Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Model Berkedok Pelakør


__ADS_3

...****************...


Pagi Hari


Halaman Rumah Sakit Xi


Merenggangkan badan seperti habis bangun tidur, "Haaahhhh.... Akhirnya aku keluar juga dari Rumah yang membosankan ini"


"Emm... Aku sengaja keluar lebih awal agar tidak menemui Tuan Xi Yuan, lalu... Kemana aku selanjutnya?" mencoba berfikir.


"Ah.. iya.. Ke rumah Utama saja, aku juga melewatkan sarapan pagi ini, siapa tahu di sana aku menemukan daging panggang, Khihihi..."


Ming Ke berjalan ke pinggir pasar, melambai pada taksi lalu naik dan langsung kembali ke Rumah Utama Keluarga Ming Lan.


Ming Ke kembali pada ingatannya 5 tahun lalu. Ya.. Saat itu dia belum mempunyai anak, bahkan yang dia ingat dia masih seorang wartawan kecil.


Tidak lama taksi meninggalkan Rumah Sakit, Xi Yuan dan Bo Gum sampai disini.


Berjalan menuju bangsal Ming Ke. Membuka pintu kamar. Melihat seorang suster tengah membereskan beberapa kain di sana.


Bo bertanya, "Apa yang kau lakukan... Dimana pasien di kamar ini..."


Menoleh, menundukkan kepala dengan hormat. "Ah.. Tuan Xi Yuan, salam... Pasien disini sudah pergi lebih awal"


"Bagaimana bisa! Aku kan sudah berpesan untuk menunggu ku!" bentak Yu padanya.


"Ma-maaf Tuan, aku juga tidak tahu... Dia berkata kau sudah menunggu nya dibawah sana"


"Dia masih seorang pasien yang hilang ingatan, kenapa kalian tidak berkerja dengan baik!"


Mengangkat ponsel genggam nya, "Cabut kinerja suster dan dokter yang bekerja di bangsal VIP 203, jangan sampai aku melihat mereka lagi," melangkah keluar kamar.


Terkejut, terbelalak. "Ah!.. Tuan... Aku bersalah... Tolong jangan mengakhiri pekerjaan ini... Tuan..."


Dalam Mobil.


"Ingatannya kembali ke 5 tahun lalu, jika itu kau kemana kau akan pergi"


"Tuan, Yu. Jika itu aku, pada 5 tahun yang lalu orang tua ku masih hidup, tentu saja aku akan kembali ke rumah,"


"Aku paham, pergi ke Rumah Utama mereka"


"Baik,"


Dalam Taksi.


"Pak, antar aku ke alamat 09"


"Nona tolong jangan bergurau, alamat apa itu... aku belum pernah mendengarnya"


"Ahk.. Kau benar, aku lupa. Antar aku ke alamat bb..."


Berkata dalam hati, "Aneh... disini tidak ada alamat dengan angka, bagaimana aku bisa merasa sangat akrab dengan alamat itu?" fikirnya.


Rumah Utama Keluarga Ming Lan


Berteriak sedikit pelan, "Ibu, Nenek. Aku pulang.." melihat sekeliling. "Dimana semua orang," gumamnya.


Seorang wanita turun dari tangga.


"Emh... Akhirnya kau pulang juga, Ai Ki. Aku sudah lama menunggu mu, aku kira kau lupa alamat rumah."


"Siapa kau?"


Terkejut kecil, "Hei.. Jangan pura-pura lupa, aku Su Nian-Nian, Desainer terkenal di seluruh Negara."


"Su Nian-Nian?... Apa yang kau lakukan di rumah kami"


"Rumah kami? Eh Burung Hantu, aku juga penghuni sah di rumah ini ya!"


"Kenapa kau menyebutku dengan nama itu..."


"Kau pulang dan tidur di siang hari, lalu kau pergi dimalam hari untuk menyenangkan para leluhur botak itu. Sejak pekerjaan mu dihentikan oleh mereka, kau bukan membantu ku mengurus perusahaan kalian, tapi malah meninggalkan semua tanggungjawab itu pada ku!"

__ADS_1


"Perusahaan Ming? Kenapa bisa kau ikut campur di dalam nya..."


"Kiki! Aku sudah muak melihat kebodohan mu!"


"Nona tolong, sepertinya kau meneriaki orang yang salah"


"Bagaimana mungkin, Di dunia ini hanya tinggal kau seorang saja, bukannya kau yang berkata Ming Ke sudah mati tenggelam.."


Bayang-bayang ingatan. "Aku?... Mati?... Apa yang terjadi," menahan sakitnya ingatan itu. "Akh.. Shhtt..."


Merasa sedikit aneh, berjalan mendekati Kiki. "Ai Ki?... Ai Ki?... Kenapa dengan mu?... Kiki?..."


Seorang pria masuk, "Ming Ke!....Ming Ke!" melihat Wanita itu terduduk lemah sembari terus memegang kepala nya, Xi Yuan mempercepat langkahnya.


"Apa yang terjadi disini!" mengangkat Ming Ke di tangan nya.


Keke pingsan sesaat setelah Xi Yuan mengangkat nya. "Keke!" berusaha membangunkannya.


