Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Perseteruan II


__ADS_3

...****************...


Ao Ting mengabaikan perkataan Ai Ki.


"Tuan, kau boleh menghukum ku, tapi jangan bekukan aset ku. Itu memang anak kami," sekali lagi Ao Ting mengakuinya.


"Tidak! Ini anak kita Yu,"


Plakk. Ao Ting menampar keras wajah Ai Ki setelah bersusah payah melepaskan diri.


"Ini anak kita! Kau tidak mau terserah, tapi aku ingin anak ini lahir!" teriak Ao Ting.


"Demi uang, kau mengkhianati kesepakatan!"


"Lalu apa?! Jika aku terus mengikuti kemauan mu, kau akan hidup bahagia dengan Tuan Yu, sementara aku akan menjadi gelandangan di luar sana!!"


"Kau juga sudah mendapatkan semua saham dan juga apartemen ku! Hanya aset di kartu itu harapan ku saat ini!"


"Dasar Ao Ting tidak berguna!"


"Diam!!" teriak Xi Yuan menghentikan kekacauan.


Ming Ke hanya diam melihat mereka berseteru.


"Kalau mau meributkan rumah tangga kalian nanti saja! Saat ini.." Xi Yuan menyodorkan kertas kepada Ai Ki.


"Cerai!! Xi Yuan, kau menceraikan ku disaat seperti ini!!"


"Lalu apa? Itu bukan anak ku. Aku sudah selesai dengan mu. Cepat tanda tangan!!" bentak Xi Yuan.


"Tidak akan!"


"Bagus, Bo setujui permintaan Nona Su untuk segera mengakusisi perusahaan Ming Group,"


"Bahkan Su Nian-Nian berada di pihak mu! Hentikan! Baik aku akan menyetujui perceraian ini!" ucap Ai Ki sambil menandatangani surat cerai tersebut


Setelah selesai. "Ao Ting. 5 tahun lalu, apa kau tidak tahu Ai Ki membunuh anak kalian? Jika saat ini kau masih bersikeras ingin menyelamatkan anak kalian tapi membiarkannya berkeliaran di luar, takutnya Ai Ki akan membunuh nya lagi," ujar Xi Yuan mengambil kertas yang sudah ditandatangani Ai Ki.


"Apa! Kau membunuh nya?!" Ao Ting menarik keras rambut Ai Ki.


"Arghh... sakit, arghh..." teriak Kiki.


"Oh iya satu lagi, mungkin kau belum membaca surat yang ku kirimkan, alasan kenapa kau di penjara saat itu dan siapa dibalik ini semua. kau pasti sudah mengetahuinya sekarang," ungkap Xi Yuan melirik ke arah Ai Ki.


"Jadi itu kau! Kau benar-benar! Kau tidak bisa di ampuni lagi!" Ao Ting memukul tubuh dan juga wajah Ai Ki.


"Tidak, tidak. Hentikan! Tuan tolong selamatkan aku! Kakak! Tolong!" ucap Ai Ki meminta pertolongan.


Ming Ke ingin menolong nya. Tapi Xi Yuan menahannya.


"Em.. Em..." Xi Yuan menggelengkan kepalanya.


Ai Ki terus di pukuli Ao Ting. Dirinya berusaha menghindari dengan berkali-kali menahan tangan Ao Ting. Kini hidungnya sudah mengeluarkan darah segar. Luka lebam juga terlihat di tangan nya.


"Sial@n kau!!" teriak Ai Ki kepada Ao Ting. Sia-sia dirinya meminta pertolongan, tapi tidak satu pun dari mereka yang menolong nya.


Bugh


Piuw


Piuw


Ai Ki melesatkan tendangannya tepat di benteng kehidupan Ao Ting dengan keras.

__ADS_1


"Argh!! Kau jal@ng!! Beraninya kau menendang ku!! Kemari kau!" Ao Ting mengejar Ai Ki.


"Ming Ke, ini belum berakhir! Ming Wei tidak akan pernah mengenali mu lagi! Akulah Ai Ki, aku mommy nya, akulah mommy nya Ahahaa...." ucap Ai Ki menggila meninggalkan kantor Xi Yuan.


Sontak perkataan Ai Ki membuat Ming Ke langsung mengingat sesuatu. Xi Yuan menoleh ke arah Ming Ke.


"Sayang, kau tidak apa?" khawatir Xi Yuan melihat Ming Ke terus memegang kepala nya.


"Ming... Wei.... Shh... Ahh... Anak-anak!"


"Mommy...." // "Ibu..."


"Daahhh, Mommy..." // "Selamat tinggal, ibu..."


Ming Ke memegang keras kepala nya, "Anak-anak! Ki-ki, Wei-Wei ku!" Ming Ke berteriak memanggil nama tersebut.


"Keke! Keke! Hentikan, kau tidak boleh mengingat itu saat ini! Ming Ke!" teriak Xi Yuan panik.


"Jangan, jangan pergi! Jangannn!!!...." Ming Ke pingsan setelah berteriak.


"Ming Ke!!!" Xi Yuan menepuk pelan wajah Ming Ke.


"Bo, setir mobil!" Xi Yuan menggendong Ming Ke dengan terburu-buru.


Yuan sudah memberikan napas buatan, bukan itu saja dia juga melakukan segala cara untuk menyadarkan Ming Ke tapi Keke tetap saja tidak sadarkan diri.


Rumah Sakit.


