
...****************...
09 (Rumah Alm. Nenek Chu)
Brian sampai di rumah ini, dimana tempat Ming Wei dan juga Xi Yi tinggal. Tapi ada yang berbeda dengan keadaannya, dimana halaman rumah yang kotor, suasana senyap, sunyi dan kosong akan kehidupan... Membuat Brian dan anak buahnya terheran.
Melihat setiap inci sudut rumah. "Tuan, sepertinya rumah ini sudah tidak berpenghuni"
"Dimana mereka semua?... 4 hari yang lalu aku baru saja kembali kesini bersama Vivian, kami bahkan menginap malam itu..." mengingat kembali momen malam yang berlalu.
"Coba periksa dan cari tahu apa yang terjadi setelah kami meninggalkan rumah ini"
"Baik, Tuan"
Brian kembali di dorong masuk ke dalam mobil, mereka lalu pergi meninggalkan rumah.
"apa yang terjadi?... bukannya setelah kembali semua baik-baik saja?... bahkan Vivian sempat menelpon mereka dan memberitahu kepulangan kami," batinnya.
Brian kembali ke rumah utama mengambil beberapa dokumen dari kamar nya.
Terkejut, "Ah! ap yang sudah dia lakukan di kamar ku!" melihat semua barang yang berserak di lantai.
Brian sadar, mengingat sesuatu, dengan cepat dia menuju sebuah tempat penyimpanan dokumen penting tersebut. "Huh... masih baik Richard tidak menemukan mu," menyentuh dokumen itu.
Dokumen penting ini adalah nyawa nya sekarang. Brian harus menjaga nya dengan baik, untuk menghindari para mata-mata Richard, Brian meletakkan semuanya di punggung belakang.
Mereka keluar dari kamar, beberapa anggota Richard sempat melirik ke arah nya tapi, Brian dengan kursi roda mampu menutupi tumpukan dokumen di balik badannya, tentu hal ini tidak dapat membuat mereka curiga.
Salah satu anggota Richard. "Tuan, Tuan muda kembali ke rumah utama"
"Apa yang dia lakukan di sana?"
"Dia hanya masuk dan terkejut melihat kamarnya, lalu keluar tanpa mengucapkan apa-apa lagi"
"Biarkan dia keluar... dia bukan ancaman bagi ku saat ini... aku harus menemukan Vivian terlebih dahulu... Jika dia berhasil selamat, dan Yu menyadari itu, aku bisa saja tamat di tangan anak liar itu"
"Baik, Tuan. Aku sudah mengambil barang permintaan mu"
"Cepat!"
Memutuskan Panggilan.
Ruang tamu
Sosok wanita tiba-tiba menyalip di hadapan Brian. "Yoo.. lihat... siapa yang baru saja kembali dari bencana"
"Tsk... pēl@cūr nya Tuan R..." umat Brian menyinggung Ai Ling.
"Heh! jaga ucapan mu anak luar!"
"Meski orang luar setidaknya lebih kaya daripada engkau wahai wanit@ simpanan"
"Kau merendahkan ku!!"
"Aku berbicara sesuai fakta..." memberi isyarat pada anak buahnya untuk meninggalkan Ai Ling.
"Hei! aku belum selesai! Ckh... teruslah bersikap sombong, wanita mu juga sudah mati!" teriaknya.
Brian berhenti, "Coba ulangi sekali lagi," memutar kursi rodanya.
.
"Aku benar bukan... Vivian sudah DEATH kan.. apa kau perlu peti mati untuk nya... aku bisa memberikan mu yang terbaik"
"Tidak perlu, aku cukup kaya untuk menafkahi wanita ku," menyalip keluar dari hadapan Ai Ling. "Satu hal yang perlu kau ingat, Vivian tidak akan mati di tangan pecundang seperti kalian."
Setelah mengatakan itu Brian meninggalkan rumah utama Richard dengan cepat.
__ADS_1
. "Apa maksudnya... Apa Vivian berhasil selamat juga?"
Dalam mobil.
"Tuan, aku sudah memeriksa nya. 2 hari yang lalu anak buah Richard memang datang berkunjung ke rumah itu," menjelaskan kejadian 2 hari yang lalu.
...----------------...
Flashback On
Siang Hari di rumah nenek Chu.
Wei menghampiri Chu Xia, "Bibii... Lihat, Yi-Yi terus saja main Game online itu, tidak mau gantian dengan Weiii,"
"Game online?, bukannya disini tidak ada jaringan?" Chu Xia berdiri menghampiri Xi Yi.
"Yiii apa benar kau sedang memainkan game online?" tanya Chu Xia padanya.
Yi menganggukkan kepala nya, "Emm... Bibi mau coba? Ini seru lohhh...."
Sambil mengangkat ponsel genggamnya ke atas, "Tapi... tapi, disini tidak pernah ada jaringan, jangan kan untuk game untuk menerima pesan saja tidak ada, Yi" menatap kearah laptop Xi Yi.
