
"Assalamualaikum " terdengar suara seseorang yg mengucapkan salam dari luar , kirana bergegas membukakan pintu , dan betapa terkejutnya ia saat melihat sosok di hadapannya yg sudah ia anggap sebagai ibu sendiri ,
" bi murni , " ucap kirana terkejut ,
" hikss , bi , aku merindukanmu , " tangis kirana memeluk bi murni , rasa rindu teramat dalam pada sosok bi murni yg sudah di anggapnya ibu sendiri itu ,
bi murni tak dapat membendung air matanya , dia juga begitu merindukan kirana ,
" bibi juga rindu padamu kirana , " jawab bi murni , yg memang merindukan kirana ,
" apa bibi datang sendiri , " tanya kirana karna sedari tadi tak melihat keberadaa revan ,
bi murni datang bersama pak deden , karna di telfon oleh revan ,
bi murni tak bisa menjawab , entah bagaimana caranya untuk menjelaskan pada kirana yg telah terjadi ,
" i , iya , bibi datang sendiri , tuan revan sepulang dari singapura langsung ke kantor , katanya ada yg harus di kerjakan , " bohong bi murni , berharap kirana percaya , dan
kirana cuma mangangguk saja , walaupun dari raut wajahnya tersirat kekecewaan karna sudah merindukan revan ,
" kirana , apa bibi nggak di suruh masuk , masa mau di sini terus , " tanya bi murni mengalihkan pembicaraan ,
" eh , hehehe , ayo bi masuk , " jawab kirana , mengajak bi murni masuk bersamanya ,
bi inem dan art lainnya senang karna bi murni sudah pulang ,
" bi , ini tehnya , " ucap bi inem menyuguhkan teh di meja ,
kirana tak hentinya bercerita tentang hubungannya dengan revan , bahkan dia juga mengatakan kalau saat ini , dia lagi hamil , bi murni setia mendengarkan , walaupun dalam hatinya merasa kawatir ,
" bi , aku sudah nggak sabar memberitahukan revan , kalau aku sedang hamil , pasti dia akan senang kalau sebentar lagi dia akan menjadi ayah , " ucap kirana senang , sedangkan bi murni hanya tersenyum kecil melihat tingkah kirana yg terlihat bahagia , bi murni juga senang akhirnya kirana hamil ,
" oy bi , ibu gimana kabarnya , " tanya kirana tiba - tiba , membuat bi murni diam dengan wajah sedih , dia juga bingung harus menjawab apa pada kirana ,
" kirana , maaf , bibi ke kamar dulu , mau istrahat , badan bibi rasanya cape , " alasan bi murni , menghindari pertanyaan kirana ,
kirana hanya mengangguk saja , dia juga mengerti kalau bi murni butuh istrahat ,
__ADS_1
" oh , ya uda , ayo aku antar , " ucap kirana , tapi bi murni menolak , kawatir kirana akan banyak pertanyaan lagi ,
" nggak usa kirana , kamu istrahat saja , ingat saat ini kami sedang hamil , jadi perbanyak istrahat , " ucap bi murni menolak ,
kirana hanya pasrah saja , walaupun dalam hati dia juga penasaran , bagaimana kabar ibu diana sekarang dan kenapa bi murni sudah pulang tanpa ibu diana ,
💮.....💮
di tempat lain ,
revan terus menangis menatap foto ibu diana , rasanya dia tak bisa menerima kenyataan yg di hadapannya ,
" ibu , bagaimana aku bisa menghadapi semua ini , aku benar - benar nggak sanggup bu , hanya ibu yg aku punya hanya ibu yg menyayangiku , aku nggak punya siapa - siapa lagi sekarang , bahkan bapak tega meninggalkanku demi wanita itu ,
flash back
" papah " teriak ibu diana , menghampiri kedua sosok yg sedang asyik berciuman , siapa lagi kalau bukan pak wiguna ,
sudah beberapa hari , ibu diana memantau kegiatan suaminya itu , entah mengapa akhir - akhir ini pak wijaya sering pulang malam , dan sikapnya begitu dingin ,
revan yg melihat ibu dan bapaknya bertengkar hanya menangis , terkadang pak wiguna tak segan - segan untuk menampar revan jika membela ibu diana ,
