Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Rindu Mommy


__ADS_3

...****************...


Ruang makan


"Rey, apa yang terjadi! Kenapa kau tidak bisa melihat pergerakan musuh?!" Teriak Xi Yuan.


Terkejut melihat laptop, "Apa!"


"Ada apa Rey?" tanya Bo Gum.


"Gawat! Mereka berhasil membobol situs keamanan yang ku buat, saat ini mereka menuju kesini!"


"Sial! Berapa lama waktu yang kita punya?" tanya Xi Yuan.


"Dari perkiraan, mereka akan tiba 30 menit lagi," sambil terus mengontak-atik laptop nya.


"Jarak untuk ke bandara dari sini berkisar 10 menit, penerbangan akan lepas landas 10 menit kemudian." jelas Bo Gum, melihat jadwal penerbangan Xi Yuan.


"Bagus, waktu kita tidak banyak. Rey minta bantuan dari Brian untuk mencegah mereka, Bo kau bawa anak-anak dan juga Chu Xia pindah ke apartemen lainnya, aku akan menyetir sendiri ke bandara,"


Brian kembali menghubungi Xi Yuan. "Yu, aku sudah membantu kalian memblokir jalan mereka, kau hanya punya sedikit waktu. Bawa anak-anak keluar dari Kota, tampaknya Richard telah mengerahkan semua anggota mafia nya untuk mengepung seluruh Kota,"


"Tapi kondisi Ming Ke-"


"Cepatlah! Mereka mengincar anak-anak!"


"Baik," tegas Xi Yuan memutuskan panggilan.


"Bo, ganti rencana. Cepat pesan 3 tiket lagi, aku akan membawa mereka kembali ke Kota A."


"Kau pergilah, aku akan mengurus nya," jawab Bo Gum.


"Yu, sistem pertahanan berhasil di kunci. Kau cepat pergi sebelum navigasi mereka menemukan jejak kendaraan mu," tukas Rey.


Belum sempat memakan makanan, Xi Yuan langsung membawa kedua anak itu dan juga Chu Xia meninggalkan apartemen menuju Bandara.


Di tempat lain


"Tuan, mereka kembali mengunci sistem keamanan,"


"Lebih cepat lagi! Jangan sampai mereka lolos!"


Brakk...


"Tuan! Terjadi kecelakaan di arah timur, beberapa mobil kita rusak di terjang truk besar,"


"Ini pasti ulah mereka! Perintahkan seluruhnya ambil jalan tikus!"


Mereka mengambil jalan kecil guna menghindari serangan dari Brian dan juga anak buah Yuan.


20 menit berlalu, saat ini Xi Yuan sudah masuk ke dalam pesawat. Sedangkan Richard baru saja sampai di apartemen.


"Tuan! Sepertinya mereka menyadari kita dan segera pergi dari apartemen ini,"


"Sial!! Mereka lolos lagi! percuma saja menggunakan jalan kecil agar lebih cepat, ternyata mereka masih bisa lolos!"


"Tuan, navigasi kembali terbuka! Dan itu mengarah pada penyebrangan pelabuhan Gomnan"


"Itu penyebrangan tercepat menuju kota A, cepat kejar!"


Sementara Richard mengejar, Xi Yuan sudah lepas landas menuju kota A. Sesampainya di pelabuhan Gomnan.


"Rey bagaimana?," tanya Bo.

__ADS_1


"Mereka masuk perangkap, selanjutnya serang mereka,"


Brian dan para anggota Xi Yuan sudah menunggu Richard disana. Richard langsung mengerahkan 2 kapal besar mengejar arah kapal di depan mereka.


"Tuan R, mereka hanya berjarak 5 menit saja,"


"Gunakan kecepatan penuh, kejar dan kepung mereka,"


"Tuan, kenapa aku merasa 3 kapal itu menuju kita?" ujar anggota yang mengerahkan teropong.


Richard mendekatinya, melihat ke arah timur, selatan dan juga barat. "Benar, Jangan-jangan... Sialan!! Mereka menjebak kita!" teriak Richard.


"Tuan! Kapal kita sudah di serang!" menunjuk ke arah kapal satu lagi.


"Mereka menyerang dari laut dan juga dari udara!" teriak anak buah lainnya.


Bola dengan asap racun telah di kerahkan mereka ke dalam 2 kapal Richard, membuat kapan oleng. Kapal 2 menabrakkan moncong nya ke arah ekor kapal 1.


"Tuan, apa yang harus kita lakukan!"


Mereka tahu di laut Kota C dilarang melakukan ledakan dan sengaja membuat bola beracun untuk melumpuhkan para musuh. Richard juga tidak dapat berbuat apa-apa karena mereka benar-benar sudah terkepung di sana.


2 kapal yang dibawa Richard berhasil di kuasai Brian, Rey dan juga Bo Gum. Setelah memastikan efek racun hilang, mereka masuk ke dalam kapal mencari Richard.


