
...****************...
Panggilan terhubung
"Halo, apa ini dengan Supervisor lapangan Pabrik"
"Ya, saya sendiri,"
"Aku Xi Yuan,"
"Oh, maaf Pak. Saya tidak tahu ini anda"
"Em, aku ingin menanyakan detail pemasok barang mentah yang masuk pagi ini"
"Oh, barang itu masuk sebanyak 50 ton, Pak. Saat ini 30 ton berlian sedang melalui proses penyempurnaan. Sedangkan 20 ton emas mentah sudah masuk ke tahap Smelting sebelum di olah lebih lanjut,"
"Siapa yang memberi izin kalian mengolah mereka?" tanyanya dengan nada sedikit keras.
"Tapi, tadi manajer berkata barang-barang ini harus segera di bentuk. Mengingat 10 hari lagi adalah awal tahun, dan puncaknya pemesanan berlian di perusahaan terjadi di bulan itu,"
"Dimana dia?!"
"Aku akan memanggilnya." Tanpa memutuskan panggilan dia berlari menemui manajernya.
Menepuk punggung manajer.
"Ada apa?"
Menunjuk ponselnya. "Pak Xi Yuan,"
Mengambil alih ponsel, "ah, halo, ya pak. Ada perlu apa ya?"
"Siapa nama pengirim bahan mentah itu, dan siapa yang memberikan izin padamu untuk langsung mengolah semuanya?!" tanyanya dengan angkuh.
"Ba-barang dari tuan XY. Dikirim melalui jalur bawah tanah. Mereka juga mengirimkan berlian paling bagus tahun ini, Pak," tukasnya sedikit gemetar. "untuk izin, maaf Pak. Kami memang belum mendapatkan izin dari atasan manapun, tapi tadi Pak Rey memberitahu, untuk segera mengolah mereka karena kau tidak dapat dihubungi,"
"XY?" batinnya. "Huh.... Sudahlah, sudah berapa banyak bahan yang masuk tahap olah?"
"Sekitar 10 ton, Pak"
"Lanjutkan, untuk puncak pemesanan awal tahun. Aku mau hasil yang kalian buat memuaskan pelanggan ku,"
"Baik, Pak"
Panggilan terputus.
"Lihat, barang nya sudah sampai 'kan?"
Xi Yuan mengangguk menatap Xi Yi, "Em.."
Selesai Makan
"Kalian segera bersiap, aku akan membawa kalian ke suatu tempat"
"Yu, bukannya kita akan kembali,"
"Masih ada 7 jam sebelum pergi 'kan?" mengangkat coll bahu nya.
Mereka segera bersiap-siap.
Luar Apartemen
Xi Yuan menahan tangan Bo Gum sesaat hendak membuka pintu mobil, "Kalian naik mobil belakang"
"Aku dan dia? Kau bercanda Tuan?" tanya Chu Xia dari mobil belakang.
"Lantas, kau ingin aku menjadi supir mu?"
"Tidakk, maksud ku. Kenapa harus dia, kenapa tidak bersama anak-anak saja. Lagipula aku bisa menyetir, jadi tidak butuh supir"
"Yu! Kau sengaja," bertanya secara perlahan.
"Bo. Iya sama-sama," Xi Yuan langsung masuk dalam mobilnya.
"Yakk!! Apanya yang sama-sama! Aku tidak mengucapkan terimakasih!!" pekiknya.
"Chk, aku akan sangat senang jika itu Tuan Rey," gumamnya terus menatap Bo Gum.
__ADS_1
Mendekat mobil belakang. Melihat Chi Xia enggan bergeser dari pintu pengemudi, Bo berkata, "Em, itu. Nona Chu, kau saja yang menyetir. Tolong perhatikan keselamatan, terimakasih" masuk kedalam.
Membuka pintu belakang, "kau mau aku jadi supir?"
"Jadi? Kau juga enggan bergeser,"
"Aku akan jadi penumpang, bukan supir. Bangkit!" cerewetnya.
Setelah bertekak akhirnya mereka duduk bersebelahan dimana Bo menyetir dan Chu Xia menjadi pendamping nya.
Cukup lama mereka melaju dan akhirnya sampai di sebuah pantai.
Pantai
"Ughh... setelah 2 jam berjalan, akhirnya lelah ini tergantikan," merenggangkan badannya.
"Lelah? Kau selalu tidur sementara aku yang menyetir, darimana kata lelah mu itu berasal?" sahut Bo Gum.
"Yakk! Kau tidak tahu cara mengemudi mu buruk sekali, pinggang ku hampir patah karena mu!!"
"Kenapa menyalahkan aku! Pinggang mu yang terlalu lemah!"
Melepas sepatunya, "Kau bilang aku lemah! Kemari kauuu!!" mengejar Bo Gum.
Mobil Lain.
"Sayang, kita sudah sampai. Xi Yi, Wei-Wei, bangunlah.."
"Hoamm..." menguap, "Ibu, kita dimana?"
"Kita di pantai, Yi"
"Ibu, mau cium.." pintanya manja.
Xi Yuan yang menyaksikan lewat kaca. "Cium, cium. Kau sudah besar!" tegasnya.
Mengecup bibir Xi Yi, "Emmuachh,"
"Sudah.. Untuk apa berlama-lama," tukas Xi Yuan melepaskan kecupan Ming Ke dengan putranya.
