Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Kehilangan Nya


__ADS_3

...****************...


Disisi lain.


"Am-ampun Tuan... ampuni aku..."


"Kau berani mempermainkan ku!!"


"Tuan Yu, aku-aku benar-benar mengaku salah," wanita itu menyembah kan diri di kaki Xi Yuan.


"Sekarang bawa aku kesana! Dan jangan pernah untuk mencoba melarikan diri lagi, PAHAM!!"


"Ba-baik Tuan, Yu"


...----------------...


Flashback On


Kita kembali saat Su Nian-Nian terkurung dan berhasil kabur ya guys ya..


"Huhh membosankan sekali," melangkah menuju balkon kamar.


"Mmm sejuk sekali udara pagi ini, AAAAA!" teriak Nian-Nian melepaskan kesal nya.


Dari arah samping.


Takk.. Melemparkan buah ke kepala Nian-Nian.


"Aww"


"Berisik!" bentak Xi Yuan.


"Kau! Kau tidak tahu apa yang sedang aku alami!" teriaknya.


"Eh, tunggu kenapa aku seperti pernah melihat wajah mu, tapi dimana ya?" Nian-Nian berusaha mengingatnya.


Yu memutar balik badan ingin meninggalkannya.


"Ahhh iya aku ingat! Kau suaminya Ai Ki kan!"


Xi Yuan berhenti. Tidak menoleh dan melanjutkan langkahnya.


"Tunggu!! Kau pasti sedang mencari Ming Ke, aku tau dimana dia!!"


teriakannya berhasil membuat Yu menolehkan muka.


"Kau kenal mereka, siapa kau?" tanya Yu menyelidiki.


"Aku..."


"Nona Su, waktunya sarapan," pelayan tiba-tiba saja masuk kedalam kamarnya, membuat Nian-Nian harus menghentikan suaranya.


"Kau mengejutkan ku!"


"Maaf," pelayan itu langsung pergi.


Nian-Nian kembali menuju balkon, "Haiss kemana dia,"


Karena Yuan tak lagi terlihat, Nian-Nian menuliskan surat, tapi saat kembali lagi Yuan telah berdiri dengan membentang tangga.


"Tuann aku kira kau takkan menolong ku," Nian-Nian merobek kertas itu lalu mengantongi nya, tanpa tahu sepotong kertas lainnya terjatuh.


"Katakan."


"Aku Su Nian-Nian, sahabat Ai Ki, juga merupakan tunangan pria yang membawa Keke dari Kota A. Alasan aku terkurung karena Fei melarang ku menemui Keke yang sedang dirawat di Rumah Sakit **," ujarnya mengelabuhi Yuan.


Mendengar hal itu Yuan langsung bergerak.


"Eh Tuan, tunggu bawa aku juga, aku kan sudah memberitahu mu,"


Yuan tidak perduli dan langsung meninggalkan nya.

__ADS_1


Nian-Nian menunjukkan Rumah Sakit yang salah untuk mengelabuhi Xi Yuan. Sementara dirinya langsung nebgganti pakaian dan pergi menuju Rumah Sakit yang sesungguhnya.


Setelah melakukan kejahatannya Nian-Nian berhasil kabur. "Huft.. huft... hampir saja," ujarnya.


Melihat kanan kiri, "Itu dia!" teriak bodyguard Fei.


Nian-Nian terus berlari dan bersembunyi di area parkir mobil.


"Disini rupanya kau," ucap pria dengan aura membunuhnya kearah Nian-Nian.


"Tu-Tuan Yuan!"


Benar Yu pergi ke Rumah Sakit yang tidak jauh dari Rumah sakit Ming Ke dirawat.


Bughh...


Bahu Nian-Nian dipukul hingga pingsan, Yu langsung saja memasukkan nya kedalam mobil dan membawa nya pergi


Flashback Off


...----------------...


Yuan pergi diikuti dengan anak buahnya menuju Rumah Sakit.


Rumah Sakit


Di taman. "Dasar tidak berguna! Kau harus dihukum!" Fei terus memukuli bodyguard yang ditugaskan menjaga Keke.


"Bagaimana kau bisa kehilangan Ming Ke!! Aku sudah mengingatkan mu berkali-kali untuk terus mengawasinya!!"


Xi Yuan yang mendengar teriakan tersebut langsung menghampiri mereka.


"Dimana Ming Ke berada?" tanya Yu dengan nada rendah.


"Xi Yuan! Bagaimana kau?"


Omongannya terhenti ketika melihat Su Nian-Nian muncul dari balik badan Yuan.


"Nian-Nian!" Yu bertambah marah karena melihat luka di tubuh Nian-Nian.


"Aku hanya menghukum orang yang berani menipu ku," jawab Yu santai.


"Aku akan mengembalikan wanita mu, tapi sebelum itu beritahu aku dimana wanita ku," lanjutnya.


"Jangan coba untuk menipu ku, aku akan mencari tahu dimana Ming Ke kau sembunyikan, dia juga bukan wanita ku, kau ambil saja jika mau."


Fei mengira Ming Ke berada ditangan Xi Yuan.


