
...****************...
Su Nian-Nian belum habis dengan emosinya langsung menyeret Xi Yi keluar dari kamar.
"Ibuu... Paman... tolong Yi-Yi!!" teriak Yi kecil.
Kltakk... Pintu terbuka, tanpa basa-basi Liu Fei langsung menghampiri Ming Ke di kamarnya.
"Keke, Wei-Wei, apa yang terjadi?... Kau berdarah!... Dimana Xi-Yi!"
"Paman, kakak Yi dibawa bibi Nian-Nian, Huhuu mommy Wei-Wei," Wei memeluk ibu nya.
"Cepat hentikan Nian-Nian, Xi-Yi bersamanya!!" teriak Fei memerintah anggotanya.
Keke memang tidak jadi menelpon Fei, tapi melihat Nian-Nian penuh amarah tadi, Yi berinisiatif meneruskan panggilan itu.
Karena memang ingin menemui mereka, Fei langsung melaju kendaraannya secepat mungkin.
"Yi, putra ku..." rintih Keke.
"Biarkan anak buah ku yang mengurus nya. Tidak ada waktu lagi, kau harus ke rumah sakit sekarang juga!"
Liu Fei membawa Ming Ke dan juga Ming Wei ke rumah sakit tidak jauh dari apartemen.
Sesampai nya disana Ming Ke harus mendapatkan perawatan extra karena luka tusuk menyebabkan Ming Ke kehilangan banyak darah.
"Tuan, Nona Ming Ke sudah hampir menghabiskan dua kantong darah"
"Cari pendonor lagi! Siapa tahu itu masih belum cukup,"
Mereka terpaksa mencari pendonor darah, karena darah Keke sangat langka. Bahkan Fei tidak bisa membantu karena darah nya berbeda.
Satu jam lamanya Keke masuk kedalam UGD, Liu Fei sangat cemas, sementara Ming Wei terus menangisi ibu nya..
"Dokter bagaimana keadaannya?"
"Pasien sudah menghabiskan 2 kantong darah, luka tusuk mendapatkan tujuh jahitan. Untuk saat ini pasien sudah dalam kondisi normal, Tapi belum bisa di kunjungi."
"Baiklah aku mengerti."
Xi Yi berlari menghampiri adiknya. "Wei-Wei dimana ibu?"
"Huhuhu.... Kakakk... Ibu berdarahh..." Ming Wei memeluk kakak nya.
"Dimana orang nya" tanya Fei pada anak buahnya.
"Tuan... seperti yang Tuan perintah kan, Nona Su telah kami bawa ke apartemen lama dan mengurung nya disana"
"Bagus kau tetap awasi dia, jangan sampai dia kabur"
"Baik Tuan."
Fei menenangkan kedua anak itu. Hingga fajar menjelang mereka belum juga bisa melihat Ming Ke di dalam sana.
"Keluarga pasien?.."
"Ya saya, Dok"
__ADS_1
"Karena sudah siuman, pasien akan kami pindahkan ke dalam ruang nya, mari..." dokter menggiring mereka kedalam bangsal rawat inap pasien.
Fei dan kedua anak itu mengikuti Dokter.
Yi menatap wajah ibunya dan berkata, "Ibuu kau sudah sadar...."
"Mommy Wei-Wei takut..."
"Sudah tidak apa-apa sayang, ibu sudah sehat kok!" melihat pada dua anaknya.
"Mommy...."
Ming Ke memeluk kedua anaknya. Fei terharu melihat hal itu. Setelah memastikan kondisi Keke lebih baik Fei meninggalkan Rumah sakit.
Dia merasa murka kepada Su Nian-Nian karena sudah membuat orang yang sangat di cintai nya terluka. Liu Fei tidak sabar ingin segera membalaskan perbuatan jahat nya kepada Ming Ke.
Apartemen
"Tuan," tunduk menyambut kedatangan Liu Fei.
"Dimana dimana dia?" tanya Fei.
"Nona Ai Ki sedang mandi, Tuan" jawab pelayan rumah.
Fei-Fei duduk di atas sofa, "Apa yang dia lakukan hari ini?" ucapnya.
"Tidak melakukan apa-apa selain makan dan tidur" jawab anak buahnya.
"Benarkah? kenapa aku merasa ada yang tidak beres," ujar nya.
"Bukannya kau berkata dia selalu memberontak?" selidik Fei.
Fei berjalan menuju kamar dimana Su Nian-Nian terkurung, "Buka," pintanya kepada bodyguard yang sedang berjaga disana.
"Nona Su, dimana kau?" tanya seorang pelayan menggeledah kamar mandi dan kamar tidur.
"Tu.. tuan" lirihnya takut.
"Kenapa? mana dia? jangan-jangan!" Liu Fei memaksakan diri masuk kedalam kamar dan mencarinya sendiri.
