau ke ZOO bagaimana? di sana kita bisa melihat banyak jenis hewan, kalian mau?" tanya Chu Xia.


"Nona, bagaimana kalau ke Mall saja. Kalian bisa bermain sepuasnya di sana," jawab supir yang tengah mengemudi kan mobil.


"Wei-Wei setuju! di sana Wei bisa main capit boneka, membuat boneka salju, main sepatu roda, dan banyak lagi... Kalau lapar tidak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan makanan," jawab Ming Wei membayang kan segalanya.


"Ini... bisa juga sih..." jawab Su Nian-Nian.


"Kalau Ming Wei suka, maka Bibi tidak punya pilihan lain," ucap Chu Xia mengusap rambut Ming Wei.


"Xi Yi, bagaimana?" tanya Su Nian-Nian.


"Bibi, uang ayah banyak 'kan?"


Chu Xia dan Su Nian-Nian menatap satu sama lain.


"I-iya, ada apa, Yi-Yi?"


"Baiklah, kita ke Mall saja!" ujarnya sambil tersenyum gembira.


Chu Xia dan Su Nian-Nian memberi isyarat, bertanya-tanya apa yang dipikirkan anak kecil ini.


Sementara itu di tempat lain, Xi Yuan dengan sengaja langsung mendatangi apartemen Ming Ke tanpa memberitahu nya. Awalnya Xi Yuan ingin memberikan kejutan, tapi siapa sangka, Ming Ke sudah tidak ada di dalam apartemen itu.


Xi Yuan menghubungi seseorang.


"Halo, Tuan..."


"Dimana Ming Ke,"


"Nona meminta ku mengantarnya ke perusahaan pagi ini, dan kami baru saja sampai sekitar 10 menit yang lalu,"

__ADS_1


Tut.. Xi Yuan memutuskan panggilan secara sepihak.


"Hmm... Awalnya ingin menjemputnya agar bisa pergi bersama, ternyata kau lebih cepat melarikan diri," gumam Xi Yuan mengingat bagaimana Ming Ke yang selalu melarikan diri dari nya.


Sesampainya di perusahaan. Xi Yuan langsung mencari Ming Ke di dapur kantin. Yuan berpapasan dengan Charles.


"Tuan Xi Yuan.. Kau sudah kembali?"


"Hei, Charles... Iya nih, ada beberapa urusan disini,"


Mereka berpelukan bahu.


"Dimana Keke?"


"Kemarin dia minta les membuat pai susu, dan saat ini dia tengah membuatnya sendiri tanpa bantuan ku," membawa Xi Yuan melihat Ming Ke bekerja di dapur kantin yang khusus dipersiapkan Yuan untuk nya.


Melihat Xi Yuan tidak melepaskan pandangannya, Charles mengerti kerinduan yang di alami Xi Yuan saat ini. "Yu, aku harus membeli beberapa bahan untuk les berikutnya. Aku meninggalkan nya untuk mu," ujar Charles.


Xi Yuan mengangguk mengiyakan. Charles pergi. Sementara Xi Yuan terus memperhatikan Ming Ke dari kejauhan.


"Selesai!" ujar Ming Ke setelah beberapa saat.


Xi Yuan berjalan tanpa suara, mendekat kepada Keke. Ming Ke masih tidak sadar saat ini Xi Yuan sudah berdiri di belakang nya.


"Tingkat kematangan yang pas, aroma susu yang melekat. Eum... selanjutnya apa ya?" tanya Ming ke pada dirinya sendiri, setelah berkali-kali melihat pai susu buatannya.


"Hiasan," jawab Xi Yuan dari belakang.


"Ahh iya, hiasan!" Ming Ke berbalik badan setelah mendengar suara tidak asing tersebut.


Keke terkejut, "kau.."


Merapatkan diri, menyudutkan Ming Ke pada meja, "kenapa seperti melihat hantu, Keke?"


"Ka-kau jangan begitu rapat, orang lain akan salah paham," mencoba menjauhkan Xi Yuan dari tubuh nya.


"Disini tidak ada orang... lantas kenapa jika mereka salah paham, bukannya kita tidak melakukan kesalahan,"


"Salah! Semuanya salah! Ini dapur, bukan tempat untuk berbuat semau mu..." sahut Ming Ke.


"Owhh... Jadi kau ingin aku membawa mu ke kantor ku lalu bermain di atas ranjang ku, begitu?"


"Xi Yuan! Hentikanlah!" teriak Ming Ke kesal, saat Yu mulai mengendus-endus lehernya.


"Ahh... Ming Ke, tubuh mu selalu bisa membuatku bergairah," melonggarkan diri.


Ming Ke merapikan rambut juga celemek nya.


"Mari kita coba pai buatan calon istri ku ini," ujar Xi Yi memotong pai tersebut. "Eum... Ini lezat sekali... Tapi masih lebih manis bibir mu kok, tenang saja," tersenyum manis pada Ming Ke.


"Idihh..." memutar bola matanya malas.


"Sepertinya aku harus sering-sering mengunjungi kantin nih, agar aku selalu bisa mencicipi semua hidangan mu," goda Xi Yuan.


"Kantin terlalu kotor untuk Tuan besar,"


"Benarkah?"


"Tidak. Kau sudah sama persis dengan kepala udang (otak yang penuh dengan kotoran)" ujar Ming Ke meninggalkan Xi Yuan di sana.


...----------------...


...Qarry_Adz...

__ADS_1


...Tidak perlu jadi sempurna untuk mendapat gelar Memuaskan dari Manusia karena pada umumnya manusia bersifat ingin lebih dan lebih. ...


__ADS_2