Dalam Mobil.


"Bo Gum, pergi ke apartemen itu, aku akan memanggil dokter pribadi menuju ke sana"


"Baik, Yu."


Mereka bergegas menuju apartemen yang sudah di beli Xi Yuan sebelumnya.


Apartemen


Mereka berjalan masuk ke dalam sana. Beberapa dari pengunjung melihat betapa tampan dan gagah nya seorang Xi Yuan dalam mengangkat wanita nya.


Yu sengaja menutupi wajah Keke dengan tubuh nya, berhubung Ming Ke punya seorang kembaran yang terkenal, Xi Yuan malas menghadapi para wartawan jika mereka menanyakan apakah itu Ai Ki istrinya.


Xi Yuan sudah sampai di depan pintu kamar apartemen yang beratas namakan Ming Ke tersebut.


Meletakkan Keke di atas kasur, "Bo, dimana dokter nya!"


"Tuan, dia masih dalam perjalanan"


Datang pada resepsionis, "Halo, aku sudah membuat janji bertemu dengan seseorang dari apartemen gedung 20 kamar 115"


Resepsionis 1, "Oh itu kau, disini kartu kamar nya Nona,"


Resepsionis 2 menyenggol resepsionis 1. "Stth... Sepertinya aku pernah melihat wajah nya, tapi dimana ya"


Dia menjawab, "Puftth... Wajar saja jika kau tidak asing dengan ku," membuka kacamata hitam dan juga syal yang menutupi leher hingga mulut nya. "Lihat dengan jelas, sudah ingat?"


Resepsionis 1, "Hakhh... Kau Ai Ki! Tokoh model terkenal itu! Kau benar-benar Ai Ki!... Nona aku sangat menyukai mu.."


"Stt... Jangan keras-keras nanti wartawan berbaris di sana," menunjuk pada pintu masuk gedung.


"Nona boleh aku berfoto dengan mu... Ku mohon... Aku sangat mengagumi kepribadian mu..." memelas.


"Tentu saja, apa pun itu"


Setelah berfoto Ai Ki menuju apartemen tujuannya.


Di tempat awal


Resepsionis 2. "Hei! Yang ku maksud bukan itu"




"Bukan apa?"




"Apa kau tidak merasa, dia sama persis dengan seorang gadis yang di bawa pria tampan tadi"


__ADS_1



"Ahh.. Itu hanya perasaan mu saja, bagaimana mungkin seorang model papan atas seperti Kiki punya 2 wajah"




"Aku benar, aku melihat wajah wanita itu dengan sekilas tadi, jangan bilang kau hanya memperhatikan ketampanan pria nya saja"




"Ahh tidak mungkin, kau salah lihat... Cepat ganti lensa kacamata mu itu, atau kau bisa beranggapan semua wanita disini memiliki wajah ku"




Membenarkan kacamatanya. Berkata dalam hati, "Kacamata ku tidak bermasalah, dan aku tidak mungkin salah."


Dalam kamar


"Tuan, Dokter sudah sampai di lantai dasar, aku akan menjemputnya"


"Cepatlah"


Bo Gum keluar dari kamar menuju lift.


Ai Ki baru saja sampai di lantai 20.


Mereka berpapasan. Bo Gum menghentikan langkah nya. Menoleh ke belakang.


"Aneh, sepertinya aku melihat Ai Ki," kembali melihat depan, "Akh... Mungkin hanya perasaan ku saja," melanjutkan langkah nya menuju lift.


Ruang 115


Melangkah masuk, berhenti tepat di ruang tamu. "Siapa kau?"


Menoleh ke belakang, "Kau tidak mengenali wajah ku?..."


Terbelalak, "Xi-Xiao Mi!"


"Terkejut?... Harusnya aku yang terkejut... Apa yang kau lakukan di apartemen suami ku Kiki, Hum?"


Tarik nafas, berusaha tenang. "Aku disini menemui pacar ku,"


"Dasar tidak tahu malu, sudah tahu dia punya istri dan bahkan 2 orang anak, kau masih saja menaiki ranjang suami ku..."


"Aku tidak... Dialah yang memaksa ku... dengan kemolekan tubuh seksì ku ini apalah daya... Aku hanya bisa mengikuti perkataannya," melirik ke arah tubuh datar wanita di depan nya.


"Kau sudah jadi pel@kør disini, apa kau masih punya harga diri!"


Menggaruk telinga yang tidak gatal, "Duhh... Apa kau tidak tahu malu... Ao Ting sudah mencampakkan mu, bahkan dia menjanjikan pernikahan megah untuk ku, lantas apalagi yang kau harapkan..." senyum smrik.


Berjalan mendekat, tangan melayang hendak menampar wajah Ai Ki.


Ai Ki memblokir tamparan itu, lalu membalas tamparan ke wajah Xiao Mi.


...----------------...


Lanjut?


Tapi ukh.. dorang minta up setiap hari tanpa ada dukungan... author sedikit sedih sih🤧🙂


......................


...Vivian...


...Wanita (mulut kejam hati selembut sutra)...


...Pria (..........)...

__ADS_1


__ADS_2