
...****************...
"In-ini... Ka-kalian sudah menikah?" Semakin terkejut juga merasa kecewa.
"Benar, dan itu sudah digelar secara mewah oleh nya khusus untuk ku. Oh iya, mengenai perkataannya pada mu itu, tidak perlu mengambil hati, karena Xi Yuan memang suka bermain dengan para wanita. Aku juga sudah terbiasa mendengar berita seperti itu, nanti juga setelah bosan kau akan dibuang seperti mereka." Ungkap Ai Ki terus memprovokasi Ming Ke.
Ming Ke masih saja berdiam diri.
"Kau tahu dimana dia?"
"Xi-... Tuan Xi Yuan pergi melakukan perjalanan bisnis,"
Ponsel Ming Ke berdering.
"I-iya halo..."
Terdengar suara seorang pria di sana. "Nona kau sudah sampai? Aku sudah menunggu mu di kantin perusahaan,"
"Sudah, iya sudah, aku, aku akan segera ke sana," jawab Ming Ke sedikit gugup. Memutuskan panggilan.
"Ada apa?"
"Guru masak ku sudah sampai, aku akan segera turun."
"Owh.. Ternyata kau berlatih untuk menjadi koki kantin perusahaan,"
"Iya,"
"Baiklah, kau cepatlah turun, jangan sampai chef itu menunggu mu, aku ingin beristirahat dulu,"
"Ai Ki, permisi," ucap Ming Ke sebelum meninggalkan kantor Xi Yuan.
Dalam lift.
"Tuan Yu, Ai Ki, mereka sudah menikah? Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa aku harus melupakan semua kejadian 5 tahun terakhir? Apa mereka sungguh telah menikah? Jika benar, kenapa Xi Yuan masih mengatakan seperti itu?"
memikirkan semuanya, tanpa sadar air mata Ming Ke menitik di wajah nya.
Keke tidak ingin menangis tapi entah kenapa hatinya sangat terluka mendengar berita ini. Rasanya Ming Ke ingin memarahi Ai Ki tapi dia juga tidak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi selama ini.
Tidak lama dari Ming Ke turun, Ai Ki juga keluar dari kantor Xi Yuan. "Huh! Jika aku tidak datang ke sini, sampai kapan kau akan menyembunyikan Keke dari ku Xi Yuan. Kau berpikir untuk menyembunyikan Keke dengan menjadikannya koki di perusahaan, agar selalu bersama mu, kan... Tidak akan ku biarkan itu terjadi!" teriak Ai Ki di dalam lift.
"Selagi ingatannya masih terganggu, aku pastikan dia pergi sebelum mengingat kembali semuanya, Chk...!" tegas Kiki smrik.
Sementara itu di dapur perusahaan
Ming Ke berjalan dengan tatapan kosong, Charles memanggilnya dari salah satu meja di sana.
"Nona Ming Ke, disini!" teriaknya.
Karena terus memikirkan itu Ming Ke lagi-lagi mendapatkan bayang-bayang ingatannya, "Agh... ***..." Ming Ke terjatuh sembari menahan sakit di kepalanya.
__ADS_1
Charles berlari mendekat, "Nona! Nona... Ming Ke, kau tak apa?!.."
"Nona bertahanlah, aku akan membawamu ke Rumah Sakit," karena khawatir Charles langsung membawa Ming Ke ke rumah sakit.
Rumah Sakit
"Dokter bagaimana keadaan nya?" tanya Charles.
"Tuan, sesuai janji ku pada Tuan Xi Yuan, aku hanya bisa memberitahu kabar ini pada pihak terkait dan juga dirinya. Karena saat ini bukan dia yang mendampingi nona, aku akan memberitahukan kabarnya melalui ponsel saja,"
"Kalian kembalilah, aku akan menghubungi Tuan Xi Yuan,"
Ming Ke menjawab tepat setelah dokter meminta mereka untuk kembali, "Dok, bisa kita berbicara,"
Dokter mengangguk. Ming Ke meminta Charles untuk keluar dari ruangan.
Setelah beberapa saat mereka berbicara. "Jadi, kau ingin aku memberitahu Tuan, bahwa kau sudah siap untuk menjalani pengobatan?"
Ming Ke mengangguk.
"Nona, dari segala pemeriksaan, tubuh mu memang sudah membaik. Tapi..." menatap sendu ke arah Ming Ke.
"Hmm... Baiklah, ini juga demi kesehatan mu,"
"Hah... Kau setuju... Terimakasih untuk mu, Dok." Ming Ke menundukkan kepalanya.
Keke menceritakan kejadian hari ini, dan memberitahukan bahwa jika dia tidak segera mendapatkan ingatannya kemungkinan besar hal-hal seperti yang terjadi hari ini akan terulang kembali, itu juga bisa merusak mental serta kesehatannya. Setelah mempertimbangkan lama Dokter pun setuju untuk segera membantunya.
Kota C.