"Bagaimana, kalian menemukannya?" tanya Brian.


"Disini tidak ada,"


"Di kapal ini juga tidak ada..."


"Apa dia berhasil melarikan diri?"


"Semuanya! Cepat telusuri dasar laut, jangan biarkan Richard melarikan diri!" perintah Brian pada anak buahnya.


Kota A


Xi Yuan dan mereka sudah sampai di sini. Mobil jemputan juga sudah menunggu mereka.


"Salam, Tuan..." ucap supir.


"Ke Rumah Sakit dulu,"


"Baik,"


Mobil langsung melaju menuju Rumah Sakit tempat para ahli yang dipanggil berkumpul.


Rumah Sakit.


"Kalian tunggu aku disini, ini tidak akan lama," ujar Xi Yuan pada anak-anak dan juga Chu Xia.


Xi Yuan keluar mobil, dan langsung menuju ruang laboratorium Rumah Sakit.


Dalam mobil


"Bibi, Wei-Wei tidak tahan..." sambil memegang rok nya.


"Kau mau buang air kecil?"


"Em..." Wei-Wei mengangguk.


"Baiklah... Pak, bisakah kami turun sebentar?" bertanya pada supir.


"Jangan lama ya, atau Tuan akan memarahi ku nanti,"

__ADS_1


"Terimakasih"


Chu Xia dan kedua anak itu turun dari mobil, masuk ke dalam Rumah Sakit mencari kamar kecil.


Di tempat lain.


"Nona, kau tengah mengandung 5 minggu," kata dokter.


"Benarkah?!" terkejut senang.


"Benar, ini hasilnya,"


Kembali berfikir, "5 minggu? Bukannya ini minggu dimana aku menjebak Xi Yuan, lalu berhubungan badan dengannya! Berarti ini sungguh anaknya dong! Uuuhhh ternyata tidak sulit mengandung anak mu Tuan Yu," jingkrak Ai Ki mendengar kabar itu.


Ai Ki keluar dari ruang dokter melangkah menuju tempat administrasi. Saat di persimpangan dia berteriak memanggil seorang pria.


"Xi Yuan!"


Xi Yuan berhenti menoleh ke belakang, "Ai Ki?" gumamnya.


"Yuan, lihat.." menunjukkan hasil tes kehamilannya.


"Kau hamil?"


"Iya, lihat... Ini adalah minggu ke 5 Nya. Kau ingat artinya apa?"


Tanpa ekspresi Xi Yuan diam melihat wajah riang Ai Ki.


"Kau tak ingat? Hari itu kau mabuk berat, memaksa ku untuk melayani mu. Saat itu kau juga sangat terburu-buru, aku tidak sempat meminum obat pencegah hamil dan anak ini pun hadir disini..." menunjuk senang kepada Xi Yuan.


"Anak ku? Kenapa aku tidak mengingat nya? Ada apa ini?" batin Xi Yuan mencoba mengingat kembali.


"Tuan, temani aku menebus obat nya ya..." permintaan manja dari Ai Ki sembari memeluk tangan Xi Yuan.


Xi Yuan yang masih di landa ketidak pastian ini pun tanpa sengaja menurut dengan yang dikatakan Ai Ki, dan sempat berfikir ini memang anak nya.


Mereka menuju tempat administrasi penebusan obat.


Dari arah lain,


"Ayahh...." seorang wanita kecil berlari menghampirinya.


Xi Yuan menoleh melihat suara yang terdengar familiar tersebut, begitupun dengan Ai Ki yang ikut menoleh ke arah anak kecil tersebut.


Saat hendak sampai di pelukan Xi Yuan, Ming Wei berhenti sejenak menatap sedih serta riang melihat wanita di samping Xi Yuan.


"Mommy!!!" teriaknya sambil berlari meneteskan air mata memeluk kaki Ai Ki.


"Bwaa.... Mommy.... Ming Wei dan kakak merindukan mu... Bwaa... Kau pergi sangat lama..." ujarnya terus memeluk kaki Ai Ki.


Ai Ki berkata dengan dirinya sendiri, "Ayah? Mommy? Apa jangan-jangan ini adalah anak nya Ming Ke... dan dia mengira aku adalah ibunya?"


Xi Yuan menoleh ke arah Chu Xia dan juga Xi Yi. "Kenapa kalian ada disini? bukannya aku sudah bilang untuk menunggu di mobil saja?"


"Ma-maaf Tuan, tadi Wei-Wei ingin buang air kecil, jadi aku mengantarkannya,"


Ming Wei memotong pembicaraan mereka, "Ayah... Kau sudah berjanji membawa ku menemui mommy, kalau, hiks... kalau aku tidak turun, sampai kapan kau akan mempertemukan kami... Hikss.." ujar Ming Wei ditengah isakan tangisnya.


...----------------...


...Chu Xia...


...Dunia jahat! cuma ibu yang Baik dan Hangat...

__ADS_1


__ADS_2