Istri Sah CEO Tampan

Istri Sah CEO Tampan
Kau Dan Aku


__ADS_3

...****************...


Ilmuwan mencoba menjelaskan situasi nya. "Tuan, obat sudah di buat. Tapi kami tidak memperhatikan poin penting nya, bahwa Nona alergi terhadap beberapa bahan yang kami gunakan," mengharapkan pengertian dari Xi Yuan.


Xi Yuan ingin sekali marah. Tapi melihat Ming Ke, Yuan meredakan emosi nya. "1 hari, jika tidak selesai juga. Pulang saja ke Kota kalian masing-masing tanpa sepeser dari ku."


Xi Yuan meninggalkan rumah sakit, membawa Ming Ke ke sebuah restoran.


Setelah selesai makan, Yuan mengantar Ming Ke ke apartemen nya. Sedangkan dirinya kembali ke kediaman Keluarga Ming Lan dengan membawa berbagai macam olahan bakso untuk putri nya.


"Ayah!!..." teriak Ming Wei kecil yang sudah menunggu lama kepulangan ayah nya.


"Sayang, ayah..." menyambut pelukan sang putri.


"Ayah, kau..." melirik ke tangan kanan dan kiri ayah nya.


"Oh astaga, aku lupa!" ujar Xi Yuan bercanda.


Dengan wajah penuh kecewa, "em, sudahlah ayah. Tidak apa-apa," jawab nya meminta turun dari gendongan Xi Yuan.


"Persis seperti ibu nya, memendam kekecewaannya sendirian. Bahkan untuk menceritakan kepada orang pun dia enggan," batin Xi Yuan tersenyum melihat putrinya berjalan masuk.


"Wei-Wei, taraa... Lihat, ayah bawakan apa," ucap Xi Yuan membuka bagasi mobil.


Ming Wei berlari kembali melihat ke arah bagasi, "Woahhh... Semuanya bakso! Ini semua untuk Wei-Wei, ayah?"


"Iya dong, ini semua khusus untuk putri ayah tercinta,"


"Ayah, ini.." menunjuk ke sebuah kotak besar yang terletak di sudut.


"Bukalah,"


Membuka kotak putih besar tersebut. "Gaun! Sebuah gaun!"


"Benar." Xi Yuan menengkuk kaki nya, menyeimbangkan tinggi Wei-Wei. "Sayang, ayah berhutang 5 gaun di setiap hari ulang tahun mu. Bisakah ayah melunasinya dengan ini?"


"Ayah, Wei-Wei sudah sangat senang bisa bertemu dengan mu. Setidaknya kami sudah tidak perlu kesulitan makan lagi," jawab Ming Wei kecil, mengingat saat-saat pahit itu.


"Sayang, mulai sekarang kau tidak perlu mengkhawatirkan tentang uang. Sebanyak apapun yang kau gunakan, Ming Wei kecil juga tidak akan sanggup menghabiskan uang ayah mu ini," menyeka air mata Ming Wei.


"Sudah, sudah. Masuklah diluar dingin," ujar Su Nian-Nian.


Menggendong Ming Wei di lengan nya, "Tuh, ayo masuk. Bawakan semuanya," perintah Xi Yuan kepada Su Nian-Nian dan juga Chu Xia.


"Sebelum makan, cuci dulu tangan nya Wei-Wei..." ucap Chu Xia menepuk kecil punggung tangan Wei-Wei.


"Hm, baiklah.." Wei-Wei segera mencuci tangan nya. Berlari kembali ke meja makan lalu dengan lahap menyantap semuanya.


Selesai makan.


Xi Yi di panggil untuk menghadap Xi Yuan di dalam kamar nya.


"Ada apa?"


Flashback On


"Tuan, aku menemukan satu petunjuk. Saat ini pemilik akun sedang lengah, aku berhasil menyelidiki lokasi nya, dan itu berada tepat dititik mu saat ini," ujar Rey.


Xi Yuan memutuskan panggilan.


"Saat ini? Aku sedang berada di kamar anak-anak, menemani Wei-Wei bermain.." gumam Xi Yuan melirik kesana-kemari.


Melihat laptop di atas meja belajar, "Wei... Laptop siapa ini?"


"Itu milik kakak, dia baru membelinya hari ini,"

__ADS_1


"Itu dia!"


Flashback Off


"Coba mainkan ini," ucap Yuan menyodorkan laptop nya.


Memainkan, membuka-buka semua aplikasi yang ada di sana. "Sama sekali tidak ada permainan selain permainan ini, membosankan,"


"Lantas kenapa kau membeli laptop? Bukan lah di laptop mu juga tidak ada permainan? Kau gunakan untuk apa laptop itu?" tanya Xi Yuan menyelidiki.


"Tentu saja untuk bermain,"


"XY03II, itu kau 'kan,"


Dengan ekspresi santai nya, "apa yang kau bicarakan?"


"Jangan berbohong lagi, aku sudah mengetahui nya. Kau hacker itu 'kan," duduk mendekatkan diri dengan Xi Yi.


"Kau yakin anak kecil seperti ku bisa memainkan itu? Kalau aku bisa memainkannya aku juga tidak membutuhkan perlindungan mu, bukan?"


