Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Acara Per-Lelangan


__ADS_3

...****************...


7 Hari Kemudian


Acara Lelang di Hotel The Xi Group, Hotel terbaik di kota A


Semua orang berlalu lalang mencari kursi mereka masing-masing. Acara lelang menjelang akhir tahun ini adalah acara yang diadakan Xi Group 10 tahun sekali.


Makanya tidak heran jika acara ini menjadi sorotan bagi para pemilik perusahaan perhiasan seperti Xi Yuan. Bahkan para tertinggi dari luar Kota juga ikut menghadiri acara tersebut.


Di pintu masuk sudah berdiri 2 orang pelayan yang mencatat nama tamu juga memberikan sebuah cenderamata untuk semua orang yang hadir di dalam nya.


Belakang Panggung Acara


Seorang wanita duduk dengan tatapan kosong. "Tidak terasa ternyata sudah sepekan aku menjadi pengangguran disini," batinnya menghela napas.


"Mau minum?" Seorang pria datang menghampiri nya dengan dua gelas minuman.


"Hah! Brian?" ujarnya terkejut.


"Vivian, lama tidak bertemu"


"Ah iya, lama tidak bertemu"


"Bagaimana keadaan Xi Yi dan Wei-Wei?"


"Mereka baik-baik saja," jawabnya. "Kau sendiri bagaimana?"


"Aku baik. Seperti yang kau lihat"


"Ah iya, benar, benar"


Melihat sekeliling, "Ngomong-ngomong kau kenapa kebelakang panggung?"


"Aku baru sampai dan bertanya dimana Xi Yuan. Mereka bilang dia ada di belakang panggung, tapi aku terlanjur melihat mu"


"Kau mencari nya. Sepertinya ada barang yang tertinggal, dia kembali ke kamar nya tadi"


"Baiklah, kita bisa mengobrol sembari menunggu kedatangannya"


"Iya, iya"


Melihat pakaian yang di kenakan Ming Ke. "Kau..."


"Aku bekerja sebagai asisten Nya"


"Ooh, jadi ini pekerjaan mu. Pantas saja dia hari yang lalu kau membayar ku sebanyak itu," tukasnya.


Keceplosan, "ah kau ini. 30 Land, tidak banyak," Ming Ke terbelalak mangatup mulutnya. "Kau tahu itu aku?"


"Jika tidak, apa kau kira aku akan menerima suap dari sembarangan orang?"


"Tidak, itu bukan suap. Aku hanya mencicil hutang ku pada mu kalau itu"


"Hutang?"


"Yah... Hutang. Dana yang aku pakai untuk membantu nenek Chu"


"Chk, ternyata itu. Apa Xi Yuan tidak bercerita apa-apa padamu?"


"Cerita apa?"


"Dia sudah membayarnya lunas. Bahkan dia juga membayar bunga nya 3x lipat"


"Hah! Sebanyak itu? Kenapa dia tidak berbicara apapun?" kesalnya.


"Itu sudah berlalu saat kau menderita hilang ingatan. Kemungkinan besar Chu Xia yang memberitahukan padanya"


"Chu Xia?" batinnya.

__ADS_1


Xi Yuan datang dari arah lain.


"Hei... Brian, apa kabar mu," memeluk bahu dan menepuk punggung belakang nya.


"Xi Yuan, aku baik-baik saja. Lama tidak bertemu," membalas nya.


"Mereka bilang kau mencari ku? Ada apa?"


"Tidak, aku dengar karya desain mu baru pertama kali dibuat oleh perusahaan. Apa aku boleh melihat nya, siapa tahu aku bisa memesannya untuk calon ku juga," candanya.


"Ah, kau ini bisa saja," jawab Yu. "Karya desain ku dibuat khusus untuk calon istri ku. Kau cari saja rekomendasi desain dari desainer perhiasan lainnya"


"Ahahaa... Kau terlalu serius. Jodoh ku saja masih di Kota mu bagaimana aku bisa menikahinya jika terus begini," melirik kepada Ming Ke.


Menepuk perlahan bahu Brian, "kau! Dia istri ku. Kau cari saja wanita lain"


"Wahh.... Ada apa ini? Istri? Kalian sudah Sah?"


Ming Ke angkat bicara. "Tidak, tidak. Kau jangan dengarkan ucapannya"


"Ooh ternyata hanya cinta bertepuk sebelah tangan saja," ujarnya mengolok Xi Yuan.


"Arghh... Sudah, sudah. Kau dilarang untuk terus menatap istri ku," mendorong badan Brian menuju ruang utama lelang.


Brian dan Xi Yuan menyambut para tamu yang sudah mereka kenal. Sedangkan Ming Ke kembali dengan pikiran kosongnya melihat sekeliling Aula acara.


Seorang pria datang dengan pasangan wanitanya.


"Sayang, aku akan segera kembali," ujar wanita tinggi nan mulus itu pada pria tersebut.


Mengambil gelas dari pelayan yang melintas di hadapannya. Matanya menatap lurus ke arah seorang wanita yang sangat-sangat dikenali nya.


Dia langsung menghampiri wanita tersebut. "Halo Nona," tukasnya.


Menoleh, "Li-Liu Fei?" ujarnya kaget.


"Ming Ke, apa kabar?"