"Bibi, Wei-Wei kan pernah bilang kalau Yi bisa melakukan apa saja di laptop nya," tukas Wei.
Sambil terus memperhatikan Xi Yi. "Wahhh... Kau benar-benar hebat Yi, kalau begitu buatkan jaringan juga di ponsel ini," Chu menyodorkan ponsel nya.
"Tunggu sebentar, bi"
Tap..
Layar laptop Yi tiba-tiba saja di matikan Wei-Wei.
"Arghhh Wei-Wei kenapa kau matikan!!" geram nya.
"Yi tidak mau berbagi, Wei juga tidak mau Yi bahagia, hemp..." melipat tangannya di dada.
"Wei-Wei!!" teriak Yi.
"Ini ponsel mu bi, dan ini laptop untuk Wei-Wei yang MANISSS," menekan kata manis mendekati Wei-Wei yang sedang merajuk.
"Jangan kira Wei-Wei bisa di sogok ya..."
Yi-Yi memainkan game lucu si depan Wei-Wei, hal itu membuat Wei-Wei berdalih dari perkataannya.
"Wei mau juga!"
Shrukk
Suara gemuruh langkah kaki, terdengar mengelilingi rumah.
Chu Xia berdiri, mencari celah melihat apa yang tengah terjadi di luar rumah.
Yi menghampiri nya. "Bibi, ada ap-"
"Stt... Mari.." menarik tangan Xi Yi menuju kamar.
Chu Xia mengambil Wei-Wei yang sedang asyik dengan game nya. Dia menarik kedua bocah itu ke satu pintu rahasia dibalik lemari tua kamar almarhum nenek Chu.
"Xi Yi, Ming Wei.... Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres di luar... Kalian masuk lah ke sana, ingat jangan keluar sampai bibi datang"
Dari luar
Brakk
Brakk
Beberapa kayu rumah yang di pukul mereka dengan keras mengalami retak.
__ADS_1
Tangan kecil nya Xi Yi menahan, "Bibi, Yi ikut..."
Berbalik lagi, "Tidak! Dengarkan bibi, Yi mereka berbahaya... Tetap disini menjaga adik mu, dengar?"
Melihat ke arah Ming Wei. "Ba-baik, Bi"
Mengelus rambut kedua nya. "Anak pintar"
Mereka masuk kedalam lemari itu. Sedangkan Chu Xia keluar dari rumah.
"Ada apa dengan kehadiran kalian di rumah ku?"
Salah satu anggota. "Nona, Nona Vivian mengalami kecelakaan,"
"Ah! Bagaimana mungkin! Dia melakukan panggilan dengan kami pagi ini dan berkata akan kembali besok pagi"
"Dia sedang di rawat, kami anak buah nya Tuan Brian.... Kau tidak mau ikut?"
"Tunggu! Aku akan ikut"
Chu Xia berlari menghampiri kedua anak yang di sembunyikan nya tadi.
"Yi, Wei... Ibu kalian... Ibu kalian... Apa kalian ingin bertemu dengan nya?" Chu Xia berusaha menahan tangis nya.
"Mau dong! Mommy Wei-Wei!" teriak senang.
"Bibi, dimana ibu sekarang?"
"Ayo, paman-paman itu akan mengantarkan kita"
Mereka keluar dari rumah.
Anggota berkata, "Anak-anak naik mobil ini, dan kau disini"
"Kenapa terpisah! Kami tidak mau di pisahkan!"
"Apa kau mau mereka mendengarkan kejadiannya"
Melihat ke arah dua anak yang tengah sedih itu. "Em.. Tidak...."
"Maka ikuti saja perkataan ku"
"Baiklah.... Xi Yi, Ming Wei, kalian masuk lah ke dalam mobil yang itu oke.."
"Baik bibi!!" teriak kedua nya girang.
Mereka berpisah mobil, setelah masuk kedalam mobil tersebut Chu Xia di pukul hingga pingsan. Di persimpangan jalan kedua mobil itu juga mengambil arah yang berbeda.
Xi Yi sempat merasa ada yang aneh, tapi dia juga masih tidak tahu apa itu.
Mereka membawa Chu Xia kesebuah gedung tua terbengkalai.
"Tuan, kami sudah mengikat nya."
"Jangan biarkan dia lari"
Sedangkan kedua anak itu dibawa ke sebuah apartemen yang tidak lain adalah apartemen milik Richard.
"Tuan sesuai perintah mu, kedua anak sudah sampai di apartemen"
"Ikuti semua keinginan mereka, dia akan berguna satu hari nanti"
Flashback Off.
......................
...Xi Yuan...
__ADS_1
...Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan...
...Jangan biarkan kekurangan itu menghalangi langkah kamu dalam mengejar impian dan cita-cita...