"Bwlekk..." Yi menjulurkan lidahnya, seolah berkata aku menang.
Setelah keduanya turun, Keke juga segera melepaskan sabuk nya.
"Kau akan turun begitu saja?" tanya Yuan.
"Iya, kenapa? Apa ada yang salah dengan riasan ku?" menurunkan cermin di depan nya.
Berkata semakin kecil, "Tidak, tidak ada. Tapi, tadi kau uumm kepada mereka,"
"Ah? Kau bilang apa?"
Dengan pelan, "aku juga ingin,"
"Tuan, kenapa kau berbicara begitu lembut. Aku tidak dapat mendengar nya..."
Xi Yuan tak habis akal, "Em..." sembari menyodorkan wajahnya ke pada Ming Ke, Xi Yuan menunjuk pipinya dengan senyuman lembut.
Ming Ke memperhatikan wajah Xi Yuan dengan seksama. "Apa? Tidak ada apa-apa di wajah mu." Kembali bercermin melihat wajahnya. "Bahkan wajah ku juga baik-baik saja. Apa kau sakit gigi?!" tanya Keke terkejut.
Menghembuskan napasnya. "Huh... Sudahlah!" Xi Yuan keluar lalu membuka pintu mobil Keke.
Ming Ke terus melihat Xi Yuan yang berjalan menuju pintu nya.
"Cepat turun!" tegas Yuan.
Ming Ke turun dari mobil. Xi Yuan kembali menutup pintu dengan keras hingga Keke mengedikkan bahu dan mata nya.
"Kenapa dia?" batinnya.
"Mommy, ayo main!!" panggilan Wei-Wei kembali menyadarkan lamunannya.
"Ibuu... Lihat benteng ku!..."
"Mommy, lihat. Wei-Wei mau buat istana pasir jugaaa!!..." serunya iri pada benteng buatan Xi Yi.
"Ooh, baiklah. Ayo kita kalahkan Xi Yi..!!" teriaknya.
__ADS_1
"Kalian para wanita tidak akan bisa mengalahkan kerajaan Yi-Yi, Ahahaha...."
Xi Yi melemparkan segumpal pasir menyerang istana buatan Ming Wei dan juga Keke.
"Mommy, awasss! Serangan datangg..!!"
"Xi Yi, kau curang!"
"Benar, kakak curang. Menyerang disaat istana kami belum siap!"
"Wohohoo.... Kalian yang sangat lamban,"
Dari arah lain.
"Bo, kau tidak diizinkan untuk bermain!" pekiknya melihat Bo Gum dan Chu Xia bermain volly.
"Kenapa? Kita kan sedang bermain"
Bugh...
Bola mengenai kepala Bo Gum. "Ughh!"
"Wohoooo.... Aku menang! yeyeye wohoohoo..." teriak Chu Xia.
"Kau! Aku masih belum siap! Lagipula poin mu masih 1 sedangkan aku 20, darimana jalannya kau yang menang!" pekiknya.
"Perjanjian, meski kau cetak 21 poin dan aku 1, pokoknya aku yang menang, Bwlee..." mengayunkan kedua tangannya diatas kedua telinganya.
"Sejak kapan ada perjanjian itu!"
"Sejak detik ini. Ahahahaaa.... Bo Gum kalahh... Bo Gum kalahh..." menari-nari dengan bola ditangannya.
"Chu Xia!! Lagi-lagi kau curang!!!" mengejar nya.
Xi Yuan yang melihat keseruan semua orang. "Arghh... Tidak asisten, tidak wanita itu. Semuanya tidak ada yang bisa mengerti aku!" gumamnya.
Chu Xia bergabung dengan Kerajaan Xi Yi. Sedangkan Bo Gum melayani Xi Yuan.
"Nih, kelapa muda permintaan mu"
"Em, pijat badan ku," membalikkan badannya.
Menolak dengan cepat, "Tidak bisa"
Memutar kembali dengan nada marah, "kenapa tidak!"
"Aku harus bersenang-senang sebelum bekerja untuk mu lagi"
"Bersenang-senang katamu! Apa kau tidak tahu diantara kalian cuma aku yang terasingkan!" emosinya meluap.
"Itu masalah mu dengan Nona. Tolong jangan libatkan aku di dalamnya"
"Aku tidak punya masalah dengan nya!"
"Mata dan emosi mu berkata, Iya"
Mulai merendahkan suaranya, "apa besar begitu?"
Menganggukkan kepalanya, "Em.. Terlihat sangat jelas"
Meraba-raba wajah nya.
"Sudahlah, katakan. Kesalahan apa yang kau buat?" tanya Bo Gum.
"Aku tidak melakukan kesalahan apapun, dia lah yang bersalah"
"Iya, kenapa?"
"Dia mencium kedua anak itu di depan ku. Tapi saat aku merendahkan harga diriku dia malah bertingkah bodoh," keluh nya.
Tertawa kecil, "Puftt, bagaimana cara mu merendahkan diri nya, Tuan Yuan"
Menunjuk wajahnya.
"Kau minta Cium!!" kagetnya, berkata dengan keras.
...----------------...
__ADS_1
...Qarry_Adz...
...Tersenyumlah untuk merubah Dunia Mu & Jangan biarkan Dunia yang merubah Senyuman Mu...