ISTRI YANG TAK DI INGINKAN

ISTRI YANG TAK DI INGINKAN
Part 29


__ADS_3

KE ESOKAN HARI


kini waktu menunjukan pukul enam lebih tiga puluh lima menit malam sebentar lagi pasti Rafka datang menjemputku setelah selesai maghrib aku pun bergegas berganti pakaian dan menata diriku, Gaun maroon yang kukenakan berpadu dengan hijab hitam membuatku nampak percaya diri makeup yang ku kenakan tak terlalu menonjol aku hanya mempertegas bagian mata dan sedikit lipstik dengan warna yang tak terlalu mencolok. ya tipis tipis saja untuk makeupku, kita para perempuan tentu akan memanjakan diri kita dengan keinginan kita sendiri sama halnya denganku malam ini aku mempercantik diri bukan untuk terlihat oleh orang lain apalagi Rafka aku berdandan karena keinginanku karena jiwa perempuan ku dulu aku memper elok diri hanya untuk suamiku walaupun itu terkadang karena aku tsrlalu sibuk mengurusi anak-anak berbeda dengan sekarang aku memper elok diri untuk diriku dan anak-anak agar tidak malu hehe..


'tok tok tok' suara ketukan pintu membuatku tersadar aku lamunan ku sejak tadi. Aku bergegas membuka pintu kamar dan melihat bi Ati berdiri di balik pintu kamar ini.


"Nyonya ada tamu di bawah" ucap bi ati.


Kulihat jam dinding yang tergantung di kamarku dan ternyata sudah jam tujuh malah lebih, pantas saja Rafka sudah menjemputku.


Tak terasa aku melamin selama itu, aku sholat isya nanti saja sebelum tidur kini aku akan menghadiri Acar pesta yang Rafka maksud.


Ketika aku sedang menuruni tangga ku lihat Rafka dengan setelan jas dan celana yang senada berwarna maroon dan tak lupa dasinya yang menambah kesan berwibawa dia, di samping Rafka pula ada putri sulung ku Gladia.


Mereka tidak menyadari kehadiranku Rafka dan Gledia tampak akrab padahal setahuku ini pertemuan pertama mereka.


"Yaya jangan ganggu teman mama" ucapku membuat mereka berdua berbalik.


"Mama paman ini baik Yaya suka ketemu di sekolah juga dan paman ini membelikan Yaya boneka tedy bear lihat mama bagus kan Yaya suka" ucapnya Yaya seraya mengacungkan boneka tedy bear imut itu kepadaku.


Tapi sebentar Yaya tadi bilang suka ketemu dengan Rafka di sekolah? apa Rafka bekerja sampingan jadi guru sekolah dasar? apa gaji di perusahaan nya tidak cukup untuk menghidupinya? ah tapi tidak mungkin kan jika dia kerja sampingan menjadi guru.


"Tak apa Ratih namanya juga anak-anak" ucap Rafka dengan mencubit pipinya Yaya.


"Maaf pak sudah membuat pak Rafka repot" ucapku.


"Tidak saya tidak merasa di repotkan, kalau begitu apakah kamu sudah siap? "


"Sudah pak"

__ADS_1


"Yasudah Yaya paman berangkat dulu ya" ucap Rafka kepada Gledia.


"Iya paman nanti main sama Yaya lagi ya" balas Yaya dengan sumringah, dan di balas anggukan serta acungan jempol oleh Rafka.


"Yaya mama berangkat dulu jangan nakal ketika ga ada mama ya ajak main juga Alya nya nanti"


"Iya mama Yaya ga akan nakal ko" ucapnya dengan mengecup tanganku.


Apa yang sedang bersamaku ini adalah Rafka yanh cuek itu bosku yang dingin sedingin es itu tapi kenapa tiba-tiba menjadi hangat beberapa hari ini? apa mungkin dia dingin ketika di perusahaan nya saja? ah mungkin aku terlalu banyak berfikir.