"Benar juga, anak segini apa yang bisa dia lakukan selain bermain," batin Xi Yuan.


"Kembali lah ke kamar mu, langsung tidur. Kau dengar."


Xi Yi meninggalkan Xi Yuan.


"Hah... Sudahlah mungkin aku yang terlalu berlebihan," memijat pelepis keningnya.


Menghubungi Rey. "Rey, asal tidak ada penyerangan untuk saat ini abaikan dulu siapa dia. Fokus saja pada pencarian Richard, dia bisa lari dari kepungan itu berarti masih ada pihak lain yang melindunginya dengan rapi,"


"Aku tahu, baiklah,"


Panggilan berakhir.


Tepat saat itu juga Bo Gum menghubungi Xi Yuan.


"Tidak ada, kembalilah ke apartemen lama ku."


"Bisakah aku kembali ke rumah ku?"


"Shh... Baiklah, besok pagi temui aku di perusahaan."


"Baik,"


Panggilan berakhir.


Rumah Bo Gum.


"Bibi Xiao Mi... Aku pulang,"


"Ah tuan, Bo. Kenapa tidak memberitahu ku sebelum kembali, aku akan memasak untuk mu,"


"Tidak perlu, aku sudah makan. Bagaimana kabar kedua anak mu?"


"Semuanya baik-baik saja, Tuan."


"Apa mantan suami mu masih mengusik?"


"Tidak, tidak. Terimakasih, Tuan jika bukan karena pertolongan mu, mungkin saat ini kami sudah jadi gelandangan,"


"Bukan apa-apa, aku hanya membalas budi mu."


Di tempat lain.


"Sayang, kenapa lama sekali?..." memeluk tangan Ao Ting.

__ADS_1


"Ai Ki, aku punya pekerjaan tambahan tadi."


"Kau lelah? Aku sudah menyiapkan makan malam untuk mu,"


"Wahh... Kau memang patut untuk ku miliki, sayang.."


Selesai makan.


"Sayang, kapan kau akan menyerahkan saham dan juga hotel itu pada ku?"


"Aku sudah menyiapkannya, kau hanya perlu tanda tangan saja. Tapi saat ini surat itu masih terletak di perusahaan Xi Group." membelai rambut Ai Ki.


"Bagaimana kalau bulan depan, kau bilang pembangunan akan di resmikan bulan depan. Jadi kau tidak perlu lagi memantau perkembangan pembangunan itu, 'kan,"


"Ini... Bisa saja sih, asal..." tersenyum manis.


"Asal apa?" tanya nya penasaran.


"Asal kau bersedia bersama ku malam ini," mencium kening Ai Ki.


"Tidak bisa, hari ini dan seterusnya, Tuan Yu akan terus kembali ke rumah utama,"


"Kenapa?"


"Ada sesuatu yang tidak bisa di jelaskan. Aku hanya bisa bersama mu di siang hari dan sebelum waktu dirinya kembali,"


"Benarkah? Tapi Xi Yuan sudah kembali sore tadi,"


"Apa!" Ai Ki langsung bangun dari tidur nya. "Sayang, aku harus segera kembali. Aku akan menghubungi mu lagi nanti," teriaknya meninggalkan Ao Ting.


Saat masuk lift Ai Ki seperti melihat seseorang yang sangat di kenali nya. "It-itu, bukannya itu Ming Ke?" menekan tombol untuk membuka kembali pintu lift.


Ketika pintu kembali terbuka, "dimana dia? bukannya tadi di sana," ujarnya melihat sekeliling lorong.


Ai Ki berfikir dirinya salah lihat dan memutus kan kembali masuk ke dalam lift.


Rumah Keluarga Ming Lan


"Jangan sampai Xi Yuan tahu bahwa selama ini aku selalu pulang petang," batin Kiki.


Kiki membuka pintu rumah, melihat kekosongan di sana. Semua lampu telah padam menandakan seisi rumah sudah terlelap. "Huh, syukurlah semuanya sudah tidur," batin Ai Ki menghela napas nya.


"Ah, Xi Yuan!" terkejut melihat Yuan sedang menegak segelas air dari kulkas.


Xi Yuan mengabaikannya.


"Tuan Yu, maaf hari ini aku terlambat kembali. Ada pekerjaan yang harus ku kerjakan di perusahaan,"


"Oh," melangkahkan kaki meninggalkan Ai Ki.


"Ada apa? Apa dia marah..." fikir nya.


"Tuan, kau, kau marah?" mengikuti Xi Yuan, menghambat pintu kamar Yuan agar tidak tertutup.


"Kau tidak pulang juga bukan urusan ku,"


"Tuan, tapi aku sedang bersama bayi mu. Apa tidak bisa kau berkata lebih perhatian pada ku,"


"Aku tidak merasa membuatnya dengan mu," menatap jijik


"Ini kita, kau dan aku. Kenapa kau tidak mengakuinya."


"Pergilah, aku lelah." Mengeluarkan Ai Ki dari dalam kamar lalu Yuan mengunci kamar nya.


...----------------...

__ADS_1


...Qarry_Adz...


...Hidup hanya Angka karena yang kekal cuma yang Maha Kuasa...


__ADS_2