"Tuan, kondisi Nona pagi ini sangat stabil. Tapi kenapa sekarang bisa sampai begini?"


"Tadi pagi?"


"Benar, tadi pagi Nona melakukan pengecekan janin,"


"Kau tidak tahu? Saat ini, Nona tengah mengandung selama 2 minggu,"


"Kau tidak bercanda kan?!" tanya Xi Yuan memastikan, dengan wajah bahagia nya.


"Tidak, Tuan,"


Xi Yuan sangat senang mendengar kabar tersebut. "Bo kau dengar! Ming Ke mengandung anak ku lagi!" memeluk Bo Gum.


"Ya, ya, ya... Kau jangan senang dulu, saat ini kondisi Nona sangat genting."


Xi Yuan mengingat kembali tentang racun yang di konsumsi Ming Ke sebelum nya. "Kau benar," Yuan berfikir sejenak. "Bo, panggil mereka sekarang juga."


Bo gum langsung memanggil para ahli untuk menemui Xi Yuan.


"Tuan, kami sudah menyelesaikan obat penawarnya."


"Ini aman untuk janin nya?"


"Penawar ini aman, tapi kami tidak bisa memastikan racun itu sudah mempengaruhi perkembangan janin nya Nona Ming Ke atau belum,"


"Maksud mu?!"


"Kandungan racun yang mereka gunakan sama dengan kandungan racun untuk membunuh hewan,"


"Sial@n!" gumam Yuan. "Kapan kita bisa melakukan pengobatannya?"


"Saat kondisi Nona sudah pulih kembali,"


"Terimakasih atas kerja keras kalian,"

__ADS_1


Xi Yuan sudah mendapatkan penawar nya. Tapi mereka berkata belum tentu janin baik-baik saja. Hal itu membuat Xi Yuan semakin merasa bersalah pada anak dan juga Ming Ke.


"Rey, cari tahu dimana Ai Ling saat ini," ucap Xi Yuan, rasanya Yuan ingin memotong jari-jemari tangan yang telah mencelakai kekasih nya itu.


Malam mulai larut Xi Yuan masih menunggu Ming Ke sadarkan diri di sini, "Keke, sampai kapan kau akan terus tertidur," gumam Xi Yuan mengenai tipis rambut Ming Ke.


Bo masuk ke dalam bangsal Ming Ke


"Tuan, itu... panggilan dari Rumah Utama Ming Lan," menyerahkan ponsel nya.


"Em.." ucap Xi Yuan mengambil alih ponsel Bo.


"Tuan, ini aku Chu Xia. Bagaimana kabar Ming Ke?"


"Dimana anak-anak?"


"Mereka sudah tidur,"


"Sampai saat ini, dia belum juga sadarkan diri."


"Tuan, kau kembali saja. Anak-anak minta kau menemani mereka, aku akan menggantikan posisi mu,"


"Tidak perlu, aku bisa,"


Dari belakang Chu Xia.


"Bibi... Mommy kenapa?" tanya nya dengan tatapan sayu.


"Ah! Wei-Wei, kenapa kau disini? bukannya kau sudah tidur?"


"Mommy sakit?" mimik wajahnya mulai menahan tangis.


"It-itu," Chu Xia mulai panik melihat Ming Wei mengetahui kondisi ibu nya.


"Bwaaa... Mommy... Wei-Wei mau sama mommy... Bwaaa..." tangis nya pecah saat Chu Xia tidak menjawab nya.


Xi Yuan yang mendengar tangisan anak nya tidak dapat menghindari lagi.


Yuan memutuskan panggilan. "Bo, jemput anak-anak," pinta Yuan.


Selang 30 menit Bo Gum sampai di Rumah Sakit dengan anak-anak, Su Nian-Nian dan juga Chu Xia.


Mereka masuk ke dalam bangsal. "Mommyy....!!" teriak Wei-Wei dengan isikan tangis nya.


"Stt... Ming Wei, tidak boleh ribut di Rumah Sakit, sayang," ucap Su Nian-Nian menenangkan Wei-Wei.


"Kau sangat ceroboh." kata Xi Yuan menatap sinis kepada Chu Xia.


"Ma-maaf, Tuan." Chu Xia menundukkan kepalanya.


"Ibuu... bangun, sayang. Lihat, Xi Yi disini... Yi-Yi merindukan mu, apa kau tidak merindukan ku. Bu, maafkan aku, jika bukan karena meminta mu kembali saat itu. Kau tidak akan mengalami kecelakaan dan juga melupakan ingatan mu, melupakan kami anak-anak mu, Ibuu..." tangis Xi Yi.


Chu Xia terharu melihat ucapan Xi Yi, dia tahu selama ini apapun masalah nya, meskipun dia terluka parah. Xi Yi tidak pernah menangis mengeluh kesakitan. Ini adalah pertama kalinya Chu Xia melihat Xi Yi yang begitu dingin dan juga cuek menangis saat melihat ibu nya terluka.


"Sayang, Xi Yi. Ibu akan baik-baik saja. Jangan terus menyalahkan mu, Nak," ucap Xi Yuan.


"Ini juga karena kau! Kau tidak bisa menjaga ibu kami dengan baik! Aku sudah memperingati mu untuk menyembuhkan nya, tapi apa ini!!" Xi Yi meluapkan amarah yang selama ini di pendam nya kepada Xi Yuan.


...----------------...


...Qarry_Adz...


...Baik boleh. Bodoh jangan. ...

__ADS_1


__ADS_2