"Aku? menyembunyikannya?"


"Ch.. Jika benar begitu, untuk apa aku mengotori tangan ku dengan wanita sialan ini," Yuan menarik Nian-Nian dari tangan Bo, lalu melemparkannya pada Liu Fei.


"Jika tidak dengan mu, dimana dia sekarang?" lirih Fei pelan, namun terdengar olehnya.


"Kau bilang apa tadi, Ming Ke dimana?"


"Bukannya Keke bersama mu di Rumah Sakit ini!" Yuan mulai marah.


"Tadinya begitu tapi bodyguard bodoh ini malah membiarkan nya pergi," Fei menendang mereka.


"Siaalll!!! Dasar BEDEBAH!!"


Yuan menghabisi Fei dengan anak buahnya. "Kau menyembunyikannya dari ku selama ini! Dan sekarang mudahnya kau berkata dia hilang!!"


Kericuhan terjadi di taman Rumah Sakit. Satpam juga tidak bisa menghentikan mereka.


"Cukup! Ayo cari dimana Ming Ke saat ini," pinta Yuan setelah melumpuhkan semua bawahan Fei.


Xi Yuan disertai anak buahnya meninggalkan Rumah Sakit.


Fei berdiri dengan babak belur diseluruh badannya, "Arghh! Ini semua gara-gara kau!"

__ADS_1


"Ming Ke tidak akan pergi jika kau tidak mengusiknya!"


Fei kembali meluapkan amarahnya pada Su Nian-Nian.


"Karena kau sudah berani, kau harus mendapatkan hukuman." Fei mengangkat rahang leher Su lalu membuangnya.


Anak buah Fei yang lain datang membantu mereka. "Bawa dia." perintah Fei menunjuk Su.


Dalam mobil


"Rey periksa cctv rumah sakit ** ini,"


Sepuluh menit kemudian. "Yu, taksi yang dikendarai Ming Ke berhenti di bandara xx, tapi setelah ku telusuri, Ming Ke tidak memesan tiket penerbangan disana."


"Aku akan memeriksa nya langsung" Bo dan Yu menuju bandara.


Bandara xx


"Permisi,"


"Salam senior, ada yang bisa saya bantu?"


Paman Chu Xia mendatangi Mitra yang bertanggung jawab pada pembelian tiket. "Perhatikan foto ini, jika dia mencari seseorang yang melakukan chek-up penerbangan, bilang saja tidak ada"


"Baik"


Yu bru saja sampai di bandara ini, tanpa basa-basi Yu langsung menuju tempat pemesanan tiket berada.


"Nona, apa ada seorang wanita yang memesan penerbangan disini, sekitar tiga jam yang lalu?" tanya Yu sopan.


"Maaf Tuan, bandara terlalu ramai hari ini, saya tidak dapat mengenali muka seseorang"


"Bisa saya cek jadwal penumpang hari ini"


"Silahkan"


Meski Rey sudah memberitahu kalau nama Ming Ke tidak terjadwal disana, tapi Yu bersikeras mencari nya. Dan nihil hasil tetap sama, Yu kehilangan jejak nya.


"Keke kemana kau pergi?"


"Yuan, kau sudah mengerahkan seluruh tenaga mu. Doakan saja dimana pun dia berada tidak boleh menderita harus tetap bahagia"


"Kau benar,"


"Bo, bagaimana perkembangan pencarian Pria itu," Yu mengalihkan fikiran nya.


"Sampai saat ini petunjuk yang sudah didapatkan, pria tersebut punya satu anak dan anak itu memiliki perusahaan besar disebuah kota, tapi bayang-bayang akan nama maupun yang lainnya belum kami dapatkan,"


"Sepertinya Pria ini memang punya sesuatu hingga dapat menutup rapat segala hal"


"Terus cari informasi tentang nya, jika dia masih hidup aku takut akan membahayakan Ming Ke"


"Baik."


Bo merasa kasihan pada Xi Yuan selain belum menemukan pembunuh ibu nya dia juga harus mencari Ming Ke kesana-kemari.


Baik Fei maupun Yuan mereka sama-sama kehilangan Ming Ke.


"Tuan nona Su Nian-Nian menghilang!"


"KENAPA BISAAA?" tanya Fei dengan nada tinggi.


"Tadi Ming Ke sekarang Nian-Nian, kalian sebenarnya masih mau hidup atau tidak Hah!"


"Maaf tuan, tadi saat menuju apartemen, mobil dihadang 2 mobil besar dan langsung menghabisi nyawa mereka"


"Siapa itu! Kenapa bisa mengalahkan anak buah ku!"


"Dari penjelasan anak buah yang berhasil melarikan diri, mereka seperti pasukan bayaran khusus"


"Pasukan? Siapa yang berani menurunkan orang seperti itu di kota ini," lirihnya heran.

__ADS_1


"Aww pelan! Dasar bodoh! pergi kau!!" Fei menghempas pelayan yang sedang mengobati luka nya.


"Mah-maaf tuan," membungkukkan badannya dan berlalu pergi.


__ADS_2