ISTRI YANG TAK DI INGINKAN

ISTRI YANG TAK DI INGINKAN
Part 22


__ADS_3

Disaat aku mendengar samar-samar adzan subuh aku pun terbangun dengan sendirinya, aku ingat aku sedang berada di rumah Sarah. Segera aku menuju kamar mandi untuk melaksanakam sholat subuh dan menyiapkan sarapan untuk aku, Sarah dan anak-anak. anggap saja seperti balas budiku untuk sarah karena telah mengijinkan aku bermalam di rumah nya ini.


jam menunjukan pukul 06.66 aku pun membangunkan Yaya untuk siap-siap sekolah dan menyiapkan pakaiannya. Setelah semuanya selesai dan siap untuk sarapan.


"Tih hari ini apa yang mau kamu lakuin?" tanya Sarah di sela-sela sarapan kami.


"Aku mau lihat rumah yang mau aku beli Sar semalam aku lihat iklannya di temen aku, jadi nanti aku titip Alya dulu ga apa kan Sar?" ucapku menjelaskan.


"Iya Tih kalau masalah Alya ga usah khawatir kan ada aku, tapi ngomong-ngomong di daerah mana kamu mau beli rumah? Jangan terlalu jauh ya" ucap Sarah.


"Ngga ko perjalanan dari sini cuman satu jam kebetulan aku nyari rumah yang deket sama perusahaan temen jadi nanti lebih gampang Sar"


"Iya deh pokoknya hati-hati ya kalau ada apa-apa bilang aja, jangan terlalu mikirin Arga lagian dia juga yang salah ga mikirin kamu sama anak-anaknya. Trus kapan kamu mau kasih kabar mama sama ibu?" tanya Sarah.


"Aku ga akan mikirin Arga lagi Sar ya walaupun kadang masih suka kepikiran tapi aku berusaha lebih fokus sama anak-anak aja mulai sekarang lagian aku tinggal tunggu surat perceraian aja ko. Masalah mama sama ibu aku belum berani Sar mungkin aku mau menenangkan hati dan pikiran dulu" jelasku pada Sarah yang di balas anggukan tanda mengerti.


"Semangat ya Tih yang sabar yang tabah mungkin kamu sama Arga berjodoh sampai sini aja. Kamu kan cantik pasti bisa dapet yang lebih kaaaaaan" gurau Sarah kepadaku yang membuat aku terbahak.


"Hahaha ada ada aja kamu, aku sih belum mikir mau nikah lagi ada sedikit rasa trauma Sar"


" Ya pokonya jangan terlarut-larut kalau bisa kamu buktikan sama Arga dan si Lily itu kalau kamu bisa hidup tanpa campur tangan mereka" ucap Sarah dengan ekspresi kesalnya.


"Iya Sar tenang aja aku kuat ko seiring berjalannya waktu pasti semua baik-baik aja, eh ini udah jam setengah tujuh ayo Yaya kita berangkat" ucapku seraya melirik jam tangan.


"Ayo ma" jawab Yaya seraya meminum susunya.


"Sar aku titip Alya dulu ya, aku jalan dulu sama Yaya Assalamualaikum"

__ADS_1


"Assalamualaikum tante" ucap Yaya seraya mencium tangan Sarah.


"Waalaikumsalam hati-hati di jalannya ya Tih" ucap Sarah mengingatkanku.


Aku pun berjalan menuju sepeda motor yang terparkir di halaman rumah Sarah. Untuk perjalanan ke madrasah Yaya cukup waktu lima belas menit aja sampai.


Lima belas menit pun berlalu dan kini aku berada di gerbang madrasah Yaya.


"Yaya nanti kalau mama atau tante Sarah belum jemput jangan dulu pulang ya sayang"


"Iya ma"


"Yaudah Yaya masuk gih belajar yang rajin ya sayang jangan nakal harus jadi anak mama yang baik" ucapku seraya mencium kening Yaya.


"Iya ma kalau gitu Yaya masuk dulu ya Assalamualaikum mama" ucapnya seraya mencium tanganku dan pipiku.


Aku pun melajukan sepeda motor kembali menuju rumah yang akan ku beli, untung saja selama ini aku mempunya tabungan yang cukup untuk membeli rumah beserta isinya dan keperluan sehari hari jika tidak mungkin aku akan menyusahkan banyak orang,


'Tunggu mama sukses ya sayang mama sayang sama dua malikat mama, mama janji akan membahagiakan kalian dengan kedua tangan mama ini' batinku.