"Baguslah"


"Kau juga hadir?"


"Yah... Tapi sebenarnya juga tidak. Aku hanya menjadi pendamping disini,"


"Pendamping?"


Wanita itu kembali. "Sayang.." tukasnya meraih tangan Liu Fei.


"Wah... Sudah lama tidak bertemu, ternyata kau sudah mempunyai seorang gadis,"


"Nona, sepertinya aku tidak cocok dikatakan gadis lagi," jawabnya mengelus perut tipis itu.


"Ah! Kau, dia. Kalian sudah menikah?!"


Keduanya mengangguk. Liu Fei menggenggam erat pelukan tangan istrinya.


"Kau Ming Ke, 'kan?"


Menjabat tangannya, "Iya, aku Ming Ke"


"Kenalkan, aku Jennie Lin"


"Salam kenal nona Jennie"


"Aku sudah mendengar banyak tentang mu. Ternyata Fei benar, kau orang yang sopan, cantik pula"


"Tidak, tidak. Kau benar-benar salah memuji ku," tukasnya. "Mohon kau jangan menganggap serius perkataannya," lanjut Ming Ke.


"Tidak apa. Meski kau cinta pertama nya. Saat ini dia juga sudah menjadi suami ku, dia juga akan segera menjadi ayah dari anak-anak ku," jelas Jennie.

__ADS_1


Liu Fei membelai lembut tangan Jennie. "Sayang, kau menekan Keke"


"Tidak sayang. Aku hanya berterimakasih padanya karena sudah melepaskan mu yang baik ini untuk ku"


Merasa suasana semakin berbeda. "Tidak bisa, menurut pengalaman ku saat ini Jennie pasti tengah cemburu. Jika di lanjutkan mereka bisa saja bertengkar saat pulang nanti," batin Ming Ke.


"Ah, Jennie sudah berapa usia kandungan mu?" tukasnya menghindari bahaya.


Wajahnya seketika berubah menjadi sedikit lebih rileks, "hari ini umurnya sudah 3 bulan"


"3 bulan? Wahh... Sepertinya pernikahan kalian juga sudah lama. Kenapa tidak mengundang ku?" tanyanya.


"Kami sudah menikah selama 6 bulan. Iya kan, sayang" kembali tersenyum aneh pada Liu Fei.


"Iya Keke, waktu itu pernikahan di adakan di Kota Jennie Lin, aku hanya mengundang beberapa kerabat saja. Karena istriku tidak terlalu menyukai keramaian,"


"Ooh, begitu. Semoga rumah tangga kalian selalu damai dan mendapatkan ketentraman hingga nanti"


"Terimakasih atas do'a mu Ming Ke," jawab Jennie.


Xi Yuan menghampiri mereka. "Nona Jennie. Bagaimana kabar mu?"


"Baik, Tuan Yuan"


Mereka saling tersenyum satu sama lain.


Melihat pasangan Jennie. "Liu Fei?"


"Halo Yu"


"Kau dan nona Jennie?"


"Yah, dia istri ku. Tidak ku sangka ternyata Jennie sudah sering menggunakan perhiasan dari perusahaan mu"


"Yah... Jennie adalah pelanggan VIP kami. Tapi aku tidak tahu kau adalah suami nya"


"Su Nian-Nian?" gumam Ming Ke melihat seorang gadis yang baru saja memasuki Aula acara.


"Kalian mengobrol lah, aku akan ke sana," ucap Ming Ke pada semuanya.


Keke menghampiri Su Nian-Nian. "Nian-Nian," panggilnya.


"Ming Ke," jawab Su.


"Kau juga di undang?"


"Iya nih, undangan resmi dikirim melalui perusahaan. Padahal jadwal ku padat minggu ini, tapi demi menemui kakak ku tersayang aku tidak bisa menolak nya," senyumnya manis.


"Kau ini, bisa saja," tukasnya.


Su Nian-Nian membawa Ming Ke sedikit menjauh dari keramaian. "Ming Ke, aku. Sebenarnya setelah ingatan mu kembali aku sangat ingin mengutarakan ini, bahkan saat kau berlibur ke Kota W aku ingin sekali mengatakannya. Tapi ternyata keberanian ku langsung hilang saat mengingat kejadian itu,"


"Ada apa Su Nian-Nian? Katakan dengan jelas, kau punya masalah?"


"Tidak, hanya saja..." Nian-Nian terdiam cukup lama. Menarik napasnya lalu berkata, "Keke, maafkan aku. Maafkan kesalahan ku pada mu di rumah sakit Kota W waktu itu. Aku gila karena berjuang demi seorang bajing@n"


"Astaga aku kira apaan. Su Nian-Nian aku memang marah tapi itu sudah berlalu dan aku juga sudah memaafkan mu. Apalagi dengan status mu sebagai adikku"


"Kakak, kau benar memaafkan ku?" matanya berbinar.


"Iyaa... Aku sudah memaafkan mu sejak lama"


"Terimakasih Kakak"


...----------------...


...Qarry_Adz...


...Kekayaan dan Segalanya itu hanya sebuah Titipan...

__ADS_1


...yang suatu saat akan diambil kembali oleh pemiliknya...


...Jadi jangan Congkak atau Menyombongkan Diri...


__ADS_2