pak wiguna begitu terkejut , berbeda dengan selingkuhannya , dia bahkan senang , karna keinginannya mendapatkan pak wiguna akan segra terjadi ,
" mah , aku bisa jelaskan , ini tidak seperti yg mamah pikirkan , " ucap pak wiguna mengelak berharap ibu diana mau mendengarkan penjelasannya ,
" semua yg kulihat sudah menjelaskan , dan kau , " menghampiri selingkuhan ,
" aku percaya padamu , aku percaya persahabatan kita , tapi kenapa kamu tega merebut suamiku , kenapa maria , kenapa , " ucap ibu diana , air mata terus membasahi pipinya ,
" diana , diana , apa kamu lupa , kamulah yg merebut wiguna dariku , kamulah yg merebut cintaku , apa kamu tau , aku sakit melihat kamu menikah dengannya , aku bahkan rela melepas wiguna demi persahabatan kita , tapi sekarang tidak lagi , aku akan merebutnya darimu , aku tidak akan mengorbankan persahabatan lagi demi cinta , " ucap maria panjang lebar , yg tak lain ibu dari melda ,
ibu diana tak menyangka maria yg di anggapnya selama ini sebagai sahabat menghianatinya ,
ibu diana meninggalkan kantor wiguna , bagi seorang istri penghianatan tak bisa di toleransi lagi , ibu diana begitu sakit hati , apalagi orang yg di cintainya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri ,
.💮....💮
__ADS_1
pak wiguna mengejar ibu diana yg pergi , di ikuti ibu maria , sampai rumah pertengkaran masih terjadi , pembantu tak berani melerai kedua majikannya ,
" pergilah bersama selingkuhanmu , anggap saja kita sudah cerai , " ucap ibu diana pasrah , tak mungkin lagi dia mempertahankan rumah tangganya ,
ibu diana menghampiri ibu maria , dan menghadiahi tamparan untuknya ,
plakkk ,
" ini untuk wanita penghianat seperti kamu , " ucap ibu diana , berlalu pergi meninggalkan pak wiguna dan selingkuhannya , dan pada saat menaiki tangga , tiba - tiba ibu maria menarik tangannya , mengakibatkan keseimbangan ibu diana nggak stabil dan akhirnya terjatuh ,
pak wiguna terkejut , dan ingin menolong istrinya , tapi ibu maria melarangnya ,
" sayang apa yg kamu lakukan , " ucap pak wiguna terkejut ,
" ini balasan untuknya , karna dia uda menamparku , lihatlah pipiku sangat sakit sayang , " ucap ibu maria mulai merengek manja ,
" tapi kan , " ucap pak wiguna terpotong , karna ibu maria sudah menyela ucapannya ,
" sudahlah sayang , biarkan saja , ayo kita pergi , " ajak ibu maria , dan mereka pergi meninggalkan ibu diana yg sedang kesakitan ,
mereka tidak tau di balik pintu sedari tadi pak iwan melihat semuanya ,
pak iwan ingin menemui pak wiguna di kantornya , membahas pembangunan di bali , tapi asistennya mengatakan dia sedang ada masalah dengan istrinya , dan akhirnya pak iwan menemui pak wiguna di rumahnya , tapi sayang kedatangannya tidak tepat ,
ibu diana terjatuh , dan tak sadarkan diri , pak iwan mencoba membantu , dan pada saat itu revan baru pulang dari sekolah , melihat ibu diana bersimpah darah tak sadarkan diri , di sampingnya ada lelaki lain yg tak lain adalah pak iwan ,
pak iwan mencoba menjelaskan tapi revan tidak percaya , apa yg di lihat depan matanya , membuatnya tak mempercayai pak iwan , dan sakit hatinya mengetahui ibu diana lumpuh , membuatnya memendam amarah dan dendam di hatinya pada keluarga pak iwan ,
" lihat saja nanti , aku bersumpah akan membuat keluargamu hancur , " batin revan ,
flash off
🌼........🌼
Mulai sekarang akan banyak flash back - flash off , karna author akan menamatkan novelnya , tapi tenang saja , season 2 tetap menanti ,
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊
__ADS_1