
" mas , apakah kamu sudah memberikan nama untuk anak kita " tanya kirana ,
Revan baru ingat kalau dia belum memberikan nama untuk anaknya ,
" astaga sayang , aku belum memikirkan itu , " jawab revan , menepuk jidatnya ,
" dasar lo van , kasi anak lo nama saja lo lupa , ya sudah biar gue yg kasi nama anak lo , " ucap farel menawarkan diri untuk memberikan nama untuk anak revan ,
" nggak perlu , " tolak revan ,
" van , lo dengar dulu , gue kasi nama anak lo yg bagus ko , " ucap farel kekeh ,
" biar bagus , gue ingin kasi nama sendiri untuk anak gue , lo simpan saja nama itu untuk anak lo nanti , " ucap revan ,
" lo ngomong gitu , karna lo belum dengar namanya , " ucap farel ,
revan tak menanggapi ucapan farel lagi , entah mengapa hari ini , farel terus berdebat dengan revan ,
" sayang , aku punya nama yg bagus untuk anak kita , " ucap revan tersenyum ,
" siapa namanya , " tanya farel penasaran ,
" cih , lo kepo banget , " kesal revan ,
" ya ialah , gue pengen tau , siapa tau nggak bagus , kan gue bisa kasi lagi nama yg bagus buat lo , " ucap farel tak mau kalah ,
" itu anak gue , jadi gue yg kasi nama , " ucap revan tegas ,
" nama saja di permasalahkan , " ucap adrian menimpali ,
" apa lo bilang , "
" mas , dari tadi kamu terus berdebat , kapan kamu kasi nama buat anak kita , " sela kirana yg sedari tadi kesal melihat berdebatan revan yg tak ada habisnya ,
" iya sayang maaf , " ucap revan ,
melihat revan yg terlihat takut pada kirana , membuat farel ingin tertawa , tapi sebisa mungkin di tahan , sambil membisikkan sesuatu ke telinga adrian yg juga menahan tawanya agar tak keluar ,
__ADS_1
" lihatlah revan terlihat bucin pada istrinya , bahkan tak berani membantah , " bisik farel di telinga adrian ,
" iya lo benar rel , sekarang singa buas itu , akhirnya takluk juga pada kucing rumahan , " ucap adrian mengiyakan , dengan sudut bibir yg naik ke atas ,
Revan hanya menatap tajam pada kedua sahabatnya yg sedari tadi berbisik ,
" awas saja kalian , " batin Revan menahan kekesalannya ,
" mas , apa kamu baik - baik saja , " tanya kirana karna sedari tadi revan melihat ke arah lain ,
" iya sayang aku baik - baik saja , " jawab revan tersenyum semanis mungkin ,
" sayang nama anak kita , AZKA PRATAMA WIGUNA , " ucap revan menyebut kan nama anaknya ,
" apa kamu suka , " tanya revan ,
" iya mas , namanya bagus , aku suka , " ucap kirana mengiyakan ,
" kalau nama ini gue juga suka , ternyata bagus juga lo beri nama untuk anakmu , " ucap farel memuji ,
" lo baru tau ya , " ucap revan menyombongkan diri ,
" hahaha , dari dulu gaya gue emang gini , lo nya saja baru sadar , " ucap revan , membuat orang - orang di dalam ruangan hanya geleng kepala melihat tingkah revan dan farel ,
kirana begitu bahagia melihat semua ini ,
" semoga kebahagiaan ini tak pernah berakhir " batin kirana ,
.💮......💮
setelah kepulangan kirana dari rumah sakit , kebahagiaan tak pernah hilang ,
di kediaman wiguna , semua pembantu sibuk menyiapkan pesta untuk menyambut kedatangan baby Azka ,
" sayang , sini biar aku yg gendong , " ucap revan ,
" loh mas , kamu nggak ke kantor , " tanya kirana , yg melihat revan hanya pakai kaos dan celana pendek ,
__ADS_1
" nggak sayang , aku ingin menghabiskan waktuku di rumah dengan anak dan istriku , " jawab revan langsung mengambil azka dari gendongan kirana ,
" permisi non , " ucap bi inem , tiba - tiba datang menghampiri ,
" iya ada bi , " tanya kirana ,
" ini ada bingkisan , " ucap bi inem memberikan bingkisan berwarna biru ,
kirana langsung membuka bingkisan itu , dan betapa terkejutnya dia saat melihat isinya , begitupun juga revan yg tak kalah terkejut ,
" sayang , sudah nggak apa - apa , kamu nggak usa pikirkan ini , " ucap revan menenangkan , karna melihat kirana yg menangis saat melihat isi bingkisannya ,
" siapa yg mengirimkan bingkisan ini mas , " ucap kirana menangis memeluk revan ,
" mas nggak tau sayang , sudah nggak apa-apa nggak usa di pikirkan , " ucap revan ,
" ayo sayang kita ke kamar , sepertinya azka ingin tidur , " ajak revan , yg tak ingin kirana terus melihat bingkisan itu ,
" pak deden , " panggil revan ,
" iya tuan , " ucap pak Deden menghampiri ,
" buang ini jauh - jauh , " ucap revan menunjuk bingkisan di lantai ,
" baik tuan , " ucap pak deden berlalu pergi ,
" mas , aku takut , " ucap kirana , terlihat jelas kekhawatiran di wajahnya ,
" sudah sayang , nggak usa di pikirkan lagi , kamu istirahat saja , mas mau keluar sebentar , " ucap revan ,
setelah keluar revan langsung menelfon ,
" pantau wanita itu , " ucap revan menelfon seseorang ,
" awas saja jika kamu pelakunya , " gumam revan mengepalkan tangannya ,
🌼......🌼
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak😊