Benar saja Su Nian-Nian sudah tidak ada didalam kamar tersebut.
"Apa saja yang kalian lakukan! menjaga seorang gadis kecil saja tidak becus!! DASAR TIDAK BERGUNA!!" bentak Fei.
Para bodyguard mencari sekeliling area apartemen, sementara Fei menuju ruang CCTV dan mengamati nya satu-persatu.
"Berhenti!" ucapnya pada sebuah gambar yang mencurigakan.
"Perbesar layar di bagian ini." Fei mengamati dengan teliti.
"Tuan sepertinya itu dia" ungkap bawahannya.
Fei pun merasa itu memang benar-benar Su, "Dapat kau."
"Tunggu, jika ini benar Nian-Nian kenapa anak buah yang berjaga di depan kamar juga pintu luar tidak mengetahui nya?" lanjut asisten Fei.
"Kau benar,"
__ADS_1
"Aku akan kembali, kau terus awasi kamera ini, kabari aku jika menemukan sesuatu," pinta Fei kepada asisten dan anak buahnya.
Mereka menjawab, "Baik."
Fei terus mengamati sudut-sudut ruangan untuk menemukan jawaban. "Balkon!" Fei ingat kamar ini adalah satu-satunya kamar yang memiliki balkon kecil. Fei kemudian berjalan menuju balkon kamar tersebut.
Dia heran ketika melihat sebagian pot bunga yang pecah, "Kenapa berantakan sekali, kertas?" ujarnya lirih melihat sepotong sobekan kertas diatas lantai.
Di sana tertulis "Menolong mu"
"Apa maksud dari tulisan ini," Dia melirik ke arah balkon lain yang berada disebelahnya.
Asisten Fei menghampirinya, "Tuan kami menemukan sesuatu,"
"Katakan," sambil terus memandang ke arah balkon kamar sebrang.
"Saat mengamati pintu apartemen, kami menemukan seseorang keluar dari kamar sebelah, lalu tidak lama kemudian keluar lagi seorang pria dari sana,"
"Lalu?"
"Tuan, kau tahu persis siapa pria yang berada di sebrang bukan?apartemen itu hanya ditinggali seorang pria saja. Sementara dari rekaman ini keluar dua orang dari dalam nya,"
"Jadi maksud mu..." tanya Fei belum mengerti.
"Seseorang tersebut sepertinya Nona Su,"
"Tuan, kami menemukan pakaian nona Su Nian-Nian disini!" teriak bodyguard yang menggeledah apartemen sebelah, yang tak lain adalah milik Xi Yuan.
"Tuan kami juga menemukan tangga!" teriaknya lagi.
"Sepertinya Nona Su dan pemilik kamar sebelah sudah bekerja sama untuk melarikan diri," tukas asisten Fei.
"SIAL!" emosi Fei.
"Tapi... bagaimana Nian-Nian bisa mengenal Xi Yuan?" lirihnya merasa heran.
Sementara itu di rumah sakit.
"Bagaimana caraku agar bisa masuk ke sana" melihat pintu kamar yang dijaga ketat.
Dia melihat kearah ruang ganti perawat, "sepertinya aku harus menyamar"
Setelah berganti pakaian. Wanita itu masuk kedalam kamar tanpa ada yang mencurigainya.
"Hmpt.. Ming Ke, awalnya aku hanya ingin mengembalikan barang yang ku pinjam dari mu secara baik-baik, tapi kau malah mengambil orang ku untuk selama nya, kau tidak akan bisa mendapatkannya!" ucapnya dengan penuh kebencian, sembari menatap seorang wanita yang tengah terbaring di sana.
Tangannya meraih jarum suntik lalu mengisi nya dengan cairan yang sudah dipersiapkan nya sebelum masuk kedalam kamar ini. "Setelah ini aku yakin urusan kita SELESAI" ujarnya menyeringai licik.
Mendengar seorang perawat mengatakan hal aneh membuatnya curiga. "Heii apa yang kau lakukan pada ibuku!" teriak Xi Yi, setelah melihat perawat palsu itu memasukkan sesuatu kedalam botol infus ibu nya.
"Dasar anak kecil, diam kau atau kau akan merasakan akibatnya" ucap Su Nian-Nian yang terkejut mendengar teriakan Yi.
"Tolong!! ada bibi JAHAT!!!" Yi langsung mengenali wajah itu karena Su membuka masker nya.
Teriakannya membuat Su bergegas melarikan diri.
Yi juga ikut mengejarnya sambil berteriak, "Tolong!! dia melakukan sesuatu pada ibu ku!! tangkap dia!!"
__ADS_1
Sontak teriakan nya membuat bodyguard yang berjaga langsung mengejar perawat palsu itu.
Nian-Nian terus berlari menghindari kejaran mereka, dan berhasil kabur tanpa ketahuan.