Aku dan Rafka berjalan menuju mobil nya yang terparkir di halaman rumahku. Rafka membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan aku masuk dan kini aku duduk di samping dia dan Rafka sebagai pengemudi.


Tiga puluh menit berlalu kini aku dan Rafka telah sampai di acara oesta yang dia maksud setelah sekian lama saling berdiam di dalam mobil.


Kini aku dan Rafka memasuki pekarangan rumah yang mengadakan pesta. Biasanya aku berjalan di belakang Rafka jika sedang menghadiri acara rapat atau pertemuan bersama klien tetapi malam ini Rafka dan aku jalan bersejajar posisi aku dengan nya sangat dekat.


"Mari Ratih saya kenalkan kepada orang tua saya" ucap Rafka.


"Maaf pak bukanya ini acara perusahan kan maksud saya acara kerja sama antara kolega bapak" ucapku terheran.


"Iya memang ini acara pertemuan bersmaa klien sekaligus acara keluarga wiraatmadja" ucap Rafka.


Aku pun ber oh ria dan mengikuti Rafka berjalan ke dalam ruangan untuk bertemu kedua orang tuanya, tetapi di saat aku berjalan aku melihat seseorang yang tidak asing bagiku laki laki itu yang pernah berbincang dengan ibunya Lily dan yang Lily kenalkan sebagai kakanya di pusat perbelanjaan tempo hari mengapa dia bisa disini, itu bukan urusanku ok.


Aku pun terus mengikuti Rafka yang sesekali bersalaman dan menyapa beberapa tamu disini.


"Ayah ibu kenalkan ini Ratih Putri Kusuma dan Ratih ini kedua orang tuaku" ucap Rafka tiba-tiba ternyata aku sedang berhadapan dengan keluaaega wiraatmadja.


"Assalamualaikum pak bu saya Ratih" ucapku seraya menyalami ibu dari Rafka itu.

__ADS_1


"Ah Rafka apakah ini Ratih yang kamu ceritakan itu apakah ini Ratih keluarga Kusuma tetangga kita dulu. ah sayang kamu terlihat cantik sekali sekarang" ucap ibu Rafka seraya memelukku.


"Iya ibu dia teman Rafka ketika kecil dulu" balas Rafka.


"Bagaimana kabar keluarga Kusuma Ratih sudah lama saya tidak berjumpa dengan pak Kusuma" ucap Ayah nya Rafka.


"Alhamdulillah pak semua nya baik"ucapku yang di balas kata syukur bersamaan antara ibu dan ayah nya Rafka.


"Apakah kamu sudah menikah sayang" tanya ibu Rafka kepadaku.


"Ibu aku akan membawa Ratih untuk bertemu beberapa klien ku di acara ini" ucap Rafka memotong pembicaraanku dengan ibunya.


"Ibu saya akan menemani Rafka dulu" ucapku kepada ibu rafka.


"Baik lah nak nanti kita berbincang lebih banyak ya" balas ibu Rafka dan aku pun memjawab dengan anggukan karema Rafka telah memanggilku.


Aku pun mengikuti Rafka bertemu beberapa klien untuk menyapa mereka.


Kini waktu telah menunjukan jam sembilan malam, aku meminta undur diri kepada Rafka karena aku takut anak-anak menungguku. Dan Rafka berkata akan mewakiliku untuk meminta maaf kepada ibunya karena tidak sempat bertemu lagi malam ini mungkin lain kali ada kesempatan.


Ternyata benar Rafka adalah teman masa kecilku. Dan aku pun di antar pulang oleh Rafka, beberapa kemudian aku sudah berada di depan gerbang rumahku.


"Terimakasih banyak pak Rafka maaf jika membuag bapak repot" ucapku.


"Sama sama Ratih tidak jadi masalah, kalau begitu saya pamit ya " balas Rafka


----------------------


Hiiii sayang jangan lupa dukung aku yaaaa siapa tau aku dan Rafka berjodoh. jangan lupa klik tombol hati itu dan tulis lah komentar kalian serta vote authornya yaaaaa 😘

__ADS_1


__ADS_2