Di saat aku sedang mengendarai sepada motorku aku melihat mobil Mas Arga mungkin dia sedang menuju kantornya, aku tak terlalu memikirkan nya takutnya jika memikirkan dia aku akan mengalami kecelakaaan yang sama seperti dulu. Kebetulan jalan yang aku lewati akan melewati kantor Mas Arga dan disaat aku melewati tempat itu aku melihat Mas Arga turun dari mobil dan di ikuti seorang perempuan yang turun dari pintu kobil sebelah kiri dan siapa lagi jika bukan Lily. aku mencoba menguatkan hati dan tersenyum sinis 'Haha dulu akulah yang keluar masuk pintu itu dan dengan cepatnya dia sudah menggantikan posisiku itu, semoga kamu bahagia selalu Mas dan di jauhkan dari karma atas mantan istri dan ana-anakmu' sakit ya memang sakit tapi apa boleh buat mungkin ini semua memang sudah jalan hidupku.


Aku pun menambah kecepatan sepeda motorku agar aku tak telat atas janji yang ku buat dengan pemilik rumah itu, dan satu jam berlalu akhirnya aku sampai di alamat rumah yang akan ku beli. begitu aku selesai memarkirkan Sepeda motorku kulihat seorang ibu-ibu yang cukup berumur menghampiriku namun dari tampilannya masi cukup terlihat awet muda dan elegan.


"Assalamualaikum ini nak Ratih ya?" tanya ibu itu.


"Waalaikumsalam iya Bu saya Ratih" jawabku seraya mengulurkan tangan.

__ADS_1


"Saya pemilik rumah ini Nak, panggil saja Ibu Nia" ucapnya seraya tersenyum padaku.


"Oiya Ibu Nia"


"Mari kita lihat-lihat dulu Nak" ucapnya seraya mempersilahkan aku untuk mengikutinya.


Rumah ini cukup bagus minimalis dengan dua lantai namun terkesan elegan dengan adanya taman. Aku pun melihat-lihat kedalam dan ya aku pun merasa cocok dengan rumah ini dengan harga yang pas aku pun mengambil keputusan untuk membelinya.


Setelah kurang lebih 3 jam aku berbincang berasama Bu Nia akhirnya aku Sah jadi pemilik runah ini dan yang lebih mengejutkan Bu Nia menjual rumah ini yang masih berisikan barang-barangnya, awalnya aku pun cukup bingung namun ternyata alasan Bu Nia menjual semua ini karena ia akan mengikuti anak semata wayangnya pindah keluar negeri dan dia rasa sedikit membantu agar tidak perlu membeli perabotan lagi.


"Nak begitu ibu lihat kamu seperti yang ibu bayangkan kamu orang yang baik dan jujur, semoga kelak apa yang ibu beri akan bermanfaat untukmu,mungkin ibu pamit sekarang ya"


"Iya bu terima kasih banyak atas bantuannya semoga ibu mendapatlan balasan yang lebih"


"Yaudah Nak ibu berangkat dulu ya ini semua kuncinya Wassalamualaikum" ucapnya seraya memelukku.


"Iya bu Waalaikumsalam hati-hati di jalan ya" ucapku.


Entah apa aku masih tak percaya dengan apa yang Ibu Nia berikan kepadaku di sela-sela pembicaraan kami tadi Ibu nia bilang alasannya memberi semua ini karena ia merasa aku mirip dengan putrinya yang sudah meninggal.


Aku pun hanya bisa bersyukur atas semuanya mungkin ini sebagian rezeki anak-anaku. setelah aku mengunci pintu rumah dan gerbang aku pun mengirimi pesan kepada temannku yang bekerja di perusahaan sebagai bagian HRD katanya sih ada lowongan di perusahaannya.


Kini Matahari telah berada tepat di atas kepala menunjukan waktunya untuk makan siang, sebelum aku pergi menemui temanku aku berpikir untuk makan terlebih dahulu kebetulan aku merasa lapar dan akupun mencari tempat makan yang sekiranya menarik untuku kunjungi.


Akhirnya makanan khas daerahku yang aku pilih, tetapi entah kenapa lagi-lagi aku berpapasan dengan Mas Arga dan Lily kulihat mereka cukup terkejut melihat kehadiranku.


Ah aku sedang tak ingin berdebat dengan mereka, walaupun rasa sakit masih menempati hatiku namun aku sekuat tenaga melupakannya, sebanyak apapun orang yang menyakitiku saat ini, aku masih ingat ada Allah yang akan selalu menolongku.

__ADS_1


Aku hanya meminta Ya Allah kuatkan hatiku dan Anak-anakku. aku bersyukur dan berterima kasih atas rezekiku yang kau kirim dengan perantara Bu Nia.


__ADS_2