Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Istri Sah


__ADS_3

...****************...


Bangsal Yuan


"Ming Ke, apa kau bersedia menjadi istriku?" tukasnya duduk, sembari menjulurkan tangan.


Keke sangat marah, melangkah kembali mendekati Xi Yuan lalu memukuli tubuh Yu. "Kau pembohong!!! Lelucon macam apa ini! Kau keterlaluan!!"


Yuan menahan pukulan Ming Ke, "aww... Aw... Keke tenang lah, aku tidak menipu mu, aww..."


Ming Ke meringkuk meneteskan air matanya di atas badan Xi Yuan. "Bwaa... Hiks... kau jahatt huhuu..."


"Istri ku, maafkan aku..." ujar Yuan menenangkan nya.


Tapi Ming Ke masih merasa tertipu oleh tindakan Xi Yuan.


Bugh


Pukulan keras mendarat di atas organ paru-paru Xi Yuan.


"Ugh!" suara Yu menahan sakitnya pukulan tersebut.


"Xi Yuan!!" pekik Rey dan Bo.


 Ming Ke menatap ke semua orang di sana. "Kalian! Kalian juga tahu 'kan!" emosinya.


"Keke, aku yang mengatur semuanya," tanggap Xi Yuan bangkit dari tempat tidurnya.


Yuan kembali mengulang tindakannya, yaitu berlutut satu kaki dihadapan Ming Ke. Tapi kali ini bukan sebuah cincin lagi yang dipersembahkan nya.


"Ming Ke, aku sangat mencintaimu. Apakah kau mau menikah dengan ku sekarang juga?" membuka buku merah di tangannya, yang tak lain adalah akta nikah, yang sudah dipersiapkan Xi Yuan sejak pulang dari Kota W.


"Se-sekarang?" tukas Ming Ke terkejut masih idak percaya.


Keke melihat kepada Chu Xia dan anak-anak dan mereka bertiga menganggukkan kepalanya bersamaan mengiyakan pernikahan tersebut. Keke kembali teringat kata-kata mereka sebelum kembali.


Flashback On


Kamar anak-anak, Kota W.


"Keke, kenapa kau menolak nya tapi kau juga menyayangkan cincin ini terbuang,"


Membelai lembut cincin permata di tangannya. "Sebenarnya, aku tidak ingin. Tapi hatiku berkata lain, sakit rasanya melihat dia melempar benda ini. Aku merasa seperti itulah sakit yang ku rasakan ketika dia membuang ku,"


"Ming Ke, sejauh ini kau masih belum paham? Dia begitu karena melindungi mu. Dari awal hingga sekarang, dia tidak pernah sekalipun tidak mengkhawatirkan mu"


"Aku membencinya"


"Huh... Keke dengar aku. Jika kau benar-benar membencinya kenapa tidak mencari pria lain selama beberapa tahun terakhir? Aku tahu kau membencinya, tapi setelah mengetahui semua kebenaran kau pun bahkan cemburu melihatnya bersama dengan adik mu. Apa itu bisa dikatakan benci?"


Keke terdiam tidak menjawab.

__ADS_1


"Keke, kau masih membenci Xi Yuan yang dulu, tapi sekarang tidak. Bahkan hatimu dari awal sudah menerimanya..." lanjut Chu Xia melihat keraguan pada wajah Ming Ke.


Menatap dengan bimbang, "Chu, apa aku bisa memulainya dari awal? Apa dia tidak akan melukai ku lagi?"


"Dia tidak, yang melukai hatimu adalah pikiran negatif mu tentang dia"


Keke mengangguk, anak-anak menghampiri mereka.


"Ibu, apapun pilihan mu. Asal itu membuatmu bahagia, Xi Yi akan mendukung mu. Dan aku tidak akan membiarkan siapapun kembali menyakiti kekasih ku ini," tukasnya memeluk Ming Ke.


"Mommy, sebelumnya kami juga sudah punya ayah di dalam dirimu. Jadi kau tidak perlu mengkhawatirkan kebahagian kami. Carilah pria yang benar-benar bisa membuat mu bahagia," ucap Ming Wei ikut memeluk.


Flashback Off


Keke menarik napasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nya dengan yakin. "Ya, aku bersedia"


"Aaaa.... Wooo...."


Seketika ruangan yang hening itu menjadi ramai mendengar kata tersebut. Semua orang bersorak menepuk-nepuk tangan mereka.


Xi Yuan bangkit dari lantai dan langsung memeluk Ming Ke. "Kau benar-benar menerimaku? Aku sungguh tidak percaya ini! Aku sangat bahagia!" teriak Yuan memutar-mutar pelukannya.


Melihat ke arah temannya. "Bo, Rey, kalian dengar, Ming Ke menerimaku," ujarnya kegirangan, "Wooo.... Akhirnya aku punya istri..!!!"


Mereka seketika tertawa canggung mendengar teriakan Yuan. "Rey, kau dengar itu? "Akhirnya aku punya istri..." bukannya selama ini dia juga pria yang beristri" bisik Bo.


"Benar juga, ahahhaa..." jawab Rey ikut mentertawakan Xi Yuan.


"Tunggu," ucap Keke membuat semuanya terdiam. "Tadi aku melihat kontak itu. Sejak kapan kalian bersama?" tanyanya menatap Chu Xia dan juga Bo Gum.


"Chu Xia! Kau berani menyembunyikan hal besar ini dari ku...."


