
Sampailah mereka di kafe gemilang , ya farel sengaja memilih kafe gemilang bukan tanpa alasan , dia sengaja memilih , karna farel tau kafe gemilang ini adalah kafe yg sering mereka bertiga datangi untuk nongkrong atau makan bersama ,
awalnya revan malas untuk masuk , mengingat ini kafe yg sering mereka habiskan bersama , tapi bukan farel namanya kalau nggak bisa membujuk revan , dan akhirnya terpaksa revanpun mau juga ,
farel memesan tiga makanan yg berbeda dan minuman yg sama , menu yg di pesan itu memang kesukaan mereka bertiga ,tapi revan bingung , karna saat ini mereka cuma berdua , sementara makanan dan minuman di meja ada tiga porsi yg satunya buat siapa , begitulah pikiran revan ,
" rel kita cuma berdua dan lo pesan makanan untuk porsi tiga orang , emang lo bisa habiskan semua , " tanya revan bingung melihat makanan yg banyak di atas meja , ,
" ya , memang gue pesan buat kita bertiga , " jawab farel santai , sambil mengunyah makanannya ,
revan menatap bingung mendengar jawaban farel , tapi diapun tak mau bertanya lagi , mengingat cacing di perutnya yg sudah demo minta jatah makan , dan akhirnya diapun makan , tanpa melihat farel yg tersenyum penuh kemenangan ,
tak berapa lama datanglah sosok lelaki tampan datang menghampiri , dan pastinya sosok ini yg di tunggu farel sedari tadi ,
" nah ini dia yg di tunggu - tunggu , " ucap farel , membuat revan mendongakan kepalanya ,
" adrian , " batin revan ,
farel sengaja mengajak mereka makan bertiga , biar lebih akrab kembali , karna sudah lama mereka tidak berkumpul bersama , semenjak pertengkaran adrian dan revan di kediaman wiguna waktu itu ,
adrian duduk di hadapan revan , sambil melirik revan yg makan dengan tenang , tanpa menghiraukan kedatangannya ,
" van , yan , gue ke toilet sebentar , tiba - tiba perut gue mules nih , " alasan farel sengaja memberikan peluang untuk adrian berbicara pada revan , biar masalah mereka selesai ,
tapi tanpa di duga , revan malah berdiri hendak meninggalkan adrian dan farel , sebelum farel beranjak pergi ke toilet ,
" van , " panggil adrian yg melihat revan hendak berdiri ,
__ADS_1
revan hanya diam tanpa menjawab panggilan adrian atupun melihatnya , melihat itu , farel mulai angkat bicara ,
" van , gue tau adrian salah , tapi gue harap lo mau dengarin penjelasannya dulu , " ucap farel sok bijak , melihat betapa kerasnya pendirian revan ,
lagi - lagi revan diam , entah kenapa dia enggan bicara , padahal dalam hatinya sangat merindukan sosok sahabat seperti adrian , tapi ya begitulah revan gengsinya gede ,
" yan , van , gue pergi dulu , lo selesaikan masalah kalian , gue harap persahabatan kita tetap terjalin tanpa adanya permusuhan , " ucap farel meninggalkan revan dan adrian , memberikan peluang untuk mereka bicara empat mata ,
rencana farel sudah berhasil mempertemukan dua sahabatnya itu , kini saatnya adrian untuk menjelaskan semuanya ,
revan duduk kembali mendengar apa yg akan di bicarakan adrian ,
" van , gue minta maaf , bukan maksud gue untuk menutupi semuanya , gue benar - benar nggak tau , harus ngomong apa sama kamu waktu itu , " ucap adrian mengingat awal permasalahan yg terjadi ,
flash back
di rumah sakit , seumur hidup selama mengenal revan baru pertama kali adrian menyaksikan revan yg begitu terpuruk melihat kondisi ibu diana ,
adrian hanya mengangguk sebagai dokter , akan melakukan apa saja , apalagi yg harus di tanganinya adalah orang yg paling penting di hidup sahabatnya ,
