
...****************...
Eps sebelumnya.
"Kamar?... Sekelompok orang jahat?.. Apa jangan-jangan.... Ah!"
Lanjut.
Menatap Vivian dengan tajam dan rasa penasaran penuh. "Kau baru saja sadar, kenapa meminta maaf ku?"
"Em.. sepertinya aku sudah masuk ke dalam kamar seseorang kemarin malam. Huftt.. syukurlah jika itu bukan milik mu," mengelus dada nya lembut.
"Benar saja, dia kembali 5 tahun yang lalu , tepatnya malam yang indah itu. Emmh menarik, sepertinya aku bisa memainkan peran korban penindasan disini," menarik sudut bibir nya.
"Apa aku berkata tidak?"
Terkejut, "Hek.. it-itu benar kau?" menatap Yuan dengan curiga dan antusias.
"Hm... dan aku disini untuk meminta pertanggungjawaban mu," menundukkan kepala nya menghadap Vivian.
"Yakk! kau membuatku sebagai pelaku utama disini!"
"Jika tidak, untuk apa aku mengirim mu ke Rumah Sakit keluarga ku"
"Oh tidak... Ming Ke, kepala mu terbentur apa sampai kau berani menaiki ranjang pria yang sangat berkuasa ini," lirihnya menatap ke bawah dengan tangan memegang kepala dan rambutnya takut.
"Aku mendengar itu...”
"Kau menguping!"
"Kau mengatakannya dengan cukup jelas.."
Mengusap kasar wajah nya. "Tidak. Aku pasti sudah gila... ponsel! dimana ponsel ku!"
Duduk dengan melipat kaki nya. "Aku buang"
"Kau gila! aku baru saja akan menyerahkan berita yang akan mengguncangkan dunia permodelan! katakan dimana kau membuangnya!" berusaha membuka tali infus di tangan nya.
"Aku sudah membuang nya beberapa hari yang lalu, mungkin saat ini ponsel itu sudah menjadi limbah"
"Sial@n! siapa kau seenaknya bertindak atas ku! bukannya hanya meniduri mu seharusnya akulah yang menjadi korban kenapa malah kau!"
"Kau pergi setelah mengambil keuntungan dari tubuh ku,"
"Aku akan membayar mu!"
"Pakai daun?... Ayah dan kakek mu sudah tiada, perusahaan keluarga Ming juga di ambang ke bangkrutan. Darimana kau punya keyakinan menebus tubuh ku yang malang ini."
"Tunggu! kau bilang ayah ku tiada?" menatap kacau ke arah Xi Yuan.
"Si@l. kenapa aku lupa kalau saat itu Ming Lan masih hidup," batinnya.
"Jawab, Tuan!"
__ADS_1
Mengambil nafas dalam-dalam, "Ya"
Ming Ke tenggelam dalam kekacauan. "Ti-tidak, ayah melakukan perjalanan bisnis... sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri... Shh Ahh kepala ku," memegang keras rambutnya.
Mendekap badan Ming Ke, "Tidak peduli sudah berapa lama kau tertidur, kau harus bisa menerimanya"
"Tuan, bisa kan kau tinggalkan aku sendiri," mengatakan dengan datar.
Xi Yuan keluar dari bangsal Ming Ke.
Bo mendekati Yuan dengan cepat, "Xi Yuan, lihat," menunjukkan secarik kertas hasil laboratorium penguji cobaan pada pil yang pernah di konsumsi Ming Ke sebelumnya.
Terkejut bukan main. "Apa! obat amnesia!"
"Ya, Tuan. Obat ini hampir mirip dengan pil penenang lambung, tapi yang sebenarnya ini adalah pil yang sudah diperbaharui oleh seseorang dan sengaja di tangan untuk menghilangkan si pengkonsumsi, contohnya nona Vivian atau Ming Ke"
"Itu artinya pil ini sangat berbahaya, apalah dengan kondisi kesehatan Ming Ke yang sangat rentan itu,"
"Aku juga sudah mengkonfirmasikan hasil ini dengan Tuan Brian. dan dia berkata Nona memang memiliki obat lambung dan pil ini baru saja di ganti saat ketika nona menuju ke Kota A"
"Kalau di hitung, dari hari sebelum kejadian, total ada 2 hari. Di sana tertera untuk 3x1 hari. Saat ini Ming Ke kehilangan ingatannya selama 5 tahun terakhir, apakah..."
Drrtt
Posel Yuan bergetar.
"Tuan, aku menemukan pembaruan lagi!... Pil ini sudah disempurnakan sedemikian rupa, dan efeknya juga semakin kuat..."
"Sebutkan intinya"
"Ini semakin masuk akal, Vivian pasti sudah mengkonsumsi nya sebelum penerbangan, sebelum tidur malam itu, pagi, siang, dan juga sebelum dia kembali ke kota C dengan Brian malam itu. Ya! ini pasti dia masalahnya!" batin Xi Yuan.