"Baik, aku akan menemui nya," teriaknya.
Mengelus rambut anak perempuan yang biasanya sangat aktif dan ceria ini, "Wei-Wei sayang, bibi tidak akan meninggalkan kalian, tolong jangan terus berdiam diri seprti ini, Nak. Bibi bingung harus bagaimana,"
"Bibi, mungkin Wei-Wei masih syok, aku akan menemani nya, kau pergilah temui Dia," jawab Xi Yi.
"Baiklah, Wei-Wei tunggu bibi, ya,"
Chu Xia keluar dari kamar menemui Xi Yuan di ruang tamu.
"Kau lihat dia seperti apa," ujar Xi Yuan.
"Tuan, tadinya Wei-Wei anak yang sangat ceria dan aktif. Tapi, setelah penculikan itu mungkin dia merasa takut, tidak pernah berbicara pada siapapun, bahkan kepada ku dan juga kakak nya," ujar Chu Xia.
"Apa mereka menggertak nya?"
"Tidak, saat itu mereka berkata bahwa Ming Ke terluka jadi mereka membawa kami dengan mobil berbeda. Setelah turun dari mobil Ming Wei terus menangis tak henti, aku juga melihat kesedihan dimata Xi Yi, tapi mereka enggan berbicara saat itu,"
"Mereka sudah mencuci otak anak-anak. Xi Yi sudah menceritakannya pada ku,"
"Apa yang mereka bicarakan?!"
__ADS_1
"Mereka berkata Keke sakit, lalu saat diperjalanan mereka kembali berkata bahwa Ming Ke telah tiada. Menurut cerita Xi Yi, dengan kepribadian Ming Wei yang manja, tentu saja dia akan sangat terluka."
"Mereka berkata seperti itu?! Bisa-bisanya mereka mempermainkan perasaan anak kecil!" kesal Chu Xia.
"Itu sudah berlalu,"
"Lalu Tuan, apa kau tahu dimana Ming Ke saat ini? Mereka selalu berkata bahwa kedua anak ini adalah pion,"
"Memang benar, mereka adalah pion untuk menarik Ming Ke kembali, lalu dengan sengaja ingin membunuhnya saat kapal berlayar menuju Kota-" terpotong Chu Xia.
"Apa! Jadi... Ming Ke be-benar sudah ti-tiada?..." dengan perasaan terkejut juga tersedu-sedu mendengar bahwa kenyatannya Ming Ke memang sudah tiada.
"Tidak... Apa yang kau pikirkan sih!" ketuk Bo Gum di kepala Chu Xia melihat kebodohannya memotong ucapan Xi Yuan.
"Saat ini Ming Ke baik-baik saja, dia berada di genggaman ku. Tapi, dia sudah diracuni dan melupakan ingatannya selama 5 tahun terakhir," lanjut Xi Yuan.
"Amnesia?... Ming Ke yang malang, belum sempat berbahagia sudah ada saja bencana menimpa nya," dengan nada sayu mengingat dengan jelas kesusahan Ming Ke merawat anak-anaknya sendirian saat itu.
"Tuan, jika begitu bukannya ingatannya kembali saat dia belum memiliki anak? Bagaimana kita mulai dengan kedua anak ini, siapa tahu dapat membantu nya,"
Xi Yuan terdiam, Bo Gum menjawab ucapan nya.
"Menurut hasil tes psikologi, karena Ming Ke sangat menyayangi kedua anak ini. Otak nya tidak mampu mengingat mereka, Ming Ke akan langsung kehilangan tenaga setelah nya, dan itu lah yang membuat kami harus menunggu dirinya benar-benar sehat baru bisa melakukan pengobatan," jelas Bo Gum.
"Masih ada hal seperti itu?" ujar Chu Xia.
"Yah... Itulah mengapa untuk saat ini kami berusaha membuat Ming Ke tidak mengingat tentang anak nya dahulu,"
Sedang berbicara mengenai penyakit Ming Ke, pihak Rumah Sakit mengajukan panggilan di tengah-tengah mereka.
"Tuan, panggilan dari Rumah Sakit," tukas Rey.
Xi Yuan memberi isyarat untuk menjawab panggilan tersebut, Rey pun menjawab nya juga memperbesar suara panggilan.
"Tuan, ini aku Dr. George,"
"Katakan,"
"Tuan, tadi nona Ming Ke kembali melakukan pemeriksaan kesehatannya,"
"Bukankah jadwal nya besok?"
"Benar, tapi dia tidak sabar untuk segera melaksanakan nya,"
"Jadi..."
"Menurut pemeriksaan, tubuhnya sudah benar-benar pulih. Kita bisa melakukan uji laboratorium mencari obat penawar sakit secepatnya sebelum tubuhnya kembali lemah,"
"Baik," memutuskan panggilan.
...----------------...
__ADS_1
...Ri Rey...
...Diam Lebih Baik Daripada Berbicara Tapi Menyakiti Orang Lain...