"Maaf Ming Ke aku tidak sengaja," jawabnya.


Keke datang mengejar Chu Xia yang bersembunyi dibelakang tubuh pacarnya yaitu Bo Gum.


Keesokan harinya Xi Yuan mengumumkan pernikahannya, dan menjelaskan semua yang terjadi di masa lalu. Agar orang-orang tidak menganggap Xi Yi dan Ming Wei sebagai anak haram.


Kiki juga sudah sadarkan diri, tapi dia mengalami sakit jiwa karena stress berlebihan. Saat tahu orang-orang yang disayangi nya kini semua telah tiada dan juga tentang dia yang tidak lagi bisa memiliki keturunan dimasa depan.


2 hari setelah pengumuman di sebar, 3 orang pria datang ke kediaman Xi Yuan dan Ming Ke.


Orang pertama. "Nona, saya adalah Notaris yang diutus oleh Tuan Ming Lan untuk menyampaikan wasiat nya. Tinta hitam di atas kertas putih ini asli tulisan beliau sendiri. Dimana di sini tertulis semua aset miliknya akan diserahkan padamu setelah beliau tiada,"


Orang kedua. "Nona aku juga Notaris yang unjuk kakek mu mengenai pembagian aset nya. Disini tertulis Kakek mu menyerahkan hartanya untuk Ming Lan dan juga kau, tapi karena ayah mu telah tiada maka asetnya otomatis jatuh ke tangan mu semua."


Orang ketiga, "Nona, aku Advokat nenek mu, yang juga diutus untuk menyerahkan surat wasiatnya. Dia menyerahkan semuanya untuk anak nya yaitu Ai Ling. Berhubung Nona Ling-Ling sudah tiada, asetnya akan di bagi dua antara kau dan adik mu. Jika setuju, tolong tanda tangan disini."


Setelah mendengarkan pesan mereka Ming Ke langsung menandatangani surat-surat tersebut.


Dalam Kamar.

__ADS_1


"Yu, lusa adalah acara pernikahan kita. Bolehkah aku bertemu dengan Kiki?"


"Aku akan pergi dengan mu"


"Itu artinya, boleh?!" tanya Keke bahagia, dan Yuan pun menganggukkan kepalanya.


Keesokan harinya Keke dan Xi Yuan mendatangi salah satu rumah sakit jiwa di kota A. Sesampainya di sana mereka melihat dari balik pintu seorang wanita tengah duduk di atas kursi roda nya, menatap suasana luar melalui dinding kaca.


"Tuan, Nona. Hari ini nona Ai Ki sudah membuat kekacauan 2x, bahkan dia menodongkan gunting kepada salah satu suster kami. Dia juga mengira teman sekamarnya sebagai musuh, dia mencekik pasien tersebut hingga mengalami cedera pada lehernya," ucap sang Dokter.


Keke tidak bisa diam saja ketika sudah seperti itu. "Dokter, aku akan membiayai pengobatan pasien itu."


"Dari semua kekacauan yang di buatnya, dia terus berkata. *Anak ku, kembalikan anakku. Ibu ku masih hidup, ibuku tidak mati* mungkin kejadian inilah yang memicu stress itu."


Mereka berjalan meninggalkan bangsal.


"Kau benar," jawab Ming Ke. kembali menoleh kearah bangsal adiknya. "Kiki yang malang, ternyata ada saat nya dimana seorang model terkenal seperti mu, harus menerima tekanan kuat yang langsung membuatmu berakhir seperti ini," gumamnya.


Xi Yuan menengadahkan wajah Ming Ke. "Sayang, ini adalah balasan dari perbuatannya. Bahkan Ling-Ling juga karena perbuatannya. Jangan terus memojokkan diri, kau tidak bersalah," ujarnya memeluk Ming Ke.


3 hari kemudian.


Pesta pernikahan digelar megah di Hotel Xi Group. Acara yang bertemakan blue-white itu terlihat sangat indah, kemerlap-kemerlip lampu putih menghiasi dindingnya, bunga-bunga yang tersusun rapi di atas meja menjadi pendamping untuk makanan-makanan nan mewah di sana.


Para karyawan, para dewan, pemegang saham, perusahaan yang bekerja sama dengan Yu. Mereka semua hadir memenuhi Aula acara.


"Pengantin wanita dipersilahkan"


Ming Ke berjalan dengan anggunnya, menatap lurus kearah panggung. Dengan didampingi oleh temannya yaitu Chu Xia dan juga adiknya yaitu Su Nian-Nian, Ming Wei juga ikut bersama mereka, berada di depan dan menuntun jalan Ming Ke.


"Pengantin wanita apa kau bersedia-"


Mereka memotong ucapan nya.


"Aku bersedia menjadi istri sah nya," jawab Ming Ke


"Aku juga bersedia menerima dia sebagai istri sah ku," jawab Xi Yuan.


Xi Yuan langsung memeluk Ming Ke tanpa memperdulikan semua orang yang berada dibawah sana. Semua orang bertepuk tangan bahagia menyaksikan keduanya.


"Huh... Mereka sungguh tidak sabaran," tukas Bo Gum menggelengkan kepalanya.


Mereka bersukacita dihari yang telah sangat lama dinantikan ini.


..._TAMAT_...


...----------------...


...Qarry_Adz...


...Setiap Pertemuan pasti ada Perpisahan karena itu memang sifat nya Dunia, yaitu SEMENTARA....

__ADS_1


Terimakasih All


See You💙


__ADS_2