"Bo, segera cari tahu siapa yang begitu lancang menukar obat Vivian ini"
"Baik, Yu. Aku akan mencaritahu nya sekarang juga"
Bo Gum meninggalkan koridor Rumah Sakit menuju suatu tempat. Xi Yuan memikirkan sesuatu setelah kepergian Bo. Tidak lama kemudian Yu kembali masuk ke dalam bangsal Ming Ke.
Melihat Keke tengah tertidur, Xi Yuan mendekat lalu menggenggam tipis tangan Ming Ke dan berkata, "Aku tidak berada disisi mu selama beberapa hari ke depan, aku akan mengurus beberapa hal untuk mu. Jangan meninggalkan ku lagi, ingat.."
Pintu terbuka Xi Yuan pun pergi. Begitupun dengan Ming Ke yang sedaritadi mendengarkan ucapan Xi Yuan.
Ming Ke termenung dalam kesunyian kamar, "Lagi?... Apa aku pernah meninggalkan nya?... Apa yang sudah aku lewatkan?...." berjalan menuju dinding kaca.
6 hari kemudian.
Perusahaan berita tempat Ming Ke kerja 5 tahun yang lalu.
Penanggungan Jawab. "Tuan Yu, bukan aku menolak permintaan mu, tapi Keke sudah menandatangani kontrak 10th dengan Group Liu, dan aku tidak bisa membantu mu, Tuan.."
"Aku akan membayar kerugiannya 2x lipat"
"Kau sangat murah hati, tapi ak-"
__ADS_1
"5x lipat"
"Tuan, kau sangat gigih. Itu juga tidak akan membantu negosiasi kita kali ini"
"1 Villa mewah pinggir pantai, dengan 5% saham perusahaan ku dan ganti rugi kontra 2x lipat"
Tersedak, "Ukhuk... Pft... Ahhahaa Tuan Xi Yuan, kau sangat baik," langsung menandatangani pemindahan kontrak kerja Ming Ke.
"Negosiasi ini sangat menguntungkan kita berdua bukan, Tuan Yu memang sangat faham dengan segala perbisnisan."
Berkata dalam hati, "Oh Tuhan.. Andai semua pegawai ku punya sugar daddy seperti Ming Ke, aku tidak perlu bekerja keras untuk kehidupan ku dimasa yang akan datang..." betapa bahagianya dia dalam mengkhayal kan segalanya.
Xi Yuan mengambil dokumen kontrak lalu pergi meninggalkan perusahaan itu.
Dalam Mobil
"Tuan, besok Ming Ke sudah diperbolehkan pulang"
"Aku sudah membeli apartemen atas nama nya di jalan X, cari 5 orang untuk membereskan tempat itu,"
"Baik, Tuan"
Menatap jalanan dan memikirkan segala hal dalam hati nya juga berkata, "Ming Ke, disisi lain aku tidak ingin ingatan mu kembali, tapi disisi lain kau harus. Aku akan membantu mu mengingat kembali semua nya secara perlahan, tapi kali ini aku yang akan selalu menjaga kau dan juga anak-anak.." Seketika terlintas di fikirannya tentang kedua anak Keke.
Menghubungkan panggilan.
"Brian, sudah menemukan siapa orang itu"
"Sudah, dia Ai Ling. Dia yang mengganti pil Vivian sebelum kami lepas landas."
"Aku tidak akan melepaskannya!... Lalu... Bagaimana dengan anak-anak?"
Brian terdiam sebentar, "Xi Yuan, kau cukup menjaga Vivian dengan baik saja, untuk mereka kau tidak perlu khawatir aku bersama dengan nya."
"Emm... Baiklah... Untuk saat ini harus merepotkan mu dahulu.. Kau juga tahu kondisi Vivian bagaimana, kita tidak bisa memaksanya mengembalikan memori nya dalam sekejap mata"
"Aku tahu, untuk saat ini semua kejahatan dan juga wilayah Richard sudah 60% berada di pihak kita. Apa yang akan kita lakukan selanjutnya?"
"Pantau saja mereka, jika mereka bertindak aku juga tidak akan tinggal diam lagi"
"Xi Yuan, aku mengandalkan mu. Aku lemah jika berbicara tentang kematian ayah ku"
"Kau berlindung pada orang yang tepat."
Xi Yuan mengakhiri panggilan tersebut. Meski hatinya sedikit gusar ketika Brian mengatakan kedua anak itu aman, namun terkadang Xi Yuan juga merasakan kecurigaan tidak mendasar.
Yang sebenarnya terjadi sesuai dengan dugaan Xi Yuan, bahwa Brian juga sedang mencari dimana kedua nya selama ini. Meski tahu itu perbuatan Richard tapi Brian tidak bisa bertindak gegabah seorang diri. Karena dia percaya Richard akan memperlakukan HARTAnya dengan baik dan benar.
......................
...Ai Ki...
...Jika rasa percaya sudah musnah ...
__ADS_1
...Dia bukan lagi siapa-siapa...
...Tidak perduli sebaik apa dia di kehidupan sebelumnya...