sementara di dalam ruang oprasi , adrian berusaha untuk menyelamatkan ibu diana walaupun harapan berhasil sangatlah tipis melihat kondisi ibu diana , yg kondisinya cukup parah , tapi berkat kerja sama adrian dan timnya , oprasinya berhasil dengan baik ,
walaupun berhasil adrian masih terlihat kawatir , benturan kepala yg di alami ibu diana , mengakibatkan pembuluh darah pecah , hingga membuat kondisi ibu diana tak sadarkan diri dan koma , di tambah dengan patah tulang , membuat kesembuhan untuk berjalan kembali sangatlah tipis ,
saat keluar dari ruang oprasi , adrian berniat memberitaukan semuanya pada revan , tapi di urungkan melihat revan begitu terpuruk , dan menanyakan keadaan ibu diana ,
" yan , gimana , apa semuanya baik - baik saja , " tanya revan penuh kawatir ,
__ADS_1
" a , iya van , tapi gue harus memindahkan dulu ibu diana di ruang vip , biar nanti bisa di jenguk , " ucap adrian , terbesit kekawatiran di dalam hatinya ,
saat revan memasuki ruang vip , revan begitu terkejut karna ternyata ibu diana belum sadarkan diri , adrian masuk memberitahukan kalau saat ini ibu diana sedang koma , tapi tak memberitaukan tentang keadaan yg terjadi sebenarnya , dan di situlah adrian menyarankan untuk membawa ibu diana berobat ke luar negeri , mengingat alat yg di rumah sakit wiguna walaupun lengkap tapi masih belum bisa menangani kondisi ibu diana yg sangat parah ,
seminggu kemudian adrian menelfon temannya yg di singapura untuk mengetahui kondisi ibu diana , sedangkan revan menelfon adrian juga untuk menanyakan catatan rumah sakit , yg memang tiap bulan di cek oleh revan , tapi nomor sahabatnya itu sibuk , alhasil revan datang tiba - tiba ke rumah sakit menemui adrian , tapi sayang kedatangannya di saat yg tidak tepat dan mendengar semua percakapan antara dr.dion dan adrian , adrian kaget dengan kedatangan revan , ingin menjelaskan , tapi revan sudah berlalu pergi tanpa mendengarkan penjelasan dulu , dan di situlah puncak permasalahannya ,
flash off
sambil menghela napas adrian mengakhiri penjelasannya , revan diam menerawang semuanya dan tanpa di duga revan memeluk sahabatnya itu , dan adrian terkejut tapi senang , akhirnya revan mengerti , tanpa mereka sadari sepasang mata tersenyum menatap kedua sahabatnya yg sudah berbaikan ,
" akhirnya mereka baikan juga , " ucap farel tersenyum , tanpa di lihat oleh revan dan adrian keberadaannya ,
" gue juga minta maaf sama lo yan , gue tau lo nggak akan membuat gue kawatir , tapi seharusnya lo itu jujur , walaupun itu menyakitkan , " ucap revan menepuk pelan punggung adrian ,
" maaf , gue salah , tapi melihat kondisi lo waktu itu , membuat gue nggak tega memberitau lo , tapi gue legah akhirnya lo ngerti , gue juga senang sekarang persahabatan kita kembali baik , " ucap adrian , yg bernapas lega ,
merekapun berbincang kembali , sesekali tertawa dan revan menyuruh kembali adrian untuk bekerja di rumah sakitnya lagi , mengingat adrian sudah lama di sana dan juga adrian dokter kepercayaan keluarga wiguna ,
" nah , melihat kalian begini kan enak lihatnya , " ucap farel yg datang tiba - tiba , membuat tawa revan dan adrian terhenti ,
" lo , " ucap revan dan adrian bersamaan ,
" hehehe , lo kira gue pulang , kan gue hanya pamit pergi , bukan pamit pulang ke rumah " ucap farel tertawa tanpa merasa bersalah ,
revan dan adrian hanya menggeleng melihat kelakuan sahabatnya itu , tapi di sisi lain mereka juga senang berkat farel mereka kembali baikan dan persahabat mereka tetap terjalin lagi tanpa adanya kesalapahaman ,
🌼 ....🌼
__ADS_1
Selamat menunaikan ibadah puasa , 🕌
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